Tanpa judul
Di masa depan, akan datang seorang laki-laki tampan dan keren. Setiap ia melangkah, semua mata memandang ke arahnya —sungguh sosok yang sangat menarik perhatian. Walaupun begitu, dari sekian banyak pasang mata yang memandangnya, tatapan matanya hanya terkunci di satu orang saja —yaitu aku. Banyak sekali gadis yang jauh lebih cantik, lebih cerdas, dan lebih segalanya yang mencoba menarik perhatian si lelaki itu, namun ia selalu mengabaikan mereka. Perhatiannya hanya terfokus padaku seorang. Dengannya aku bisa menjadi diriku apa adanya. Si cewek aneh yang sarkastis dan berimajinasi setinggi langit. Ia mengerti aku. Ia selalu sabar terhadap emosiku yang labil dan mudah meledak-ledak. Ia akan memahami diamku, dan pikiranku yang sering kosong. Aku selalu ingin sebuah hubungan yang meski kami saling tidak berbicara tapi tetap terasa nyaman, seolah angin yang berhembus mampu menyampaikan ungkapan hati dan jiwa. Dan hanya dia seorang yang bisa melakukan semua hal itu. Dia, bukan orang lain. Dia yang kini sedang berjalan ke arahku dengan tatapan mata intensnya yang mampu membuat jantungku berdegup kencang. Sedangkan aku —berdiri dipinggir jalan, menunggu sosoknya datang. Wahai cintaku, pangeran surgaku. Aku disini menantimu —dengan senyuman hangat dan tatapan penuh kasih sayang yang senantiasa ditujukan hanya untuk mu. Salam, bidadariku surgamu.













