Game
Kayaknya, kita punya tambahan satu alasan mengapa kita harus berupaya untuk masuk surga.
"Biar nggak masuk neraka bareng pemerintah!" Melihat banyak sekali kejadian selama satu setengah tahun terakhir, rasa-rasanya mungkin sudah banyak orang yang muak. Tapi dalam Pandangan Hidup Muslim, sebuah buku yang kayaknya teman-teman muslim semua wajib baca. Kita diajak berpikir kritis untuk melihat hidup ini secara lebih luas, tapi sekaligus mendalam.
Memang keadaan kita tidak ideal, tapi bukankah memang begitulah sifat dunia? Tidak ideal. Kalau kita berharap hidup berjalan dengan baik, tertata dengan baik, semua orang punya hidup yang positif, hidup kita penuh kebahagiaan tanpa ada kesedihan, kita tidak diuji masalah. Maka, kehidupan itu pasti bukan lagi di dunia, tapi di surga-Nya Allah.
Untuk itu, memiliki kesadaran pertama bahwa sifat dunia memang tidak ideal ini adalah penting. Kita pasti akan bertemu dengan orang baik, tapi juga bertemu orang jahat. Dan sejak awal, sebagai muslim, kita sudah di spoiler jauh-jauh hari bahwa kehidupan ini hanyalah permainan dan senda gurau. Disebutkan juga kalau ini tuh fatamorgana.
Ibarat kita lagi main Game VR - MMORPG (Massively Multiplayer Online Role-Playing Game). Kita menjalani peran di sana, memenuhi tugas/misi. Dan setiap misi, pasti ada tantangannya. Kehidupan aslinya adalah saat kita melepaskan perangkat VR yang kita pakai. Kehidupan ini, seperti alam game tersebut.
Suatu hari, kita akan melepas "perangkat VR" itu dan terbangun dengan kesadaran yang ada dua kemungkinan, takut atau bahagia. Karena kehidupan sebenarnya begitu menyentakkan mata. Kita diperlihatkan surga dan neraka, tapi sebelum kita. Kita terbangun di alam barzah, kemudian terbangun dan berkumpul di padang mahsyar. Saat itu, kita melihat dunia yang sedang kita jalani saat ini beserta dengan masalah-masalahnya, terasa seperti baru kemarin sore. Dan terasa tidak ada apa-apanya.
Kembali lagi.
Di tengah kekacauan saat ini. Mulai dari pemerintahan, ekonomi, bisnis, dsb. Pertama, kesadaran bahwa kehidupan dunia pasti tidak ideal. Kedua, kesadaran bahwa ini tuh hanya permainan dan sebentar banget. Tapi yang sebentar ini sangat menentukan kehidupan kita setelahnya.
Kita jalani kehidupan ini, dengan peran kita masing-masing, sebaik mungkin. Amar makruf nahi mungkar tetap kita jalankan. Saling tolong menolong dalam kebaikan. Dan berpegang teguh pada agama. Karena kita juga sedang berperang dengan pemikiran-pemikiran yang membelokkan kita dari jalan yang lurus - tapi kita merasa lurus / benar.
Belajar untuk terus mengasah kemampuan berpikir kritis dan penalaran yang baik. Belajar untuk bisa mengalanisa masalah. Karena banyak sekali hal di masa saat ini yang membutuhkan kemampuan berpikir.
Lingkari diri dengan pertemanan yang baik, yang valuenya kuat, yang punya visi akhirat yang sama. Sebab mungkin, menjalani kehidupan dunia yang tidak ideal ini, akan sulit jika sendirian.
KG











