Hello again, sweet dream.
It’s the second time you appear in my dream. I forgot the first one but I remember that it’s always sweet. But this time, it’s totally different. It’s like, so f-ing real, but I know it was impossible.
You came. After…I don’t know, maybe 6 years? I haven’t seen you since then. And our breakup was the worst I’ve ever had. We haven’t got in touch, even in social media.
It’s on my graduation day. Tapi bukan wisuda. Aku ingat disitu ada temen-temen sd sampai kuliah. Lengkap. And they’re like, know each other. I remember you are one with the crowds, but I can see you right away. Aku terlalu syok untuk liat kamu ada di situ. Mungkin berapa kali bergumam, “OMG. Omg. O. M. G.” Lalu kamu tersenyum, dan menghampiri aku yang masih terpaku akan ketidakmungkinan kehadiran kamu. Kamu selipkan surat di tanganku, lalu pergi.
Aku baca surat itu. Mulai dari apa kabar, selamat, sampai mengingat masa-masa kita dulu. But then I remember, ada semacam angket pertanyaan yg jawabannya “i do, i don’t” dan sebagainya. Aku lupa isi pertanyaannya apa, yang pasti masih ada hubungannya dengan aku dan kamu. Aku jawab via email. And I agree to see you again. Lalu kamu baca dan akhirnya kita bertemu lagi.
Aku merasa itu di kampus, tapi kampus yang bukan kampus aku saat ini. Totally different. Kita ketemu, kita ngobrol mulai dari, “Aku gendutan ya dari terakhir kita ketemu?” Lalu kamu jawab sambil tertawa keras “ya!” Apa yang kita bahas? Aku lupa. Yang pasti, mengingat mulai dari masa-masa kita masih bersama, putus, hingga perjalanan kita masing-masing sampai saat ini. We laughed at our childish behavior back then. We laughed at our ridiculous friends. We laughed and talked about everything. Kita ngobrol, ngobrol, dan terus ngobrol dari satu tempat ke tempat lain. Aku pun ingat tatapan dan bisikan temen-temen aku di saat kita jalan berdampingan dari satu tempat ke tempat lain. Kampus, dimana kamu ketemu temen-temen aku, aku kenalin, dan mereka bilang “cakep ya”. Kosan aku, di mana kamu tidur-tiduran di kasur aku sambil ngobrol gak ada hentinya sampai ketemu sama papah, dan aku bilang “pah, kenalin ini temen smp ade.” dan papah totally chill about you. Kita ngobrol, ketawa, ngobrol, ketawa, it was so much fun.
But then, it’s time. You got to go. You got to end these conversations. Kamu pamit. Kita saling berterima kasih atas hari ini. You smiled, and leave.
Good bye.
Thank you, A.
Mungkin mimpi terenak yang pernah aku alami di mana berakhir dengan sangat baik. Like I said, it feels so real, but it’s still impossible to be happen in real life. But thank you. It was worth the time.












