Tak ada kesedihan yang kekal Tak ada pula kebahagiaan yang abadi Baginilah hari demi hari Harusnya menambah harapan demi harapan

seen from China
seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from Colombia
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Indonesia
seen from Brazil
seen from Venezuela
seen from Brazil
seen from Bahrain
seen from Philippines

seen from Mexico
seen from United States

seen from Germany

seen from Brazil
seen from Argentina
seen from Mexico
seen from United States
seen from United States
@fauzannurromadhon-blog
Tak ada kesedihan yang kekal Tak ada pula kebahagiaan yang abadi Baginilah hari demi hari Harusnya menambah harapan demi harapan
Tidaklah dinamakan dinar melainkan terdiri dari 2, din : agama, dan naar : api / neraka Sesungguhnya barang siapa yang mengambilnya dengan haknya, maka itulah agamanya Dan sungguh barang siapa yang mengambilnya tanpa hak, maka itulah neraka nya - Malik bin Dinar (at Masjid Istiqlal)
Bagaimana kalau sukses yang kamu inginkan tidak membawamu ke surga? Bagaimana kalau sukses yang kamu inginkan tidak membawamu ke surga? Bagaimana kalau sukses yang kamu inginkan tidak membawamu ke surga? Sia sialah apa yang kamu usahakan selama itu (at Magetan, Jawa Timur, Indonesia)
Kamu berjalan menuju tempat seminar tokoh inspirasimu bersama seorang anak kecil. Saat perjalanan, ia tersandung, jatuh, lalu bangkit lagi. Kamu terinspirasi oleh seorang tokoh sukses terkenal. Padahal dia terinspirasi oleh seorang anak kecil yang tersandung dan bangkit lagi yang ia temui saat perjalanan menuju tempat seminar. (at Mahad Thaybah Surabaya)
Kematian itu satu kali. Dan kamu bisa membukanya dengan kehidupan. Apakah benar kehidupan abadi itu ada? Ya, dan kamu bisa memasukinya lewat pintu kematian. (at Lawu Mountain)
Ada seorang pemuda yang jarang bertemu ibunya. Suatu ketika dia diingatkan istrinya untuk mengajak ibunya makan di sebuah restoran. Malam itu dikabarilah ibunya bahwa besok ia hendak mengajaknya makan di restoran. Sang ibu terkejut dan terheran heran dengan ajakan itu. Ada apa dengan anaknya? Selama bertahun tahun tidak pernah bertemu sekali ini langsung mengajaknya makan? Esoknya datanglah pemuda itu dengan kendaraannya di rumah ibunya. Ibunya sudah menunggu didepan rumah. Ibunya lalu bertanya pada anakanya apakah dia baik baik saja. Beliau juga mengabarkan bahwa seluruh warga desa ini tidak tersisa kecuali tahu kalau sang ibu akan pergi bersama anaknya makan malam. Bentuk wujud bahagianya atas undangan perjamuan anaknya. Anakku telah kembali, gumamnya. Bersambung... - Diambil dari tausyiah ust. Syafiq Riza Basalamah (at Mahad Thaybah Surabaya)
Rezeki yang ditetapkan untukmu tidak akan lari walau kamu menghindar dengan pesawat ulang alik. Rezeki yang tidak ditetapkan untukmu tidak akan kamu dapatkan walau kamu mengejarnya diantara lautan emas. (at Ketengan, Jawa Timur, Indonesia)
Apakah kamu mengaku beriman lalu dibiarkan tanpa diuji? Sungguh orang-orang terdahulu mengorbankan nyawanya demi keimanannya. Sekarang kamu cuma tertusuk duri dan hendak menggadaikan keimananmu? (at Tawangmangu, Jawa Tengah, Indonesia)
Bersemangatlah atas apa yang memberimu manfaat dan minta tolonglah kepada Allah dan jangan malas (at Mahad Thaybah Surabaya)
Jika kekayaan, kenikmatan, dan kenyamanan hidup merupakan tolok ukur ridho Allah atasmu, ketahuilah, Rasulullah kekurangan makanan selama 3 hari diperang Khandaq hingga mengikatkan batu diperutnya untuk mengganjal lapar (at Pesantren Darush Sholihin Gunungkidul)
Tidak ada jaminan surga bagimu. Ketergelinciranmu bisa membawamu ke neraka. Tidak ada jaminan neraka bagimu. Taubatmu bisa mengangkatmu masuk ke surga. Sebaik baik orang adalah yang segera bertaubat atas ketergelincirannya (at Villa Dandung Tretes)
Yang kau ketik, Allah tahu. Yang belum kau ketik namun hendak kau ketik, Allah tahu. Bahkan yang hendak kau ketik, lalu kau urungkan dan tidak jadi kau ketik, Allah tetap tahu. Lalu dari arah mana kau akan menghindar dan selamat atas jejakmu? (at Yayasan Nidaul Fitrah)
I spent so much money just to find how expensive 1 rupiah is I spent so many time just to find how precious 1 second is I mess with so many people just to find how hard finding a person like you (at Mahad Thaybah Surabaya)
Suatu zaman dimana fitnah melanda, seseorang beriman dipagi hari lalu sore harinya kafir. Sore beriman lalu paginya kafir. Pada saat itu orang yang duduk lebih baik daripada yang berdiri, yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, orang yang berjalan lebih baik dari orang yang berjalan cepat. Bila kau temu macam ni, patahkan busur, putuskan tali panah, dan pukul pedangmu dengan batu, bersikaplah dengan sikap anak Adam yang terbaik (Habil) (at Villa Panderman Hill,Batu Malang)
Gunung gunung ini akan menjadi seperti anai anai yang beterbangan, apalagi rumah yang ada dikanan kirinya Maka beruntunglah orang yang mempersiapkan diri (at Villa Panderman Hill,Batu Malang)
Allah mencabut nikmatnya sehat dan enaknya makan ketika sakit. Allah juga mencabut dosa. Saat sembuh, Allah hanya mengembalikan nikmat sehat dan makan tapi tidak mengembalikan dosa. Maka segala puji hanya bagi Allah Yang Maha Mengampuni dosa. (at Batu (city))
Duka Dihari Kosong
Hari ini, Kamis, tiap pagi jam 7 aku harus masuk kelas Technopreneur 37. Berlangsung selama 2 jam. Namun hari ini tidak demikian. Perkuliahan diganti dihari Sabtu dengan kuliah tamu. Maka pagi itu, aku senang dengan kekosongan kuliahku. Artinya sampai nanti siang aku tidak akan masuk kelas. Jam setengah 2 siang, aku harus masuk kelas SPK.
Ditengah kekosongan itu, datang kabar dari ustadz. Uways, putranya yang selama 1 bulan lebih dirawat diruang intensif, meninggal. Bukan kepalang pengorbanan yang telah dikeluarkan keluarganya. Tapi ajal tak kenal kompromi. Karena kosong, aku menyempatkan diri untuk hadir di rumah sakit menemani Ustadz sekejap setelah mendengar kabar itu. Harapannya aku tidak tertinggal dari ustadz di rumah sakit.
Ternyata sudah banyak orang disana. Betapa nikmat orang yang berpengaruh kepada banyak manusia. Dirinya dimuliakan dengan kehadiran tenaga dan pikiran dari orang orang yang dipengaruhinya. Aku jadi teringat dengan kematian ayahku beberapa bulan lalu.
Cukup lama proses administrasi di rumah sakit. Siang itu kami semua baru bisa keluar dari rumah sakit.
Di Thaybah sudah berjubel ratusan orang. Didalam dan diluar masjid. Tampak Ustadz sedang memandikan jenazah putranya. Tidak lama setelah selesai dimandikan, manusia bergerumun untuk mensholatinya. Bahkan ketika imam belum ada pun orang orang sudah berbaris rapi. Aku iri dengan manusia yanh bisa mendatangkan perhatian banyak orang dengan kebaikannya. Dihari itu juga jenazah dimakamkan. Semua berlangsung cepat dan lancar. Semoga ini merupakan salah satu tanda akhir yang baik.