Di tempat ini kawan, mari kita tumpahkan.
air comberan di pikiran kita, serta sampah-sampah yang mengambang diatasnya.
lupakan semua tugas kuliah, biarkan mereka menumpuk-membusuk.
dan tentang wanitamu itu, biarkan dia selingkuh ria malam ini.
Dengan segelas kopi di tanganku, dan sebatang rokok di mulutmu,
kita membicarakan dosen yang rajin memberi tugas.
mungkin cuma kau yang tahu, penyebab keautisanku di sana.
hingga membuatku jadi mahasiswa pemalas, dan sering tidur di kelas.
Lalu kau mengangkat topik soal wanita.
ah tentang ini, kau lebih beruntung kawan.
kau menceritakan milikmu sendiri, sedangkan aku kepunyaan orang lain.
dan kaupun tertawa, sambil mengatakan padaku:
"move on, masih banyak yang lebih baik."
Sungguh, telingaku sudah sangat tuli mendengar kata "move on" dan "cari yang lebih baik".
Malam semakin melarutkan kita dalam obrolan tak tentu arah.
awalnya tentang wanita, kemudian para homo di kelas.
Berlanjut membicarakan dunia, lalu terbang ke akhirat.
kita mulai menggila, stres berdua.
Dan di saat tawa kita meledak,
aku merasakan sedikit bebanku mencair, lalu menguap ke udara.
Di warung kecil ini kawan, mari kita lupakan sejenak.
masa lalu pahit, serta kenangan yang terlarut di dalamnya.
dan tentang rokok serta kopi yang kita habiskan itu,
biarkanlah menjadi bagian masa muda kita yang membara.