Kamu,
adalah rumah yang masih selalu aku tuju.
Aku,
adalah sungguh yang terus menanti di depan pintumu.
Dan kita,
adalah dua celah yang tak kunjung jadi satu.

JBB: An Artblog!
No title available

Kaledo Art
we're not kids anymore.

ellievsbear
Cosimo Galluzzi
Sade Olutola

shark vs the universe
hello vonnie
NASA
I'd rather be in outer space 🛸
todays bird
Three Goblin Art
will byers stan first human second
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
🪼

Love Begins

#extradirty
noise dept.
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

seen from Italy
seen from United Kingdom

seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States
seen from Uruguay
seen from Uruguay
seen from Brazil

seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
@dipenghujunghari
Kamu,
adalah rumah yang masih selalu aku tuju.
Aku,
adalah sungguh yang terus menanti di depan pintumu.
Dan kita,
adalah dua celah yang tak kunjung jadi satu.
Hal yang paling aku takuti itu pun akhirnya terjadi, meski masih selewat mimpi. Aku rasa aku tak akan pernah bisa siap menerima.
Every time I decide to let go,
there you suddenly come again
Every time I try not to think,
there you penetrate my mind with your words
Every time I pull myself and go away,
there you hold and leave me hanging.
I've tried so hard to open up then ended up with disappointment.
Because of my own expectation.
I know. Perhaps, it's not my time yet.
Or, the time will never be mine.
Tiga kali tiga ratus enam puluh lima hari dan ternyata debaran itu masih saja ada, bahkan tak berubah. Hanya sebuah notifikasi biasa tapi setiap kali namamu muncul di beranda, jantungku seperti akan berhenti.
Aku dan hatiku belum siap untuk segala hal yang kapan saja bisa terjadi di luar kendaliku.
Seandainya kau sadar, ada sisi lain dari dirimu yang hanya aku seorang tahu.
Seperti matahari pagi yang menghangatkan tubuh yang terbiasa berteman dengan udara sejuk di kota ini, seperti itu juga kehadiranmu yang mendadak menyelimuti tahun demi tahun biasa saja yang kulalui.
Nanti, suatu hari,
waktu berlalu,
angin berhembus,
musim berganti,
bahkan jika hatiku pun ikut terbang entah kemana,
aku masih di sini menantimu.
Berpura-pura baik-baik saja tidak tahu adalah salah satu caraku untuk bertahan hidup setahun terakhir ini.
Not that 'stupid' to understand the real intentions of a person but still wanted to try, and try, and try again until you feel like that you waste so much time trying but the person doesn't even care.
Ingin protes tapi bukan siapa-siapa. Ada kesempatan untuk bertanya tapi akhirnya harus dipendam kembali. Menyisakan serpihan-serpihan pertanyaan dan keresahan yang pada akhirnya hanya membuat luka yang terkesan kecil namun membekas.
Aku ingin mengutuk jari-jariku sendiri hari ini atas kejadian salah tujuan mengirim pesan ke seseorang yang setiap malam kubawa dalam doa dan berujung kepada dia bertanya: "Apa kabarmu?" dan "Puji Tuhan kamu sehat dan masih seperti yang aku ingat".
Membuatku terjaga dan membaca pesan itu berulang kali. Seandainya kamu tahu, sebesar itu pengaruhmu terhadapku.
3 tahun berada di kota yang katanya istimewa ini. Baru kali ini benar-benar merasakan sisi lain dari keistimewaan itu. Muter-muter di jalan Ring Road sambil melepaskan segala keresahan hati dan kebisingan di kepala tanpa rasa khawatir membuat orang di sekitar merasa tidak nyaman.
Dengan lagu sendu menemani perjalanan,
menangis sepuasnya tanpa ada yang memperhatikan,
merasakan angin malam menusuk ke setiap celah jaket biruku,
kulewati sebuah tempat yang dulu sering kita kunjungi,
ia masih kosong dan seakan rindu untuk kembali didatangi,
aku kembali dibawa oleh ingatan manis 2 tahun lalu,
sambil memeluk erat kenangan tentang dirimu di kepalaku.
I used to be the one that always being there for whoever I know.
But now I fully understand, letting people take their some time alone whether they want to come back or not is better. So that I can keep focusing to my own life and put myself first before anyone else.
It's just amazing and magical how one name that pops up on the story viewers can make your mood raise up and lighten your day.
Situasi berangsur membaik,
yang sakit dipulihkan,
yang patah ditumbuhkan kembali,
yang tetap bekerja dilegakan,
yang terluka diobati,
yang terus berjuang menemui harapan.
Terima kasih sudah bertahan. Terima kasih sudah berusaha. Terima kasih segala bentuk kebaikan. Terima kasih September.
Semoga benar, bahagia itu sedang menunggu di depan sana.
Sepertinya dunia menjadi sangat keras. Sampai-sampai perbuatan baik disalahartikan menjadi rasa suka.
- Hong Dusik
Benar, karena begitu kerasnya hidup yang sedang menghantam kadang kebaikan kecil yang tiba-tiba datang bisa menanamkan sedikit harapan, terutama jika seseorang itu telah menyentuh jantung hatinya yang telah lama mati.
Gak mau bergantung sama orang lain tapi karena kita diciptakan sebagai makhluk sosial mau tidak mau untuk beberapa hal harus terpaksa bergantung kepada orang. Yang dimana orang tersebut melakukan segala sesuatu sesuai dengan mood-nya sementara kita dibiarkan menunggu hingga suasana hatinya membaik.
Sungguh menyebalkan.
There were thousands of words and feelings I really wanted to say to you, but never sent them anyway.
In the end, it turns out to be bunch of archives, then reread it all silently through my prayer.