laninalathifa:
Wahai Muslimah,
Engkau yang bersuamikan seorang pemilik azzam yang kuat, mengertilah bahwa suamimu nanti kadang tidak bisa hidup seperti suami-suami pada umumnya. Yang setiap saat bisa menemanimu. Atau yang setiap waktunya adalah kesibukan dalam mencari nafkah dan kebersamaan keluarga….
Nice:) nah, tapi jangan sampai yang semacam ini jadi alibi suami “melantarkan” istri dan anak-anaknya. Algoritma yang benar -menurut saya aja sih- justru, suami boleh memikirkan dan melakukan apapun setelah dia “selesai” dengan keluarganya.
Lagipula, bukannya kata Rasul, laki-laki yang baik itu adalah laki-laki yang baik sama istrinya? Nah, rancang sendiri definisi “baik” menurut anda,nyihi;p
emosional sekali saya ini,wehweh













