Dimana setiap apa yang aku lakukan, aku selalu melihat nya dari pandangan orang lain. Bukan untuk dipuji, namun, aku selalu takut kalau kalau apa yang kuperbuat itu "salah". Makanya, aku sangat takut bagaimana orang lain melihatnya tatkala yang aku lakukan itu merupakan sebuah kesalahan.
Yang paling aku benci adalah sindirian. Ya, sindirian yang merujuk untukku. Walaupun aku pun benci untuk melakukannya, tapi pernah sekali waktu aku juga pernah melakukannya. Karena, orang tsb sangat keras kepala, seperti ku 😌
Jadi, setiap kali aku posting atau menulis sesuatu hal jika ada orang lain yg istilahnya seperti "mengoreksi" dengan memposting sesuatu pula setelahnya, maka, aku insecure. "apa, aku berbuat kesalahan?"
Ya seperti itu. Ribet sekali ya. Jadinya rasanya ga pede atau seperti aku menganggap diriku ini menjadi bahan kritikan orang lain 😂. Tapi, aku pun pernah jatuh dilubang kesombongan, tatkala aku yang sangaaatt percaya diri sehingga mudah untuk merendahkan orang lain 😌 meremehkan, bahwa "Aku yang PALING", "Aku yang BISA", "Aku pasti BISA dari YANG LAIN". Itu namanya, sombong!
Hatiku sesak ketika teman temanku memposting sesuatu yg aku kira itu adalah pengoreksian untukku 😂. Aku selama ini menunggu, siapa ya yang berani atau yang mau menasehatiku secara langsung 😂 atau karena aku selalu memberikan nasehat online (menyebarkan pesan pesan kebaikan tentang islam) jadi mereka tak ada yang mau menasehatiku ya?
Lagi lagi, kalau itu kupikirkan dari sudut pandang yang salah, bisa fatal akibatnya. Penyakit itu bisa muncul kembali; sombong.
Tapi alhamdulillah nya aku yang sudah diberi beberapa kegagalan olehNya, aku bersyukur sekali dapat diberi pemahaman bahwa segala sesuatu yang terjadi pasti ada sebab dan akibat serta hikmah yang terkandung didalamnya.
Jadi, aku pun selalu berusaha untuk mengupgrade niat dan pikiranku agar senantiasa selalu positif dalam segala hal.
Tapi, kesesakan mengenai sindiran teman2 ku itu masih belum bisa ku sembuhkan. Mungkin ya, apa yang kupikirkan tentang mereka itu, salah?
Bisa jadi selama ini hanya aku yang mengganggap bahwa, mereka sedang menyindirku. Overthinker ya always overthinking 😂.
Solusinya? Saat ini yang bisa kupikirkan mengenai solusi dari masalah "sangkaan" ku itu adalah dengan menanam mindset, "Jika mereka ingin menasehatiku, maka mereka akan menghubungi ku langsung, tak perlu payah payah membuat suatu postingan hanya untuk menyindir satu manusia yaitu "aku".
So? Apakah kamu merasakan juga apa yang kurasa?