Awalnya bukan karena suka, bahkan gak ada niatan menjadikan hobi tapi karena tuntutan di mana saat itu menjadi pelajar kelas 8 yang mana ada praktek kesenian dan pilihannya hanya bernyanyi sambil bergaya atau bernyanyi sambil memainkan musik.
Waktu yang diberikan bisa dibilang sangat terbatas, hanya 1 bulan. Bayangkan saja waktu itu belum tahu yang namanya internet, paling cuma nonton mtv. Alhasil karena nggak punya kepercayaan diri tinggi, milihlah bernyanyi sambil main musik.
Coba main keyboard waktu itu belajar di sekolah tapi merasa susah, dan kalau beli juga cukup mahal dong. Alhasil minta anterin ortu ke toko musik, dan belilah waktu itu gitar dengan harga 55ribu rupiah. Yang penting bisa bunyi dulu waktu itu mikirnya dan buat latihan.
Gitar didapat tapi bingung cara belajarnya, untung ada tetangga yang untungnya biasa ngisi acara cafe, dan diajarilah chord pertama yaitu A dan E dan menyanyikan lagu balonku ada lima. Dalam hati mikir ternyata susah dan sakit juga jari sampai ngapal. Vakum deh akhirnya latihan sampai 1 mingguan. Tapi tetap setiap pulang sekolah lihatin buku hot chord di toko koran pinggir jalan (buat yang di Malang pasti tahu daerah gang Tirto, sekarang buat jual lalapan ayam). Baru kebeli nunggu 1 minggu, karena duit habis buat jajan dan ngangkot.
Belajar deh otodidak lewat buku itu, biasanya ada di bagian tengah, apalagi kalau ada posternya jadi koleksi deh. Sampai akhirnya ada kang Pukis keliling dekat rumah, dan saya beli terus di tanya "ada suara gitar, bisa main?" Ya jujur aja enggak, terus kang Pukisnya pinjam deh, legit banget jari jemarinya lihai. Sampai ada masa tiap hari kang Pukis nangkring di pos deket rumah, semacam kode buat pinjam gitar. Sampai ortu hafal sama kang Pukisnya.
Dari ngamatin, dia mau ngajarin, lagunya Peterpan Bintang di Surga. Karena menurutnya chord gampang. Yaudah iya aja deh. Tapi emang sih ternyata gampang. Dan karena terlalu gampang itu, beberapa hari kemudian minta diajarin lagunya Naff Akhirnya Ku Menemukanmu. Anak SMP denger lagu gituan, ya dari mtv coy.
Chordnya mulai tuh agak susah, terus diajarin cara ngelemesin jari dan harus konsisten, manut dong ya kan pengen bisa. Pokoknya waktu itu udah survei temen di sekolah mau bawain lagu apa aja, dan saya gak mau kembar, pengen beda. Untungnya pas hari H praktek lancar jaya. Kayaknya berhutang budi banget sama kang pukisnya, terakhir kabarnya merantau ke Kalimantan.
Merasa bisa, sok sokan deh bentuk band sama tetangga. Latihan pertama di daerah perumahan Joyogrand, lupa namanya tapi lokasinya di pojok. Sejam 10rebu. Nah dari sini mulai rutin tiap minggu latihan sampai masuk ke SMK bawain lagu pop indo nghits 2000an. Baru deh SMK mulai coba bikin lagu sendiri, lagu pop melow ala-ala gitu. Rekaman pertama kali kalau nggak salah ingat kelas 2 SMK di AA Studio sama mas Gigih, vokalisnya Good Boy Jimmy, fenomenal di masanya. Ditanya dong tempo seberapa, nah kan newbie langsug deh dipraktekin dan dari studionya sendiri yang nentuin. Asli cupu banget kalau ingat itu.
Ketagihan rekaman 1 lagu, sok-sokan lagi rekaman live di lupa namanya tapi daerah Ciliwung, sekarang pindah dekat Cengger Ayam. Sampai pada masa dikenalin komunitas Music Indie Malang. Bang Nonot namanya, fenomenal di kalangan perfestivalan musik, rocker abis. Gak ada beliau paling ya masih gitu-gitu aja. Dikasih kesempatan ngisi ke sana ke mari, dari panggung kecil sepi gak ada penonton sampai pensi. Dari ucapan terima kasih sampai ada fulus buat dana rekaman lagi.
Hal itu terus berangsur sampai 2010 dan baru niat rekaman yang benar di daerah landungsari. Waktu itu dihandle sama mas Wendy, beliau sekarang di Jakarta udah nghits di kalangan dunia musik. Banyak belajar dari beliau, dikasih saran ini itu sampai jadinya di luar ekspektasi kita yang biasa jadi ya cukuplah untuk suka-suka telinga.
Sampai pada masa keluar dari band sana masuk ke sini. Dan yang terakhir saat masa skripsian bareng Folkapolka. Di sini lebih banyak ilmu lagi yang didapat, baik teknis maupun penampilan live. Dan di sini pula bisa bertemu orang-orang hebat, merasakan rasanya rilis album, manajemen internal ataupun eksternal dilayani EO, manggung di luar Malang, ketemu musisi, album direspon oleh musisi, masuk list spotify jajaran musisi indie nghits. Memang dunia musik membuat haus dan pastinya pengalaman itu yang luar biasa hebat.
Kalau sekarang main musik lagi? Lihat nanti lah ya.