Aku menunggumu di kala itu
Cangkir teh yang aku pegang sudah semakin dingin Tegukan demi tegukan aku resapi
Melihat begitu banyak orang berlalu lalang dengan ceritanya
Aku melihat seorang wanita membawa beberapa kantung belanjaan besar menuju parkiran
Lalu anak kecil yang memegang tangan ayahnya meminta pergi ke toko permen
Sepasang kekasih yang saling merangkul menikmati perjalanan mereka
Tak urung aku melihat-lihat sosial media dan menunggu jawabanmu datang.
Rasanya sudah dari 30 menit yang lalu aku bertanya keberadaanmu
Namun sampai detik inipun tidak ada notifikasi yang masuk
Aku mulai merasa cemas terjadi sesuatu padamu
Namun aku percaya kamu tidak akan lupa janji kita hari ini
Pelayan perempuan itu datang lagi
Dia menanyakan apakah aku ingin memesan gelas selanjutnya
Aku menolaknya dan berkata aku akan memesan setelah orang yg aku tunggu datang
Aku lihat pria disana berjaket hitam keabuan, dia terlihat seperti dirimu tetapi dia tersenyum kepada wanita yang menunggu dekat halte bus itu
Mungkin aku mulai berhalusinasi
Memang hari ini begitu melelahkan
Namun lelah itu seakan sirna saat aku tau kalau kita akan bertemu
1 jam, 2 jam bahkan hingga pelayan perempuan itu datang kembali mengatakan aku sudah berada disini lebih dari 3 jam
Akhirnya dengan berat hati kuputuskan untuk pulang
Saat aku mulai berjalan, teleponku berdering
Lalu aku melihat pesanmu masuk
Didalamnya hanya ada satu kata, 'maaf'
Aku berusaha menghubungimu namun ak tidak mendapat jawaban apapun
Apa yang kamu harapkan dari kata maaf itu?
Siapa yg tidak heran dengan permintaan maaf tiba-tiba?
sampai hari bergantipun kamu tidak menjelaskan apapun
hari berganti menjadi tahun
Aku menunggumu di kala itu
Tapi kamu tidak pernah datang kepadaku