Jenuh. Maaf yang tak bisa menunggu lebih lama lagi. Semakin lama ku tunggu, semakin luntur rasaku. And I am done with you. 29-3-16
Teruntuk dia yang Bagus hatinya.

Janaina Medeiros
TVSTRANGERTHINGS
macklin celebrini has autism
d e v o n
Keni
🪼

PR's Tumblrdome
styofa doing anything
Mike Driver

if i look back, i am lost

pixel skylines

roma★
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

tannertan36
he wasn't even looking at me and he found me
art blog(derogatory)
I'd rather be in outer space 🛸
DEAR READER

Kiana Khansmith
Claire Keane

seen from United Kingdom

seen from Venezuela

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Australia

seen from Malaysia

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Brazil
seen from United States
seen from Colombia

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
@hanyapena
Jenuh. Maaf yang tak bisa menunggu lebih lama lagi. Semakin lama ku tunggu, semakin luntur rasaku. And I am done with you. 29-3-16
Teruntuk dia yang Bagus hatinya.
I take a lot of pride in being myself. I’m comfortable with who I am.
James McAvoy (via quotemadness)
Ibu adalah dada yang lapang. Tegalan yang takpernah gersang. Di sana, tumbuh rimbun pepohonan yang setia melindungimu dari kelelahan-kelelahan.
(via kotak-nasi)
I miss you, mak!
PUISI UNTUK AYAH
Sebenarnya, aku ingin kembali, Ayah Pulang ke teduh matamu Berenang di kolam yang kau beri nama rindu
Aku, ingin kembali Pulang menghitung buah mangga yang ranum di halaman Memetik tomat di belakang rumah nenek. Tapi jalanan yang jauh, cita-cita yang panjang tak mengizinkanku, Mereka selalu mengetuk daun pintu saat aku tertidur Menggaruk-garuk bantal saat aku bermimpi
Aku ingin kembali ke rumah, Ayah Tapi nasib memanggilku Seekor kuda sembrani datang, menculikku dari alam mimpi Membawaku terbang melintasi waktu dan dimensi kata-kata
Aku menyebut pulang, tapi ia selalu menolaknya Aku menyebut rumah, tapi ia bilang tak pernah ada rumah Aku sebut kampung halaman, ia bilang kampung halaman tak pernah ada
Maka aku menungganginya Maka aku menungganginya
Menyusuri hutan-hutan jati Melihat rumput-rumput yang terbakar di bawahnya Menyaksikan sepur-sepur yang batuk membelah tanah Jawa Arwah-arwah pekerja bergentayangan menuju ibu kota, Mencipta banjir dari genangan air mata
Arwah-arwah buruh menggiring hujan air mata, mata mereka menyeret banjir Kota yang tua telah lelah menggigil, sudah lupa bagaimana bermimpi dan bangun pagi Hujan ingin bercerai dengan banjir Tapi kota yang pikun membuatnya bagai cinta sejati dua anak manusia
Aku tak bisa pulang lagi, Ayah, kuda ini telah menambatkan hatiku di pelananya
Orang-orang datang ke pasar malam, satu persatu, seperti katamu Berjudi dengan nasib, menunggu peruntungan menjadi kaya raya Tapi seperti rambu lalu lintas yang setia, sedih dan derita selalu berpelukan dengan setia
Aku tak bisa pulang lagi, Ayah, kuda ini telah menambatkan hatiku di pelananya
Orang bilang, apa yang ada di depan manusia hanya jarak. Dan batasnya adalah ufuk. Begitu jarak ditempuh sang ufuk menjauh. Yang tertinggal jarak itu juga-abadi. Di depan sana ufuk yang itu juga-abadi. Tak ada romantika cukup kuat untuk dapat menaklukan dan menggenggamnya dengan tangan-jarak dan ufuk abadi itu
Pramoedya Ananta Toer
Aku wanita dengan bibit api di kepala juga hati. Berkali-kali meledakkan diri sendiri. Jadi, jika terpaksa harus ada di dekatku, kuminta waspada, dan bawa air sebanyak samudra.
(via kotak-nasi)
Aku banget.
I loved you when I saw you today and I loved you always but I never saw you before.
Ernest Hemingway (via quotemadness)
Mungkin
Mungkin puisiku tidak mengenal diksi-diksi hebat Namun asalkan kau pahami maknanya Kurasa ia sudah cukup bernilai kuat
Mungkin aku bukan yang paling luar biasa mencintaimu Karena melawan kasih ibu, aku pasti kalah sebelum bertarung
Mungkin ragaku akan menua Rambut memutih dan kulit mengkerut Namun semangatku untuk membahagiakanmu Tak akan luntur ditelan semua itu
Mungkin nanti aku akan pergi Entah karena sakit, usia, atau kemalangan Namun selama kau ingat aku Aku akan ada di sana Dalam hatimu Aku tak ke mana-mana
Dan mungkin saat itu semua terjadi Hanya puisi-puisiku yang akan hidup Kau bisa merasa nyawaku ada pada mereka.
Medan, 20 Maret 2016
- Tia Setiawati
Ketika aku mulai berhasil mundur satu langkah, kamu malah maju dua langkah didepanku. Teruntuk dia yang Bagus hatinya.
Yang berdenyut di nadiku itu adalah kau; menghitung waktu, menjumlah tunggu, hingga bersimbah rindu, dan pada akhirnya; harapan hanya menjelma doa-doa paling cinta.
(via satukatasaturasa)
Tidak semua hal yang terjadi setiap hari, layak untuk dituliskan. Maka, ketika kau kuabadikan di sana, kau istimewa. Seperti sesuatu yang kuniatkan tak boleh kulupa.
Tia Setiawati (via karenapuisiituindah)
Teruntuk dia yang Bagus hatinya.
Sometimes you tell someone to never call you again and then the phone rings and you hope it’s them. It’s the most twisted logic of all time.
John Mayer (via quotemadness)
Aku berhenti (sementara) untuk menggenggam harapan memilikimu. Aku berhenti (sementara) untuk 'merengek' pada Tuhan agar menjadikanmu kekasihku saat ini. Aku berhenti (sementara) untuk mengemis perhatianmu. Bukan. Bukan karena aku sudah tidak menyukaimu lagi. Ini perihal kamu yang begitu semangat setengah mati untuk mencapai posisimu di puncak. Posisi di puncak yang akan jadi hadiah besar untuk ibu dan saudarimu, sosok yang telah menjadikanmu pria yang Bagus hatinya. Kejam jika aku terus menjadi kerikil di jalanmu mencapai puncak. Ini lebih kejam dibanding saat aku tak hiraukanmu mengemis perhatianku. Tapi ini hanya sementara, hanya sampai kau sukses membuat ibumu menangis haru karena prestasimu. Hanya sementara... Kelak aku akan kembali mengetuk pintu hatimu lagi.
Teruntuk dia yang Bagus hatinya.
Entah kesalahan seperti apa yang pernah ku buat hingga kalian mengokohkan tembok penghalang untuk ku sekedar menyapa. Padahal senyum tulus selalu ku tampakkan depan kalian. Gak menye-menye, cuma ingin berteman akrab dengan kalian. Mendapat sapaan saat berpapasan saja sudah membuatku tak bisa tidur. Sebegitunya aku ingin akrab dengan kalian.
Rinduku ada di puncak yang paling tinggi menurut Sujiwo Tejo.
(via kotak-nasi)
Tampaknya perasaan itu berwujud cair. Mudah mengalir dari cinta ke benci atau sebaliknya, benci ke cinta.
(via jinggakalasenja)
Jangan Terlalu Mencintaiku
Aku pernah terlalu banyak menyakiti Berkali-kali, sampai aku bosan sendiri Lalu hadirlah kau Yang kuharap tak akan lagi kusakiti
Jangan terlalu mencintaiku Cintai aku sekadarnya saja Agar kau tak akan mudah merasakan kecewa Aku tak ingin berbagi rasa selain bahagia
Jangan terlalu mencintaiku Karena aku terlalu egois Untuk tak mampu melihat kekurangan manusia Bagiku, aku hanya tinggal saat aku masih suka
Jangan terlalu mencintaiku Kau harus berjaga-jaga Bila suatu hari aku pergi tiba-tiba
Jangan terlalu mencintaiku Jangan terlalu mencintaiku Jangan terlalu mencintaiku
Mungkin karena itulah kau akhirnya tahu Pergi lebih baik, daripada dibayangi masa lalu
: Akhirnya kau berhasil tidak terlalu mencintaiku.
Medan, 23 Februari 2016
- Tia Setiawati
Teruntuk dia yang Bagus hatinya, maaf atas luka yang teramat sering ku beri.
Bukankah sudah ku bilang, tidak usah jatuh cinta kalau tak ingin patah hati. Ini karma. Yang pernah menyakiti akan tersakiti juga.
Cinta datang terlambat.