Karena tetiba lagi viral diantara kita. Ukhuwah tak sebatas amanah.
No title available
Cosimo Galluzzi
hello vonnie

❣ Chile in a Photography ❣

Origami Around
official daine visual archive
Xuebing Du

oozey mess
h
The Stonewall Inn
Not today Justin
$LAYYYTER
ojovivo

izzy's playlists!
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

ellievsbear
art blog(derogatory)
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
EXPECTATIONS

Andulka
seen from United States

seen from Canada

seen from United Kingdom

seen from Burkina Faso
seen from Canada
seen from Costa Rica
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Mexico

seen from United States
seen from Brazil

seen from Brazil

seen from Costa Rica

seen from Germany

seen from Vietnam

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Kyrgyzstan
@hikmahhaula
Karena tetiba lagi viral diantara kita. Ukhuwah tak sebatas amanah.
Cie yang gedegedeg nya udah nggak pegangan 💜
Perkenalkan.. Ini SiKORA maskot Pemilu UNJ yang akan menemani kita dalam pesta demokrasi UNJ 2016 ini. Ikuti terus infonya di: 👥 Kpu Unj 🐣 @kpuunj 📷 @KPUUNJ_OFFICIAL #GolputGakKece #PestaDemokrasiUNJ #TegasBerintegritas ©KPU UNJ 2016
Tiati abang. See you soon. (di Terminal 1B Bandara International Soekarno Hatta Jakarta)
Commuterliners goal. #bahagiaitusederhana #cumasesaat #jarangjarang
Yang bahaya itu ketika, kita tidak menyadari yg kita lakukan adalah dosa. Atau, sudah sadar tapi pura-pura nggak sadar, karena terlena... Perdebatan yang hadir dalam diri, antara pembelaan melakukan keterlenaan atau mengabaikan ketidaktahuan. Ketika melihat si alim melakukan hal sederhana yang sepengetahuanku itu adalah dosa (sekalipun kecil), lalu timbul pertanyaan "oh, boleh ya kayak gitu?." Lalu kubisa apa? Ah terlalu lemah diri ini. Taubat lah diri...
Endorse nih ceritanya~ (at Little Grande Venue)
at SMAN 1 Depok (SMANSA)
Hidup ini adalah tentang bagaimana kita bersyukur, lalu menjaga.
Disini kami berkumpul Di SISKOM 21 eeeh 25 eeeh gue kan 21 eeeh sekarang udah 25 eeeeh eeeeh eeeh Terserah deh, pokoknya bentar lagi SISKOM. Wuhu asik asik. Alhamdulillah Barakallah~ Buat khamu khamu dedek gemes mipa 2016, yuk lah ikutan~ #siskom25 #mipaunj2016
Kegundahan yang disahkan oleh kekecewaan, akibat dari penyesalan tak bermaaf, diukir oleh lalai, dan mungkin akan melahirkan kecacatan, lalu membabi buta keadaan. APAKAH PANTAS?? Dimana iman? #notetomyself
Kakek sayang cucuk.
Tidak Menerima Alasan
Tidak Menerima Alasan Oleh Hikmah Aku tidak pandai merangkai kata. Tapi akan kucoba membagikan sedikit tentang diri ini. Diri yang berusaha menjadi baik walau suit tercapai. Diri yang grafik keimanannya seperti grafik cosinus. Berasal dari keluarga yang harus disyukuri. Hal ini membuat aku mengenal islam lebih awal dari yang lain. Keharusanku untuk survive menjadi satu satunya anak SD yang berjilbab, tidak boleh sentuhan dengan yang bukan muhrim, tidak boleh ini itu, harus ini itu, sudah kurasakan dan tentu saja dengan banyak aral melintang. Menjadi yang paling beda saat SD di sekolah negri tidak terlalu kurasa pahitnya saat ini. karena ejekan dan cemoohan serta perilaku buruk dari oranglain, sangat mudah saya ubah menjadi hal sepele yang tidak harus diladeni. Sehingga masa-masa itu hanya berlangsung sebentar. Mungkin hal ini karena “doktrin baik” dari orangtuaku yang mengharuskan berpenampilan islam ketika keluar rumah dengan alasan kita harus menutup aurat. Tidak memandang saat itu usiaku belum baligh. Secara fisik, secara kasat mata, keislaman terpancar dariku. Tapi, tidak sesuci itu, aku juga masih suka hangout bersama teman teman, merayakan hal tidak penting, dan menjunjung tinggi kesetiakawanan. Kadang, karena hal itu aku menjadi sedikit melanggar peratuan. Tapi maaf, itu bukan alasan yang bisa diterima. Memasuki masa SMP tidak jauh berbeda. Sudah kupikirkan untuk memilih ekskul rohis. Satu sisi, aku terpengaruh oleh kakakku yang aku melihatnya sangat “wah, gue harus kayak dia”. Sisi lain, adalah tuntutan dari orang tua, dan juga untuk mendukung mentoringku yang sudah kugeluti saat kelas 6 SD. Tidak terlalu sulit atau baru bagiku untuk menggeluti ekskul ini. Bahkan aku sedikit bisa menebak kegiatan apa, akan terjadi apa, dan bagaimana nantinya di ekskul tersebut. Aku mulai merasakan, bagaimana memilih sahabat, bagaimana menyikapi berbagai jenis orang, dan lain sebagainya. Dan dari sanalah aku mulai tahu, tentang organisasi yang cukup rumit, dan akhirnya banyak tugasku sebagai sekretaris rohis yang berantakan. Tapi maaf, jangan beralasan untuk meninggalkan tanggung jawab. Memasuki masa SMA yang sangat aku syukuri untuk berada disana, yang tentu saja aku sudah dapatkan gambarannya dari kakakku. Aku semakin bergairah menjalani hidup karena disekelilingku semakin banyak orang yang “sesuhu” denganku. Dan turut membakar semangat berjuangku. Ya, ekskul rohis aku geluti lagi. Kali ini dengan level berbeda dan rasa yang sangat berbeda dari masa SMP. Tantangan yang lebih hebat, cakupan yang lebih luas, semakin mewarnaiku. Terkadag aku merasa cukup dengan bekal yang aku miliki, tapi maaf, tidak ada kata cukup dalam menuntut ilmu. Selepas dari ekskul tersebut aku mengikuti komunitas pelajar muslim di kota kelahiranku. Masa SMA kadang membuatku begitu lelah, tapi maaf, apa kelelahan itu akan membawaku ke syurga? Tidak ada yang menjamin. Maka hal itu membuatku terus bertekat untuk menebar manfaat. Pernah terlintas, kenapa orangtuaku tidak pernah melarangku berkegiatan apapun. Seperti orang tua temanku yang lain. Dilarang ikut ini ikut itu, tidak boleh keluar rumah saat ini itu. Padahal waktu SD hal itu sangat aku rasakan. Tapi ternyata, itulah kondisi yang harus teramat sangat aku syukuri. Memasuki masa kuliah aku sudah membayangkan gambaran dari kakakku. Ternyata sedikit berbeda di akhirnya. Awal aku merasakan penyambutan yang begitu hangat dan membuatku bahagia. Membuatku belajar hal-hal baru. Aku kini memiliki pandanganku sendiri yang tidak semua orang memahaminya. Dunia ini semakin menantang, walaupun diri ini malah merasa lelah dan bosan. Ingin menjadi biasa saja dengan bersenang-senang. Ingin berhenti dan berfikir tentang hal lain. Kadang berfikir nakal lagi, kenapa orangtuaku tidak pernah melarangku berkegiatan apapun. Kadang aku ingin dilarang untuk keluar rumah selain menuntut ilmu. Kadang aku ingin memilih dengan mata tertutup. Tapi itulah kebodohan dan kehinaanku. Mengkufuri banyaknya nikmat yang Allah berikan. Mungkin jenuh, tapi maaf, alasan itu sangat tidak diterima. Harusnya diri inilah yang membuat kejenuhan itu menjadi menarik. Sungguh nikmat jalan yang seharusnya itu. Pecayalah. Tinggal bagaimana kita kuatkan diri untuk bertahan dan meningkatkan kualitas kita. Dengan terus menjaga keikhlasan dan mencari keridhoan Nya. Waaupun tidak ada yang menjamin kemulusan kelancaran menjalaninya. Tapi yakinlah dan berpeganganlah dengan yang seharusnya. Dan salah satu hal dari sekian banyak yang menguatkan, QS Muhammad Ayat 7. Semoga perjuangan ini hingga akhir hayat. Semoga Allah ridhoi langkah kita. Tulisan si awam yang yang ingin terbang ke awan. Syawal 1437 Hijriyah
Tegar Di Jalan Dakwah
Tegar Di Jalan Dakwah
Cahyadi Takariawan
Bab 1 Problematika Internal Aktivis Dakwah
Problematika Internal:
· Gejolak Kejiwaan
Gejolak ini tidak bisa dimatikan sama sekali, tetapi perlu dikelola dengan baik agar tidak merugikan dakwah dan aktivis dakwah. Diantaranya adalah gejolak syahwat. Begi mereka yang belum menikah, gejolak ini biasanya lebih besar dan lebih berpeluang “menggoda”. Kedua gejolak amarah, gejolak amarah ini bisa berakibat fatal termasuk bagi citra dakwah, hubungan antar aktifis dakwah, dan terjadinya fitnah diantara kaum muslimin. Ketiga gejolak heroisme, semangat heroisme memang bagus dan sangat perlu, tetapi ketika sudah tidak proporsional ia akan mendatangkan sikap ekstrem yang berbahaya bagi kemaslahatan dakwah dan umat. Keempat gejolak kecemburuan, sikap ini berefek pada melemahnya soliditas internal jamaah.
· Ketidakseimbangan Aktifias
Tawazun atau kesimbangan yang merupakan asas kehidupan, juga harus dipraktikkan dalam kehidupan berjamaah dan oleh semua aktifis dakwah.
· Latar Belakang dan Masa Lalu
Solusi atas problem ini terangkum dalam kata “mujahadah.” Bagaimana seorang aktifis melakukan muhasabah, menyadari kelemahannya dan melakukan perbaikan diri. Masa lalu memang tidak bisa diubah, tetapi pengaruhnya bisa dikendalikan
· Penyesuaian Diri
Yakni penyesuaian diri terhadap karakteristik pendekatan dan sikap dakwah yang melekat pada masing-masing marhalah dan orbit dakwah. Untuk mengatasi problem ini dibutuhkan peran kelembagaan dakwah. Jamaah dakwah perlu melakukan persiapan perubahan fase dakwah, mensosialisasikan cara pandang yang disepakati tentang batas-batas pengembangan dakwah sehingga jelas mana yang termasuk pengembangan (tathwir) dan mana yang termasuk penyimpangan (inhiraf). Jamaah dakwah juga harus mendefinisikan masa yang asholah dan tsawabit, serta mana yang mutaghayyirat.
· Friksi Internal
Bahwa friksi merupakan indikasi kelemahan proses tarbiyah, friksi menandakan adanya kelemahan dalam penjagaan diri para aktifis dakwah, restrukturiasi dakwah tepat dilakukan terhadap orang-orang yang telah memahami karakter dakwah itu sendiri, friksi juga bukti keberadaan ego manusia, penumbuhan al-wa’yul islami (kesadaran berislam) dan al-wa’yu ad-da’awi (kesadaran dakwah) lebih utama dibandingkan sekedar meletupkan hamasah (semangat) bergerak, dan sangat mungkin friksi timbul karena hadirnya pihak ketiga yang sengaja “memecah” jamaah.
Bab 2 Problematika Eksternal Dakwah
· Problematika Spiritual dan Kultural
Diantaranya adalah berhala-berhala modern; syirik, khurafat dan tahayu; globalisasi dan dialektika kultural; serta tradisi baik yang sudah tergerus dan tergantikan dengan budaya negatif efek perkembangan peradaban.
· Problematika Moral
· Problematika Sistemik
Diantaranya adalah KKN, kemiskinan, kebodohan, dan ancaman disintegrasi bangsa.
Bab 3 Daya Tahan di Medan Dakwah
Dakwah yang merupakan jalan panjang dan lintas generasi niscaya memerlukan daya tahan yang permanen juga agar tetap istiqamah sampai mengakhiri sejarah kehidupannya dengan husnul khatimah. Faktor yang perlu dimiliki:
1. Menguatkan dan Membersihkan Motivasi
Senantiasa memperbaharui niat, berusaha keras menunaikan kewajiban, berusaha keras mewujudkan kecintaan kepada Allah, merasakan pengawasan Allah, dan hati-hati dalam beramal.
2. Menggapai Derajat Iman
Miliki orientasi rabbani, yakni menjadikan seluruh aktifitas selalu berorientasi kepada Allah, dan sebaliknya, berhati-hati terhadap orientasi duniawi.
3. Menggandakan Kesabaran
Berikan dorongan jiwa untuk mengejar dengan sungguh-sungguh faedah-faedah yang ditimbulkan oleh kesabaran, dan betapa besar buahnya bagi agama dan keduniaan kita serta melawan pengaruh hawa nafsu. Hikmah kesabaran tersebut adalah dijadikan pemimpin, pahala yang besar, kebersamaan Allah, dan mendapatkan berbagai macam kebaikan karena sabar.
4. Kekuatan Ukhuwah
Motivasi diri dengan keteladanan ukhuwah di zaman kenabian, perbaiki hubungan sesama aktifis dakwah berlandaskan cinta dan kasih sayang, minimalisir penghambat-penghambat ukhuwah.
5. Dukungan Soliditas Struktur
Meliputi konsolidasi manajerial (dilakukan dengan penataan manajemen yang bagus dan profesional dalam setiap jalur dan lini) dan konsolidasi operasional. Hindari hal-hal yang bisa merusaknya yaitu munculnya sekat komunikasi dan lemahnya imunitas struktural (mana'ah tanzhimiyah).
Bab 4 Yang Tegar di Jalan Dakwah
Agar tegar dalam menghadapi ejekan, sadarilah bahwa ejekan kepada Rasulullah jauh lebih hebat; Agar tegar dalam menghadapi fitnah, tetaplah bekerja dan beramal maka umat akan tahu siapa yang benar dan siapa yang tukang fitnah; Agar tegar dalam menghadapi teror fisik, tawakallah kepada Allah dan berdoalah senantiasa; Agar tegar dalam menghadapi manisnya rayuan, jagalah keikhlasan dan senantiasa memperbarui niat, waspada dan tetap bersama jamaah; Agar tegar dalam menghadapi tekanan keluarga, ketegasan harus diutamakan; Agar tegar dalam kondisi kekurangan/keterbatasan ekonomi, bersabar adalah kuncinya; Kekuatan ukhuwah sesama aktifis dakwah juga berperan penting untuk menjaga kita tetap tegar; Agar tegar dalam kemapanan harus memiliki paradigma semakin banyak kekayaan, semakin banyak kontribusi bagi dakwah; Dan pada semua mihnah, kedekatan dengan Allah dan tawakkal kepada-Nya merupakan kunci utama agar tegar di jalan dakwah.
-----
Persiapan sidang mukernas fl2mi. Semoga aman dan lancar. Presidium masih sendiri nih? (at Universitas Negeri Surabaya ( UNESA ))
Barakallah daki~
Lebih mirip arca berjejer~