Teruntuk kamu yang disana. Ini sudah hari ke -sembilan setelah melihat mu didepan muka dengan sangat nyata dan jelas meski begitu kurang dan tidak puas.
Hari itu, sorak seisi venue sangat ramai. Menunggumu sambil bernyanyi dan memanggil namamu agar kamu lekas keluar dari balik panggung yang terang. Namun, tidak dengan aku. Pikiranku sangat kacau. Menunggumu dengan hati yang semakin bergedup kencang. Hingga rasanya aku ingin keluar dari sini dan pergi jauh. Tidak apa- meski aku menyesal karena tidak melihat mu malam itu. Karena, hatiku terlalu kecil. Hatiku terlalu takut. Hatiku berkata takut untuk semakin merindu setelah bertemu. Takut semakin gelisah, karena kembali mengingatmu.
Malam itu, Waktu itu-pun tiba... Kamu hadir dari balik panggung megah. melakukan soundchek dengan lagu ‘superstar’. Serasa seluruh tubuh tiba-tiba menjadi kaku. Aku mematung, mematung karena tidak percaya bisa melihatmu. Apa ini lagi-lagi sebuah mimpi yang indah? aku begitu tidak percaya, Melihatmu begitu dekat meskit tidak saling tatap. Melihatmu dengan jelas meski masih terbatas. Mematung hingga rasanya sesak dan bahkan tak mampu untuk bergerak. Dan tanpa terasa, air mata mengalir dengan sendirinya. Menangis sejadi-jadinya dalam keramaian yang sangat bising. Semua sibuk dengan ls dan hp untuk merekam dirimu. Tidak dengan aku yang semakin rapuh melihatmu. Pukul tujuh malam, konser dimulai dengan lagu ‘heart breaker’. Lagi lagi air mata mengalir melihatmu dengan sangat jelas. Menangisi kehadiranmu yang begitu berarti meski mengupas hati. Masih sangat terasa seperti mimpi yang tak ingin terhenti.
Entah mengapa, dalam keramaian aku merasa seperti hanya seorang diri. Air mata tak henti-hentinya mengalir membasahi pipi. Menangisi dirimu dalam kenyataan mimpi. Menangisimu dalam kebahagiaan hati. Bisakah aku kembali melihatmu dilain waktu nanti? Melihatmu dengan lebih jelas dan lebih dekat? Ini konser rasa apa? Mengapa aku tidak seperti yang lainnya. Bersorak-sorak, menyanyi bersama-sama. Lagu terakhir adalah ‘untitled 2014’ . Lagu yang semakin buat suasana hati membeku. Semakin buat hati merasa membendung.
Dua jam kurang melihatmu dengan tajam. Berusaha untuk menetralkan diri meski airmata kian mengalir tanpa henti. Belum puas rasanya namun waktu sudah kembali memisahkan. Apa ini yang sering dibilang jika waktu itu benar-benar jahat. Memberi waktu untuk melihat sebentar namun memisahkannya dengan bertahun-tahun. Usai menyanyi ia pergi tanpa pamit. Dengan senyuman manis ia meninggalkan hati yang semakin perih. Rasanya tak ingin ini berlalu begitu cepat. Jika bisa, aku ingin menghentikan waktu. Agar kita bisa bersama dengan waktu yang lama. Sesak hati semakin jadi... Aku-pun nangis sejadi-jadinya... • Dan aku rasa.... Ini adalah mimpi terpanjang yang Belum pernah terjadi... Mimpi terpanjang dengan cerita yang pedih... Mimpi terpanjang dengan usai yang sedih... Dan hari ini (juga) aku memberanikan diri untuk kembali melihatmu dalam jenis video atau foto manapun. Dan mendengar suara merdumu dalam file music handphone atau lainnya.
Jakarta, 2017.09.12 22.49
Dan waktu itu adalah, 03 September 2018 dengan perasaan berwarna warni menghiasi hati.