Yea maybe that’s the reason why i’m here today and not enyone else.

izzy's playlists!

Origami Around
todays bird
Sweet Seals For You, Always
AnasAbdin
Peter Solarz

blake kathryn
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
I'd rather be in outer space 🛸
Not today Justin
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Cosimo Galluzzi
styofa doing anything
ojovivo
Sade Olutola

Kaledo Art

if i look back, i am lost

tannertan36

Kiana Khansmith
taylor price

seen from Australia
seen from France

seen from United Kingdom
seen from Sweden
seen from United States
seen from Italy

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from Switzerland
seen from Germany
seen from Germany
seen from United Arab Emirates
seen from Türkiye

seen from United States

seen from United States

seen from T1
seen from Denmark

seen from United Kingdom
@haqarin
Yea maybe that’s the reason why i’m here today and not enyone else.
Insecure level:
“Kita nanti bisa ketemu lagi nggak ya di surga? Masih jauh bgt perjalanannya….”
Sebuah pengakuan
Mas, mungkin apa yang terjadi kepadamu hari ini, lagi-lagi adalah akibat doaku selama ini.
Aku minta kepada Allah agar memberimu pundak yang kuat, hati yang teguh, pikiran yang terang dan bijak. Bukannya berdoa agar dimudahkan jalan selama menuntut ilmu.
Kamu jadi terus-terusan mendapatkan masalah. Bahkan saat semua tugas dan tanggungjawabmu sudah selesai, ketika sebenarnya tidak ada lagi kesalahan yang diperbuat, namun ternyata tetap saja kamu yang harus menanggung akibatnya.
Berkali-kali Allah beri kamu ujian berat. Seolah tak membiarkanmu lolos dengan mudah. Berkali-kali pula kamu ingin menyerah namun akhirnya terus bangkit.
Mungkin itu cara Allah mengabulkan doaku agar kamu menjadi pribadi yang kuat, teguh, dan bijak.
Maaf ya mas 🥲
Tapi perjalanmu sudah jauh, bertahanlah sebentar lagi 😭
Ada saat-saat anak di sekolah yang ternyata saya belum siap utk menghadapi, tetapi ternyata momen itu datang juga.
Contoh, saat anak nggak dapat juara dan malah melihat teman dekatnya bawa pulang piala. Sederhana sih, hanya lomba mewarnai dlm rangka CSR perusahaan obat. Tp saya membayangkan kemungkinan emosi apa saja yang dia rasakan, apakah iri, sedih, kecewa, atau bahkan marah. Pelan-pelan saya ajak dia ngobrol sepulang sekolah.
“Mbak, tadi di sekolah ada lomba ya?”
“Iya, mewarnai lho, gambarnya mobil.”
“Ada pialanya juga?”
“He’eh, ada 3,”
“Yang dapat piala itu karena apa sih?”
“Kalau juara kata bu guru, yang gambarnya paling bagus.”
“Ooh iya bener. Kalisa dapat piala ya? Tadi ibu dikirimin foto sama bu guru di WA.”
“Iya, Kalisa menang.”
“Wah pasti senang ya dapat piala. Eh kamu pengen dapat piala juga nggak sih?”
“Mmm nggak sih.”
“Kenapa?”
“Yaa nggak apa-apa, kan aku blm selesai mewarnai. Jadi nggak menang.”
“Nggak sedih?”
“Nggak, mainanku kan udah banyak.”
“Kok tiba-tiba mainan?”
“Iya, piala kan buat mainan kan.”
“Ooh iya ya? 😅😂🤣🥲”
Kirain anaknya sedih atau iri sama teman dekatnya, ternyata enggak, dan ternyata dia kira piala itu mainan 🙃 yah okelah setidaknya dari sini saya tau kalau dia sudah paham konsekuensi, mengerti konsep menang kalah, dan bisa berbesar hati.
(Padahal udah siap-siap menghibur kalau dia sedih dan bilang ingin piala juga)
Memanglah benar kalau fitrah orang tua tidak ingin anaknya merasakan kesedihan dan ujian hidup, ada perasaan udahlah yang nggak enak biar ditanggung orang tua saja. Saya mungkin awalnya khawatir karena tidak ingin anak merasakan emosi-emosi negatif. Padahal yang seharusnya dilakukan orang tua adalah membantu anak menghadapi emosi-emosi negatif tersebut, sebagai bekal untuknya mendewasa.
Kalaupun anak merasakan emosi negatif, tugas kita bukan cepat-cepat menghibur dengan mengalihkan fokus dan menutupinya (misal membelikan piala juga, menawarkan hadiah lain yang lebih besar, atau berpura-pura kalau karyanya yang paling hebat). Lebih baik membuatnya mengerti bahwa sedih dan iri itu wajar dirasakan, but thats how competition works, selalu ada kemenangan dan kekalahan, tetapi kita nggak bisa memilih untuk selalu menang dan mendapatkan semua yang kita inginkan. Kalau mau menang harus berusaha lebih keras, kalau kalah harus legowo.
Alhamdulillah i really love my job. Jadi ibu itu pekerjaan yang fulfilling kalau dilakukan dengn mindful. Dari small talk sehari-hari gini aja kita bisa membangun mindset dan mengajarkan seni menghadapi kehidupan untuk anak di masa depan 😁
Obrolan malam dengan teman baik sejak 10 tahun lalu.
Anak-anak kita sekarang hidup dengan lebih banyak uang, alhamdulillah. Sementara orang tua kita dulu harus bekerja lebih keras dan berhemat lebih ketat demi memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Jangan lupa bersyukur dan berdoa agar senantiasa Allah karuniakan rasa cukup.
Seberat-beratnya hidup yang kita rasakan saat ini, tampaknya masih jauh lebih berat hidup orang tua kita dulu. Jangan lupa berdoa agar diberikan kekuatan dan kesempatan untuk membalas jasa orang tua kita.
Apapun yang sedang kamu hadapi saat ini, semoga selalu ingat kalau Allah pasti akan terus bantu. Yuk semangat!
I know youre tired.
You mustve worked hard all day long.
Youre busy saving life.
You went home and just wanna get rest.
Meanwhile im here doing nothing and you seems dont care. Whats so important though? you might think im just playing around with the kids. What knowledge did i teach to them? What surah im trying to make them remember? What book im reading to them? Ah maybe they are all just too common. Nothing special to be talked. Just everyday routine.
Please know that Im waiting you all day.
I miss you.
I wanna talk to you at the end of the day.
I want you to talk to me.
Nothing much.
Not as much as you talked to your friend.
Simple greeting is enough.
A “how are you” is enough.
A “thankyou for the dinner” is more than enough.
How was the kids today?
Everythings allright?
Any good news?
That way ill have such feeling that im precious enough for you to be asked several questions.
Tell me your day even in just one sentence and ill be so glad.
“Im so tired i have some problems to be discussed earlier in the hospital.”
That way ill have such feeling that im precious enough for you to know that important info.
I miss you.
I know youre tired. But so do i.
Its not just you who had a hard day.
I always asked what has happened at home when i go to work. I reach the kids as i didnt see them in days, even if i just go for a couple of hours. I told them anything ive done, whom i met, what i saw.
But you didnt do the same.
I know you just wanna get rest. But can i ask for just a little of your time and atttention before i get to my another hard task every night?
Taking kids to sleep is no easy, if you know.
Or maybe a simple pat on my back to help me trough the night?
I miss you.
I need you to talk to me.
(That strong alpha woman is still a woman, you know)
Sudah 4 kali ini jaga, ketemu pasien ternyata sesuatu yang tanpa sadar saya rindukan. Bisa ngobrol sama orang yang bukan anak-anak dan nggak membahas masalah anak itu seru ya hahaha. Tentu saja bukan di IGD, karena setelah berhenti kerja 2,5 tahun yaa jujur aja nggak cukup yakin kalau otak ini masih ada isinya 😭
Start slow aja, pemanasan dulu sambil mengingat-ingat yang basic. Siapa tau nanti bisa kembali ketemu pasien di rumah sakit. Aamiin.
Merawat anak pertama membuat sy merasa oh ternyata tak sesulit itu menjadi ibu. Meski ada aja ujiannya dr susah DBF, jadi e-ping mom, BB seret sampai stunting yg ternyata karena infeksi TB, nangisan banget kl ketemu orang asing yg ternyata lama-lama terlewati juga fasenya dan sekarang malah jd banci tampil. Hingga kemudian keputusan menambah anak tidak terasa berat dan sy ambil dengan mantap.
Tapi setelah lahir anak kedua, BOOM lho ternyata beda banget 🥲🤣
Pecicilannya, usilnya, lucunya, anehnya, ngeyelnya, sungguh beda level. Ditambah dengan anak pertama yg mulai punya keinginan sendiri dan makin paham cara melawan 😌 tiada hari tanpa drama rebutan dan tangisan 😌
Masyaallaah, tetapi dengan melihat fotonya atau tiap kali mereka tidur, sy selalu tersadar lagi betapa anak-anak ini adalah karunia Allah yang sangat besar. Ya udahlah nggak apa-apa kalau sekarang hidup sy rasanya hanya berputar di sekitar mereka saja, toh ternyata anak-anak ini cepat sekali besarnya 🥲
Lagi habisin kopinya suami setelah kerja rodi ngeluarin air dari rumah.
Jadi inget. Salah seorang teman sempat tanya kenapa saya nggak pindah kontrakan aja daripada jadi langganan banjir tiap hujan gede.
Gini, selama kuliah 6 tahun saya nggak pernah pindah kost. Suami juga bukan tipe orang yang mudah mengajak pindah-pindah tempat. Jadi yaa yaudah disabar-sabarin aja kena banjir tiap akhir dan awal tahun. Wkwk. Meski kebanjiran tp kontrakan ini enak bgt menurut saya. Lokasinya di tengah kota, dekat ke mana-mana, rumahnya luas, ada backyard, ada carport, dan sewanya terhitung murah. Minusnya cuma banjir itu aja karena emang bangunan lama jadi lantainya lebih rendah drpd jalan yg tiap saat ditinggikan.
Alhamdulillaah ala kulli hal.
Bertahun-tahun nggak terbiasa dengerin lagu, bahkan baru sadar ternyata lagu ini udah dari 5 tahun lalu.
Lagi sedih dan kepikiran lagu ini, salah banget sih. Bukannya semangat tp tambah nangis. Ya udah mari sejenak meratapi keadaan mumpung bocah udah pada tidur.
“Its alright if you run out of breath, no one will blame you. Its okay to make mistakes sometimes. Because anyone can do so. Altough comforting, saying its alright are just words.”
Kasus covid berkurang banyak, alhamdulillaah, jadi kehidupan ppds (suami yaa tentu saja bukan saya) kembali ke ritme normal yang kalau nggak sibuk ya berarti sibuk banget.
Udah 3 minggu ini suami ada operasi tiap hari, preop dan visit pasien sblm subuh, dan otomatis hampir nggak pernah pulang. Dalam 3 minggu itu kejadian tidur di rumah bisa dihitung dengan jari sebelah tangan aja. Sekalinya di rumah tinggal tepar. I am missing his cheerful smile 🥲
Wajah lelahnya, badannya yang lebih kurus, jenggot dan kumisnya yg dipotong asal-asalan, tingkah usilnya ngerjain anak-anak bahkan menghilang begitu saja. Ya Allah macam manalah besok kalau saya yang sekolah, bayangin nanggung beban sekolah ditambah mikir anak-anak tu kuat apa nggak.
Ya Allah, semoga lelahnya menjadi penghapus dosa dan pemberat amal, semoga usahanya menuntut ilmu Engkau berkahi dan mudahkan, semoga keterampilan yang dikejarnya Engkau ijinkan menjadi jalan untuk membantu banyak orang. Aamiin.
Kl ada yg bilang memilih childfree, eh ya ampun sy nikah baru 2 minggu aja udh pada tanya “udh hamil blm?”
Coba jawab dg lantang “sy ga mau punya anak” apa ga dihujat sekecamatan.
Lalu ternyata stlh ada anak, dialah yg jd teman terdekat sy. Saat teman2 udh sibuk sm hidupnya masing2, sy punya anak yg membutuhkan sy 24 jam sehingga ga sempat lg ngajak hangout teman. Sungguh cocok utk jiwa2 introvert ini hahaha.
Ya memang adakalanya anaklah yg bikin pusing, kadang bosan ngurus anak membuat sy ingin kembali jd gadis yg bs bebas kemana2.
Tp sepusing2nya mikir anak, sepertinya msh lbh pusing kl blm punya anak pdhl udh lama menikah. Masalah dg anak bs diselesaikan, tp masalah blm punya anak kan kita ga tau kapan ujungnya.
Alhamdulillah ala kulli hal. Ya allah lindungilah anak2 sy dr pemikiran sesat dan sifat cinta dunia. Aamiin.
Ttd emak-emak berbayi asi eksklusif
Semoga Allah masih mempertemukan lagi dg ramadhan tahun depan 😭
Beberapa hari terakhir ini rasa-rasanya saya semakin yakin bahwa diam sesaat (beberapa menit hingga beberapa jam) adalah langkah yang baik. Tidak semua yang kita rasakan perlu diungkapkan saat itu juga, tidak semua hal yang meresahkan perlu utk segera diketahui oleh orang lain. Setelah beberapa saat, seringkali emosi-emosi itu sudah mereda dan tampaknya tak lagi terlalu penting. Atau kalaupun tetap perlu disampaikan, selalu ada cara yang lebih bijak yang baru terfikir setelah kita mengambil jeda.
Duh ngomong apasih 🤧
Source
Unlocking new level of life: anak duaaa 🙉😂
Punggung masih pegel banget nggak tau kenapa, kaya sisa nahan sakit kontraksi dua malam dan habis itu tegang sepanjang sc yang entah bikin salah urat apa gimana. Tambah salah postur nahan sakit bekas sc juga kali ya, trus nyusuin dll. Yang jelas masih boyokan banget kaya lansia padahal ini udah hari kesembilan.
Alhamdulillah mbaknya sayaaang banget sama adik. Alhamdulillah adiknya sangat kooperatif (baca: bobok terus) meski diuyel2 mbak. Alhamdulillah pokoknya, banyak banget nikmat dari Allah yang harus disyukuri.
Semoga jadi anak solihah semuanya ya, aamiin.
LDR lagi setelah setahun sama-sama terus, huhu.
Pas pamitan tiba-tiba ada pengamen nyanyi, kemesraan ini janganlah cepat berlalu~ yhaa kok ya bisa pas banget pak sama momennya.
Semoga Allah masih memberi kesempatan utk bertemu lagi, aamiin.