More Engage (Mortgage Application)
First of All i say big thanks to Indonesia Government who has given my TUMBLR back to me. Because, Writing is being my therapy from negativity.
Nah untuk memulai 2019 yang lebih baik ini, aku mau berbagi mengenai Ide yang muncul saat saya mengikuti seleksi menjadi Ambassador from my company. This idea just comes up Alhamdulilah mengantarkan aku menjadi ‘‘Second Runner Up’‘ tapi sebenarnya bisa menjadi the winner sih. But yaaa.... Begitulah, Tuhan berencana lain. Tetapi at least one of the best judges sangat mengapresisasi ide aku yang membuat semua kontestan terpaksa berfikir lebih karena tulisan ku ini hahahha.... Jurinya itu adalah IKA NATASSA. Tahu Antalogi rasa kan? kalau nggk tahu hmmm mungkin kamu tahu atau sudah nonton Critical Eleven. Yap dia penilainya,,... so proud banget lah kata anak Jakarta Selatan...
ENJOY ya baca ide ku ini
Dewasa ini perkembangan finansial teknologi sudah menjadi ancaman nyata bagi bisnis perbankan sekarang dan di masa depan. Munculnya perusahaan dengan teknologi aplikasi non- perbankan melalui aplikasi mengakibatkan apa yang disebut banking disruption dapat diartikan yaitu ganggungan terhadap perbankan (Krisna Wijaya : InfoBank ). Pada September 2015, Asosiasi Fintech Indonesia (AFI) menjadikan fintech sebagai sorotan di pasar finansial Indonesia dimana semua orang bisa menjadi pemberi dan peminjam kredit. Asosiasi FinTech Indonesia ini hadir sebagai wadah yang menghimpun perusahaan dan institusi para pelaku sektor jasa keuangan yang menggunakan kemajuan teknologi dalam menjalankan usahanya.
Sampai saat ini terdapat 142 perusahaan startup, 24 Lembaga Keuangan, dan 7 Mitra Asosiasi (Fintech.id), melihat kualitas dari metode peer to peer lending yang dilakukan oleh perusahaan fintech dinilai sudah baik oleh OJK dibuktikan dengan angka NPL akumulasi industri hingga April 2018 mencapai 0,53%, sedangkan di akhir Januari 2018 berada di level 1,28%. (kontan.co.id). Melihat perkembangan ini Industri perbankan harus berinovasi untuk bisa segera memasarkan produknya dengan lebih efektif, efisien dan tepat.
Salah satu hal yang bisa kita manfaatkan dari perkembangan bisnis ini terutama di dunia perbankan khususnya pada Bank Customer Data, sudah harus menyesuaikan perubahan business model masyarakat yaitu antara teknologi dan finansial. Hal ini sejalan dengan semangat Bank Customer Data untuk menjadi Branchless banking dimana nasabah mulai dibiasakan untuk bisa hidup dengan self-services. Senanda dengan analisa Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) lebih dari 50% masyarakat Indonesia sepanjang 2017 tercatat ada 131 juta orang sudah terkoneksi dengan internet atau gadget sehingga bisnis merket online yaitu finansial technology menjadi sangat penting untuk digali. Dtambah lagi jika 20% dari 131 juta orang tersebut adalah nasabah Loyal Bank. Hal ini akan menjadi feedback yang baik bagi market share Bank terutama dalam pengembangan bisnis.
Melihat kondisi pasar yang ada saat ini dikaitkan dengan bisnis inti beberapa perbankan saat ini yaitu produk- produk retail khususnya KPR menjadi sangat mungkin dapat meningkatkan aset Bank di masa depan. Untuk itu solusi untuk menjawab tantangan tersebut adalah dengan membentuk suatu paltform yang dinamakan More Engage Application (Mortgage Application).
More Engage Application adalah aplikasi yang diciptakan dan dibangun untuk meningkatkan pencapaian Kredit Kepemilikan Rumah dengan cara yang lebih tetap sasaran, efektif, dan efisien dengan berbasis data pelanggan loyal Bank dilihat dari mutasi kredit di rekening pelanggan. Manfaat dari aplikasi ini sebagai berikut :
1. Menghemat biaya operasional mulai dari biaya cetak form aplikasi dan syarat-syarat lainnya.
2. Target market lebih terukur dan up to date karena, data terdapat basis nasabah yang sudah di bersihkan.
3. Menghemat biaya tenaga kerja.
4. Mulai proses inisiasi sampai kredit disetujui dapat dipantau langsung oleh nasabah sehingga,bisa meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap Bank.
5. Persyaratan nasabah lebih sedikit seperti nasabah hanya perlu mengupload sendiri data pribadinya mulai dari KTP,NPWP, SK, dan mengupdate jumlah penghasilan rutin pada tanggal tertentu dengan data real yang ada di Bank Customer Data.
6. Nasabah hanya akan datang ke Bank Customer Data saat surat Perjanjian Kredit sudah dibentuk oleh sistem dengan bukti barrcode yang di scan pada sistem LOS Bank Customer Data terdekat.
Nah aplikasi ini yang ingin dan saya harapkan bisa dikembangkan di Indonesia, kenapa? mengingat masyarakat sekarang memiliki sifat serba mudah, cepat, dan real time. Tidak bisa menyalahkan siapapun karena, dunia keep moving forward dan selalu menyesuaikan kehendak manusia yang hidup didalamnya.
Alhamadulillah fruitful day banget karena, udah lama nggak mengetik hal-hal yang bermanfaat bagi orang banyak. Hope you enjoy ya Guys dan boleh di komentari ya...