Assalamualaikum Adik-adik,
Pada tulisan sebelumnya kita telah bereksperimen tentang Volcanic Eruption. Pada eksperimen Volcanic Eruption kita mengetahui tentang adanya reaksi kimia yang terjadi dari hasil pencampuran dua zat yang berbeda sehingga menghasilkan banyak gas karbon dioksida atau CO2. Sekarang saatnya kita bereksperimen tentang fisika. Banyak orang yang mengatakan fisika itu sulit. Kita bisa membuat fisika menjadi sebaliknya, menjadi lebih menyenangkan dan sangat bermanfaat. Salah satunya adalah dengan melakukan eksperimen seru membuat Sweet Rainbow atau Pelangi Manis.
Yep! semua bahan dan alat yang dapat digunakan sudah tersedia di dalam Science Kit Pelangi Manis, klik di sini untuk mengetahui cara mendapatkan Science Kit. Adik-adik hanya perlu mempersiapkan tambahan sebuah gelas.
Yuk, langsung saja kita memulai eksperimen kali ini.
1. Pertama-tama persiapkan seluruh bahan dan alat yang digunakan, yaitu lima buah gelas/botol yang sama besar dan sama tinggi, gula, 4 bubuk warna berbeda (merah, kuning, hijau, biru) dan air panas.
2. Masukkan 5 sendok gula ke dalam gelas pertama, 3 sendok gula ke dalam gelas kedua, 1 sendok gula ke dalam gelas ketiga, dan gelas keempat dapat dibiarkan tetap kosong tanpa gula, atau isi hanya sedikit butiran gula saja. Jika menggunakan Science Kit, adik-adik hanya perlu mempersiapkan air hangat.
3. Isi keempat gelas dengan air panas, harus sama banyak dan sama takarannya. Di sini Tim DSC menggunakan gelas dengan takaran air 150 ml.
4. Setelah semua gelas terisi air panas, aduklah larutan gula hingga seluruh butiran gula mencair sempurna. Usahakan tidak ada lagi butiran gula yang tersisa. Jika adik-adik menggunakan Science Kit, cukup tambahkan air panas ke dalam setiap botol sampai batas mulut botol, lalu tutup botol dan guncangkan hingga gula larut sempurna.
5. Masukkan warna yang berbeda-beda ke dalam setiap gelas. Tim DSC memasukkan warna biru ke dalam gelas pertama, warna hijau ke dalam gelas kedua, warna kuning ke dalam gelas ketiga, dan warna merah ke dalam gelas keempat. Jika adik-adik menggunakan Science Kit pelangi manis, cukup masukkan seujung sendok pewarna.
6. Tunggu dan biarkan larutan gula hingga dingin.
7. Sediakan sebuah gelas kaca cantik, lalu masukkan larutan gula berwarna biru yang telah didinginkan ke dalam gelas kaca sebagai lapisan pelangi yang pertama
8. Pastikan larutan gula berwarna hijau benar-benar telah dingin. Lalu masukkan secara perlahan-lahan larutan tersebut dengan menyentuh bibir gelas agar larutan mengalir melewati dinding gelas kaca. Lakukan hal serupa untuk larutan gula berwarna kuning dan merah sebagai lapisan pelangi paling atas.
9. Sweet Rainbow kita selesai. Bagaimana? Apakah adik-adik berhasil membuat sweet rainbow seperti ini? Cantik sekali, bukan? Dengan menggunakan teknik yang sama kita bisa membuat lapisan warna yang lebih banyak lagi!
Jadi, apa fakta sains yang sesungguhnya?
Gula adalah zat terlarut dalam percobaan kali ini. Sementara itu, air berperan sebagai pelarut. Lapisan pelangi dapat terbentuk karena adanya perbedaan massa jenis larutan pada setiap lapisan. Massa jenis adalah hasil perbandingan antara massa zat terlarut dengan volume larutan. Secara sederhana, karena setiap gelas kita isi dengan banyak gula (sebagai zat terlarut) dengan takaran berbeda-beda, sementara itu volume air yang dimasukkan sama, hal ini menyebabkan massa jenis larutan memiliki nilai yang berbeda-beda. Larutan dengan massa jenis paling besar lebih mudah tenggelam. Itu berarti, larutan mana yang memiliki massa jenis paling besar?
Yap. Tepat sekali jawabannya adalah larutan berwarna biru dengan kadar zat terlarut paling banyak. Sementara itu, larutan dengan massa jenis paling ringan adalah larutan berwarna merah, karna hanya mengandung sedikit bahkan tidak memiliki tambahan massa zat terlarut di dalamnya.
Prinsip ini berkaitan dengan prinsip Archimedes yang menjelaskan bagaimana benda dapat mengapung, melayang, dan tenggelam.
Oh ya, ternyata Allah S.W.T telah menjelaskan fenomena perbedaan masa jenis larutan ini di dalam Al-Quran. yaitu, dalam surat Ar-Rahman surat ke-55, ayat 19-20, yang artinya:
“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.”
juga di dalam surat Al-Furqan, surat ke 25, ayat 53, yang artinya:
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”
Terlihatkan, perbedaannya?
Sipp. sekian dulu tutorial kali ini. Semoga memberikan banyak manfaat bagi kita dalam mengamati fenomena sains sebagai tanda kebesaran Allah, Maha Pencipta.