He loved her, but he was in doubt. She loved him, but she was afraid. He still love her. She loves someone else, who's not in doubt.
M

Game Changer & Make Some Noise
$LAYYYTER
NASA

Andulka

❣ Chile in a Photography ❣
YOU ARE THE REASON
No title available

if i look back, i am lost

Jar Jar Binks Fan Club
Sade Olutola
KIROKAZE
almost home
🩵 avery cochrane 🩵

@theartofmadeline
he wasn't even looking at me and he found me

tannertan36
Game of Thrones Daily
Keni
Claire Keane

Product Placement

seen from Germany
seen from United States

seen from South Korea
seen from Canada
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Israel

seen from Germany

seen from Australia

seen from Israel
seen from Mexico

seen from Malaysia

seen from United Kingdom

seen from Russia
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Brazil
seen from France
seen from Saudi Arabia
@etalasekognitif
He loved her, but he was in doubt. She loved him, but she was afraid. He still love her. She loves someone else, who's not in doubt.
M
Re-Hello
Udah lama banget ga buka tumblr. Activity terakhir setaun lalu, itu pun dari orang lain yang ngelove atau reblog postingan 3-4 taun lalu. Setelah resmi punya blog “keibuan” alias semua tentang parenting dan keluarga, tumblr yang isinya gado gado dan masih banyak jejak kegalauan jaman dulu, jadi ditinggalkan. Tapi kayanya berhubung gue suka nulis dan tulisannya suka topik random, mau memberdayakan tumblr lagi aaah.. Untuk postingan-postingan nyampah, kurpen, atau sekedar nuangin isi kepala.
Dan berhubung tumblr udah banyak yang meninggalkan, jadi kayanya enak nulis disini sukasuka :))
Here, there and everywhere
Since junior hi school, I never doubt about what i wanted to be in the future. A Psychologist. I answered clearly. Then the dream came true.
But that’s not the end of the dilemma. I am an educational psychologist, but i also able to handle industrial/organizational (IO) psychology as well. And recently, my passion of cooking also appreciated by others, so i start to sell my dish. If i can sum up what i’ve been done since last year it would be:
-Making reports (educational/IO cases)
- Counseling
- Testing (Educational/IO)
-Training observer
- Freelance psychologist on PAUD in my neighborhood
- Research
- Cooking
So, when someone asked “where do you work now?”
I never been able to answer one particular place. And I dont want it to change. I want to be able to help wherever I needed. I want to contribute whenever I can. Why should I work here or there if I can work here, there and everywhere?
Pertanyaan Neng Isni bagus sekali..
Teori yang paling mendekati untuk menjawab pertanyaan Isni adalah teori tentang child temperament. “ way in which she approaches and reacts to the world. It is her personal“style.” Temperament influences a child’s behavior and the way she interacts with others”
Kemungkinan Isni adalah easy child. (alias mure is... :))) Bcandaaaa)
Bukan berarti easy child smua ga tantrum ya, tapi easy child ini memang mudah beradaptasi dengan berbagai hal. Boleh digugling tentang child temperament buat lebih lengkapnya is..
Daaan penjelasan kedua adalah, She is blessed x)
Salah kurang mohon maafkan..kalau ada yang punya penjelasan lebih baik dan benar ttg pertanyaan isni ini, monggo dijawab x)
The Complicated Two
Sebagai si 2 tahun, Zara memang lagi usaha banget buat menyampaikan pikirannya dengan sesuai. Kadang kalo lagi seru banget cerita, jadinya suka diulang2 kata2nya (tadi tadi tadi tadi zhafira bla bla..) Kalau lagi begini, gw suka bilang "pelan2 aja dek ngomongnya, kenapa zara tadi?" Itu problem umum pertama. (it’s a common problem among toddlers, so you need to paraphrase their words, calm the kids down, to encourage them to express things on their mind)
Problem umum kedua adalah menyampaikan perasaannya. Nah ini nih yang pe er banget.Anak 2 tahunan ini complicated. Apalagi anak cewe, 2 tahun :)). Ini juga yang sering kali jadi akarnya tantrum. Kadang dia teriak, atau nangis untuk mengutarakan maksudnya. Padahal masalahnya ga penting2 banget. Sebelumnya gw masih gampang "kebawa" dengan "gaya" ini. Ujung2nya? Yaaaaa emaknya marah2 tereak2 x)) . Sampai suatu hari di mobil, di kemacetan dan ulah yang sudah beragam, doi tantrum. Gw pusing. Ditambah ruang sempit begitu, otak gw kayanya kurang oksigen banget. Dan gw teriak kenceeeng banget ke dia. I even scared of myself when I heard it. Gw kaget bisa semeledak itu, dia kaget sampe jadinya terisak. Worst part of that is I saw she's scared. scared of me, her mother. Pas udah waras , gw minta maaf sejadi-jadinya sama dia. Setelah itu gw semacam refleksi mendalam tentang “dosa-dosa” gw selama zara menginjak toddler ini. Akhirnya, selain mencari cara regulasi diri ketika marah, gw juga mencari cara biar zara lebih baik mengelola emosinya. Yang dari dulu udah gw lakukan adalah:
1. Gw jarang mengalihkan zara ketika dy tantrum. Biasanya gw lebih pro dengan teknik membiarkan anak merasakan emosinya. pas udah lebih tenang baru deh dideketin.
2. kalo tantrum, Zara bukan tipe yang mau disentuh. Jadi harus diliat aja.
3. Kalo kemarahannya merugikan orang lain, gw bakal narik dia dari lingkungan sosialnya, lalu nunggu sampai dia mau minta maaf sendiri (15 menit bisa lhoooo buat begini. *percayalah 15 menit kalo kaya gini berasa lama)
Nah yang baru gw lakukan adalah:
ketika dia minta tolong atau mau sesuatu tapi dengan teriak atau merengek, gw bakal bertahan dan nanya balik” Ibu ga ngerti Zara ngomong apa, karena sambil nangis. Coba bilang baik2?” Dan pertahanan ini harus kuat, jangan langsung turutin atau nyari shortcut. Gw lakukan ini dengan harapan dy paham cara pengekspresian emosi yang tepat kaya gimana.
Contoh yang masih fresh. abis solat magrib tadi, dia usaha lipat sejadah gede, trus ntah gimana g sesuai harapan dia, dia merengek minta gw yang masukin ke lemari.
Gw “ Zara minta apa?”
Z: *nunjuk lemari* ituuu iu tao sa***anyaaa (intinya ga jelas deh kosa katanya walaupun gw tau maunya dia apa?
dialog ini berulang 3 kali. Lalu dia frustasi. Lalu dia guling2. Lalu gw duduk sambil relaksasi. Singkat cerita, akhirnya dy duduk sendiri di pangkuan gw, dan mau ngomong baik2. Berapa menit? SETENGAH JAM AJA LHO PADAHAL CUMA PERKARA SEJADAH MASUKIN KE LEMARI YANG JARAKNYA CUMA 50 CENTI. *eh kok capslock :)))*
Tapi kami berdua berhasil. Gw ga marah2, Zara mau ngomong baik2.
Dan gw juga udah ngajarin dia relaksasi kalo merasa marah. Tarik napas lewat hidung, keluarin lewat mulut, ujugn2nya baca istighfar. Gimana biar dy tau kapan dia “marah”? Nah itu dy tugas gw untuk mendefinisikan perasaannya. tiap dia marah, gw berusaha bilang” Zara marah kenapa?” dan minta dia relaksasi. *Walaupun kalo ga salah baru berhasil 2 kali dy mau relaksasi :))*
Intinya sih gw mau dy cerdas emosi. Soalnya kalo cerdas yang lain, itu kan turunan. #eh.#delusi :)))))))
Jurus Ampuh #2, Konsentrasi
Konsentrasi adalah jurus ampuh lainnya yang dibutuhkan agar anak “pintar”. Konsentrasi berarti mampu memusatkan perhatian pada suatu hal dalam jangka waktu tertentu. Pada anak-anak yang akan memasuki SD, diharapkan mampu berkonsentrasi selama 20-30 menit. Terkadang ada pembenaran bahwa konsentrasi anak bisa disiasati dengan penggunaan berbagai media dan metode pelajaran. Sebenarnya, metode apapun…
View On WordPress
Guilty
Lately, i feel this very uncomfortable feeling toward myself. I feel sorry for my lil girl for having a mom like me. Mom who has zero patience. The control freak one. Lately i feel sorry for my lil girl By thinking how i easily or maybe toooo easily get pissed off with her. My lil girl. The innocent one. I do really hate myself.
Jurus Ampuh #1, Kemandirian
Mandiri sebagai singkatan mandi sendiri sepertinya bukan sekedar bahan bercanda. Untuk anak-anak, mandi sendiri memang salah satu indikator kemandirian. Kenapa kemandirian penting dimiliki untuk anak-anak yang akan memasuki sekolah dasar? mari kita ulas.
SD, berarti mengikuti pelajaran dari jam 7 sampai jam 12. Apa orang tua/pengasuh boleh berada di kelas untuk membantu? Tentu tidak.
SD, berarti…
View On WordPress
5 Jurus Anak “Pintar”
5 Jurus Anak “Pintar”
Sebelumnya saya pernah membahas tentang kunci kesuksesan anak untuk berprestasi yaitu ditinjau dari inteligensi, kepribadian, dan sikap belajar. Pada artikel-artikel berikutnya saya hanya akan membahas mengenai faktor yang sering dilupakan, yaitu sikap belajar. Hal ini didasari oleh keheranan saya saat menjalani beberapa rangkaian seleksi kematangan sekolah. Pada umumnya, anak-anak ini mudah…
View On WordPress
Strategi Mendampingi Anak Belajar Matematika
Desember lalu, saya mengikuti seminar dari biro Dwipayana. Acaranya menarik sekali, dan saya juga jatuh hati dengan pematerinya, Bu Indun, M.Psi. Ini rangkuman tentang seminar kemarin ya…
Apa yang harus dipahami sebelum kita mengajarkan matematika?
1. Anak harus bisa atensi. Dan atensi sangat terkait dengan keseimbangan. Maka dari itu, kemampuan anak di kegiatan fisik seperti berlari, berjalan…
View On WordPress
Mengisi Liburan Tahun Baru dengan SMART
Tidak pergi kemana-mana selama liburan? Well, mungkin saatnya mencoba aktivitas baru yang dapat dilakukan bersama-sama seluruh anggota keluarga di rumah. Bagaimana kalau di hari perdana tahun baru ini, diisi dengan membuat perencanaan target dengan metode smart!
Pembuatan target ini dapat mulai dicoba pada anak usia sekolah. Orang tua dapat membimbing anak membuat target yang ia inginkan dengan…
View On WordPress
IQ = Pintar = Sukses?
Tidak sedikit dari kita yang mengedepankan IQ sebagai faktor utama penentu keberhasilan. Setelah mengikuti pemeriksaan psikologis, biasanya saya melihat was wasnya orang tua melihat hasil tes anak mereka. Wajar sih ya, orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anak.
Dengan semakin umumnya pemeriksaan psikologis dilakukan dengan berbagai alasan (tes masuk sekolah, tes minat bakat, dll) saya ingin…
View On WordPress
Kenapa harus memilih?
Makin banyak pernyataan ataupun meme yang beredar yang membandingkan dua isu yang istilah kerennya gak "apple to apple" yak akhir-akhir ini.
Dulu sempet santer meme yang bandingin Bu Susi Vs Bu Atut, dengan embel-embel bandingin perawakan, kelakuan dan "kebersihan"nya. Lalu pernah juga ada meme yang bandingin Felix Siaw VS Ahok yang bawa-bawa suku dan sentimennya ke salah satu tokoh.
Lalu sekarang gue dapet lagi meme yang badingin foto dua cowo yang mau ciuman dibandingin ama foto anak-anak busung lapar. Judulnya: If the picture on the left(the gay kissing) shocks you more than on the right (the hunger child), u need to revise your views on immorality.
Pas liatnya spontan gw langsung komen: WHY cant I worry about them BOTH?
Memilih salah satu diantara satu perbandingan yang tidak jelas kriteria perbandingannya, hanya akan menuntun kita ke satu hal. Sesat pikir. Menjadi membenarkan satu hal karena satu isu terkesan lebih "humanis". Sudah jelas: Sesat Pikir.
Time Out!
Time out adalah metode yang dikenal luas untuk mendisiplinkan anak-anak. Pada prakteknya, sering diberlakukan kursi “anak nakal” yang terletak di pojok ruangan, bagi anak-anak yang melakukan kesalahan. Dari berbagai literatur yang pernah saya baca, saya kemudian mengamini metode ini sebagai salah satu metode pendisiplinan anak. Sampai akhirnya saya membaca ini. Jujur saya kaget membaca sedemikian…
View On WordPress
blog serius maupun tumblr udah lama berdebu.
Mari diramaikan kembali...
yang sayang anak.. sayang anak....yok mampir untuk lihat perkembangannya si "challenging two" :D
Paspor Online Anak dan Dewasa
Berhubung saya terbantu sekali dengan adanya blog-blog yang menceritakan tentang prosedur pengurusan paspor online, jadi saya juga merasa harus menulis disini, siapa tau ada yang mau bikin paspor online juga. sudah ada sedikit perubahan prosedur ketika saya membuatnya di September 2014 ini. Kantor imigrasi yang saya tuju, Kanim Jakarta Timur,di sebelah LP cipinang, jadi belum melayani sistem one day service seperti di jakarta pusat dan barat.
Kita mulai dari persyaratan dulu ya. Untuk anak:
1. KK
2. Akte Lahir
3. KTP ayah ibu (ini difotokopi berdampingan gitu di satu HVS)
4. surat nikah ayah ibu.
Kalau untuk orang dewasa (saya perpanjang paspor, plus paspor lama saya masih alamat di ktp lama)
1. KK
2. KTP
3. Paspor Lama
4. Akte kelahiran/ijazah. (akte asli saya ga ada, jadi saya pakai ijazah s1)
Semua dokumen tersebut difotokopi 1 kali di kertas A 4 UTUH. Jangan insiatif dipotong rapih yaa fotokopi KTP dkk nya itu. Berhubung saya bikin buat Zara juga jadi semua dokumen saya fotokopi 2 kali. bahkan paspor ayahnya dan ktp asli ayahnya juga saya bawa dan saya fotokopi, buat jaga-jaga.
Siapkan semua dokumen itu, pastikan gak ada yang expired atau gak matching satu sama lain. dari blog lain yang saya baca, ada negara yang ga bolehin alamat KTP beda dengan alamat paspor, jadi sebaiknya KK, KTP, Paspor satu alamat ya biar lancar urusannya.
Lalu daftar di http://ipass.imigrasi.go.id:8080/
Disitu pilih menu "PRa Pemohonan Proposal". Untuk step by step pengisian online ini, monggo dicek disini. Naah tapi sudah ada sedikit perbedaan pengisian online yang saya lakukan dengan tautan blog tadi. Jadi sekarang kita sudah tidak lagi diminta untuk unggah hasil scan dokumen-dokumen. Jadi kalau sudah selesai isi formulirnya, kita akan dikirimkan email form pembayaran. Pembayaran ini cuma bisa dilakukan di teller BNI. Totalnya 355.000,baru naik Juli kemarin huhuhu telat dikit. Print deh itu formulir, terus bawa ke BNI, bayar, dan kita kan dikasih 2 slip karbon buat imigrasi, 1 slip asli buat kita.
Kalau sudah bayar, masuk lagi ke email dan ikuti tautan yang diberikan di email imigrasi. Ikuti aja langkah pengisian disana. Nanti kita diminta mengisi nomor registrasi atau referensi Bank gitu (lupa istilah benernya apa). Nah nomer ini ada di slip yang diberikan oleh BNI, di bagian bawah. Kita juga akan diminta pilih tanggal datang, dan tanggal kedatangan minimal satu hari dari pengisian kayanya. Saya bayar di BNI senin pagi, lalu verifikasi di hari senin, dan bisa memilih untuk hari selasa besoknya. Setelah itu, kita akan kembali mendapat email "Tanda terima Permohonan" (ada 4 halaman). Cukup diprint aja, gak perlu di fotokopi lagi. Jadi, yang harus disiapkan sebelum ke kantor imigrasi adalah dokumen-dokumen yang sudah disebutkan sebelumnya (asli dan fotokopi), lembaran tanda terima permohonan, dan slip pembayaran dari Bank.
---------------------------------------------------------------------
part 2: Datang ke Imigrasi
(Tambahan: jangan lupa bawa materai dan pulpen warna hitam)
Buat yang mau bikinin paspor anak, kalo rumahnya terjangkau dari kantor imigrasi, sebaiknya anaknya ditinggal dulu di rumah, jagan langsung dibawa dari pagi. Saya sampai di sana jam 7.10, langsung naik ke lantai 2, disana udah ada beberapa orang diri-diri mengantri. Mas-mas petugas mengarahkan saya untuk mengantri di baris kiri. Jam 7.45 loket dibuka, alhamdulillah semua orang berjalan mengikuti barisan, gak ada adegan heboh kaya rebutan sembako gitu. kita diarahkan ke loket nomer 6. Disitu kita hanya diminta mengeluarkan slip pembayaran dan tanda terima permohonan. Setelah mendapat nomor dari loket 6, saya menunggu di depan loket 5, khusus yang daftar online juga. Saya mendapat antrian nomor 17, lumanyun juga padahal udah datang lumayan pagi. Di loket 6 ini saya mendapatkan surat pernyataan yangharus diisi dengan pulpen hitam. Kira-kira jam 8.50 saya dipanggil di loket 5, disitu barulah menyerahkan dokumen-dokumen fotokopi dan bundelan form yang diberikan dari loket 6. Ketika mbak nya verifikasi, Uh Lala Moment nya adalah ternyata tangggal lahir Zara di KK salah! Saya udah deg-degan gagal bikin paspor hari itu. Mbaknya memberi solusi agar saya menulis surat pernyataan bahwa ada kekeliruan bla bla bla, plus dikasih materai. Untunglah saya membawa 3 materai. Mbaknya bilang nanti dikasih tau aja dengan petugas yang wawancara kalau KK nya mau dikoreksi. Naah verifikasi data ini selesai jam 9 pagi. Saya langusung cuss jemput zara di rumah, dan sampai lagi disana jam 9.45. Foto dan wawancara untuk pemohon online baru dimulai pukul 10 pagi (di blog yang lain, kabarnya baru bukanya jam 1, alhamdulillah ntah ini sistem baru atau beda2 tiap kantor imigrasi).
Nunggu buat foto ini lumayan lama, kira-kira satu jam. setelah itu juga masih harus nunggu buat wawancara. Saya masuk ke ruang foto 10.45. Alhamdulillah Zara patuh banget pas difoto :'). Naah sampai disini semua masih lancar-lancar aja. Di babak terakhir, wawancara, saya deg-degan karena kesalahan KK itu. Ada 4 orang petugas wawancara, semuanya bapak-bapak, dan bapak paling kanan penampakan nya paling jutek. Sebelumnya ada orang yang dia marahin, tapi ini kayanya karena orangnya belom lengkap dokumennya gitu sih. Saya doa, "Ya Allah, jangan wawancara ama bapak itu dong". Tapi terus saya sadar, redaksional doa saya ubah, "Ya Allah tolong dong saya diwawancara dengan yang memperlancar urusan ini". Dan taraaa doa saya dikabulkan, saya dapat wawancara dengan...SI BAPAK JUTEK :))) . Yaudin lah, pasrah aja. Pas duduk di depan si Bapak, ehh si bapak malah negor Zara ngomong "ting nung ning nuung". Meluluhkan ketegangan banget deh. Semua proses begitu lancar, saya cuma ditanya mau kemana. Abis itu beliau cuma ngecekin dokumen-dokumen yang ada. Sampai akhirnya beliau melihat surat pernyataan tentang KK yang saya buat. Mulai mules lagi dah. Ehhh ternyata si bapak cuma nanya, ini surat apa,saya jelasin dan dia cuma bilang "ooh", terus minta saya untuk ricek biodata saya dan zara di komputernya sudah benar atau belum. Lalu si bapak bilang ke Zara (beneran ngomongnya ke Zara) "Oke udah yaa dekk, udah boleh pulang.." YIPPPIEEEE gembiranya hatiku.. Never ever judge a book by its cover, huh?
Saking senengnya saya lupa nanya kapan paspor bisa diambil dan ada form apa lagi yang mungkin harus saya ambil. Setelah tanya petugas di luar ruangan, katanya bisa diambil seteelah 3 hari kerja, dan tinggal bawa bukti bayar BNI yang asli. Gampang kaaan.
Mari urus paspor sendiri secara online. Mudah dan sangat meringkas waktu.
Daaan satu lagi, saya selalu ingat pesan Mama (macam oppie andaresta), jagan pernah mempersulit orang lain kalau lagi berurusan dengan kita. Insya Allah nanti kita juga dimudahkan.. Dalam hal ini saya mungkin dipermudah dengan adanya Zara :))
Blok A lantai 3
do u know that happy feeling that makes you cant sleep because your head filled by words you want to write?
Just like this nite.
Gue baru ketemuan ama genggong asrama kampus jaman dulu (jaman dulu? 2006 udah sejadul itu ya? x)). Kami dulu disatukan oleh satu bangunan yang terletak di Blok A, lantai 3, yang disebut A.3. Semua penghuni A .3 cukup dekat, tapi layaknya suatu kelompok besar, didalamnya tentu ada kelompok kecil. Saya sebut sajalah kelompok kecil saya ini sebagai geng cobek. jauh sebelum cabe-cabean ngehits, kita sudah lekat dengan dunia cabe karena hobi bikin sambel plus ikan asin, terus makan rame-rame. Keberadaan teman-teman inilah yang membuat kisahtentang asrama jauh dari cerita horor dan kriminal. Padahal katanya gedung kita kan paling tua, gedung pertama di asrama itu, tapi alhamdulillah 1,5 taun gue disana kalau pipis tengah malem ke wc yang adanya di pojokan itu gue aman-aman aja, padahal kalo dipikir-pikir sekarang, lorong-lorong asrama itu sungguh seperti di film2 kunti. Kalau di gedung lain heboh dengan kasus kriminal pencurian yang marak terjadi, lah kita (gue sih terutama heheh) santai bingit ninggalin kamar ternganga lebar-lebar sementara gue melancong ke kamar-kamar lain. Pokoknya kalau ditanya"apa pendapat anda tentang asrama UI?" jawaban gw cuma 1. "MENYENANGKAN"
ini makhluk-makhluknya
(mulai dari kiri: kerudung merah: Raissa. Sebelahnya yang kerudung coklat: Lingga. Kerudung ijo: Tuan Putri. Kiri atas: Esy. Sebelahnya yang baju putih: Kanty. Lalu terakhir: Eka)
Dan malam ini kita reuni, minus lingga yang sekarang berbakti kepada negara dan mengabdi di puskesmas-puskesmas sekitaran probolinggo sana, serta Esy yang lagi heboh lembur jadi batal datang.
Gue mau bahas satu-satu tentang apa yang paling gue inget dari ni orang-orang.
Raissa: Tau simbiosis parasitisme? nah seperti inilah seringnya hubungan yang menggambarkan gue dan raissa. Iya, gue parasitnya :)). Gue adalah parasit materi kuliah dan handout2 kala ujian. Gw belajar kalo raissa udah kelar belajar. Kenapa? karena gue (hampir) selalu minjem handoutnya, dan itu cuma bisa dilakukan kalo raissa udah tidur :)). Kita pernah ngasih raissa surprise ultah gitu dengan drama yang skenarionya raissa dituduh nyuri daleman teman kita, laras. Alih-alih berujung bahagia, malah berujung menegangkan kaya reality show termehek-mehek. Abis tau dikerjain eehh si raissa marah-marah, lari ke kamar mandi, dan.....BENGEK NYA KAMBUH PARAH. Sejak saat itu, raissa tidak pernah mendapatkan surprise-surprise lagi :))
Lingga: Kita manggilnya dengan sebutan "mama" karena lingga memang kaya emak kita. Berkat dia lah kita bisa kenyang dengan sambal dan ikan asin (iya, yang lain nonton, biarkan tangan ajaib lingga yang bekerja meracik dan mengulek sambel itu). Gue inget kalo gue sering banget pagi-pagi numpang tidur lagi di kamar lingga. entah kenapa. Jadi sementara orangnya udah beres-beres kamar sambi dengerin I-radio, terdapatlah seonggok daging yang tidur pulas di kasurnya. Kalo analsis yang lain sih karena kamar lingga tuh bersih selalu, jadi adem. Kamar gue? mmmmmmm......
Esy: Yang paling diingat dari esy adalah, tivinya yang selalu nyala, setia menonton FTV ataupun sinetron. Tanyalah pada esy, niscaya dia tau semua judul absurd FTV dan khatam dengan cerita-ceritanya.
Kanty : Kalo yang ini, sebenarnya kalo dipikir-pikir aneh tapi nyata gue bisa deket, karena beberapa sifatnya 180 derajat bedanya ama gue. Beda doang mah gapapa, tapi ini sifat-sifat yang biasanya sulit gue tolerir pada orang kebanyakan. 1. Kanty itu lelet, persiapan dia kalo pergi-pergi itu ada 7 step. Bahkan mencakup melentikkan bulu mata. BOK KULIAH DOANG PAKE KRITINGIN BULU MATA. gagal paham gue. 2. Kanty itu gak bisa sendiri. Bahkan ga pernah mau makan di kantin asrama sendirian. 3. Kanty itu mellow. Lah gue bawaannya liat orang mellow selalu bikin kepala gue mendidih :)). Ciri khas kanty selama di asrama adalah celana training pink, kaos, dan mp4 yang selalu nyantol. Mmmm,sama gonta ganti "temen" makan di asrama sih :p :))))
Eka: Ini adalah teman teplok di kasur kala weekend. Kenapa cuma weekend? karena kalo weekdays, eka selalu berangkat jam 7 pagi. Jadi hampir setiap hari ekalah yang bangunin gue buat kuliah dengan kondisi dia udah rapi jali beserta ransel di punggung dan buku cetak tebal di tangan. Lebaynya anak ini di bidang akademis gak perlu diragukan lagi. Kalo udah musim ujian dia sibuk menghitung mundur jam hingga ke waktu ujian. Nyebelinnya lagi dia pernah nangis sesenggukan pas pulang ke asrama. Gue yang berusaha perhatian bertanya kenapa gerangan. Jawabannya? "UJIAN EKA SALAH SATU" sambi bercucuran air mata. Pengen disarden gak tuh temen macam gini? Eka juga dikenal dengan suara telponannya di malah hari, nelpon mamaknya. SETIAP HARI. kalo gak bisa homesick mintak pulang ke medan dia kurasa.
Segitu aja ya nostalgianya. Anak gue udah menunjukkan gejala mau bangun. *Antiklimaks* :)))
cupmuah pokonyaaa :*