soft17-19
Sudah sejak bulan kemarin kondisi keuangan makin menjadi-jadi, gaji besar tp biaya hidup jg besar memang tidak sesuai ekspektasi. Seolah keputusan 2tahun lalu ke Jakarta sepertinya salah, namun apa boleh buat kita juga tidak bisa maju jika berada di zona nyaman dan hanya bermalas-malasan mengharap kasihan.
Bulan ini seakan menjadi puncaknya, baik faktor intern dan extern saling bertubrukan, ada harga yg harus dibayar, serta selalu menyusahkan teman, membuat diri ini malu. Ibarat kata kalau dikata cukup tp serba kekurangan, dikata sukses masih jauh. Memikirkan kondisi di rumah kurang stabil dan jauh dari kesan aman, terkadang timbul menyalahkan diri sendiri, seolah merasa gagal sebagai tulang punggung keluarga, ya sudah beberapa bulan memang tidak bisa mengirim uang ke rumah, karena urusan disini dan memang pengeluaran bocor sekali, meskipung sudah diakali dengan makan ala kadarnya, dan tidak bisa bersenan-senang, benar-benar tidak bisa disangka kota ini.
Sudah terbesit keinginan untuk maju dengan mencoba peruntungan di tempat lain, namun mungkin belum ada tawaran menarik dan tentu belum rejeki. Alhasil ya jalanin dulu aja meski sudah engap sekali karena akhir2 ini dipaksa bekerja shift dini hari, dan seperti kurang apresiasi. Bekerja tengah malam kira-kira capeknya 2x dari bekerja orang normal 9-6, memang sudah banyak rekan2 kerja yg cabut dan pindah di tempat baru, tetapi memang ada plus minus jg, beberapa bahkan nekat pulang kampung halaman dan masih menganggur sampe sekarang.
Keinginan untuk pulang memang tinggi, tp sbg anak pertama dan sebagai tulang punggung tentunya jg harus tau diri. Jikalau berada di rumah siapa nanti yg menghasilkan uang, belum Ibu jg hanya Ibu Rumah Tangga, dg adik2 saya yg masih menempuh pendidikan. Ya cukup berat memang meskipun di luar terlihat kuat dan bisa mengatasi segalanya namun di dalamnya terlihat letih dan tidak tau arah. Terkadang diri ini jg merasa tidak enak jikalau waktunya pulang kampung dan beliau memberikan pelayanan yg spesial hanya untuk saya, padahal saya pikir itu tidak perlu, harusnya bisa digunakan untuk keperluan lain, tapi namanya kasih ibu sepanjang masa.
Akhirnya kegusaran pun tidak bisa tertahan lagi, hal seperti ini tidak seharusnya diceritakan kepada orang lain, karena pertimbangan orang-orang sekitar jg pasti punya masalah sendiri. Merasa jauh tertinggal dari teman2 sendiri dan bangga melihat mereka sudah mencapai segalanya dengan penghasilan yg cukup tinggi dan bisa membahagiakan orang sekitar, ibarat berbanding terbalik dengan kondisi disini, bukan dua tahun yg membanggakan memang, lebih ke buang-buang waktu. Sudah begini jadi teringat jaman masih suka kluyuran pontang panting berjualan merchs dan freelance desain. Setidaknya berkecukupan dan masih bisa jajan kebutuhan tersier, dikit demi sedikit memang ada tabungan. Ya ada plus minus emang tp mungkin namanya kehidupan, pasti berputar, ya jalani saja lah.
Seolah menjadi malu di mata almarhum bapak, padahal beliau dulu dg pendapatan dibawah saya ini bisa sukses membangun keluarga yg berkecukupan dan menyekolahkan kami, membangun rumah dari nol, dan mempunyai kendaraan dari yg biasa sampai yg cukup bagus, ya meskipun itu berproses. Bingung dan ingin tau bagaimana beliau bisa me-manage penghasilan dan memutarkan uangnya, agar cukup untuk berkehidupan dan biaya sekolah anak-anaknya. Mencari uang itu memang cukup susah, teringat dulu tidak pernah berani meminta ke beliau langsung segala sesuatu yg berhubungan dengan duit, rasanya konyol sekali sebagai anak. Seandainya beliau msh ada mgkn ingin bercerita dan minta pendapatnya, terlepas bukan sebagai anak yg bisa diandalkan beliau. Memang terasa useless dan gagal disini, tp setidaknya kita tidak boleh menunjukkan kerapuhan itu di depan keluarga, seperti layaknya beliau dulu yg selalu tegar dan gigih dalam bekerja.
Entah apa yg hendak saya lakukan setelah ini, tp saya jg sedang berusaha melihat peluang, jikalau memang disini sudah tidak ada kesempatan mungkin saya akan hijrah menuju tempat lain, seperti surabaya, atau semarang, dg biaya hidup yg cukup sepadan, dan tentu murah jg jikalau ingin pulang kampung.
aahh thank you.













