Untuk Menteri Pendidikan 2045, Pak Edogawa Jerome Polin Uchiha Dari Menteri Perikanan dan Per-Unicorn-an Indonesia 2045 (at Konohagakure "木の葉隠れ") https://www.instagram.com/indiartodimas/p/BuhI-zalzXx/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=76h4i3cdm4bg

ellievsbear
almost home
Jules of Nature
dirt enthusiast
$LAYYYTER
Three Goblin Art
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

Discoholic 🪩
Misplaced Lens Cap
Mike Driver
No title available
trying on a metaphor
ojovivo
KIROKAZE
Sade Olutola

if i look back, i am lost

oozey mess

Janaina Medeiros
Game of Thrones Daily
Monterey Bay Aquarium

seen from United Kingdom

seen from Mauritius
seen from Brazil

seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from Poland

seen from Türkiye

seen from Türkiye
seen from Venezuela
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from Venezuela

seen from Germany
seen from United States

seen from Albania

seen from United States
@dimasindiarto
Untuk Menteri Pendidikan 2045, Pak Edogawa Jerome Polin Uchiha Dari Menteri Perikanan dan Per-Unicorn-an Indonesia 2045 (at Konohagakure "木の葉隠れ") https://www.instagram.com/indiartodimas/p/BuhI-zalzXx/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=76h4i3cdm4bg
Entering Mid-Life Crisis
Kita tidak bisa membandingkan apple to apple kita dengan orang lain. Terutama dengan orang yang kita anggep lebih sukses, lebih beruntung, lebih di atas kita.
Disaat yang sama juga ada yang bilang,
Kita harus punya seseorang yang kita anggap sebagai acuan, sebagai kompetitor, sebagai suatu alasan kenapa kita harus lebih daripada dia. ‘At least, dia bisa kenapa saya tidak’ things.
Dua-duanya…
View On WordPress
YUK BERDONASI!! Bulan Suci Ramadhan telah tiba. Saatnya berbagi kebahagiaan dalam rangka menyambut Hari Kemenangan bersama adik adik panti asuhan di 16 Kota di Indonesia. Yuk #TebarkanKebaikan dengan berdonasi dan berpartisipasi dalam YOT Share Ramadhan 2018. Caranya, klik: Kitabisa.com/YOTShareRamadhan , Lalu pilih donasi sekarang. Kamu bisa memilih berbagai macam pilihan pembayaran donasinya, lalu selesaikan proses donasi kamu. Semakin banyak donasi yang terkumpul, semakin banyak bantuan yang bisa adik-adik panti asuhan dapatkan. Kami juga menerima donasi makanan untuk berbuka puasa, alat-alat tulis dan sembako kebutuhan sehari-hari. Informasi lebih lanjut: Salsa: 082225868285 Sabil: 08121747017 Ayo #Tebarkankebaikan di Bulan yang Suci.
Trade-off.
Saya memang ingin membuat tulisan ini menggantung. Tidak ada ujungnya, tidak ada sisi pasti yang bisa dijelaskan. Semua berakhir berdasarkan intepretasi , perspektif dan pengalaman setiap orang.
Mari kita mulai tulisan ini.
***
Indonesia itu negara besar penduduknya. Sangat besar bahkan. Dan di dalam penduduk yang besar dan beragam itu mayoritasnya adalah islam. Dan kebetulan, sekarang momen…
View On WordPress
People who we care the most
Kok jadi baper ya. Rasanya baru literally kemarin selese uas, selese semua kelelahan, keletihan, kesedihan dengan apa yang kita sebut ujian akhir semester itu. Relatively selama seminggu lebih pola makan, pola tidur, pola hidup berantakan demi menjawab benar sebuah soal tertulis yang katanya buat masa depan itu. Buat IPK, buat karir, buat kehidupan yang lebih baik nantinya. Tetapi sometimes…
View On WordPress
Kok jadi baper ya. Rasanya baru literally kemarin selese uas, selese semua kelelahan, keletihan, kesedihan dengan apa yang kita sebut ujian akhir semester itu. Relatively selama seminggu lebih pola makan, pola tidur, pola hidup berantakan demi menjawab benar sebuah soal tertulis yang katanya buat masa depan itu. Buat IPK, buat karir, buat kehidupan yang lebih baik nantinya. Tetapi sometimes teori ya sebatas teori. Semua ujian itu hanya hal tertulis saja. Sebatas tertulis hitam di atas putih semata. Sebatas kewajiban yang harus digugurkan. Kalo ngga dilakuin? Ya lo gugur. Tetapi ada sesuatu yang lebih substansial dibanding itu semua. Relatively gue yakin semua orang punya, kadang cuma ngga menyadarinya aja. Apa itu? Ya proses, pengorbanan, dan orang-orang disisi kita yang ada untuk mencapai titik ini lah yang menurut gue lebih memiliki substansi dibanding tujuan akhir kita kuliah yang bernama ujian atau nilai itu semata. Proses yang panjang, lelah, dari awal masuk semester sampai di titik ini ngga semulus itu. Banyak hal yang dilakuin dan dialamin dari yang seneng2, enak2, sampai sedih, lelah, baper, drop physicaly and mentally juga ada. Ngga pernah ada sebuah proses yang mudah dan singkat itu. Ya namanya proses pasti lama dan panjang. Dan tentu, ada pengorbanan untuk semua itu. Dari materi, waktu, tenaga, sampai perasaan dan pikiran sering kali terhabiskan disitu. Tapi sebuah proses pasti memiliki muara. Sebuah ujung yang terdapat sebuah hasil akhir, hasil akumulasi dari segala hal yang udah kita perjuangin, lakuin dan korbanin. Gue ga bilang mengenai IPK semata, ya tapi bisa juga sih, kalo bagus, tapi bisa juga nggak ;). Tetapi menurut gue tujuan akhir dan akumulasi yang didapat dari semua ini adalah mengenai pembelajaran, pengalaman dan kenangan yang udah kita alami dan ciptakan di titik ini. I think it is matter for me. Ngga kerasa udah pada balik rumah masing-masing aja. Satu persatu udah saying goodbye gitu aja. Ngga kerasa sumpah, bener-bener baru kemarin pada di satu kamar yang sama ngerjain dan diskusiin soal bareng, tidur bareng, ngga tidur bareng, semuanya bareng. Atau ngga baru kemarin rasanya rapat bareng, pulang malem
Apakah yang lo liat dari gambar tersebut? Seorang pemulung? (Ya. Tentu.) Sudah, kemudian apa lagi yang bisa kamu gambarkan dari gambar tersebut? (Tidak tahu.) Kenapa tidak tahu? Tidak ada bahan dan referensi? Yang menggambarkan siapa beliau sebenarnya. Atau sebatas seseorang yang mengambil sampah setiap harinya, sebatas orang yang berpakaian kumuh, sebatas orang yang perlu dikasihani? Kalo iya, kita masih jadi orang sempit-minded. Let’s change our mindset and broad our perspectives. Mari jadi millenials yang ngga cuma hidup dengan menggeser jari, tetapi tantang kaki, telinga dan mulut untuk bergerak, mendengar dan mengekspresikannya. Gue sebenernya tahu Ibu tersebut sering ke FE. Tapi gue pribadi yang jarang notice atau peduli dengan hal tsb. Masih banyak hal yang gue harus lakuin dan pikirkan, kelas, rapat, dan nongkrong. Pikir gue saat itu. But everything start to change when we bravely enough to move forward. Starts with saying, Hi. Yap. Beliau memang seorang pemulung setiap harinya. Setiap pagi memang mencari nafkahnya dengan mengambil sesuatu yang kita definisikan sebagai sampah. “Ya gapapa mas, asal halal untuk nyambung hidup” Oke, semiskin itu kah? Hmm kita mungkin orang awam mengatakan seorang pemulung itu kemungkinan besarnya miskin. Miskin harta, miskin kapabilitas, miskin ilmu. Semua hal yang bermuarakan kurangnya akses pendidikan yang baik, apalagi berkualitas. Oleh karena itu perlu mencari nafkah dengan mengais sesuatu yang bernilai rendah: sampah botol plastik. Secara umum seperti itu. Kalo kita meparadigmakan dan memosisikan mereka sebagai orang miskin, ya akan selamanya miskin. Let’s try the other approaching. Posisikan mereka sebagai manusia. Manusiakan mereka. Ajak obrol selayaknya orang yang kita hormati. Terlepas sosial dan ekonominya. And i got so much fun by the inspirations. Beliau orangnya ramah. Enak diajak ngobrol, bahkan di satu titik seorang yang keibuannya kuat. She threat me like her son. Sebagai orang yang disayanginya, dengan menanyakan kabar kesehatan gue yang saat itu terlihat lelah ( abis acara kampus semalam suntuk) dan suara sengau karena flu. Beliau menyadari tersebut dan menanyakan, “Nak (at Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia)
Broaden your perspectives
Apakah yang lo liat dari gambar tersebut? Seorang pemulung? (Ya. Tentu.) Sudah, kemudian apa lagi yang bisa kamu gambarkan dari gambar tersebut? (Tidak tahu.) Kenapa tidak tahu? Tidak ada bahan dan referensi? Yang menggambarkan siapa beliau sebenarnya. Atau sebatas seseorang yang mengambil sampah setiap harinya, sebatas orang yang berpakaian kumuh, sebatas orang yang perlu dikasihani? Kalo iya,…
View On WordPress
Aye captain (at Samudra Atlantik)
Tropical man (at Lampung)
Udah siap jadi host My Trip My Adventure (at Pahawang Lampung)
Malming vibes (at Marina Bay Sands)
Libur itu kebutuhan. Liburan itu menyenangkan dan memutarkan kembali pikiran yang segar, re-fresh, diantara penatnya rutinitas selama ini. Jalan dan menikmati momen bareng orang-orang terdekat, menghabiskan waktu dan tentu duit untuk gettin pleasure. Disaat yang sama kita senang, ketika memutarkan kembali kesegaran diri karena kesenangan itu, ada diluar sana orang yang juga senang atas kesenangan kita. Siapapun, orang-orang dibalik rasa senang atas tempat-tempat yang kita kunjungi dan nikmati tersebut ada mereka yang merasakan makna perputaran uang yang dihabiskan kita pelancong-pelancong seperti kita. Dari warga sekitar, penjual kios oleh-oleh, pengrajin, tukang parkir, hingga tukang sapu semua merasakan kesenangan atas biaya kesenangan yang kita habiskan. Jadi, banyaklah liburan. Karena liburan itu kebutuhan. Baik bagi kita, maupun mereka. Btw ada mb raisa difoto terakhir. (at Malang)
They call it hammock, but me? Bandulan
Saya sudah berani untuk mulai berkarya dengan mendaftar Future Leader Summit 2017. Yuk, kalau kamu kapan? #DaretoCreate #FutureLeaderSummit2017
Emang nalurinya cowok suka susu ya
Tengah sendiri (at Malang)