
No title available
Monterey Bay Aquarium
macklin celebrini has autism
Fai_Ryy
hello vonnie
ojovivo
NASA
Color Me Curious
Sade Olutola
🩵 avery cochrane 🩵

Game Changer & Make Some Noise
occasionally subtle

gracie abrams
tumblr dot com

roma★
I'd rather be in outer space 🛸

Discoholic 🪩
Cosmic Funnies
Phantogram Three
Sweet Seals For You, Always

seen from Türkiye
seen from Türkiye
seen from United Kingdom
seen from Germany

seen from Ireland
seen from United States
seen from Argentina
seen from Argentina

seen from United States

seen from Netherlands
seen from United States
seen from Brazil

seen from Sweden
seen from United States

seen from Germany

seen from Finland
seen from United States

seen from Israel

seen from United States
seen from Saudi Arabia
@elhazn-blog
Webinar: Problem Orang Tua dan Guru Memahami Anak Gifted
Avenoir
Andai saja aku bisa menemukan buku ini lebih awal. Mungkin 2 atau 3 tahun lebih cepat. Lah lah.. ngaco nih! orang terbit nya aja tahun 2019. 😅 heu gapapa lah ya.. namanya juga berandai-andai. Bebas dong gimana aku wkwk
Tapi serius deh, aku emang berharap kayak gitu.
...
Mulai tahun 2017, sepertinya aku ini lebih cocok diberi gelar 'workaholic' daripada 'teman yang baik'.
Tidur 2-3 jam per hari atau bahkan hanya tidur dua hari sekali, tak masalah bagiku. Kok bisa? Entahlah.. tubuhku rasanya masih kuat dan baik-baik saja.
Hidupku dipenuhi rapat, surat, proposal, lomba, buletin, poster, dan kerabat-kerabat nya. Saking penuh nya.. tidak ada ruang bagi teman-teman ku. Bahkan teman satu kamar ku sendiri.
Teman satu kamar ku ini sering memarahi ku jika ketahuan bergadang hingga larut malam. Ia juga rajin mengomeli ku ketika aku malas makan. Dan Ia juga berharap aku mau meninggalkan berbagai amanah yang aku emban. Yang terakhir itu sebenarnya membuatku agak kesal. Aku masih belum bisa mengerti bahwa itu semua adalah bentuk kepedulian nya padaku. Sekaligus kode keras bahwa Ia amat kesepian dan berharap aku mau menemani nya.
Hingga tahun terakhir ku bersama nya, aku masih saja egois dengan ambisi ku tuk menunaikan segala amanah organisasi sebaik dan sesempurna mungkin.
Aku, tubuhku, perasaanku, ketiganya selalu baik-baik saja. Entah karena faktor ke gifted an yang membuatku seringkali terlalu fokus pada sesuatu atau karena titisan workaholic yang turun dari kedua orangtuaku. Atau jangan jangan karena dua-dua nya? Ah sudahlah.
Aku memang merasa baik-baik saja, tapi bagaimana dengan temanku? Ah iya.. Ia justru kebalikannya. Dan parah nya, aku baru menyadari nya beberapa bulan sebelum kita berpisah.
Aku satu-satunya teman sekamar dia. Beberapa yang lainnya sudah tidak lagi. Ia seorang yang belum bisa berdamai dengan masa lalu nya. Ia pernah bercerita padaku, tapi bodohnya.. aku malah sok sibuk dengan kerjaan yang sebenarnya bisa ku tunda.
Aku mungkin satu-satunya yang ia harapkan bisa membantu dirinya hijrah ke dunia yang lebih cerah. Tapi apa yang kulakukan?
Ah.. kenapa dulu aku terlalu berambisi dengan hal hal yang besar nan rumit? Kenapa malah seperti robot yang tidak berperikemanusiaan? Kenapa.. :')
...
Yah malah curhat kan jadi nya. Maaf ya. Lagian sih Avenoir bikin aku baper.
Da, Sang Pendengar Cerita, adalah sosok yang sangat mengagumkan. Ia sangat pandai memanusiakan manusia. Tak kusangka, hanya dengan mendengarkan cerita kita bisa menjadi seorang pahlawan.
Terimakasih banyak, Da. Aku belajar banyak hal dari mu. Semoga suatu saat kelak aku juga bisa seperti mu.
Da.. aku ga jago nulis. Maaf ya. Aku lemot banget kalo disuruh tulis menulis. Segini dulu ya. InsyaAllah kapan kapan aku lanjut lagi tulisannya :)