jauh
suatu hari aku bilang pada teman dekatku, aku mau mengunjungi seseorang yang berjarak ribuan kilo dari rumahku.
pilihannya bisa lewat jalur darat 14 jam pergi-pulang, atau jalur udara 4 kali ganti pesawat.
semata-mata hanya untuk bertemu sekian menit: saling bertanya apa kabar, dan saling berharap semoga jawabannya kabar baik.
teman dekatku mencoba menebak 3 kali sebelum akhirnya menyebut nama orang itu.
iya lah. mungkin cuma orang itu satu-satunya di dunia yang bisa memantik proyek gila macam gini.
aku juga tak yakin kunjungan ini akan ada artinya atau tidak, tapi menurutku, untuk orang-orang yang kita pentingkan, kita harus… berusaha ada.
orang itu sedang merintis jalan baru yang cukup terjal. sejauh-jauhnya dari zona nyaman. tidak bisa bergerak jauh setidaknya sebulan penuh. sendirian.
nantipun di sana belum tentu sambutannya hangat. sudah jelas orang itu hemat kata dan sedikit-sedikit salah tingkah. tapi kalau kunjungan gendeng di hari sabtu ini bisa menceriakan rutin sorenya yang membosankan, maka akan ku anggap "misi selesai", "target tercapai".
kemarin orang itu cerita sedikit tentang hari-hari barunya. lumayan lega ternyata banyaknya waktu kosong membuatnya justru bernafas lapang. mengoleksi teman baru. jalan pagi mengeksplor rute kampung. menikmati hijau-hijau dan hamparan pemandangan yang selalu disukainya.
semua orang menyayangkan kenapa ia tidak memilih kota besar saja. agar dekat. aksesnya mudah. tapi aku pernah berjanji, akan menghormati apapun yang dia putuskan. maka yang kali ini juga akan kudukung penuh.
semanis-manisnya tulisan ini, bolehlah aku coba klarifikasi.
tidak pernah ada maksud apa-apa.
aku cuma, amat sangat, peduli padanya.
___________________________________________________________
one night i told a dear friend of mine that i’m planning a surprise visit for a certain someone, thousand miles away from home. the options would either be 14 hours-long drive, or take 4 back-to-back flights. all for a couple minutes of exchanging how are yous and hope youre wells. it took my friend 3 wild guesses before she mentioned his name.
correct. the only person in the world i would ever do ((that)) for.
not sure if such crazy little act would hold any impact, but i always think it’s important to show up.
that certain someone is exploring paths less traveled by most. alone in a faraway town. stuck in said town for at least a month.
can’t expect a warm welcome upon seeing my silly face (knowing exactly how easily flustered the man is), but if that short meeting could at least lift his mood or be the highlight of his mundane Saturday afternoon, i’d consider it a mission complete.
yesterday he shared a bit about his new routines. kind of relieved he seemed to use boredom as a breather. made new friends. took long walks. enjoying views and greeneries he always loved.
everyone wished he had chosen some close-by cities, but i had promised i would respect any decision he made.
my weak attempt to clarify — as romantic as this piece may sound — he’s just a person i care a lot about.















