Mengambil Jeda
Keputusan lucu di usia dua enam tahun kali ini adalah; mengambil jeda untuk rehat sosial media.
Tapi tidak untuk tumblr dan laman wordpress.
Perasaan tidak tenang yang hadir belakangan ini, tersebab mencari kabar. Aku bisa saja duduk dua jam untuk mencari satu nama yang aku tunggu setiap harinya; kabarnya.
Benar, makna meletakkan seseorang janganlah melekat erat; sisakan ruang lapang untuk ikhlas melepaskan. Sebab perempuan benar memang lemah di perasaan.
Izinkan aku untuk mengenang dalam ruang, untuk terakhir kalinya.
…
Hari ini ketibaanmu di Indonesia, setelah melihat kabarmu yang tentu saja dari rekan sejawatmu. Yang artinya setelah ini tidak akan aku temui lagi banyak kabar tentangmu dari stories instagram teman-temanmu.
Harusnya tiket yang kamu pesan adalah ketibaan di Bandara Yogyakarta, seperti awal mula rencana yang saat itu terkesan indah dan penuh romantisme belaka.
Aku kembali disadarkan, dengan mu yang terus menghisap sebatang rokok yang masih panjang. Aroma nya tercium seolah melekat kuat dalam ingatan. Entah, mengapa aku bisa memberikan sedikit ruang; padamu yang justeru tidak sepadan.
Selamat tiba di Indonesia, terimakasih sudah benar-benar membuatku jatuh hati; dengan diri sendiri.
Luka yang hadir justeru membuatku untuk lebih semangat mempersiapkan diri menjadi ibu. Perasaan kecewa yang datang memahatku untuk lebih banyak istighfar kepadaNya. Rasa tangis tersebab banyak pengharapan, membuatku tahu; kali ini soal memilih pasangan bukan seperti memilih harga tiket penerbangan yang murah duluan.
Yogyakarta, 17 July 25













