Dia datang dari jauh.
memutuskan untuk bisa lama berchat-chatan, ngobrol ngalur ditelepon itu tidak gampang. ada saja sikap untuk tidak,cukup saja,ah males,atau kapan2 aja deh. apalagi dengan jarak jam hampir 6jam .
tapi tidak untuk Dia.
Dia yang jauh.
Dia yang tidak ada dipikiran, bahkan diingatan.
Dia yang berbeda.
Dia yang datang hanya bermodal paketan internet untuk nyoba masuk dalam kehidupanku.
Dia yang membuat bekas “luka” itu mulai tidak terasa lagi.
dua tahun, ketika merasa sayang itu berat. harus berjuang. harus cemburu. harus takut hilang. harus banyak berlatih sabar. harus blablabla lainnya.
Dia yang penuh kasih, datang untuk menenangkan. mengerti. menjelaskan yang terlalu rumit. dan memberi dengan penuh ikhlas . dan dia datang dengan bukti. bukti untuk membuktikan apa yang dia ucap dan rasakan.
terimakasih si penyabar. si ga doyan pedes. si yang suka “huek” kalo mau dijejelin keju.
orang yang jarang marah.
orang yang “iyaiya aku minta maaf ya” padahal aku cuma kesel.
#semogakamutidaksementara
#semogakitaseterusnya












