The Devil Wears Prada
I'd rather be in outer space đž
Keni
One Nice Bug Per Day

tannertan36

romaâ
Sweet Seals For You, Always
Fai_Ryy

No title available
YOU ARE THE REASON
Mike Driver
Color Me Curious

shark vs the universe
Game of Thrones Daily
taylor price
No title available

Kiana Khansmith
The Bright Sessions
Fieri Frames

gracie abrams

Discoholic đȘ©
seen from TĂŒrkiye
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from Belgium
seen from Netherlands
seen from Bangladesh
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from France
seen from Indonesia

seen from Malaysia

seen from Singapore
seen from United States
seen from United States
seen from Oman
seen from United Kingdom
seen from Croatia

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
@divoidist-blog
The Devil Wears Prada
Glass Towers.
Kalau menurut gue, musik di Indonesia itu kualitasnya udah ngawur banget. Ngawur banget kerennya.
Band yang bernama The S.I.G.I.T. atau yang di akte kelahirannya bernama lengkap The Super Insurgent Group of Intemprance Talent ini adalah salah satu contoh terbaik. Musik mereka gak kalah sama band - band Garage Rock ngetop dunia, siapa sih? Wolfmother? Jet? BRMC? The S.I.G.I.T lebih oke lah!
ya lebih oke dikit lah, Support Local Bands lah.
Lagu Owl and Wolf ini diambil dari album terbaru The S.I.G.I.T yang berjudul Detourn. Ini lagu akustik, simpel, suaranya Rekti sang vokalis gondrong vintage menyayat banget, liriknya juga romantis in a sangar way. Jadi The S.I.G.I.T menceritakan hubungan soswit antara seekor burung Hantu dan Serigala dalam mengarungi malam bersama, begadang bareng walau tak ada artinya (Rhoma Irama, Begadang), menyanyi, memandang bintang, romantis gilaaaaak.
Lagu ini asik banget buat didengerin malam - malam gitu sambil di padang pasir, ngeliatin Serigala sama Burung Hantu pacaran.Â
Lauren Mayberry, Chvrches
Meskipun anda penggemar musik Rock, Hard Rock, Rock Alternatif, belum tentu anda bisa enjoy dengerin Post-Rock, tapi situ wajib dengerin Sigur Ros, minimal tau lagu mereka lah.
Lagu Sigur Ros yang bakal gue komentarin kali ini berjudul Varuo. Track yang diambil dari album mereka yang Valtari. Lagu ini mungkin bukan awal yang bagus kalau anda mau jadi penggemar Sigur Ros, tapi cukup catchy lah kalo disbanding lagu â lagu Post-Rock lainnya.
Varuo bukan track khas Sigur Ros. Suara instrument seperti bass, gitar atau piano minim banget, berganti dengan dominasi synth, choir, dan derap keras suara drum seperti barisan tentara yang lagi lari ke arah lawannya. Lagu ini super keren, tapi gak bisa didengerin sebagai pengiring aktifitas, anda harus menyediakan waktu khusus untuk ngedengerin track ini.
Flow-nya terlalu dahsyat. Dari pelan â pelan â keras â pelan banget â keras â pelan â klimaks â ancur.
Sigur Ros emang jenius, percayalah.
Buat anda â anda yang suka music Brit Rock dengan sedikit aroma Two Door Cinema Club dan Kasabian, logikanya anda bakal suka sama band ini. Glass Towers adalah band yang lagi gue dengerin banget lagu â lagunya. Aransemennya asik â asik dan ke-indie-annya cukup terasa keren kalo kita dengerin.
Lagu yang bakal gue review kali ini adalah Tonight, Track ke 4 dari album Halcyon Days. Lagu ini temponya up gitu, jadi cukup bersemangat syalala lah .sound gitarnya vintage gitu digenjrengnya juga sedikit agak rock n roll gitu, ada suara synth di background yang pas dan melodi â melodi gitar seadanya yang bikin musiknya Glass Towers nge-flow banget, sukak deh.
Sebenarnya gue gak begitu enjoy kalo ngedengerin full album Halcyon Days ini, cuma beberapa yang nyantol banget kayak lagu ini, trus ada Halcyon, Jumanji, Lust for Life sama Griffin. Tapi yang lainnya gak jelek , cuma kurang doyan aja.
Barang elektronik emang harganya lagi melambung karena dollar naik, tapi hal itu ga bikin para musisi ogah mengolah elektronika jadi melodi â melodi permusikan (ya ngapain juga ogah?). Crossfaith adalah band Electronic Metalcore asal Jepang, ya maklumlah Jepang kan Negara yang perkembangan teknologinya maksimal banget, jadi band metal pun banyak bunyi â bunyian ala Gundam gitu.
Becanda lah.
Lagu yang gue review kali ini adalah Monolith, yang diambil dari EP nya Crossfaith yang berjudul Zion. Lagu ini mengedepankan ke-epik-an sound elektronika mereka dengan music metalcore yang simple sekali, tapi enak kok. Crossfaith emang memainkan music yang âkayakâ metalcore tapi ga terlalu mendalam. Mereka ga melulu breakdown atau solo gitar, music ngalir banget gitu, keren sih. Monolith ini asik banget,emosinya dapet, suara vokalisnya keren, loop dan sampling yang dipake juga asik, klimaksnya juga dapet.
Buat loe yang penggemar metal tulat â tulit ala Asking Alexandria atau Attack â Attack mungkin ga bakal langsung suka sama Crossfaith, tapi kalo pelan â pelan didengerin , Crossfaith lebih keren kok. Kalau menurut gue sih gitu.
Sebenarnya gue suka, cinta, menemukan kesatuan yang maksimal saat mendengarkan lagu â lagu di album Chvrches yang The Bones of What You Believe, tapi gue putusin untuk ngereview lagu ini aja deh, secara paling enak dan paling favorit gituh. Tether adalah track ke 4 dari album ini, which is biasanya menjadi titik dimana gue mulai mengekspektasikan klimaks ketika mendengarkan sebuah album dan lagu ini secara sweet membawa gue ke arah itu. Tether  adalah lagu galau simple nan epik yang bercerita tentang seseorang yang susah move on dari sesuatu, kalo di era sekarang ini sih pasti pasangan. Aransemennya asik nan soswit, temponya mid-down, musiknya elektronik pop (yaiyalah kan Chvrches), dan lirik â lirik paling menohok para the non-move on-ers mungkin adalah :
âStay where you are, ever after, chasing things that you should run from. Iâm feeling capable of seeing the end, Iâm feeling capable of saying itâs overâ
Sedih banget gak seeeeeh~~
Tapi part favorit gue di lagu ini adalah part penuh loop dan sampling setelah part lirik galau tadi, jenius abis. Overall, lagu ini adalah yang paling favorit dan asik maksimal diantara lagu â lagu maksimal lainnya di albumnya Chvrches : The Bones of What You Believe ini. Dengerin ,resapin, galau atau tidak ,itu pilihan anda.