Jetugzilla
Inspired by @rahneputri drawn by kappachan.

shark vs the universe
Misplaced Lens Cap
cherry valley forever
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
No title available
No title available
art blog(derogatory)
tumblr dot com
trying on a metaphor

Origami Around
Monterey Bay Aquarium

No title available

Kiana Khansmith

if i look back, i am lost
I'd rather be in outer space 🛸
TVSTRANGERTHINGS

#extradirty
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Three Goblin Art
almost home
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Netherlands

seen from Cuba

seen from United States
seen from Russia
seen from T1

seen from Italy

seen from United Arab Emirates
seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from China
@fuckyeahjtug
Jetugzilla
Inspired by @rahneputri drawn by kappachan.
Angkat telponnya dong
RT is for aRTis
lickscreen?
Jadi gini, Kang Isman yang dari Bandung mau ke Metro TV di Kedoya. Dia ngga tau jalan di Jakarta, jadi pas turun dari shuttle, minta ojek anterin ke sana. Entah gimana, malah sampenya ke Pancoran. Baca cerita penuhnya di blognya papa @pinot deh.
Promoted Tweets — read: ads — are coming to the Twitter mobile client streams. I suspect the initial reaction will be: “Great! Another reason to use TweetBot!”
But I actually don’t view this as a negative thing. Twitter is a service that many of us use and love for hours on end every single day. It’s a great service. But like any great service, if it’s to stick around, it needs to make money. I don’t begrudge them trying to do that.
They’ve been experimenting with various ways to do this, and apparently the Promoted Suite of products is working well enough that they’re now expanding it to the mobile experiences. In fact, a Promoted Tweet was the most retweeted Tweet last year.
It’s interesting that Twitter only gets paid when a user takes an action (retweet, reply, etc) on these Tweets. In other words, they’re cost-per-action not cost-per-impression. Again, a good choice because it will naturally lead to higher quality Tweet Ads (or retweet-bait, I suppose).
And hey, at least it’s not the DickBar.
If your alter account is where you spit out the naked truth, does that make your original account your alter ego? #kusut
@kembangkembang
Shows 100 of the most recent images
Picks up images hosted on twitter/photobucket, twitpic, yfrog, instagram, and many others
Only showing images uploaded since January 1, 2010
Viewable from user profile page
Can only remove image listing by deleting the corresponding tweet (or removing it from the image host
Will host image from manual RT but not native retweet.
Slowly rolling out to everyone
Dear brands, kalau memang peduli, sumbangan tanpa syarat followers atau fan. Kalau tidak ada followers/fan tidak menyumbang, apakah begitu?
@arisaja
Media sosial memang telah mengubah cara orang berkomunikasi. Dulu satu individu bercakap-cakap dengan satu individu. Sekarang individu berkomunikasi dengan khalayak atau sebaliknya.
Saling silang published a report on the state of “social media” in Indonesia for the first half of 2011 which you can see on Slideshare. Some of the highlights with regards to Twitter:
There are nearly 85 million internet users in Indonesia according to Business Measurement Intelligence report
Third most active country on Twitter with 13% of tweets, nearly doubles the UK at 4th place with 7%. The US tops the list with 28% of tweets, followed by Brazil with 24%.
Nearly 1.3 million tweets per day collectively
No day is significantly more chatty than the other.
The busiest times during the day are between 5 pm and 10 pm (33% of tweets) but mornings make up 30% of tweets.
Jakarta is the most tweeting city with 13% of tweets, followed by Yogyakarta with 11.7% and Surabaya with 11.3%.
Nearly 87% of tweets are from mobile devices.
Congratulations, Twitter translators!
Sekarang Twitter sudah tersedia dalam bahasa Indonesia. Proyek penerjemahan Twitter tidak terbatas kepada situs twitter.com namun segala hal yang berhubungan dengan penggunaan Twitter, termasuk aplikasi untuk iPhone, iPad, dan Android. Twitter untuk BlackBerry tidak termasuk di dalam proyek ini karena memang tidak dikembangkan oleh Twitter.
Akun @twitter_id diciptakan oleh Twitter dan dikelola oleh para moderator untuk kelompok penerjemah Twitter. Fungsinya adalah mengirimkan pengumuman resmi dari @twitter dalam bahasa Indonesia dan memberitahukan kabar mengenai kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan Twitter di Indonesia. Kalau mau tahu lebih jauh tentang @twitter_id, silakan bertanya langsung kepada pengelolanya.
Siapa saja pengelola akun @twitter_id? Mereka adalah @adhimatera, @lowrobb,@pdh90, @prayudisatriyo, dan @rodin.
Go Plus
Dari kemarin Timeline heboh lagi eh heboh ngga ya?
anyway, ya seperti ada keriaan baru kalo ada sesuatu yang baru
Ibaratnya kayak ada kafe baru buka terus kita rame-rame datang coba
Didalam kafenya sih ketemunya itu-itu lagi dan bertanya
"eh si @anu udah ada, halo semua" cipika cipiki virtual.
Terus masing-masing berkomentar sana sini
bagusnya, kurangnya, asiknya, serunya, bisa ini bisa itu...
Iya bener, Kafenya namanya Google+
Terus lucunya si @natalixia nge post foto
17TU nya JTUG tahun 2009
dengan judul "Mengenang Kenangan Lama"
Jadi senyum sendiri melihatnya.
Such a great old days, yang ga banyak drama
Eh Drama ya gapapa kan kalo makin ada drama film makin seru
dan akhirnya happy ending.
Dan sejenak jadi mikir, Wah jauh jauh ke kafe baru plus plus tapi ternyata
JTUG dan kepolosan timeline dulu tetap membara (aih matek)
Fotonya kayak apa? Ini dia, semoga kalianpun tersenyum kayak saya...:)
I miss you all Tweeeeeeeeps!
by: @absolutraia
Melipir
Alter Ego
Masuk Gua
Pantai
Gembok
Keluar dari Keramaian
Banyak cara mencari pelarian dari Timeline yang ramai
tapi setuju ngga kalo kadang itu hanya buat 'sementara'?
Ngga berapa lama juga kembali ke akun utama?
Ternyata didalam dunia maya juga perlu dunia maya alias pelarian ya?
Kenapa segitunya perlu pelarian?
Ada yang hanya jago kandang baik dari curhat sampai komen politik.
Ibaratnya kayak lari kenceng-kenceng keujung jurang terus teriak
"Wuaaaaannnnjeeeeeeeng!" abis itu ga berani lompat...eh balik deh..
alias balik ke akun utama.
Bener ngga?
Kemanapun kita pergi pasti ujung mata masih saja melirik ke Twitter.
Pesonanya masih saja ada, Halah banget.
by: @absolutraia
Twitter changed how applications are authorized to access its services back in May and this means that most apps and services will no longer be able to access your direct messages from June 30.
Twitter is doing this because there are thousands of apps within the Twitter ecosystem and the majority have no need to access direct messages. These include a number of services or apps such as Klout, Instagram, Foursquare, LinkedIn, Lockerz, Twitpic, YFrog, Tumblr, Posterous, WordPress, and just about every other app that lets you cross post content to Twitter without actually acting as a Twitter client the way Twitter's own apps do.
Third party applications such as Tweetbot, Twitterrific, Seesmic, Hootsuite, Osfoora, Destroy Twitter, Twicca, SocialScope and many others are actual clients that let you access Twitter just as you would on its website or the official apps but with additional features, and these apps require access to your direct message so you can read or send them.
From June 30, you will no longer be able to send or receive direct messages using these apps because of the way Twitter changed its access permissions and terms of service unless the developers of these apps have updated their respective apps to comply with its new terms.
If you find yourselves locked out of your direct message from June 30 while using a non-official Twitter app, check if there's an update and quickly update your app. Otherwise you'll need to use Twitter's official applications for your device.
Twitter has official apps for Mac OS X, iPhone, iPad, BlackBerry, Android, and Windows Phone 7. TweetDeck is also an official Twitter application.
"Folbek-nya, kakaaaak. Banyak warnanya, kakaaaak" *eh*
Euh, ini sebenernya ngutang nulis. Mandat dari saudara @amasna :))
Yabaeklah, sekarang saya nulis. Udah ngutang berapa minggu inih? XD Jadi dengan perhatian terganggu dengan Tumblr Dashboard saya dan tontonan video klip Super Junior dan SNSD dan dengan bahasa Indonesia yang ngenggres-ngenggres-ndusey-ndubrey-wesewesewesbablasangine, saya akan menulis soal... Apa sih? *ngubek DM* Oh iya, soal folbek di Twitter XD
Soal folbek-folbekan ini mungkin disinyalir dari pembawaan teriakan para eneng di G*ordano yang disinyalir dari Mangga Dua ataupun sodaranya, Tanah Abang (dan secara mengerikannya diteruskan oleh XXI Senayan C*ty. Ga tau ya kalo XXI lainnya) dengan ucapan "FOLBEK DONG KAKAAAAAAAAKKKKKK"
Folbek itu ya follow back. Diminta ngikut balik di Twitter. Konsep folbek ini ya seperti ai polow yu, yu polow me. Wi polo polo tugeder. Seperti hukum timbal balik gitu lah. "Eh gue kan udah follow lu. Lu follow gue dong." Dan biasanya ya ada dua pilihan: 1. Lu emang bakal follow dia (yang seringnya jadi pity-follow. Follow karena kasihan doang) atau 2. Lu cuekin.
Kalo saya, biasanya saya cuekin. Kapok soalnya kalo follow karena kasihan. Ujung-ujungnya saya yang jadi rada jengah sendiri. Abisnya kan ga terlalu kenal juga, dan ujung-ujungnya malah jadi jarang interaksi. Jadinya menuh-menuhin timeline, dan kalo timeline kepenuhan, jadi pusing juga bacanya. Kembalikan timelineku yang duluuuu~ Hu~ *melipir di pohon mangga*
Kadang-kadang kejadian follow back ini rada kocak. Soalnya gini, urusan follow-memfollow ini kan sebenernya hak setiap orang yah. Lu mau follow ya udah, mau ga follow juga gapapa. Masalahnya, kadang urusan follow ini suka kebawa sampe ati.
Saya sih mengaku aja nih, hehe, kadang kalo ada temen Twitter yang unfollow saya (saya tau dari @unfollowr) kadang kerasa gimandaaaaaaaaang gitu. Ngerasa dosa dan nista *aih*. Terus abis itu saya langsung ngecek tweet-tweet saya. Takut salah ngomong atau gimana. Padahal kan sebenernya ga selamanya gitu ya kan? Mungkin aja orang yang bersangkutan emang udah lebih spesifik untuk menampilkan tweet di timeline-nya. Mungkin emang saya dan dia sudah jarang ngobrol lagi.
Balik ke urusan folbek-dong-kakak ini.
Karena urusan follow ini adalah hak tiap orang, jadi ya sekali lagi saya bilang, terserah lah ya mau follow balik atau ga, ya kan? Tapi kadang ada orang yang tersinggung kalo ga di-follow balik padahal dia udah minta difolbek. Lalu orang yang ga follow balik akhirnya dikata-katain "sombong", "sok seleb", "sok artis", dan yang lain-lain. Ujung-ujungnya nyinyir-nyinyiran deh, sengit-sengitan deh, berantem-beranteman deh (horeeeee! Tontonaaaann! *eh*) Tapi ga semuanya kaya gitu juga. Ada yang emang minta "follow balik dong" terus ga di-follow balik, ya dia juga ga masalah. Diem-diem aja.
Pertanyaan soal folbek ini: Sopan ga sih kalo saya minta folbek ke orang lain?
Ya ga tau juga ya. Saya bukan pakar Twitter je. Mau dilarang juga saya rasa percuma. Toh tetep akan ada yang minta folbek. Selama itu ga mengganggu saya/menyerang saya, ya saya sih ga terlalu peduli juga.
Mungkin jawaban buat pertanyaan sopan-ga sopan itu ya balik ke diri masing-masing. Diri sendiri ngerasa gimana kalo meminta folbek ke orang lain? Kalo situ oke, ya oke lah. Kalo nggak, ya nggak usah. Cuma mungkin dengan satu catatan ya: Kita nggak pernah bisa memaksa orang untuk (tetap) follow kita di Twitter. Balik lagi ke obrolan di atas, urusan follow itu hak masing-masing. Toh jumlah follower di Twitter juga ga bikin susah makan toh (kecuali kalo emang ada yang jadinya kebawa mimpi dan jadi susah makan sih...)
Kalo emang akhirnya di-follow, ya jangan langsung laksana habis manis sepah dibuang ya. Alhamdulillah nambah follower baru, nambah teman baru. Jangan udah akhirnya di-follow, malah jadi kemlinthi, pencilakan ga karuan. Orang juga jadi risih dan bertanya-tanya "maunya apa? Udah di-follow malah jadi urakan gini."
Dengan berinteraksi di Twitter bukan berarti kita bisa jadi barbar (walo sayangnya, banyak dari kita yang seperti itu.) Twitter itu ya media, dan di banyak kejadian, itu mencerminkan siapa diri kita. Ini bukan masalah ngejaga harkat martabat, tapi lebih ke gimana kita pengen diperlakukan oleh orang lain. Kalo emang pengen diperlakukan dengan baik dan sopan, ya perlakukan orang lain dengan baik dan sopan juga.
Susah emang sih, berinteraksi di Twitter atau media digital lainnya. Hal yang kita kira baik-baik aja, oke-oke aja, lucu-lucu aja, ternyata malah menyinggung orang lain. Ya namanya juga kita semua di Twitter juga masih belajar :)
Haish. Sok bijak amat dah saya XD Jiee saya *digelindingin turun bukit*
Nah, tulisan saya udah kelar, sekarang saya mau balik nonton video di Youtube *ngesot* Atas kekurangannya, saya ucapkan mohon maaf dan permisi. Atas waktu, corong, tempat dan Dashboard yang telah dipersilakan kepada saya, saya ucapkan terima kasih *bahasa Indonesia saya kok ya belepotan*
- @kapkap
Tentang email notification Twitter (ID)
Versi singkat bahasa Indonesia tentang email notification yang baru di-roll out Twitter.
Kalau orang yang lo follow ngeretweet atau fave tweet lo, ngirim reply atau mention nama lo di Twitter, lo bakal dikasih tahu lewat email. Kalau lo ngga follow dia, Twitter ngga kirim email.
Kalau keganggu kiriman email dari Twitter, daripada repot2 pasang filter mending dimatiin dari sumbernya: twitter.com > Settings > Notification > empty check boxes.
Roll out feature baru ini ngga serentak, jadi ada account yang belum bisa dapet email notification selain untuk follower dan DM. Tunggu aja, hari ini atau beberapa hari ke depan pasti dapet juga.