30th Birthday Solo Trip
Tahun 2024, adalah tahun terakhir ku di usia 20an, dan tepat pada tanggal 20 Mei 2024, aku berulangtahun ke-30. Dengan kesadaran penuhku, bulan February 2024, aku booking tiket ke Tokyo via Malaysia.
Diantar ortu ke Bandara uwu
May 18th, 2026
Dari Jakarta, aku naik AirAsia ke Malaysia. Sebelum terbang pun, ada dramanya. Jadi, kita, para penumpang, sudah masuk ke pesawat, udah di pesawat nih, pesawat mau jalan, tiba2 pesawatnya ada problem dong. Akhirnya, aku dan makcik pakcik Malay di dalam pesawat turun lagi ke Gate Penerbangan di Terminal 2 Bandara International Soekarno-Hatta untuk menunggu pesawat pengganti. Hebatnya nih, makcik pakcik melayu ini waktu diumumkan pesawat bermasalah dan disuruh kembali ke Gate, mereka gak marah dan koar-koar kayak emak2 bapak2 orang Indo wkwk. Mereka nurut aja kata pilot dan kru pesawat, daripada di jalan kenapa-kenapa kan. Akhirnya kita take off jam 18.00 yang dimana seharusnya kita udh takeoff jam 17.05.
Tibalah aku di Kuala Lumpur International Airport 2 jam 21.05. Penerbangan dari Jakarta menuju ke Kuala Lumpur membutuhkan waktu 2 jam (dengan waktu lokal mundur 1 jam, mengikuti WITA). Setelah turun dari pesawat, aku langsung ke bagian imigrasi dan customs di Bandara. Keluar dari imigrasi yang membutuhkan waktu sekitar 1 jam (karena antri), aku langsung nyari makan di Sevel Eleven nya KLIA2, tempat favorit aku nyari jajanan kalo abis landing di Kuala Lumpur. Aku membeli Nasi Lemak Rendang seharga RM 7.90 (sekitar IDR 25.000, dulu ringgit Masih 3.000an yaa, sekarang udah 4000, gila benar) . Kasir ibu-ibunya waktu lihat aku senyum2 sendiri, kayaknya beliau sudah hafal muka aku ini deh wkwk soalnya beberapa bulan sebelumnya aku juga pergi ke Malaysia sendirian wkwkw.
Habis isi perut, aku langsung bergegas ke stasiun KA Bandara KLIA2 untuk segera beristirahat di hostel pilihanku di Sepang. Aku naik KLIA Transit ke Salak Tinggi Station seharga RM 4.90. Cuma butuh ngelewatin 2 stasiun ke Salak Tinggi dari Bandara. Sesampainya di Salak Tinggi, ternyata butuh jalan kaki lagi 1 km. Waktu udah menunjukkan pukul 11.30 malam, aku ngelewatin ruko-ruko pertokoan sendirian. Tapi overall, aman sih, Masih banyak orang-orang yang nongkrong di cafe. Aku sukanya, di stasiun Malaysia tuh, depannya langsung nyambung ke depan komplek perumahan besar wkwkwk.
Setelah sampai titik hostelnya di Google map, aku nyari-nyari lagi dong, "ini hostelnya yang mana..." Bener2 itu depan ruko kecil nan gelap dengan hanya sedikit Penerbangan wkwk. Waktu aku lihat pintunya ada sign nama hostelnya, langsung hah heh hoh, yang bener aje.. ternyata hostelnya dalem ruko kecil, tapi kayak apartemen kecil di jepang gitu, persis banget kayak hostel di Tokyo yang aku tempati di tahun 2018 waktu pergi sama Ayahku. Aku langsung buka pintu rukonya, dan ternyata hostelnya ada di lantai 1. Aku pun membuka pintu hostelnya, dan disambut oleh resepsionisnya yang ramah. Setelah check-in, aku langsung dikasih kunci kamar dan ditunjukkan yang mana kamarku. Kamarku tepat ada di depan resepsionis haha.
Setelah sampai kamar, aku langsung menaruh tasku yang berat, dan bersiap untuk segera mandi. Karena kamar mandinya shared bathroom, jadi aku harus menunggu giliran orang yang sedang mandi. Aku mengobrol dengan resepsionisnya tentang seputar kehidupanku di Jakarta, dan bermain dengan kucing-kucing yang ada di hostel. Kucing-kucingnya lucu banget, mana ada yang baru melahirkan uwu.
Setelah orang yang sedang mandi selesai, aku langsung masuk ke kamar mandi. Kamar mandinya kecil, shower dan toilet berada di tempat yang terpisah, jadi aku masuk ke showernya aja. Benar-benar mirip seperti di Jepang, curiga yang punya hostel ini orang Jepang wkwk. Kamar mandinya pun bersih sekali dan ada air hangatnya (butuh bangett mandi air hangat klo mandi malam, aku tipe orang yang gak bisa tidur kalo belum mandi dan bersih2). Setelah mandi, aku pun langsung bergegas tidur, tidak lupa telepon untuk mengabari orangtua yang di rumah. Baru beberapa jam, aku udah kangen rumah dong hiks sampai malamnya aku mimpiin rumah di Indo wkwkw.
Oh iyaa, ini namanya The Good Traveler Hostel yaa, kalau kalian ada flight yang tiba nya malam atau lagi midnight transit di KLIA lebih baik menginap di hostel murah nan bersih ini karena dekat banget sama Bandara. Semalamnya cuma Rp.150,000-250,000 aja. Daripada tidur di hotel capsule Bandara yang per malamnya Rp. 800.000 hihi.
Oke, sampai sini dulu yaa ceritanya.
Akan aku lanjutkan ceritanya pada postingan selanjutnya~
Goodnight, besties.












