Yuk jadi orang baik dari sekarang !!!
ada satu kalimatĀ yang sering kali dikatakanĀ oleh banyak orang,Ā ā nanti ajaā
iya, nanti aja, itulah kalimat yang sering sekali orang - orang mengucapkanya ketika ingin melakukan sesuatu, bahkan mungkin saya sendiri sering kali mengucapkanya, hehe. kalimat tersebut tidak menjadi masalah bagi kita, ketika kita ingin mengucapkanya, ya ucapkan saja tidak masalah, tapi yang jadi masalah, waktu dan kesempatan kita terbuang sia-sia karena kalimat tersebut. waktu apa yang terbuang? kesempatan apa yang terbuang?
jawabanya, semua waktu dan kesempatan apa saja, semuanya terbuang, tapi yang paling disayangkan itu kesempatan untuk mengenal Allah sering kali kita sia-siakan.Ā
sangat miris sekali, saya sebagai pemuda muslim, yang memiliki banyak teman satu tuhan dan satu agama, tapi mereka justru banyak yang jauh dari tuhanya atau bahkan tidak mengenal sama sekali dengan agamanya, hanya memiliki statusĀ āislamā tapi tidak tau apa itu islam. ketika saya mulai mengajak merekaĀ ā bro hayu kemesjid, bro ngaji yuk ah, bro hayu atuh ke mesjidāĀ
mereka ada yang menjawabĀ āaduh bro, malu gua kemesjid, banyak dosa, heheā ada juga yang billangĀ ā aduh bro masih muda, nikmatin dong masa muda kita, nanti aja, santuyyā ada juga yang sedikit sadar dan mengatakanĀ ā iya bro nanti sholat, tenang waktunya kan masih banyak, heheā bermacam macam jawaban mereka, bahkan ada yang mengatakanĀ ā bro, umar bin khattab juga dulu nya mabok dulu, nakal dulu, tapi ending nya beliau tegas membela agamanya, nah gua mau kaya umar broā mengatakan hal tersebut sambil ketawa.
semua yang dikatakan mereka, memang betul sihh, tapi ada satu hal yang mereka lupakan, yaituĀ ākapan kita mati?ā
benar, waktu masih banyak, benar umar dulu nakal dulu, benar kita sebagai generasi muda harusnya menikmati masa muda nya, semua itu benar, tapi kapan kita akan mati?
kita bukan sedang main Playstation yang bisa lihat timer, untuk tahu limit kehidupan kita, ketika kamu main PS waktu kamu sisa lima menit, apa yang kita lakukan? tentu kita dengan cepat men save game tersebut sebelum limit waktu habis. tapi ketika tidak tahu sisa waktu kehidupan kita, apa yang kita persiapkan untuk meneruskan perjalanan kita menuju kehidupan abadi? kamu harus memilki simpanan data unttuk melanjutkan game mu, artinya data yang di simpan itu merupakan bekal kamu untuk melanjutan misi berikutnya, di misi pertama kamu harus punya A, punya B dan lainya, terus kamu simpan dan kamu bisa meneruskan ke misi selanjutnya.Ā
nah, bagaimana dengan kehidupan kita? apa yang kita simpan? apa yang kita tabungkan? untuk mempersiapkan tiket di kehidupan abadi?
nah itulah yang menjadi masalah kalimatĀ ā nanti sajaā
kita merupakan manusia yang hanya memiliki waktu terbatas, episode ini belum sepenuhnya tamat kawan, masih ada misi yang harus kita persiapkan dan lakukan untuk menikmati kehidupan abadi, dan kehidupan abadi itu hanyaĀ ada dua, yaitu āniāmatā dan āpedihā dua kehidupan itu kita yang memililih, kita yang menentukan sesuai dengan load data kita selama didunia sementara ini.
maka, simpan lah kata ānantiā mu, yuk muai menjadi orang baik dari sekarang, besok kita ga tau masih ada atau tiada. betul Umar dahulunya sangat benci islam, pemabuk, bahkan berniat membunuh nabi, tapi beliu mengambil langsung kesempatan yang Allah telah berikan berupa hidayah itu, hingga akhirnya beliau menjadi seorang Ahli syurga, sebagai sahabat terbaik Rasulullah SAW.
tapi bagaimana dengan kita? ketika kita sedang melakukan hal yang tidak baik, kita menunggu momen seperti umar tapi justru limit kehidupan kita sudah habis, apa kita disebut seperti umar? padahal mati nya justru seperti Abu jahal.
kita menunda kesempatan itu, tapi detak sudah lagi tidak mengiringi detik, dan detik sudah mendahului detak jantung kita.
jadi, YUK menjadi orang baik, islam ga melarang kita main, ga melarang kita melakukan apa yang kita sukai, ga melarang kita nongkrong, islam cuman ingin kita mengenal dekat dengan Tuhanya, mengingat Tuhanya, mencintai Tuhanya, yaitu Allah. seperti si DOI, kita boleh saja main-main, asal selalu ingat DOI nya yaa,, wkwkĀ












