Just so you know: I was trying my best to live, till you came along.
Cosmic Funnies
RMH
Xuebing Du
I'd rather be in outer space 🛸

Origami Around

shark vs the universe
Mike Driver

Love Begins
Keni
🪼
No title available
almost home
No title available

if i look back, i am lost
KIROKAZE
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
TVSTRANGERTHINGS

No title available
occasionally subtle
Monterey Bay Aquarium
seen from United States

seen from France

seen from India

seen from Spain
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Switzerland
seen from United States

seen from T1

seen from Spain

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States

seen from Germany

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Germany
seen from Spain
seen from United States

seen from United States
@fckpnch
Just so you know: I was trying my best to live, till you came along.
Member aku baru kena gout. Jadi macam brader-brader bila umur macam ni, topik sembang akan sedikit sebanyak berkisar tentang pasal kerisauan mengenai kesihatan. Sebab selalunya bila dah dekat masuk umur simpang malaikat (44) ni memang kena betul-betul jaga pemakanan dan kesihatan.
Mungkin sebab juga tu orang selalu petik qoute “life begins at 40” tu, tapi aku tuduh sebenarnya tu life after death.
Keh keh keh.
Mimpi pagi, sedarnya petang. Kaisnya pagi, tapi langsung tak pulang. Realiti hidup membaham pinggang, sesak bernafas dalam hutang. Berharap sinar, berhati lapang. Agar nasib, tak dirudung malang. Penatnya hidup berulang-ulang. Dunia bergelumang, pantang larang.
I’m sorry. I’ve not been writing. I haven’t been myself lately. Things are quiet and unproductive. Maybe I became lazy, maybe Im too old for this. Or maybe, just maybe, I’m slowly accepting the fact that it is meaningless to write random things in my head, so somewhere along the line, I kept myself busy from my thoughts, and it remained shut although i tried many times to unlock them. Its hard, but I somehow have an itch to write things i’ve long forgotten.
Kata, mencair jadi racun pada hati, untuk mati. Kata, bagi mereka, berkarat jadi murah dan tidak berharga, kusam dan tak bermaya, pada mereka-mereka yang lupa. Kata, yang selalunya menjadi sehelai doa untuk setiap tujuan, menyaluti sedikit harapan, mengharap pada sinar-sinar masa depan.
Rinduku, cuma tetamu pada sang ratu. Umpama sepotong lagu khayal bercandu, meresap kalbu. Malu-malu. Meruap, menyingkir. Di dalamnya terukir kata dan senyuman itu, kau tenggelam, syahdu bermadu. Umpama dedalu pada waktu: antara debu, ribut dan bayangmu.
Dalam dunia sempurna mereka, yang terbaik dari kau itu selalunya belum tentu cukup.
Sekiranya agama itu candu, maka drama tv petang-petang pula adalah Methamphetamine.
Logik, kan?
Permainan siapa betul, siapa salah di internet bukan lah bergantung pada siapa yang sanggup membuka busuk pekung dada masing-masing, tapi seberapa banyak penangguhan fakta/auta untuk masyarakat mengetahuinya. Semuanya harus tampil suci dan tidak kelihatan berat sebelah.
Tapi untuk meraih segerombolan simpati dari masyarakat netizen, ya silakan.
Satu barang. Ideanya free, tapi dengan modal RM5. Barang siap, terus jual secara langsung ke Pembeli dengan harga RM25. Pembeli kemudiannya jual ke Picker, lepas tu Picker bukak harga RM30 ke Reseller. Reseller beli, kemudian jual pulak jual RM45 pada Collector. Collector beli, peram kejap kemudian jualbalik dengan harga RM150 ke collector lain. Setahun dua, dia jual balik tapi lipat harga tu.
Itulah dunia sekarang.
Entah siapa untung, siapa yang rugi.
Aku datang dengan seribu deru, tapi nafasku tak mampu mengalahkan waktu.
Ada sunyi dalam perkataan rindu, bila malam bulannya terang, samar-samar kebiruannya itu mengingatkan bibirku dan bibirmu pernah bertemu dibawah cahayanya. Kau bisik sepotong rahsia, lalu aku balas dengan kata pujangga yang tak seberapa, dan itu buat kau ketawa. Lucunya tak seberapa, tapi momen itu membeku. Membuku dalam aku.
We’re addicted to wise words, yet most of us just need silence.