1/10/17
Aku senang ketika melihat whatsapp story kamu. Finally, jadi juga ya produk nya. Dan aku liat kamu lebih berinovasi. Ingin rasanya aku bilang : "selamat ya mas, akhirnya selesai. tinggal dijual aja ya? semoga laris manis". Tapi, aku sendiri yang melarang diriku sendiri untuk mengucapkan itu semua. Sakit, emang. Aku yang nyari penyakit.
Aku rindu kamu, mas. Bahkan aku marah dengan mencoba mencari gantinya kamu. Kamu tau, kulitku lebih putih, hanya agar aku bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari kamu.
Ternyata rasaku ga pernah berubah.
Aku merindukanmu hingga ke sumsum tulang.










