Hei! bantu like dongs
http://kalam.ukm.upi.edu/2015/07/16/ramadhan-move-on-oleh-dewi-puji-lestari-mahasiswa-pendidikan-bahasa-arab/
Stranger Things

JVL

oozey mess
No title available
hello vonnie

Kiana Khansmith

No title available

Love Begins

No title available

JBB: An Artblog!
taylor price

Discoholic 🪩

roma★
RMH

⁂
I'd rather be in outer space 🛸

❣ Chile in a Photography ❣
Cosimo Galluzzi
sheepfilms
dirt enthusiast
seen from Brazil

seen from France
seen from United States
seen from Brazil

seen from Ecuador
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Ecuador
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Suriname

seen from Malaysia

seen from T1
seen from United States
@dwipujilestariblog
Hei! bantu like dongs
http://kalam.ukm.upi.edu/2015/07/16/ramadhan-move-on-oleh-dewi-puji-lestari-mahasiswa-pendidikan-bahasa-arab/
Bunga cinta akan selalu bermekaran meskipun banyak hal yang hinggap
air hujan akan selalu menumbuhkan kembali semai binga cinta di taman keindahaan hai
“Jika kau masih saja tak bersyukur atas segala karunia yang Ia berikan, bagaimana kau akan bersyukur kala Ia hadirkan sosok yang penuh dengan kekurangan dalam dirinya? Entah itu orangtua, teman, guru, adik, kakak, bahkan pasangan.” -Dwi Puji Lestari -
Kebersyukuran dalam Kesetiaan, dan Kebersamaan
Nama : Dwi Puji Lestari
NIM : 1406819
Departemen : Pendidikan Bahasa Arab/ S1 / II A
Fakultas : Pendidikan Bahasa dan Sastra
Pasar Budaya UPI 2015
Selasa, 12 Mei 2015
Pukul 13.00 - 15.00
Kebersyukuran dalam Kesetiaan, dan Kebersamaan
Pasar tradisional yang isinya berbagai macam makanan, pakaian, kebutuhan rumah tangga dan lain sebagainya sudah biasa, begitupun denan pasar modern yang dikenal dengan mini market atau swalayan. Namun, hari ini saya mengunjungi pasar yang berbeda dari pasar biasanya, yaitu pasar budaya. Pasar budaya ini bertempat di Gymnasium UPI. Didalamnya kami tidak akan menemukan makanan-makanan, minuman-minuman, pakaian-pakaian yang dijual, namun akan temukan keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia.
Setiap mahasiswa yang berkunjung, mereka akan dikelompokan dan dipandu oleh pemandu yang sudah siap mengantarkan. Kebetulan saya mendapat kelompok merah. Sebelum memasuki Gymnasium, kami menunggu antrian cukup lama hingga akhirnya kami masuk kedalam. Pertama, kami di antar ke ruang video. Disana kami disuguhkan video mengapa acara ini dibuat dan beberapa peraturan yang harus dipatuhi ketika berkunjung di stall.
Terdapat 30 macam kebudayaan Indonesia yang disuguhkan, dipisah dalam 30 stall. Disana kami dipilihkan 2 stall saja. Dan yang pertama kami mengunjungi stall Ibu Inggit Garnasih, istri ke-3 dari orang nomor satu negara kita Pak Soekarno. Istri Pak Soekarno ini asli orang Bandung. Beliau adalah salah satu tokoh yang berperan penting dalam kemerdekaan. Beliau yang memberikan informasi tentang keadaan Indonesia ketika Pak Soekarno sedang didalam penjara. Beliau yang memberikan ide-ide kepada Pak Soekarno. Beliau adalah orang yang sangat setia, ketika Pak Soekarno terbang ke Bengkulu, Bu Inggit merasa rindu padanya. Dan setelah beberapa lama beliau terbang ke Bengkulu. Namun, ketika sampai ditempat yang dituju, beliau melihat Pak Soekarno telah menikah dengan Ibu Fathmawati.
Tari Ja’I, ya! Di stall kedua kami disuguhkan salah satu dari keberagaman budaya Indonesia, yaitu Tari Ja’i. berasal dari NTT. Biasa digunakan ketika untuk ritual atas kebersyukuran warga flores, dimaikan oleh banyak sekali orang, dan biasa ditampilkan ditengah kampung yang diskralkan untuk pemujaan. Dari tari ini kami dapat mengambil banyak pelajaran bahwa hidup itu harus penuh kebersyukuran pada Sang Pencipta dengan cara yang kita miliki, kebersamaan dengan sesama hamba harus selalu berjalan harmonis.
Setelah selesai berkunjung ke stall kami diwajibkan mengisi angket dan mengunggah foto ke media sosial. Dan dari kunjungan kami tadi, kami mendapat pelajaran untuk setia, bersyukur, saling bersama. Semakin tinggi rasa cinta kami pada negeri ini. Negeri yang indah, kaya akan budaya, dan kaya akan rasa cita.
Wah, kok bisa? Belum nikah mau menerbitkan buku tentang nikah????? ;)
sebentar lagi nikah in syaa Allah ^^ dan ini sebenarnya tugas mata kuliah komputer di kelas hehe...
Jatuh Cinta Sebagai Fitrah Manusia
Dwi Puji Lestari
1406819
Siapa yang tak mengenal jatuh cinta, rasanya anak SD zaman sekarangpun sudah merasakannya.. Jatuh cinta itu fitrah manusia yang tak mungkin lagi dapat dielakkan. Yang alasannya mulai dari melihat paras, fisik, dan hal-hal yang “menggoda” lainnya. Pandangan pertama bisa jadi alasan paling utama ketika kita tidak dapat mengalihkan pandangan pertama. Terpana pada pandangan pertama dan dilanjut oleh pandangan kedua, ketiga dan seterusnya. SahabatMuda mungkin mengetahui, pandangan bisa menjadi titik lemah untuk jatuh pada godaan. Padahal Imam Daud meriwayatkan dari Abdullah bin Buraidah ra dari ayahnya bahwasanya Rasulullah saw telah berkata kepada Ali bin Abi Thalib yang artinya “Wahai Ali, janganlah engkau menerusakn pandangan pertamamu (pandangan yang mengagetkan) dengan pandangan berikutnya. Sesungguhnya pandangan yang pertama adalah untuk kamu dan yang selanjutnya adalah tidak demikian.”
Jelas dari sabda Rasulullah saw pandangan pertama itu sangatlah berbahaya...
Waspadalah... Waspadalah...!
Selain karena pandangan pertama, tidak ghadul bashar jua itu akan selalu membuat mudah jatuh hati. Tahukan semakin kuat iman seseorang maka syaithan yang menggoda levelnya semakin tinggi juga. Semakin tunduk pada perintah Allah maka ada pula cobaan yang Allah beri. Lalu menurutku semakin tinggi pula tingkat “ke-mar’ah-an” seorang akhwat maka tingkat yang menggoda juga selevel dengan dia, begitu pula sebaliknya.
Nah, dalam hal menundukan pandanganpun demikian. Sebagai ikhwan dalam menundukan pandangan adalah kewajiban pun dengan akhwat. Syaithan yang mengetahui apa yang tidak ingin dilakukan oleh akhwat/ikhwan tersebut akan semakin gencar dalam menggodanya. Ya! Jika ikhwan suka pada akhwat yang berjilbab lebar rapih, maka syaithanpun menggodanya lewat hal demikian pun sebaliknya jika akhwat suka pada ikhwan yang teduh jika dipandang, rapih, berjenggot maka syaithanpun menggodanya dengan hal demikian.
“Katakanlah kepada orang laki-laki hendaklah menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya. Yang demikianlah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka perbuat.” QS. An-nur 30
Jelas Allah swt memerintahkan pada kita untuk menjaga pandangan. Kalau hastagnya Kang @Ikhwan_Salim mah #nunduk hehe.
Baiklah kembali ke topik, jatuh cinta sebagai fitrah manusia. Mungkin bisa dibayangkan jika manusia tidak memiliki rasa cinta, kasih sayang ataupun sekedar merasa kasihan, apa jadinya ? mungkin banyak sekali pertikaian dan pembunuhan dibumi ini. Namun, perlu diketahui oleh SahabatMuda jatuh cinta yang “katanya” fitrah manusia bisa menjadi boomerang bagi yang tidak bisa mengatur volume jatuh cintanya itu.
,“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (Qs. Al-Mu’minin :19) .
Jatuh cinta bisa membuat siapapun bahagia dan bisapula membuat siapapun celaka ditengah nestapa, sesuai bagaimana “sang pelaku” memaknai dan mengaturnya. Sungguh jatuh cinta itu harus diperkuat dengan adanya bangun cinta yang sesuai dengan sunnah Nabi Muhammmad saw. Tahukan sahabat muda? Dengan apa?
#Penasaran? Yuk baca lagi hehe
Bangun Cinta Sesuai Sunnah Nabi Muhammad SAW
Hap! Hap! Hap! Cie yang penasaran dengan bagian ini he…
“Jatuh cinta berjuta rasanya.” Sepenggal lirik lagu yang tiba-tiba aku ingat. Yaps benar! Aku membenarkan lirik lagu yang itu, karena sejatinya jatuh cinta itu berjuta rasanya, manis, pahit, sedih, senang, duka nestapa, kebahagiaan apalagi yaaa? #enggasejuta yah? #sudahlah. Rasa bahagia ataupun duka nestapa yang kita alami ketika jauh cinta bisa disebabkan karena salah memanage rasa. Salah satunya yaitu terlalu menggebu-gebu dalam melihat yang “dicinta” pada sisi kebaikannya saja. Atau bisa jadi terlalu antusias ketika melihat sosok “dia” padahal bisa jadi pula terlalu tingginya tingkat ke-geer-an yang dirasa #Ups.
“Lalu bagaimana teh?”
“Ya kalau bisa sih nikah!”
“Ah teteh! Kejauhan” #ekspresiNangis
Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Hai para pemuda, barangsiapa diantara kamu yang sudah mampu menikah, maka nikahlah, karena sesungguhnya nikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih dapat menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena berpuasa itu baginya (menjadi) pengekang syahwat”. [HR. Bukhari]
Ketika jatuh sangat wajib sekali untuk bangun. Apalagi jatuh cinta yang jika ia tidak dibangunkan akan terus menjadi lemah mungkin lumpuh #Matihati #serem! Caranya yaitu dengan mengikuti sunnah rasul yaitu menikah. Adakah cara lain untuk mengekang syahwat? Ada! Ketika belum mampu untuk menikah maka matikan jatuh cintanya sebelum #MatiHati, dengan melaksanakan shaum.
“Atuh da teteh aku engga mau nikah!”
Dan dari Anas, bahwasanya ada sebagian shahabat Nabi SAW yang berkata, “Aku tidak akan kawin”. Sebagian lagi berkata, “Aku akan shalat terus-menerus dan tidak akan tidur”. Dan sebagian lagi berkata, “Aku akan berpuasa terus-menerus”. Kemudian hal itu sampai kepada Nabi SAW, maka beliau bersabda, “Bagaimanakah keadaan kaum itu, mereka mengatakan demikian dan demikian ?. Padahal aku berpuasa dan berbuka, shalat dan tidur, dan akupun mengawini wanita. Maka barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, bukanlah dari golonganku”. [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim]
Nah loh! Masih mau bilang “engga mau nikah”? hehehe … nikah itu bukan masalah mau atau engga mau sahabatMuda, siapapun pasti adakalanya untuk menikah *kecuali yang sebelum menikah ia meninggal* cepat atau lambat pasti akan menikah jua. Tak ada yang mampu menolak ketika saatnya, meskipun banyak rintangan yang dihadapi. #Eaaa…
Dalam riwayat Baihaqi disebutkan, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang hamba telah menikah, berarti dia telah menyempurnakan separuh agamanya, maka hendaklah dia bertaqwa kepada Allah pada separuh sisanya”.
Siapa yang tak ingin jika separuh agamanya disempurnakan? Ku pikir tak ada yang tak ingin… hehe… dengan membangun cinta dalam ikatan suci pernikahan, ibadah yang dilakukan semuanya akan menjadi pahala. Bayangkan, hanya berpegangan tangan saja, dosa-dosa yang telah lalu bercucuran lewat ujung jari, apalagi ibadah yang lainnya.
“Bagaimana teh cara bangun cinta sesuai dengan sunnah Rasulullah saw?”
Iyaaaaa… kan dengan menikah. Dengan menikahlah jatuh cinta akan bangkit dan berkembang menjadi sebuah kehalalan yang berbuah berkah. Mungkin memang benar jika alasan menunda untuk menikah adalah ketidak mapanan, namun lihat kembali tolak ukur mapanmu seberapa tingginya?
“Niat yang lurus,
Insyaa Allah memudahkan proses”
Bersambung...........
Coming Soon , tunggu yah! Ga lama lai buku ini benar-benar terbit kok ^^ Do’akan yaaa ^^
MY BOOK ^^ COMING SOON ..... Nama :Dwi Puji Lestari NIM : 1406819 Fakultas :Pendidikan Bahasa Arab/ Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Kelas : II A *BAGIAN PERTAMA Jatuh Cinta Sebagai Fitrah ManusiaSiapa yang tak mengenal jatuh cinta, rasanya anak SD zaman sekarangpun sudah merasakannya.. Jatuh cinta itu fitrah manusia yang tak mungkin lagi dapat dielakkan. Yang alasannya mulai dari melihat paras, fisik, dan hal-hal yang “menggoda” lainnya. Pandangan pertama bisa jadi alasan paling utama ketika kita tidak dapat mengalihkan pandangan pertama. Terpana pada pandangan pertama dan dilanjut oleh pandangan kedua, ketiga dan seterusnya. SahabatMuda mungkin mengetahui, pandangan bisa menjadi titik lemah untuk jatuh pada godaan. Padahal Imam Daud meriwayatkan dari Abdullah bin Buraidah ra dari ayahnya bahwasanya Rasulullah saw telah berkata kepada Ali bin Abi Thalib yang artinya “Wahai Ali, janganlah engkau menerusakn pandangan pertamamu (pandangan yang mengagetkan) dengan pandangan berikutnya. Sesungguhnya pandangan yang pertama adalah untuk kamu dan yang selanjutnya adalah tidak demikian.”Jelas dari sabda Rasulullah saw pandangan pertama itu sangatlah berbahaya...Waspadalah... Waspadalah...!Selain karena pandangan pertama, tidak ghadul bashar jua itu akan selalu membuat mudah jatuh hati. Tahukan semakin kuat iman seseorang maka syaithan yang menggoda jua levelnya tinggi. Semakin tunduk pada perintah Allah maka ada pula cobaan yang Allah beri. Lalu menurutku semakin tinggi pula tingkat “ke-mar’ah-an” seorang akhwat maka tingkat yang menggoda juga selevel dengan dia, begitu pula sebaliknya. Nah, dalam hal menundukan pandanganpun demikian. Sebagai ikhwan dalam menundukan pandangan adalah kewajiban pun dengan akhwat. Syaithan yang mengetahui apa yang tidak ingin dilakukan oleh akhwat/ikhwan tersebut akan semakin gencar dalam menggodanya. ~Bersambung #Penasaran? Segera Launching kok
Tugas Computer Araby Nama : Dwi Puji Lestari NIM :1406819 Departemen : Pendidikan Bahasa Arab Allah, aku tidak pernah tahu kapan aku akan meninggalkan dunia yang fana ini. aku jua tidak tahu apakah aku akan menemui ajalku dalam keadaan baik atau tidak. Aku selalu berdo’a agar aku digolongkan kepada orang-orang yang syahid atau setidaknya khusnul khatimah agar kelak aku dapat menatap indah Engkau Rabb. Semuanya karena Ridha dan kasih sayang dari-Mu. Oh Allah, aku sangat sadar sesadar-sadarnya, bahwa aku manusia yang penuh dengan lumpur dosa. Aku sangat sadar dengan sesadar-sadarnya bahwa yang aku lakukan pasti selalu ada dosa yang terselip meski itu sebesar zarrah. Rabb… Taubatku karena-Mu, untuk-Mu Menjemput pundi Ridha-Mu Allah, ini taubatku. Bimbing aku untuk terus istiqomah dijalan-Mu dengan limpahan rahmat serta ridha-Mu. Aku takut tergolong kepada manusia yang tak mendapatkan limpahan rahmat serta ridha-Mu. Aku sangat tahu bahwa Engkau maha penerima taubat atas segala dosa yang telah dilakukan oleh hamba-Mu. Maafkan aku yang terlalu sering menyakiti-Mu. Maafkan aku yang sering mementingkan dunia daripada akhiratku. Padahal hidup yang hakiki adalah kampung akhirat sana. Kampung yang dimana kita akan bahagia selamanya atau menderita selamanya. Oh Allah aku bertaubat karena-Mu Untuk-Mu. Aku harap ridha dan limpahan kasih sayang-Mu selalu tercurah. Aku ridha Engkau sebagai Tuhanku, dan Nabi Muhammad sebagai Rasul yang Engkau utus untuk memperbaiki akhlak. Nampaknya sebagai manusia, banyak sekali yang diinginkan padahal banyak sekali nikmat-nikmat yang jelas telah Engkau beri. Fitrahnya manusia sedikit tak puas terlalu banyak kebingungan. Oh Allah, cukupkanlah apa-apa yang menurut Engkau baik untukku. Melalui buku ini In Syaa Allah akan ku bagikan kisah-kisah menarik dari sepenggal kisah hidupku. -Dwi Puji Lestari
TUGAS COMPUTER ARABY DWI PUJI LESTARI 1406819
PENGORGANISASIAN BIMBINGAN DAN KONSELING
PENGORGANISASIAN BIMBINGAN DAN KONSELING (Peran Guru Dalam Kegiatan Bimbingan dan Konseling Di Sekolah)
Disusun Oleh Anisa Maryani 1406898 Asep Ahmad Sudja’i 1405289
Dede Maspupah 1406245 Eni Siti Nurani 1400780 Fahtu Khairunisa 1405208 Himti Hana Maulida 1400415
DEPARTEMEN PENDIDIKAN BAHASA ARAB FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2015
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberi nikmat serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini sesuai dengan yang diharapkan. Kemudian shalawat beserta salam senantiasa penulis sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah membawa risalah serta pedoman hidup yakni Al-qur’an dan Sunnah untuk keselamatan umat di dunia. Makalah ini berjudul “Pengorganisasian Bimbingan dan Konseling (Peran Guru Dalam Kegiatan Bimbingan dan Konseling Di Sekolah)” yang disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bimbingan dan Konseling. Adapun materi yang penulis bahas dalam makalah ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai bagaimana pengorganisasian BK di lingkungan sekolah dan peran aktif seorang guru dalam kegiatan BK. Dalam penyusunan makalah ini tidak sedikit penulis menemukan hambatan dan kesulitan, namun berkat dorongan dan do’a restu dari berbagai pihak, Alhamdulillah semua ini dapat terselesaikan. Oleh karena itu, penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini, maka penulis mengundang pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang membangun bagi kemajuan pengetahuan penulis dalam hal perbaikan makalah ini ke depannya. Kami mengucapkan terima kasih dan diharapkan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukannya. Aamiin
Bandung, 27 Februari 2015
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang Masalah 1 1.2 Rumusan Masalah 2 1.2 Tujuan 2 BAB II PEMBAHASAN 3 2.1 Pengertian Pengorganisasian Bimbingan dan Konseling 3 2.2 Tujuan dan Manfaat Pengorganisasian Bimbingan dan Konseling 3 2.3 Prinsip-prinsip Pengorganisasian Bimbingan dan Konseling 4 2.4 Pola dan Struktur Pengorganisasian Bimbingan dan Konseling 5 2.5 Peran Guru Dalam Kegiatan Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah 6 BAB III PENUTUP 10 3.1 Kesimpulan 10 DAFTAR PUSTAKA 11
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah Bimbingan dan Konseling (BK) merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari sebuah sistem pendidikan. Sebagai sebuah sistem, tujuan bimbingan dan konseling dalam pendidikan adalah untuk tercapainya perkembangan yang optimal pada individu yang dibimbing, yaitu agar siswa dapat mengembangkan dirinya secara optimal sesuai dengan potensi atau kapasitasnya dan mampu berkembang sesuai dengan lingkungan serta mampu bersikap mandiri dalam menghadapi perubahan-perubahan dirinya menuju jenjang usia yang lebih lanjut. Permasalahan yang dialami oleh para siswa di sekolah sering kali tidak dapat dihindari meski dengan proses belajar dan pembelajaran yang sangat baik. Hal tersebut disebabkan oleh karena sumber-sumber permasalahan siswa banyak yang disebabkan oleh hal-hal di luar sekolah. Dalam hal ini permasalahan siswa tidak boleh dibiarkan begitu saja termasuk perilaku siswa yang tidak dapat mengatur waktu untuk mengikuti proses belajar dan pembelajaran sesuai apa yang dibutuhkan, diatur, atau diharapkan. Apabila para siswa tersebut belajar sesuai dengan kehendak sendiri dalam arti tanpa aturan yang jelas, maka upaya belajar siswa tersebut tidak dapat berjalan dengan efektif. Apalagi tantangan kehidupan sosial dewasa ini semakin kompleks, termasuk tantangan dalam mengelola waktu. Dalam hal ini jika pengelolaan waktu berdasarkan kesadaran sendiri maupun arahan pihak lain tidak dilakukan dengan disiplin maka semuanya akan menjadi kacau. Demikian pula dengan kedisiplinan siswa dalam mengikuti proses belajar dan pembelajaran yang dipadukan dengan aktitas lain dalam kehidupan sehari-hari. Disinilah kehadiran bimbingan dan konseling diperlukan untuk mendampingi mereka. Program bimbingan dan konseling ini dapat terlaksana dengan baik jika semua pihak sekolah terlibat di dalamnya. Tanggung jawab guru adalah membantu peserta didik agar dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secara maksimal. Potensi peserta didik yang harus dikembangkan bukan hanya menyangkut kecerdasan dan keterampilan, melainkan menyangkut seluruh aspek kepribadian. Oleh karena itu kehadiran dan peran guru kelas maupun guru mata pelajaran dalam pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah sangat diperlukan agar layanan bimbingan dan konseling itu dapat berlangsung dengan baik dan dapat membuahkan hasil maksimal sesuai dengan yang diharapkan. Dalam praktek di sekolah, bimbingan dan konseling sering kali ditimpahkan pada guru BK saja tanpa melibatkan elemen-elemen sekolah yang lain. Pada kasus yang lain terkadang bimbingan dan konseling dikhususkan pada guru BK tetapi jumlah guru BK tersebut kurang mencukupi dibandingkan dengan perbandingan jumlah siswa sehingga sering sekali kegiatan ini tidak intensif dan menyeluruh bahkan hanya ditujukan untuk siswa-siswa yang bermasalah saja. Maka dari itu perlu adanya pengorganisasian program layanan bimbingan konseling. Pembahasan berikut akan mengurai tentang pengorganisasian program layanan bimbingan dan konseling serta peran guru dalam penyelenggaraan bimbingan dan konseling di sekolah.
1.2 Rumusaan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah: 1. Apa pengertian pengorganisasian bimbingan dan konseling? 2. Apa tujuan dan manfaat pengorganisasian bimbingan dan konseling? 3. Bagaimana prinsip-prinsip pengorganisasian bimbingan dan konseling? 4. Bagaiman pola dan struktur pengorganisasian bimbingan dan konseling? 5. Bagaiman kinerja guru dan elemen sekolah yang lain dalam pengorganisasian Apa peran guru dalam kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah?
1.3 Tujuan Sesuai dengan rumusan masalah diatas, makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui : 1. Pengertian pengorganisasian bimbingan dan konseling 2. Tujuan dan manfaat pengorganisasian bimbingan dan konseling 3. Prinsip-prinsip pengorganisasian bimbingan dan konseling 4. Pola dan struktur pengorganisasian bimbingan dan konseling 5. Peran guru dalam kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pengorganisasian Bimbingan dan Konseling Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan diantara para anggota, agar tujuannya dapat dicapai dengan efisien. Pengorganisasian adalah tindakan mengusahakan hubungan efektif antara personel sehingga mereka dapat bekerja secara efisien dan mendapat kepuasan pribadi dalam menjalankan tugasnya. Pengorganisasian merupakan langkah menuju pelaksanaan perencanaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Karena organisasi merupakan alat administrasi untuk untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, maka susunan bentuk dan besar kecilnya organisasi harus disesuaikan dengan tujuan yang telah ditetapkan tersebut. Jadi demikian dapat dinyatakan bahwa pengorganisasian kegiatan bimbingan dan konseling adalah bentuk kegiatan yang mengatur cara kerja, prosedur kerja, dan pola atau mekanisme kerja kegiatan bimbingan dan konseling. Kegiatan bimbingan dan konseling dapat berjalan dengan lancer, tertib, efektif dan efesien apabila dilaksanakan dalam suatu organisasi yang baik dan teratur. Pengorganisasian kegiatan bimbingan dan konseling ditandai oleh adanya dasar dan tujuan organisasi, personel dan perencanaan yang matang.
2.2 Tujuan dan Manfaat Pengorganisasian Bimbingan dan Konseling Pengorganisasian bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efesiensi pelaksanaan bimbingan dan konseling, meningkatkan pemahaman terhadap stakeholder dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling, membangun komunikasi dari berbagai petugas bimbingan dan konseling sehingga terjadi persepsi yang sama, dan membangun dan menetapkan akuntabilitas dalam layanan bimbingan dan konseling (Sugiyo, 2011:39). Adapun manfaat organisasi bimbingan dan konseling, khususnya di sekolah dapat dikemukakan, antara lain sebagai berikut : 1. Ruang lingkup pelayanan bimbingan jauh lebih luas dan semua siswa harus mendapatkan pelayan bimbingan, terutama melalui bimbingan kelompok. 2. Pelayanan bimbingan menjadi usaha yang dilakukan bersama oleh staf bimbingan sebagai tim kerja. 3. Sarana personal dan materiil dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga dari segi finansial lebih dapat dipertanggung jawabkan dan efisien. 4. Sifat bimbingan yang lebih ditonjolkan ialah sifat preventif dan perseveratif. 5. Pelayanan bimbingan dalam semua komponen program bimbingan mendarah daging dalam kehidupan sekolah. 6. Kedudukan, wewenang, dan tugas konselor sekolah diakui oleh staf pendidik di sekolah dan di nilai lebih positif karena disamping program pengajaran, terdapat program bimbingan yang sama sama dikelola secara profesional. 7. Dibuktikan bahwa pelayanan bimbingan tidak hanya meliputi wawancara konseling, tetapi mencakup berbagai kegiatan lainnya untuk semua satuan kelas. 8. Lebih mudah menentukan urutan prioritas, yaitu layanan bimbingan yang diutamakan di institusi pendidikan tertentu pada jenjang pendidikan tertentu. 9. Tenaga bimbingan oleh para siswa tidak di pandang sebagai satpam sekolah, petugas membina disiplin, guru cadangan, ahli menangani kasus kenakalan, serta kasus keabnormalan, dan sebagainya. 10. Diperjelas bahwa layanan bimbingan mengandung unsur proses, yang membawa hasil secara gradual sebagai akibat dan usaha tenaga bimbingan dan siswa bersama-sama, sama seperti pengajaran yang juga mengenal unsur proses.
2.3 Prinsip-prinsip Pengorganisasian Bimbingan dan Konseling Sekolah adalah organisasi formal, yang di dalamnya terdapat usaha-usaha administrasi dalam usaha mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran nasional. Adapun bimbingan dan konseling adalah suborganisasi dari organisasi sekolah. Dalam organisasi bimbingan dan konseling di sekolah perlu diperhatikan beberapa prinsip organisasi untuk menjamin kelancaran pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Adapun prinsip-prinsip organisasi, secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Program layanan bimbingan di sekolah harus dirumuskan dengan jelas. 2. Program bimbingan harus disusun sesuai dengan kebutuhan sekolah masing-masing 3. Penempatan petugas-petugas bimbingan harus disesuaikan dengan kemampuan potensi-ppotensi (bakat, minat dan keahlian masing-masing) 4. Program bimbingan hendaknya diorganisasikan secara sederhana 5. Menciptakan jalinan kerjasama yang efisien diantara petugas bimbingan di sekolah dan di luar sekolah yang berkaitan dengan program bimbingan di sekolah. 6. Organisasi harus dapat memberikan informasi yang penting bagi pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling 7. Program layanan bimbingan harus merupakan suatu program yang integral dengan keseluruhan program pendidikan di sekolah.
2.4 Pola dan struktur pengorganisasian bimbingan dan konseling Layanan bimbingan dan konseling dilaksanakan di bawah tanggung jawab Kepala Sekolah dan seluruh staf. Koordinator bimbingan dan konseling bertanggung jawab dalam menyelenggarakan bimbingan dan konseling secara operasional. Adapun struktur atau pola BK di sekolah adalah sebagai berikut: 1. Kepala Sekolah/Wakil Kepala Sekolah Adalah penanggunh jawab pelaksanaan teknis bimbingan di sekolah. 2. Koordinator Bimbingan/Guru Pembina Ekstrakulikuler Adalah pelaksanaan bimbingan utama yang mengkoordinir semua kegiatan yang terkait dalam Guru Mata Pelajaran/Pelatih 3. Guru Mata Pelajaran/Pelatih ekstrakurikuler Adalah pelaksana pengajaran dan pelatihan serta bertanggung jawab memberikan informasi tentang siswa untuk kepentingan bimbingan 4. Wali Kelas/Guru Pembing Adalah guru yang diberi tugas khusus disamping mengajar untuk mengelola suatu kelas siswa tertentu dan bertanggung jawab membantu kegiatan bimbingan 5. Siswa Adalah peserta didik yang berhak menerima pelajaran, latihan, dan pelayanan bimbingan 6. Tata Usaha Adalah pembantu kepala sekolah dalam penyelnggaraan administrasi, ketatausahaan sekolahan pelaksanaan administrasi bimbingan. 7. . Komite Sekolah Adalah sebagai lembaga mandiri, dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan teman-teman, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. 8. Tenaga Ahli/Instansi Terkait 9. Adalah tenaga yang berperan memberikan rekomondasi kepada kepala sekolah dan guru pembimbing tentang kondisi siswa.
10. Personal Personal layanan bimbingan konseling adalah segenap unsur yang terkait di dalam struktur organisasi pelayanan bimbingan konseling dengan koordinator guru pembimbing khusus sebagai pelaksana utama. Personal yang dapat berperan dalam pelayanan bimbingan dan konseling terentang secara vertikal dan horizontal. Pada umumnya dapat diidentifikasi sebagai berikut: a) Personal pada Kantor Dinas Pendidikan yang bertugas melakukan pengawasan (penyeliaan) dan pembinaan terhadap penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling di satuan pendidikan. b) Kepala Sekolah, sebagai penanggung jawab program pendidikan secara menyeluruh (termasuk di dalamnya program bimbingan dan konseling) di satuan pendidikan masing-masing. c) Guru Pembimbing atau Guru Kelas, sebagai petugas utama dan tenaga inti dalam pelayanan bimbingan dan konseling. d) Guru-guru lain, (guru mata pelajaran Guru Praktik) serta wali kelas, sebagai penanggung jawab dan tenaga ahli dalam mata pelajaran, program latihan atau kelas masing-masing. e) Orang tua, sebagai penanggung jawab utama peserta didik dalam arti yang seluas-luasnya. f) Ahli-ahli lain, dalam bidang non bimbingan dan nonpelajaran/ latihan (seperti dokter, psikolog, psikiater) sebagai subjek alih tangan kasus. g) Sesama peserta didik, sebagai kelompok subyek yang potensial untuk diselenggarakannya “bimbingan sebaya”
2.5 Peran guru dalam kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah Sebagaimana telah dikemukakan pada bagian terdahulu, penyelenggaraan bimbingan dan konseling di sekolah bukan hanya menjadi tanggung jawab guru bimbingan dan konseling (guru BK) melainkan menjadi tanggung jawab bersama semua guru, baik guru kelas maupun guru mata pelajaran di bawah koordinasi guru bimbingan dan konseling. Sekalipun tugas dan tanggung jawab utama guru kelas maupun guru mata pelajaran adalah menyelenggarakan kegiatan belajar dan pembelajaran, bukan berarti dia sama sekali lepas dari kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling. Peran dan konstribusi guru kelas dan guru mata pelajaran tetap sangat diharapkan guna kepentingan efektivitas dan efisiensi pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah, bahkan dalam batas-batas tertentu guru kelas maupun guru mata pelajaran dapat bertindak sebagai pembimbing (konselor) bagi siswanya. Salah satu peran yang harus dijalankan oleh guru yaitu sebagai pembimbing dan untuk menjadi pembimbing yang baik guru harus memiliki pemahaman tentang siswa yang dibimbingnya. Lebih jauh, Makmun (2003) menyatakan bahwa guru sebagai pembimbing dituntut untuk mampu mengidentifikasi siswa yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar, melakukan diagnosa, prognosa, dan kalau masih dalam batas kewenangannya, harus membantu pemecahannya (remedial teaching). Berkenaan dengan upaya membantu mengatasi kesulitan atau masalah siswa, peran guru tentu berbeda dengan peran yang dijalankan oleh konselor profesional. Berkenaan peran guru kelas dan guru mata pelajaran dalam bimbingan dan konseling, Willis (2005) mengemukakan bahwa guru-guru mata pelajaran dalam melakukan pendekatan kepada siswa harus manusiawi-religius, bersahabat, ramah, mendorong, konkret, jujur dan asli, memahami dan menghargai tanpa syarat. Prayitno dkk (2004) memerinci peran, tugas dan tanggung jawab guru kelas dan guru mata pelajaran dalam bimbingan dan konseling sebagai berikut: 1. Membantu memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling kepada siswa 2. Membantu guru pembimbing/konselor mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling, serta pengumpulan data tentang siswa-siswa tersebut. 3. Mengalih tangankan siswa yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing/konselor 4. Menerima siswa alih tangan dari guru pembimbing/konselor, yaitu siswa yang menuntut guru pembimbing/konselor memerlukan pelayanan pengajar /latihan khusus (seperti pengajaran/ latihan perbaikan, program pengayaan). 5. Membantu mengembangkan suasana kelas, hubungan guru-siswa dan hubungan siswa-siswa yang menunjang pelaksanaan pelayanan pembimbingan dan konseling. 6. Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa yang memerlukan layanan/kegiatan bimbingan dan konseling untuk mengikuti /menjalani layanan/kegiatan yang dimaksudkan. 7. Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah siswa, seperti konferensi kasus. 8. Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayanan bimbingan dan konseling serta upaya tindak lanjutnya. 9. Peran guru kelas maupun guru mata pelajaran dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling sangatlah penting. Keberhasilan penyelenggaraan bimbingan dan konseling di sekolah akan sulit dicapai tanpa peran serta guru kelas ataupun guru mata pelajaran di sekolah yang bersangkutan. Sehubungan dengan hal tersebut Sardiman (2001:142) mengemukakan sembilan peran guru yang terkait dengan penyelenggaraan kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah, yaitu: 1. Sebagai Informator, guru diharapkan sebagai pelaksana cara mengajar informatif, laboratorium, studi lapangan, dan sumber informasi kegiatan akademik maupun umum. 2. Sebagai Organisator, guru sebagai pengelola kegiatan akademik, silabus, jadwal pelajaran dan lain-lain. 3. Sebagai Motivator, guru harus mampu merangsang dan memberikan dorongan serta reinforcement untuk mendinamisasikan potensi siswa, menumbuhkan swadaya (aktivitas) dan daya cipta (kreativitas) sehingga akan terjadi dinamika di dalam proses belajar dan pembelajaran. 4. Sebagai Director, guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan. 5. Sebagai Inisiator, guru sebagai pencetus ide dalam proses belajar-mengajar. 6. Sebagai Transmitor, guru bertindak selaku penyebar kebijaksanaan dalam pendidikan dan pengetahuan. 7. Sebagai Fasilitator, guru akan memberikan fasilitas atau kemudahan dalam proses belajar-mengajar. 8. Sebagai Mediator, guru sebagai penengah dalam kegiatan belajar siswa. 9. Sebagai Evaluator, guru mempunyai otoritas untuk menilai prestasi anak didik dalam bidang akademik maupun tingkah laku sosialnya, sehingga dapat menentukan bagaimana anak didiknya berhasil atau tidak. Sembilan peran guru sebagaimana telah dikemukakan terkait erat dengan penyelenggaraan kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah. Kesulitan-kesulitan atau permasalahan yang timbul dalam implementasi kesembilan peran tersebut pada dasarnya juga merupakan permasalahan yang berada dalam wilayah penyelenggaraan kegiatan bimbingan dan konseling. Dalam hal ini, guru kelas maupun guru mata pelajaran membutuhkan kehadiran guru bimbingan dan konseling, sebaliknya guru bimbingan dan konseling juga membutuhkan informasi, bantuan, dan kerja sama dengan guru kelas dan guru mata pelajaran untuk melaksanakan tugas-tugas kepembibingannya.
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan Dapat disimpulkan bahwa pengorganisasian bimbingan dan konseling merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari sebuah sistem pendidikan. Dimana tujuan bimbingan dan konseling dalam pendidikan adalah untuk tercapainya perkembangan yang optimal pada individu yang dibimbing. Pada dasarnya kegiatan bimbingan dan konseling dapat berjalan dengan lancar, tertib, efektif dan efesien apabila dilaksanakan dalam suatu organisasi yang baik dan teratur. Pengorganisasian kegiatan bimbingan dan konseling ditandai oleh adanya dasar dan tujuan organisasi, personel dan perencanaan yang matang. Adapun peran guru dalam proses kegiatan bimbingan dan konseling mempunyai peranan yang sangat penting. Mereka tidak hanya sekedar mengajar di kelas, akan tetapi peran dan konstribusi guru kelas dan guru mata pelajaran tetap sangat diharapkan guna kepentingan efektivitas dan efisiensi pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah.
DAFTAR PUSTAKA
Nurihsan, A. Juntika. 2006. Bimbingan Dan Konseling. Bandung: Refika Aditama
Elbaihaqi.(2012).Prinsip-prinsip Organisasi Bimbingan Konseling.[Online].Tersedia: http://elbaihaqi34.blogspot.com/2012/07/prinsip-dan-pola-organisasi-bk.html. [6 maret 2013].
BK Masalah siswa - RESUME #DWI
Masalah siswa 1. Perkembangan 2. Perbedaan 3. Kebutuhan 4. Penyesuaian diri 5. Belajar Dapat digunakan pendekatan, 1. Krisis 2. Remedial 3. Preventif 4. Perkembangan Strategi pelaksanaan BK 1. Binbingan klasik 2. Bimbingan kelompok 3. Kolaborasi dengan guru pelajaran
Konsep dasar bimbingan - RESUME DWI
pembimbing hanya sebagai fasilitator Konsep pembelajaran, upaya pendidik merangsang untuk murid bisa lebih belajar
Model-model pembelajaran berbasis 1. Koperatif (CL, Cooperative learning) 2. Kontekstual (CTL, Contextual Teaching and Learning 3. Pembelajaran Langsung (DL, Direct Learning) 4. Pembelajaran Berbasis Masalah ( PBL, Problem Basic Learning) 5. Problem Solving 6. Problem Posing, merumuskan masalah 7. Problem Terbuka(OE, Open Ended) 8. Problem Prompting Prinsip 1. Proses membantu individu 2. Bertitik tolak pada individu yang dibimbing 3. Didasarkan pada pemahaman atas keragaman individu yang dibimbing 4. Pada batas tertentu perlu referal (mengalih tangan) 5. Dimulai dengan identifikasi atas kebutuhan individu 6. Sejalan dengan visi dan misi lembaga 7. Dikelola oleh orang yang memiliki keahlian dibidang bimbingan 8. Diselenggarakan secara luwes dan fleksibel 9. Ada evaluasi
1. Konseling 2. Nasehat 3. Bimbingan kelompok 4. Konseling kelompok 5. Belajar bernuansa bimbingan
Bimbingan Konseling Bab II - RESUME #DWI
Bimbingan Konseling Bab II Komponen Bimbingan dan Konseling Kegiatan yang terencana untuk melakukan konseling. Ada 4 komponen, 1. Layanan dasar bimbingan. Melalui klasikal / kelompok. Bertujuan untuk mengoptimalkan perkembangan peserta didik. Mencangkup bidang pribadi, social, karir 2. Layanan responsive (memberi bantuan kepada siswa yang membutuhkan) dalam bentuk pendidikan, pribadi, social, karir. Strategi individual atau kelompok bersama guru BK atau kawan sebaya. Referral mengalihkan masalah. 3. Layanan perencanaan individual, layanan bimbingan untuk membantu seluruh siswa memantau pertumbuhan dan perkembangan tentang dirinya. Melalui nasehat untuk individu atau kelompok 4. Layangan dukungan system, adalah kegaitan management memantapkan bimbingan. Meliputi 2 aspek, memberikan layanan (konsultasi guru-guru, siswa, orangtua) dan management (berbagai upaya meningkatkan mutu konseling, program, SDM) secara rasional, memiliki visi dan misi. Implementasi BK 1. Pengumpulan data tentang pribadi siswa 2. Layanan penempatan
Bimbingan Konseling BAB 1 - Resume #Dwi
Bimbingan Konseling
Konsep dasar konseling ada 5 1. Definisi Bimbingan dan konseling Bimbingan : Guidence, menuntun atau membantu, bantuan atau tuntunan. Frank Parson, sebagai bantuan untuk memilih, mempersiapkan menanggung jabatan Chiskolm, membantu individu untuk mengenali diri sendiri Bernard and fullmer, meningkatan realisasi individu Konseling, kosilium , bersama yang ditrangkai untuk menerima dan memahami MC Daniel, mengungkapkan potensi, mengapresiasikannya Division of conseling pshychologi, pertemuan langsung dengan yang akan di konseling untuk memberikan bantuan agar konseli dapat menyesuaikan diri dengan dirinya sendiri maupun lingkungan Bimbingan konseling, proses pertemuan konselor dan konseli untuk membantu klien untuk memecahkan masalah klien. 2. 9 Fungsi BK 1. Pemahaman, upaya memberikan pemahaman kepada konseli tentang potensi yang ia miliki 2. Prefentif, pencegahan baik dan buruk 3. Pengembangan, menciptakan lingkungan yang positif 4. Penyembuhan, memperbaiki kesalahan yang terjadi 5. Penyaluran, menyalurkan minat dan bakat sang klien 6. Penyesuaian, membantu konseli untuk menyesuaikan diri dan potensi 7. Perbaikan, membantu klien dalam perbaikan ( prilaku, pikiran dll) 8. Fasilitasi, memberikan fasilitas tentang potensi 9. Pemeliharaan, pemertahanan hal-hal baik yang dimiliki 3. 6 Prinsip BK 1. BK diperuntukan untuk Konseli 2. BK sebagai proses individualisasi 3. BK menekankan hal positif 4. BK merupakan usaha bersama 5. Pengambilan keputusan merupakan hal yang esensial dalam BK 6. BK berlangsung dalam berbagai setting ( adegan ) kehidupan 4. 12 Asas BK 1. Kerahasiaan 2. Keterbukaan 3. Kesukarelaan 4. Kegiatan 5. Kemandirian 6. Kekinian 7. Kedinamisan 8. Keterpaduan 9. Keharmonisan 10. Keahlian 11. Alih tangan kasus 12. Tutwuri handayani 5. 5 ruang Lingkup BK 1. Segi pelayanan 2. Segi fungsi 3. Segi sasaran 4. Pendidikan dan karir 5. Segi sosial budaya
Kuharap Ridha Dan Kasih Sayang- Mu Allah, bolehkan aku meminta beberapa hal kepada Mu? Aku yakin Engkau senantiasa menunggu hamba-hambaMu untuk memohon karena aku tahu Engkau sangat suka jika ada yang memohon. Allah ini proposal hidupku. 1. Ridha dan Magfirah- Mu Disetiap Langkah Kaki serta Kehidupanku Mana ada manusia yang tak ingin akan ridha dan magfirah dari Mu. Akupun ingin mendapatkan itu, entah seperti apa jika aku tak mendapatkan segala ridha dan magfirah dariMu. 2. Hidup Mulia atau Mati Syahid Nampaknya ini adalah permohonanku yang cukup besar bagiku. Hidup mulia yang segala kehidupan yang kujalani berada dalam lingkaran ridha Mu. Mulia karena segala yang ku lakukan ada dalam lingkaran ibadah. Mulia karena apa-apa yang ku lakukan bermanfaat bagiku, agama, negeri dan orang lain. Mulia karena Mu dan untuk Mu. Mati Syahid dijalan Mu. Syahid karena berujung baik diakhir. Syahid karena yang aku lakukan sebelum meninggalkan dunia ini adalah kebaikan yang menebar manfaat. Allah, bantu aku untuk selalu istiqomah. 3. Bahagiakan Ayah, Ibu, dan Adik-Adik Allah ini permohonan aku yang kesekian kalinya, Insyaa Allah aku akan berusaha melaksanakannya. Allah bimbingalah hamba. 4. Cerdas, Ikhlas, Istiqomah Cerdas dalam segala bidang, ikhlas dalam segala yang dilakukan atau yang diamanahkan, istiqomah dalam segala hal kebaikan. 5. Pandai dalam Bahasa Arab Ini sedang ku usahakan, ikhlash dalam ikhtiar memperbaiki kualitas berbahasa Arab. Insyaa Allah, aku akan berusaha 6. Menikah sebelum usia 20 tahun Allah, ini point proposal hidupku yang kesekian. Bukan karena apa-apa , namun banyak hal yang aku takuti jika hal ini tidak terjadi diusiaku setelah 20 tahun. Aku takut berbagai masalah hadir dari dalam diri. Engkau yang lebih tahu apa yang aku maksudkan. Ya, aku takut berbagai masalah tentang hati mengincarku, pacaran, memendam rasa, berhasrat pada seseorang atau bahkan yang lebih parah dari itu. Hanya kepada Engkaulah aku memohon. 7. Menjadi penulis Anda aku mati tanpa meninggalkan jejak, tanpa meninggalkan sejarah, tanpa meninggalkan karya, tanpa meninggalkan hal yang bermanfaat. Mungkin aku tidak termasuk orang yang bersyukur. Karena diberikan kemampuan, namun tak mengaplikasikannya untuk membuat manfaat. Yaa Rabb… aku mohon bimbingan dari-Mu agar setiap kata yang terangkai adalah setiap pahala, agar setiap kata yang terangkai adalah bukti rasa syukurku, agar kata yang terangkai adalah manfaat, agar setiap kata yang terangkai adalah sebuah mutiara indah yang akan membuat inspirasi kebaikan untuk yang membaca, agar setiap kata yang terangkai akan menjadi wasilah orang lain melakukan kebaikan, agar setiap kata yang terangkai menjadi segala ibadah yang berbuah berkah serta Ridha dari-Mu. 8. Trainer / Motivator Remaja Bukan karena aku ingin dikenal banyak orang, yang memiliki tittle “Trainer” bukan … Sungguh bukan karena itu. Mungkin banyak yang suka membaca, namun sebagian yang lain belum tentu suka membaca *seperti aku pun kurang minat membaca* karena hal tersebut aku ingin sekali menyampaikan ilmu atau pengalaman yang aku miliki selama hidup ini tentunya yang akan membangun peradaban yang lebih baik 9. Trainer Nikah Muda Bukan karena apa-apa. Dizaman ini aku melihat banya sekali perzinaan dimana-mana, maungkin salah satu sebab dari hal itu adalah tidak terkontrolnya diri, nafsu seseorang dengan ilmu yang mumpuni. Ilmu yang kurang akan hal tersebut, dapat membuat orang melakukan semaunya saja. Lalu selain itu, hal lain yang membuat aku ingin menjadi triner ini adalah berbagi pengalaman hidup yang Insyaa Allah mengispirasi orang banyak 10. Khadijah Modern / Pengusaha “ berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”
#Sepenggal dari Allah Ini Proposal Hidupku
DWI PUJI LESTARI
صار استمراار العقاب المفروض من دول أو روبا على الصين بسبب سياسة الأغراق () التي تنتخها ثم النفقات والتكاليف الغالية لأنتاج الأخذية الني تعاني منها الشركات العالمية لصناعة الأحذية التي تلهم الحكومة الأندونيسية لجذب المستثمرين الأجناب للاستثمار في صناعة الأحذية في البلاد و بذل الجهود بشكل مكثف للحصول على الأسوق العالمية الجديدة لتسويق الأحذية من انتاج اندنيسية بالأضافة الي تسهيل للمستثمرين الأ جانب الأ نساء مصانع الأحذية اصبحت صناعة الأحذية باعتبارها صناعة تستوعب كثيرا من العمال خياراً ينال اهتمامًا كبيراً من الحكومة اندنيسية في سعيها للمعالجة قضية البطالة لاسيما بعد الأ حذية الا ند و نيسية تنال اقبالا واسعأ في الأسواق العالمية
Tugas Computer Araby Nama : Dwi Puji Lestari NIM :1406819 Departemen : Pendidikan Bahasa Arab Allah, aku tidak pernah tahu kapan aku akan meninggalkan dunia yang fana ini. aku jua tidak tahu apakah aku akan menemui ajalku dalam keadaan baik atau tidak. Aku selalu berdo’a agar aku digolongkan kepada orang-orang yang syahid atau setidaknya khusnul khatimah agar kelak aku dapat menatap indah Engkau Rabb. Semuanya karena Ridha dan kasih sayang dari-Mu. Oh Allah, aku sangat sadar sesadar-sadarnya, bahwa aku manusia yang penuh dengan lumpur dosa. Aku sangat sadar dengan sesadar-sadarnya bahwa yang aku lakukan pasti selalu ada dosa yang terselip meski itu sebesar zarrah. Rabb… Taubatku karena-Mu, untuk-Mu Menjemput pundi Ridha-Mu Allah, ini taubatku. Bimbing aku untuk terus istiqomah dijalan-Mu dengan limpahan rahmat serta ridha-Mu. Aku takut tergolong kepada manusia yang tak mendapatkan limpahan rahmat serta ridha-Mu. Aku sangat tahu bahwa Engkau maha penerima taubat atas segala dosa yang telah dilakukan oleh hamba-Mu. Maafkan aku yang terlalu sering menyakiti-Mu. Maafkan aku yang sering mementingkan dunia daripada akhiratku. Padahal hidup yang hakiki adalah kampung akhirat sana. Kampung yang dimana kita akan bahagia selamanya atau menderita selamanya. Oh Allah aku bertaubat karena-Mu Untuk-Mu. Aku harap ridha dan limpahan kasih sayang-Mu selalu tercurah. Aku ridha Engkau sebagai Tuhanku, dan Nabi Muhammad sebagai Rasul yang Engkau utus untuk memperbaiki akhlak. Nampaknya sebagai manusia, banyak sekali yang diinginkan padahal banyak sekali nikmat-nikmat yang jelas telah Engkau beri. Fitrahnya manusia sedikit tak puas terlalu banyak kebingungan. Oh Allah, cukupkanlah apa-apa yang menurut Engkau baik untukku. Melalui buku ini In Syaa Allah akan ku bagikan kisah-kisah menarik dari sepenggal kisah hidupku. -Dwi Puji Lestari