"I want to know how God created this world. I am not interested in this or that phenomenon. I want to know his thoughts, the rest are details"
Joe Rogan Experience episode 1347 selalu jadi podcast yang menarik buat aku.
Bukan karena Neil deGrasse Tyson seorang astrofisikawan, membicarakan black matter, teori relativitas, atau proyek ambisius teleskop raksasa di Mauna Kea (yang nantinya juga dibahas)
Tapi yang selalu membuat menarik adalah, dia datang mengenakan setelan lengkap dengan vest eksentrik bergambarkan "The Starry Night".Lukisan karya Vincent Van Gogh yang tersohor itu.
Yang akhirnya setelan tersebut memancing pembicaraan untuk topik pembuka podcast kala itu. mengapa? bukan mengapa untuk menggunakan vest yang buat tampilannya jadi eyecatching, tapi mengapa lukisan tahun 80an itu so special.
Lanjut, Neil bercerita terkait sejarah dari "The Starry Night", bahwa lukisan tersebut merupakan lukisan pemandangan menjelang dini hari kala itu, yang dilukis Van Gogh dari jendela asylum-nya.
"Coba amati bentuk-bentuk ombak di langit itu, apakah itu melukiskan tentang awan? Jika benar itu awan lalu bagaimana bentuk-bentuk lingkaran (yang kemungkinan besar adalah bintang) bisa terlihat jelas dari balik awan?" Yang secara logika harusnya cahaya dari bintang-bintang terhalangi.
Apakah lukisan tersebut sekedar imajinasi atau mimpi yang tidak nyata dalam kepala Van Gogh lalu dia lukiskan gambaran-gambaran tersebut di kanvas pada lain hari? Padahal Van Gogh melukisnya serambi menatap langit dini hari melalui jendelanya, di Perancis kala itu
Apa yang membuat lukisan tersebut menarik adalah, Neil percaya bahwa bauran degradasi warna dalam lukisan tersebut bukan sekedar dibuat untuk "mengindah-indahkan", guritan guritan putih di luar bentuk bulan itu bukan hanya untuk melebih lebihkan. Tetapi lukisan tersebut memang refleksi bagaimana Van Gogh melihat langit kala itu. Begitu adanya. Tanpa ditambah-tambah. (Kalaupun ditambah mungkin sedikit).
Ini yang membuat Van Gogh menarik, dia berbeda, cerita dibalik dilukisnya lukisan tersebutlah yang membuat "The Starry Night" famously recognized.
Barangkali terdapat banyak cara bagaimana manusia menikmati sebuah bentuk lukisan, dan mungkin ini salah satunya. Mengamati seraya berpikir "how such a humankind could has that point of view".
Pemikiran dia dalam mencerna suatu objek lah yang menarik. People enjoy how he descripted his mind to be what it is. Jika hanya sebuah gambar tentang pemandangan langit yang diinginkan, mungkin hasil potret kamera lah yang dipilih.
Terlepas dari bagaimana lukisan tersebut bisa menginspirasi Neil untuk menjadi seorang scientist, barangkali suatu karya jika diamati dalam-dalam bisa menjadi peta untuk menuju ke jalan berpikir si empunya.
Membayangkan bagaimana jika menjadi seorang Van Gogh, apakah realita terlihat seperti ini adanya, bagaimana ketika berada di tepian jalan, apakah kendaraan yang lalu lalang akan terlihat seperti biasanya? Lalu tengok ke atas, apakah langit biru dan awan putih hanya begitu adanya?
Lalu jika aku mengamati apa-apa yang terjadi sekitarku dalam-dalam, apakah aku mampu menemukan jawaban untuk judul di atas?