Feminine intuition: I’ll get married next year

⁂

PR's Tumblrdome
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
YOU ARE THE REASON

No title available

Janaina Medeiros
we're not kids anymore.
Game of Thrones Daily
art blog(derogatory)
hello vonnie
One Nice Bug Per Day
Lint Roller? I Barely Know Her

pixel skylines
Peter Solarz
DEAR READER
Stranger Things
$LAYYYTER

@theartofmadeline

No title available

❣ Chile in a Photography ❣

seen from Thailand

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from China

seen from Australia
seen from United States
seen from Palestinian Territories

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia
@dindabudii
Feminine intuition: I’ll get married next year
Abis nonton Escape, doa ini gue catet di dalem kepala, karena sebagai manusia yang pikirannya sering kusut dengan berbagai macam penyesalan dan what ifs, wording doa ini pas banget buat gue:
"Yaa Allah, berikanlah aku kesabaran dalam perkara yang tak bisa aku ubah, berikanlah aku kemampuan dan kekuatan dalam perkara yang bisa aku ubah, dan berikanlah aku kebijaksanaan untuk membedakan antara keduanya."
sejak kepergianmu,
cerita-ceritaku tentang bajak laut bermata satu yang hatinya tersayat sirip hiu; setan merah terkutuk yang depresi karena harus bekerja 9 sampai 5 untuk menyebarkan dosa; anak indigo yang jatuh cinta kepada setan buruk rupa yang tak bisa melihat manusia; pengelana waktu yang memutuskan bunuh diri di masa lalu; dan cerita-cerita lainnya yang tidak akan dimengerti mereka yang bukan kau, seluruhnya aku masukkan ke dalam peti harta karun. lalu aku kubur di depan rumahku. di atas tanahnya, aku tanami mawar merah, yang tangkai hingga kelopaknya penuh duri tajam yang bisa melukai makhluk apa pun
kelak jika kau kembali, kau akan tahu dimana harus menemukan cerita-cerita tak masuk akal tapi kau mengerti dan pahami tanpa perlu berpikir keras mencari-cari arti. sebelum malam datang, kau memutuskan untuk mengobarkan api dan membiarkannya melahap seluruh cerita-cerita itu.
Cecilia Woloch, from Carpathia; “Postcard to X from Warsaw, Ulica Piękna (“Pretty Street”)”
Aku tidak berjanji segala keputusanku membuat hidupku menjadi lebih baik, aku juga tidak berjanji aku tidak menangis menghadapi kemalangan-kemalangan hidup ini, tapi aku bisa berjanji diri ini tidak akan menyerah begitu saja.
Everything is gonna be alright, right?
apa yang sekiranya tersisa dari kita? semuanya memudar bersama waktu. aku membuka album memori lama, segalanya tampak asing. aku tidak bisa mengenali siapapun di sana bahkan wajahku sendiri. ada rasa kehilangan yang tidak aku mengerti. aku coba mengingat apa yang kumiliki, sepertinya segalanya masih ada.
kini aku makin terasing bukan hanya dengan dunia, namun dengan diriku sendiri. aku tak lagi tahu siapa aku, selain nama yang selalu disebutkan oleh orang-orang tanpa makna.
berapa lama lagi perjalanan dalam keterasingan ini akan berlangsung?
aku udah buat mencoba menerima dan lebih fokus dengan kerjaanku yang sekarang. Namun entah kenapa aku banyak banget berbuat kesalahan di pekerjaanku yang sekarang. Aku sampai selalu cek berulang kali kerjaanku sebelum aku pulang, tapi aku tetap aja sering selip. Aku jadi ngerasa bodoh dan nggak becus.
Berulang kali aku mengutarakan ke orang-orang kalau kayaknya memang aku nggak cocok di pekerjaan ini karena aku merasa pekerjaanku ini terlalu monoton dan membosankan, juga tidak membuatku berkembang. Namun semua nyuruh aku untuk bertahan dan bersyukur, aku beneran udah coba biar kerjaanku juga jadi lebih bener tapi susah banget.
Aku juga sedih karena kayaknya orang-orang lihat aku kurang bersyukur dan gak akan bisa ngerjain yang lebih gede dari yang sekarang karena ngerjain yang mudah aja sering salah apalagi yang besar. Meski aku tahu kalau itu nggak benar karena kadang bisa jadi sesuatu mudah bagi orang lain tapi itu sulit buat kita karena itu memang bukan kita aja.
good morning world who’s ready for another day of feeling slightly nauseous and weird about everything
Aku ingin banget kerja di kantor beneran biar pas makan sianh atau ngopi nggak sendirian lagi, tapi bareng teman-teman. Dari 2021 berdoa begini, tapi belum dikabul-kabulin.
Usaha juga sudah aku lakuin, aku nggak tahu berapa banyak lamaran yang aku apply tapi cuma mentok di tahap akhir. Sedih banget.
Kegagalan-kegagalan itu juga bikin aku tambah rendah diri setial harinya karena setiap gagal aku jadi mempertanyakan kemampuanku.
Semoga di tengah kondisi ekonomi negara yang baru ga baik-baik aja kayak gini kita semua bisa dikasih hidup yang layak. Bebas jatuh cinta tanpa takut sama semua hal kacau yang terjadi di negara kita. Kadang aku suka mikir apa pantes buat jatuh cinta sama orang dan merangkai mimpi bersama dengan kondisi yang begini. Tolong banget bilang gapapa kalo kita semua boleh jatuh cinta tanpa ada perasaan khawatir.
YaAllah I don't know what to do anymore. I'm feeling so lost. I'm scared. Please, help me!
Perjalanannya barangkali tidak lurus bahkan terlalu berliku. Banyak waktu aku keluar lintasan, tapi sejauh apapun tersesat dan hilang arah, aku akan terus menemukan jalan untuk tetap kembali. Mungkin itu suatu bentuk kasih Tuhan yang masih selalu menjagaku. Meski pada banyak waktu aku ingin berhenti. Tak lagi ingin percaya, tidak lagi ini melanjutkan perjalanan.
Sudah dua tahun, aku lebih banyak gagal. Kadang aku kehilangan harapan bahwa kelak aku akan memenangkan perperangan ini. Aku tidak tahu, apakah aku kurang berlatih? Apakah aku memang tidak layak menjadi pemenang?
Imanku pun kerap goyah, ah bukan goyah, tapi berulang kali aku marah kepada Tuhan. Kenapa yang lain bisa dan aku tidak? Jika takdir, mengapa takdirku ditulis begini? Tapi entah bagaimana aku masih mempercayainya ada. Seperti tadi siang, aku gelisah ketika tidak sembayang. Jadi, aku bergegas sembayang. Meski, aku seperti ingin melanggar aturannya saja. Toh, dia tampaknya sangat membenciku. Apakah aku pernah bersalah begitu besar hingga ia tidak lagi membantuku? Apakah tidak bisa aku menebus kesalahan itu?
Aku tidak mengerti bagaimana aku harus terus menjalani kehidupan ini. Aku ingin menyerah saja. Aku tidak sanggup lagi.
Orang lain juga mulai sangat menyadari bahwa aku adalah sebuah kegagalan. Beberapa orang mulai memandangku dengan tatapan remeh, kadang aku berpikir bahwa itu hanya perasaanku saja, tapi bahkan ketika ada orang lain yang mendengar pun merasa bahwa perkataan itu cukup jahat. Padahal tanpa mereka berkata seperti itu pun, aku sudah tahu. Aku gagal. Aku gagal menjalani hidup. Aku gagal jadi manusia. Semua upayaku hanya sia-sia.
i hope this reaches the target audience:
hold on for one more night, one more day. appreciate all the little things keeping you connected to the world. tell yourself the end can wait one more day. see how you feel tomorrow. see if you can keep going a while longer.
i just know in my bones that i will somehow make a beautiful life for myself no matter what the world throws at me
Aku udah merasa berat banget hidup ini sejak 2022. Pokoknya, sejak aku lulus dari kuliah. Merasa hilang arah dan tertinggal banget dari semua teman-temanku. Udah hampir 4 tahun sampai saat ini. Jadi, aku tuh merasa terpuruk dan sakit banget bukan cuma perkara nggak lulus tes skb cpns yang satu ini doang. Ini cuma yang memercik apinya. Alasan sebenarnya karena rasanya semua perjuanganku di empat tahunan ini, sia-sia. Apapun yang aku coba, semuanya gagal. Sementara aku melihat teman-temanku yang lain jalannya pada mulus banget dan yang nggak mulus pun, perlahan udah mulai membaik hidupnya. Tapi aku, ngestuck.
Rasanya hati aku sakit banget. Merasa Tuhan nggak mendengarkanku sama sekali. Aku ini kan juga ciptaanNya tapi kenapa dia membenciku sekali? Padahal seumur hidupku aku berusaha menjadi anak baik. Hidupku termasuk lurus-lurus aja. Jarang banget aku membuat masalah besar bahkan hampir tidak ada. Belajar pun aku selalu belajar keras banget dari zaman sekolah, tapi toh melihat bahkan teman-temanku yang dulunya nggak serajin itu belajar, sekarang hidupnya pada baik-baik aja. Kalau cobaan ini terjadi karena Tuhan sayang sama aku, kenapa? Rasa sayang apa yang seperti itu?