Untuk semua sakit, biarkanlah..
Relakanlah...

❣ Chile in a Photography ❣
Keni

JVL
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Three Goblin Art

Product Placement
art blog(derogatory)
noise dept.
styofa doing anything
trying on a metaphor

@theartofmadeline
todays bird

tannertan36

祝日 / Permanent Vacation
Cosmic Funnies

Kiana Khansmith
Misplaced Lens Cap
Show & Tell

★
Stranger Things

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Portugal
seen from Germany

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Norway
seen from United States
seen from Portugal

seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Canada

seen from Malaysia
@fityanisyahrir
Untuk semua sakit, biarkanlah..
Relakanlah...
@fityanisyahrir
Jangan terlalu sibuk membandingkan hidupmu dan hidup orang lain. Hati-hati kamu lupa cara bersyukur.
fitriyanisyahrir
Cukupkan aku pada apa-apa yang memang untukku, Tuhan.
Sabarlah dan jangan tanya sampai di mana batas kesabaran itu. Karena membatasi sesuatu yang sebenarnya tidak berbatas adalah sebuah pembenaran atas ketidaksanggupan.
Fitriyani Syahrir
Orang bilang hidup itu persinggahan semata. Namun, tetaplah berarti. Karena kesan yang kau tinggalkan, adalah catatan bagi Tuhan bahwa kau mencintaiNya.
Anak tak butuh apa-apa selain kehadiran orangtuanya yang mencintainya.
Hal sederhana yang menjadi penentu apakah kelak ia menjadi kunci surga, atau sebaliknya.
Hal sederhana yang kadang dilupakan orangtuanya, hingga nanti kemudian bertanya mengapa anakku begitu jauh, padahal lupa ternyata ia yang sedari awal tak mencoba dekat.
Fitriyani Syahrir
Dalam "Merayakan Kegagalan", buku keenam saya. Alhamdulillah sudah beredar di Gramedia seluruh Indonesia. Jika ada yang berminat punya bukunya versi tandatangan dan sedikit kata mutiara (ahiw) bisa menghubungi saya via WhatsApp 085397878774. 🙏
"Jika kamu serius mengejar cintaNya, jangan kaget dengan caraNya membalas cintamu." Merayakan Kegagalan Fitriyani Syahrir
Akan tiba saatnya dimana saya akan menyerah pada kehidupan. Melangkah mundur perlahan, melepaskan dengan tabah apa yang sudah saya perjuangkan.
Ini bukan soal putus asa. Ini soal tahu diri.
Sebab apa-apa yang Tuhan beri, hanyalah titipan, yang suatu saat akan Dia ambil kembali, tak peduli kita siap atau tidak, kita terima atau tidak.
Dan ketika saat itu tiba, semoga saya sudah jauh lebih kuat, jauh lebih dewasa, menerima dengan sebaik-baiknya penerimaan, bahwa hidup hanya persinggahan, dan Dia menanti di ujung sana, di awal sebuah kehidupan yang lebih baik, abadi.
Fitriyani Syahrir Merayakan Kegagalan
Cukupkan aku pada apa-apa yang memang untukku, Tuhan.
Semoga semua yang diupayakan berujung pada kesyukuran atas apapun hasil akhirnya. Sebab secanggih apapun manusia meramalkan dan memastikan, Tuhan selalu penentu segalanya, dan keputusanNya selalu yang paling baik - percayalah.
Fitriyani Syahrir
Menikahi (Gengsi)
Salah pemahaman, salah persepsi, ujung-ujungnya salah tujuan.
Jika kemantapan menikah hanya diukur dari jumlah hantaran belanja, bukan saja salah, namun juga fatal.
Jika keseriusan menikah hanya dilihat dari mahalnya mahar, bukan saja salah, tapi juga bablas.
Menunggu kaya baru kemudian menikah jelas berbeda dengan menunggu mapan baru kemudian menikah.
Kaya dan mapan adalah dua hal berbeda.
Banyak uang jelas tak menjamin kemantapan hati seseorang. Uang sekali lagi memang penting, tapi bertanggungjawab sama Allah tidak butuh uang.
Banyak harta tentu saja bukan penjamin pernikahan akan mampu menjadi sakinah mawaddah apalagi penuh rahmah. Uang memang dibutuhkan, tapi rasa syukur adalah tiangnya. Sebanyak apapun harta, jika tak ada rasa syukur, maka takkan kau temui kata cukup. Yang tersisa adalah keluhan-keluhan, kurang ini kurang itu.
Dalam Islam, wanita yang baik adalah yang memurahkan maharnya. Bukan perkara murah harga diri, waduh salah besar! Tapi tentang memudahkan niat lelaki baik-baik yang datang untuk mengambil alih tanggungjawab dengan cara baik-baik.
Mahar tak mahal.
Yang menjadi mahal adalah gengsi.
Menikah bukan soal gengsi sayang.
Karena ujung-ujungnya gengsi hanya soal mata manusia. TUHAN MENILAI PROSES, BUKAN HASIL AKHIR.
Soal harta, setiap pasangan punya porsi masing-masing.
Tak perlu bertanya calon si A kerja apa?
Tak perlu berspekulasi calon si B mungkin pengangguran.
Karena matematika Tuhan tak sedangkal matematikamu.
Saya dan suami menikah saat kami sama-sama tak berpenghasilan.
Saya tak bekerja.
Suami pun baru melepas pekerjaan.
Kemantapan dan keseriusan seseorang tidak dilihat dari mahar atau hantaran uang belanja. Tapi saat ia dengan serius mengajak menikah, dan tak membiarkanmu putus asa meski rezeki tak kunjung datang, itulah keseriusan, itulah kemantapan.
Yang bertanggungjawab akan selalu mencari jalan rezeki.
Yang setia akan selalu menemukan jawaban utk setiap kegelisahan.
Yang benar-benar mencintai akan selalu berjuang meski dalam sehari mungkin hanya bisa bawa pulang sepuluh ribu perak.
Hidup itu perjuangan.
Dan sekali lagi, bersyukur! Karena dalam setiap kesusahan, Allah sedang menyiapkan banyak hadiah bahagia - hanya jika kamu bersabar.
Untuk pasangan baru menikah yang bahagianya terhapus menjadi kegalauan soal uang, tenanglah. Bekerjalah apapun yang penting halal. Berdaganglah. Jualan ini itu meski untung tak seberapa. Jauh lebih mulia ketimbang merengek mengeluh atau meminta.
Untuk yang sudah sangat ingin menikah namun tuntutan finansial selalu jadi batu penghalang, hancurkan batu itu dengan sedekah. Sebab bantuan Allah selalu hadir di ujung pengharapan. Banyak yang kau beri atas nama Allah, nantikan bagaimana Allah mengatur jalan cerita cintamu melebihi apa yang kau angankan.
#fitriyanisyahrir
Jangan menghakimi orang lain atas apa-apa yang hanya kau terka-terka. Hidup tidak sebercanda itu!
Yang menjadi berat bukan kata orang, tapi cara kita menanggapi apa kata orang. Jika yang diberi adalah berupa pujian, doakan mereka diberi ampunan atas ketidaktahuan mereka pada aib kita. Jika yang diberi adalah hinaan, jangan kecil hati, jadikan cerminan agar bisa lebih baik. Sebenarnya mudah, cara pikir kita yang kadang membuatnya menjadi rumit. Hidup sudah susah, jangan dibuat tambah susah.
Fitriyani Syahrir
Hidup itu harus saling sayang, saling lihat, saling bawa ke arah yang baik-baik. Makan yang memang punya kita, jangan ambil yang orang lain punya. Hidup itu harus pintar-pintar tahu diri, tahu batasan, mana yang boleh, mana yang tidak boleh. Hidup itu harus pandai bersyukur, jika ada alhamdulillah, tak ada pun alhamdulillah, berarti Tuhan belum beri.
Fitriyani Syahrir (via fityanisyahrir)