#TakeCover, Mengulas Lebih Jauh Tentang Dunia Kreatif Islam
Membawa tema Take Cover atau dalam makna bahasa Indonesia berarti Mengambil penutup (penutup aurat), dua komunitas kreatif muslim di Jakarta yaitu Hijabographic dan Syarekat Kreatifiyah Indonesia menggelar Poster Exhibition dan Creative Talk pada tanggal 3-6 April 2014 yang lalu bertempat di Waga Studio & Gallery Jalan Kemang Raya 9D.
Dalam pameran poster yang melibatkan 18 artist muslim dari seluruh Indonesia ini, karya-karya yang ditampilkan berupa ilustrasi dengan tekhnik digital painting atau manual bernafas kemuliaan wanita dengan jilbab sebagai penutup aurat. Dalam pembukaan pameran pada hari kamis malam (03/04) di Waga Studio, Seto Buje selaku co founder dari komunitas Syarekat Kreatifiyah Indonesia sekaligus sebagai ketua pelaksana Take Cover mengungkapkan bahwa gelaran Islamic Poster Exhibition ini merupakan proyek percontohan perdana yang diharapkan menjadi trigger untuk teman-teman muslim kreatif membuat proyek-proyek pencerahan dan syiar keislaman yang lebih kreatif lagi.Â
Tema yang diangkat berupa Take Cover atau  Menutup Aurat, sesuai pejelasan Seto, diambil sebagai bentuk dukungan teman-teman muslim kreatif terhadap #GerakanMenutupAurat pada bulan Februari 2014 yang lalu. Setelah sebelumnya komunitas Hijabographic juga telah menggelar tema serupa, yaitu GemarProject (Gerakan Menutup Aurat) 2014, yaitu gerakan bikin artwork bareng-bareng untuk Gerakan Menutup Aurat. Beberapa karya terbaik #GemarProject2014 pun turut ditampilkan dalam Poster Exhibition Take Cover ini.
Kedepalan belas artist yang diajak bergabung untuk menggelar karya poster Take Cover diantaranya adalah : Amirul Haq (Solo), Faris Naufal (Bandung), Fensia Fitria (Malang), Fivi Achmad (Jakarta), Luluq Baraqbah (Jakarta), Maima Widya (Yogyakarta), Raditya S. Permana (Yogyakarta), Ragillia Rachmayuni (Pekanbaru), Rio Sabda (Jakarta), Seto Buje (Jakarta), Sigied Himawan (Solo), Solechan (Solo), Siti Rahmadini (Jakarta), Syarifah Tika (Bandung), Vanny Rosa Marini (Jakarta), Yushna Septian (Yogyakarta), Zakiyah Solihah (Bandung), dan Chikita Fawzi (Jakarta).
Selain pameran poster, Take Cover juga digelar Creative Talk sebagai puncak acara. Pada hari minggu (06/04), dilangsungkan sharing seputar dunia kreatif islam dengan mendatangkan 3 pembicara, diantaranya Erfian Asafat, Lahandi Baskoro, dan Emeralda Noor Achni.
Dalam sesi pertama bertajuk When Value Meet Art, Erfian Asafat yang berprofesi sebagai illustrator dan comic artist membagikan pengalamannya menggarap proyek dakwah visual bersama Ustad Nouman Ali Khan. Saat ini Erfian menjadi satu-satunya illustrator dari Indonesia yang dipercayakan ustad Nouman Ali Khan, seorang ahli tafsir al Qurâan dari Amerika yang fokus pada sisi linguistik dan sastra dalam bahasa Inggris untuk menggarap proyek2 ilustrasi dakwahnya yang bisa dilihat di youtube. Erfian menerjemahkan ceramah tafsir al Qurâan ustad Nouman Ali dalam sebuah ilustrasi video yang menarik. Sebuah usaha kreatifitas dalam dakwah yang patut diacungi jempol, membuat dakwah tidak membosankan dan hingga dapat tersebar ke seluruh mancanegara.
Dalam sesi kedua, Lahandi Baskoro, penulis buku dari Itâs My Start Up sekaligus founder Depok Creative ini didaulat untuk membincangkan tema tentang starting your passion. Lahandi turut menceritakan tentang para CEO muslim yang jarang diangkat oleh media serta Naif al-Mutawa sang kreator komik The 99 yang mengikuti passionnya hingga karyanya sukses dan dilirik oleh media-media internasional.  Lahandi berpesan agar setiap muslim harus memiliki passion yang mampu membawa pengaruh untuk sekitar, karena sebaik-baiknya passion adalah yang membawa manfaat dan make it value.
Sesi terakhir Creative Talk ditutup oleh Emeralda Noor Achni, atau kerap disapa dengan benefiko, seorang dakwah visualist buku Yuk Berhijab dan Udah Putusin Aja yang mengangkat tema Hijab dan Kreatifitas. Benefiko menyampaikan pesannya bahwa muslimah yang bergerak di dunia kreatif tidak perlu ikut-ikutan berpenampilan âkreatifâ sehingga meninggalkan syariat, wherever you are berkaryalah dan berhijablah sesuai syariat. Biarlah karya-karya kita yang menghapus stigma miring anggapan tentang hijab syarâi.
Creative Talk yang dihadir tujuh puluh peserta baik dari peserta maupun media partner diharapkan menjadi angin segar untuk nafas dakwah kreatif di Indonesia. Oryza, selaku founder dari komunitas Hijabographic berharap acara-acara seperti ini dapat kembali digelar lagi. Tidak berhenti hingga di Take Cover atau di Jakarta saja tapi juga menular di berbagai kota di Indonesia. âSetiap pelaku muslim kreatif harus saling mengenal dan bersinergi. Kita akan semakin kuat  jika berkolaborasi daripada hanya jika berjalan sendiri-sendiriâ ujar Oryza. (stv)
Video teaser by Zanetta Production
Video Documentation by Irshad Abdassah
More photos and documentation, click here