Hatiku ini batu, Yang butuh lewati banyak proses pelapukan untuk bisa kembali menjadi debu.
Bersoraklah kamu yang mampu meleburkan. Genggam eratlah debu itu agar tidak bertaburan.
trying on a metaphor

祝日 / Permanent Vacation
taylor price
noise dept.

oozey mess

if i look back, i am lost

⁂

JBB: An Artblog!

Product Placement

ellievsbear
No title available
Peter Solarz
Mike Driver
One Nice Bug Per Day

Love Begins

titsay

Origami Around
Xuebing Du
Cosimo Galluzzi

Kaledo Art
seen from Brazil

seen from Canada
seen from Tunisia
seen from United States
seen from Algeria

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Bulgaria

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@firzarichsan8
Hatiku ini batu, Yang butuh lewati banyak proses pelapukan untuk bisa kembali menjadi debu.
Bersoraklah kamu yang mampu meleburkan. Genggam eratlah debu itu agar tidak bertaburan.
Aku, Kau, Waktu
Aku dan kau; terselip di dalam satu kata yang disebut "waktu". Aku dan kau; pernah menjelajahi waktu yang lalu, bercengkrama di waktu yang sekarang, hingga berbicara tentang waktu di masa yang akan datang. Aku dan kau; sedang menunggu waktu.
Ngapungkeun Langlayangan
Hesé, mun saukur jadi tukang moro langlayangan nu geus pégat mah, sainganana loba, kudu parébut jeung batur.
Mending ogé ngapungkeun sorangan; nyasar langlayangan batur, tuluy dibandang.
Ari weh hayang meunang mah da kudu aya kawani, kajeun resiko eléhna gedé ogé.
Hatinya (yang) Pecundang
Rumit untuk mengagumi seorang pesulap seperti dirimu, hanya dengan sekali mantra berbalut sapa, mampu melenyapkan segala murka yang tadinya bergumul di logika.
Segitiga yang Tajam Tiap Sudutnya
Karena terkadang bodoh dan setia itu beda tipis, untukmu, yang tanpa disadari membuatku terlarut juga seperti itu.
Something in the way she moves, Attracts me like no other lover.
Dan pada akhirnya, cinta yang kau terima akan berbanding lurus dengan cinta yang kau berikan.
Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai.
Pramoedya Ananta Toer
Sebab Lilin Tak Selamanya Ingin Menerangi
Sebatang lilin, dengan sepercik api yang selalu engkau hidupkan. Cahayanya tidak seberapa, ia redup bila harus dibandingkan dengan sang rembulan.
Sebatang lilin, yang juga ingin selalu menemanimu. Rela ia membakar dirinya, demi menuntunmu di kegelapan.
Sebatang lilin, yang kadang tidak engkau butuhkan. Ia selalu ingin menyala, menghangati malamu, walau terpaan angin selalu datang menggangu.
Sebatang lilin, yang menyadari jika ia tidak butuhkan. Melelehkan diri, bersamaan dengan sumbu-sumbu kehangatan itu, Meninggalkanmu kedinginan.
Firzarichsan, 19/09/15, di atas kasur kecilnya.
Muntah
Telingaku berdengung, seakan sudah enggan menerima semua celotehanmu. Sudah kudengar seluruh keluh kesahmu, aku bosan. Masuk dari kanan, secepat kilat ia keluar dari sisi kiri telingaku. Selalu ku abaikan. Kini, tiba-tiba perutku terasa mual. Kontraksi hebat terjadi disana. Ah, nampaknya aku sudah kekenyangan. Sudah terlalu banyak kalimat demi kalimat palsu itu aku lahap. Rasa mual tadi kini telah menyentuh dinding atas mulutku. Sekejap saja, seluruh kalimat-kalimat palsu itu langsung menggumpal di mulutku. Ku muntahkan seluruhnya. Terlihat sangat menjijikan. Kemudian ku duduk terdiam. Aku terheran-heran. Bagaimana bisa engkau memakan-memuntahkan-dan memakan kembali sesuatu yang menjijikan.
Serutan, Pensil dan Penghapus
Serutan, alangkah sangat teganya engkau, berulang kali kau serut si pensil dan memaksa ia agar terus menerus menuliskan kisah palsunya, kisah yang terlihat indah namun buruk kenyataannya. Sudahi serutan, kasihan ia, biarkanlah aku menghapus coretannya, walaupun aku terlihat buruk, namun percayalah, aku adalah penghapus yang lembut, tidak seperti kau, kau terlihat bagus namun kenyataannya kau tajam, serutan. Mohon, biarlah ku hapus dengan perlahan coretan si pensil itu, serutan.
Firzarichsan, 19/02/2015
Aku adalah burung. Bermigrasi kesana kemari. Mencari pohon yang rimbun. Untuk bersarang dengan nyaman.
Lautan biru ini adalah cermin kita. Kita adalah perahu yang berjalan di atasnya. Perahu oleng yang selalu berusaha tegak walau di terjang ombak.