what it's like living with goals set
hidup ketika "punya tujuan" tuh, jujur, beda.
seenggaknya yang aku rasain sampai saat ini:
jadi perhitungan, segalanya harus dipikirin mateng-mateng sebelum fix, nggak boleh keburu-buru ambil keputusan.
berhati-hati dalam melangkah, terutama yang berhubungan sama waktu dan uang.
mentingin kebutuhan dulu daripada keinginan, kalo kebutuhan udah terpenuhi yaudah cukup, keinginan bisa dipikir ntaran.
nggak fomo, bodo amat sama tren, hidup tenang tanpa terbawa arus yang ga penting.
selalu pakai produk yang udah dibeli sampai habis, kalo ga cocok ya diakalin biar tetep kepake-bukannya dibuang, beli lagi hanya ketika suatu produk udah abis.
mau semua efektif dan efisien, selalu pilih skenario yang bikin semua sat set, nggak mau rugi atau susah.
menghargai makanan, selalu abisin makanan kecuali yang nggak bisa diterima banget.
nggak overthinking, pokoknya fokus aja sama tujuan, nggak perlu terlalu mikirin hal kecil yang bahkan orang lain aja nggak mempermasalahkan.
lebih mikirin kesehatan, karena lifestyle saat ini akan menentukan kesehatan di masa depan jadi lebih merhatiin hal-hal kayak "sehari ini udah makan sayur/buah belum" atau "kalo begadang jangan sampe pagi banget deh".
kualitas > harga, beli sesuatu yang mahalan dikit gapapa asal bisa awet lama.
hidup lebih tertata, set batasan yang jelas buat diri sendiri dan menaati batasan itu.
dan masih banyak lagi.
yup, muara dari poin-poin di atas adalah frugal living. bukan frugal yang ugal-ugalan banget, aku sangat menolak menjadi medit sama diri sendiri, nggak mau banget kelihatan kayak orang susah. tapi lebih ke: ketika mau sesuatu - pikir dengan matang beneran butuh nggak/harus nggak - kalo iya ya lakukan lalu ambil manfaatnya sampai tuntas - kalo nggak ya nggak perlu diwujudkan. manajemen keuangan jadi penting di sini, pun manajemen diri sendiri (jiwa raga) dan lingkungan (keluarga, teman) supaya bisa mendukung kita meraih tujuan itu.
dari situ lambat laun aku jadi pribadi yang nggak seberapa demen nongki, nggak merasa perlu punya banyak baju, dan nggak harus selalu makan enak. banyak yang "disederhanakan", dengan syarat "cukup". nggak ingin hidup berlebihan, tapi tetep presentable dengan memanfaatkan apa yang dipunya. uangnya sih ada kalo mau buat macem-macem, tapi ujungnya malah merasa kalo bisa nabung tuh suatu kebahagiaan tersendiri. banyak yang "di-eman" di masa kini demi masa depan, tapi aku terus meyakinkan diri bahwa inshaAllah semua bakal worth it pada waktunya.
aku sebenernya nggak pernah kepikiran kalo rasanya bakal sebeda itu ketika punya tujuan dan nggak punya tujuan. tapi ternyata bedaaa, beda banget. hidup ketika "punya tujuan" bikin aku lebih sadar diri, mikir pake logika (bukan hati), yang akhirnya bikin aku lebih mengapresiasi hal-hal yang ada dalam hidupku saat ini, meskipun hal itu cuma lewat sebentar.
one thing for sure is that: having goals set in mind for the future really gives direction to your life, you'll find yourself running towards them, because you desperately want your goals to come true as soon as possible. if it doesn't make you feel that way, then maybe you're not serious about those goals, maybe it's not goals but just a glimpse of your ambition that you don't even think much about.

















