Waktu adalah uang. Percaya ga kalau ada seorang teman yang mendapatkan tagihan di kotak pos mereka karena tidak datang saat memiliki janji temu dengan dokter? Ya, ternyata di Belanda setiap hal yang kita ambil benar-benar ada konsekuensinya. Ketika sakit, kita tidak bisa serta merta datang ke huisart/dokter keluarga untuk bertemu dokter saat itu juga. Harus dicek dulu oleh resepsionis kondisinya, urgensinya, dan jadwal kosongnya. Jika semua memenuhi syarat dan ada slot kosong kita bisa bertemu dokter hari itu di jam yang kosong, kalau tidak ya harus menunggu sampai ada slot kosong. Dan kalau sudah terdaftar di dokter keluarga A, karena di situ penuh misalnya, kita juga ga bisa serta merta datang ke dokter keluarga B, C, dll untuk berobat. Ada prosedur administrasi yang cukup kaku di sini. Padahal 1x bertemu dokter hanya memakan kira-kira 10 menit. Itu juga belum tentu dikasih obat. Kalau cuma panas, pilek, batuk, hampir dipastikan tidak akan diberi obat apapun. Mungkin dianggap bukan penyakit. Nah, ada seorang teman yang memiliki janji dengan dokter. Di waktu dan hari yang telah disepakati bersama, dia benar-benar lupa, LUPA. Yang artinya gak sengaja ga datang. Hari terlewat begitu saja tanpa ada notifikasi dari pihak teman ke pihak dokter. Apa daya, ternyata ada harga yang harus dibayar untuk waktu yang telah disepakati itu. Tagihan dari dokter pun datang ke alamat rumah beberapa hari setelahnya. Denda yang dikenakan sekitar €25, dan tidak ditanggung asuransi tentunya. Kalau sekilas berpikir, "yaudah sih ya, kan lupa, masa gak bisa di cancel dendanya" atau "kan kalau pasien A ga dateng, dokter bs panggil aja pasien B, ga rugi dong?". O-ow, ternyata gak ada kompromi. Karena dari 10 menit waktu yang seharusnya kita datangi tersebut merugikan banyak pihak. Terutama jatah pasien lain yang mungkin sebenarnya lebih butuh untuk berobat hari itu. Pun kalau A punya janji temu jam 10.00 lalu tidak datang, dokter pun tidak bisa langsung menyuruh masuk ruangan pasien B yang janji temunya jam 10.15 sebelum waktunya. Di situlah alasan kenapa pada akhirnya, ada harga yang harus dibayar untuk sebuah janji temu di sini. Adakah yang pernah merasakan hal serupa?? (at Leiden, Netherlands)