PANDUAN AWAL CARA BERORGANISASI ANARKIS
Download versi zine siap cetaknya disini:
http://www.mediafire.com/file/d0mjs95dk7dn0fs/Saat+Anarkisme+Beraksi.pdf
"Sekarang Anda bertanya, bagaimana cara berpartisipasi dalam gerakan ini?atau apa kira-kira yang bisa dilakukan? dan saya tanpa ragu mengatakan, banyak. Setiap revolusi membutuhkan kaum revolusioner…” - Isabel Meredith, seorang dari banyak perempuan Anarkis.
"Satu orang, ajari satu orang" – Bob Marley.
Booklet ini dimaksudkan untuk menjadi panduan praktis pengorganisiran aksi langsung, protes, dan proyek-proyek anarkis jangka panjang, Anda
tidak akan menemukan banyak pembahasan teoritis di sini. Terdapat banyak
sekali buku-buku yang menyediakan segala teori Anarkis diluar sana. Booklet ini adalah ringkasan dari ribuan ide, tulisan dan pengalaman tak terhitung dari para anarkis sebelum kita untuk menjadi referensi praktek kita semua. Buku ini dimaksudkan untuk menjadi alat membangun gerakan Anarkis dan akhirnya, sebuah masyarakat merdeka. Meski demikian, semua kaum radikal, Anarkis maupun bukan, yang berjuang untuk tujuan-tujuan otonom, demokrasi langsung, dan kebebasan akan menemukan berbagai hal dalam buku ini dapat berguna pula untuk mereka.
Namun untuk pembaca awam dan kaum non-Anarkis yang mungkin membaca booklet ini, di sini saya akan menjelaskan secara singkat apa maksud saya ketika menyebut kata “Anarkisme”.
Anarkisme adalah gerakan sosial, ekonomi dan politik yang sangat tua ketimbang gerakan radikal kiri lain yang ada saat ini seperti Marxisme contohnya. Terdapat banyak aliran dalam pemikiran kaum Anarkis. Sebagian besar memiliki perbedaan di tahap metode, bagaimana sebuah
masyarakat Anarkis secara rinci dapat dicapai dan dikelola. Meski ada perbedaan, semua cabang Anarkisme memiliki komitmen yang kurang lebih sama dalam mengusung empat prinsip dasar. 1.) Kebebasan individu, 2.) Kesetaraan sosial-ekonomi, 3.) Kebebasan berasosiasi, dan 4.) Saling
memberi manfaat (kerjasama/mutual aid, dan solidaritas). Kaum anarkis awal-awal berupaya menciptakan sebuah masyarakat tanpa kelas, tanpa Negara, bebas dari penindasan dan eksploitasi, yang diorganisir dan dijalankan secara sukarela bersama-sama, dengan empat prinsip tadi.
Untuk mengenal lebih utuh dan dalam tentang Anarkisme, saya
menyarankan untuk membaca Anarkis FAQ di: http://anarkis.org/anarkis-faq/
Anda diizinkan menggandakan dan mendistribusikan keseluruhan atau sebagian isi buku ini secara gratis. Lebih jauh lagi, saya mendorong orang-orang untuk menambahkan atau memperbaiki informasi sesuai yang mereka rasa perlu.
Bentuk Pengambilan Keputusan dan Organisasi
Bagi kaum Anarkis, cara dan metode yang digunakan untuk mencapai sebuah
tujuan harus konsisten dengan tujuan itu sendiri. Jika ingin mencapai sebuah masyarakat merdeka, kita tidak dapat memakai cara-cara dari atas ke bawah, presiden ke menteri, bos ke bawahan, cara otoritarian. Jika cita-cita kolektif kita adalah masyarakat merdeka maka perorganisiran dan pengambilan keputusan mestinya konsisten dari bawah, dari masyarakat itu sendiri. Anda tidak mungkin paham bagaimana rasanya merdeka kecuali dengan belajar hidup merdeka mulai dari sekarang.
Bagian ini ditulis untuk menunjukkan bentuk-bentuk pengambilan keputusan yang umumnya digunakan kaum Anarkis. Informasi ini akan berguna bagi pengambilan keputusan dalam aksi unjuk rasa biasa maupun aksi langsung, dan dapat juga dipakai untuk pengambilan keputusan dalam konteks sebuah proyek jangka panjang dan perencanaan gerakan sosial lain.
• Pertemuan dan Fasilitasi
• Federasi dan Jaringan Kerja
Demokrasi langsung berbeda dari demokrasi parlementer. Dalam demokrasi parlementer, masyarakat tak pernah ditanya tentang gagasan dan idenya. Mereka hanya ditanya soal "setuju" atau "tidak setuju". Gagasan dan ide telah disiapkan bagi mereka. Sementara demokrasi langsung berbeda secara radikal.
Demokrasi langsung berlandaskan pada gagasan bahwa "masyarakat paham bagaimana cara mengatur diri mereka sendiri". Kami tidak butuh kaum spesialis dan profesional untuk memberitahu kami bagaimana cara hidup dan bekerja dalam mendukung keberlangsungan hidup kami. Kaum Anarkis menekankan bahwa sebuah komunitas cukup mampu berpikir dan berpraktek untuk keberlangsungan diri mereka sendiri. Apa yang kita perlukan adalah sumber daya dan hak untuk melakukannya. Demokrasi langsung adalah metode melaksanakannya.
Demokrasi langsung bertumpu pada sistem delegasi bukan perwakilan (representasi) . Hal mendasar yang membedakan kedua sistem adalah delegasi hanya dipilih untuk melaksanakan keputusan tertentu. Delegasi tidak memilliki hak untuk mengubah hasil keputusan musyawarah masyarakat sebelumnya. Delegasi (tak seperti perwakilan) dapat segera digantikan dan dipecat jika tidak menjalankan fungsi khusus sebagaimana yang dimandatkan. Demokrasi langsung berlaku di tempat kerja/pabrik maupun di dalam komunitas. Dalam demokrasi parlementer, tempat kerja "kebal" dari demokrasi (dengan menahan hak yang telah dimenangkan pekerja melalui serikat pekerja). Dalam demokrasi langsung, operasi sebuah pabrik, gedung , atau kantor dijalankan melalui sebuah rapat umum seluruh pekerja. Rapat ini akan mendiskusikan hal-hal, memilih perwakilan pengelola yang setiap saat dapat diganti, dan mengorganisir bagaimana kerja dilakukan. Pekerja memilih delegasi yang akan berkoordinasi dengan pekerja di tempat kerja lain dan komunitas lain yang lebih luas. Organisasi dalam di wilayah yang sama dikelola melalui sebuah federasi tempat kerja dengan struktur delegasi.
[dikutip dari Bab 9 "Parlemen atau Demokrasi?", pamflet Worker
Solidarity Movement di situsnya, http://flag. blackened. net/pd_chap9. html]
Secara harafiah demokrasi langsung (berbeda dari konsensus, yang kadang
juga dirujuk sebagai bagian sistem demokrasi langsung) adalah sebuah
metode pengambilan keputusan dari bawah ke atas yang menggunakan voting
atau pengambilan suara sebagai alat untuk sampai pada keputusan.
Demokrasi langsung dalam skala kecil dapat sangat sederhana seperti
sekelompok orang yang mengambil suara dengan cara mengangkat tangan atau menulis di lembar suara untuk sampai pada keputusan. Pengambilan keputusan
dalam skala yang besar dalam demokrasi langsung biasanya diwujudkan dalam
bentuk "dewan" delegasi yang terpilih. Dewan memiliki peranan atau pun
kedaulatan untuk menyajikan keinginan kelompok mereka di dalam dewan.
Delegasi ini dapat diganti. Mereka dapat diganti dengan alasan apapun
saat kelompoknya memiliki dasar cukup untuk mengganti mereka.
Hasil pemugutan suara dalam demokrasi langsung yang menentukan apakah
sebuah usul "menang" atau "kalah" merupakah gaya kemenangan mayoritas
(terutama saat digunakan di dalam skala yang kecil). Namun metode lain,
seperti bentuk perwakilan sesuai proporsi atau pun pemungutan suara
untuk mendapat pendapat mayoritas, lalu menggunakan konsesus untuk
menyertakan suara tidak setuju dalam keputusan final, dapat digunakan untuk
mengubah proses pemungutan suara. Dalam demokrasi langsung setiap orang
dapat mengusulkan pemungutan suara terhadap sesuatu isu dan secara teknis
setiap orang dapat mengajak diadakannya rapat. Bagaimanapun, sebuah
kelompok atau dewan dapat menyusun dan menyutujui atau mengesahkan
panduan mekanisme diadakannya pemungutan dan rapat.
Artikel berikut menggambarkan bagaimana kaum Zapatista memanfaatkan
demokrasi langsung:
Dari "Zapatista, Anarkisme dan "Demokrasi Langsung"
Dipublikasikan dalam Anarcho-Syndicalist Review, #27 Musim Gugur 1999
Sejak tahun 1994, gerakan Zapatista di Chiapas Meksiko, membangun
sebuah sistem demokrasi langsung. Mereka membentuk jaringan organisasi dan sistem pengambilan keputusan yang melibatkan ratusan ribu orang.
Terdapat 32 kotapraja gerilyawan (munisipal), masing-masing berisi kurang
lebih 50 hingga 100 komunitas. Lebih dari 500.000 orang hidup dan menjadi
bagian jaringan pengambilan keputusan ini. Terdapat lima kelompok bahasa
– ditambah lokasi penggunungan tinggi, hutan lebat, serta kondisi jalan yang buruk membuat setiap bentuk organisasi libertarian menjadi sulit. Tapi toh hal ini tak menghalangi kaum Zapatista membangun system demokrasi langsung.
Rapat Desa
Daerah pengorganisiran terbuka Zapatista berada di pedesaan yang sangat
miskin. Komunits kecil yang terdiri dari segelintir individu hingga yang berjumlah 100 keluarga lebih sangat khas. Mereka dipaksa bertahan
hidup tanpa mendapat manfaat sistem pertanian modern.
Kaum laki-laki desa terpaksa mencari kerja di luar kampung di kota-kota
terdekat. Bahkan mereka mesti jauh hingga ke Amerika Serikat. Tetapi
di desa, aliran politik satu-satunya yang beroperasi hanyalah semacam
teologi pembebasan gereja Katolik dan EZLN.
Diez Abril, sebuah komunitas baru yang berdiri di atas tanah yang
diambil alih rakyat tahun 1995. Mereka yang pindah ke sana telah bekerja di
atas tanah ini sebelum pemberontakan (1994). Mereka melakukan rapat mengenai tanah itu sebelum mengambil alih. Mereka memutuskan bagaimana
membagi serta memberi nama komunitas itu, "Diez de Abril" hari (10 April
1919) saat pahlawan Meksiko dan anarkis yang legendaris, Emilio Zapata
terbunuh.
Rapat mingguan dilaksanakan setelah ibadah mingguan. Bahkan rapat ini
telah menjadi sebagai bagian dari ibadah itu. Rapat terbuka bagi semua
yang menghadiri ibadah. Sekitar 12 orang diberi kesempatan berbicara
dalam pertemuan ini. Kadang pertemuan ini dapat berlangsung berjam-jam.
Pertemuan seringkali bertujuan untuk memecahkan masalah praktis
menyangkut kerja di dalam komunitas atau pengeluaran dana belanja dari uang simpanan komunitas. Salah satu perdebatan panjang kali ini berkutat pada persoalan apakah komunitas mesti membeli sebuah truk atau traktor.
Pertemuan dalam dilaksanakan selama seminggu ini jika memang dibutuhkan.
Rapat memilih delegasi yang dinamakan "mereka yang bertanggung jawab"
untuk mengkoordinasikan kerja di daerah tertentu. Delegasi ini bertugas
dalam waktu terbatas (satu hingga dua tahun) dan dapat diganti kapan
saja jika dirasakan tidak "memimpin dengan mematuhi/leading by obeying"
(slogan Zapatista yang cukup popoler, yang mengajak para delegasi
mematuhi mandat yang telah diberikan yang diberikan kepada mereka).
Terdapat juga kolektif yang menjalankan tugas khusus di dalam
komunitas. Mereka dibentuk dan bertanggung jawab kepada rapat. Tetapi diluar itu mereka tetap otonom. Kolektif di Diez terdiri dari kolektif penanaman kopi, produksi madu, hortikultur, roti, jahit-menjahit dan peternakan ayam. Hasil produksi kolektif disalurkan untuk anggota; sisa surplus disalurkan untuk simpanan sentral komunitas yang dikontrol rapat desa.
CCRI
Komite Klandestin Masyarakat Adat Revolusioner (CCRI) merupakan badan
yang memerintah tentara gerilya, EZLN. Lembaga ini, (atau lebih tepat
berbagai lembaga karena terdapat juga CCRI berbagai wilayah) terdiri atas
delegasi dari komunitas. Lembaga ini bukanlah sebuah struktur militer.
Secara kewilayahan lembaga ini dapat mengambil keputusan yang
mempengaruhi tiap komunitas. Sebagai contoh, saat satu komunitas di daerah
Morelia ingin menduduki tanah setelah permberontakan tahun 1994, CCRI local memerintahkan komunitas untuk menunggu, penyelesaian persengketaan
tanah skala luas yang terjadi setelah dialog 1994.
Hal ini tidak memuculkan masalah karena CCRI merupakan badan delegasi
yang benar-benar berasal dari komunitas. Dalam banyak situasi
revolusioner sangat masuk akal untuk menahan bagian yang paling militan. Sebab sebuah aksi prematur dapat mengakibatkan penindasan terhadap seluruh gerakan. Dalam kasus ini saya mungkin saja tak sepakat dengan keputusan tersebut tetapi permasalahannya adalah bagaimana keputusan itu dibuat dan siapa yang membuatnya. Masyarakat di daerah itu atau sejumah badan yang tak dapat dimintai pertanggungjawaban (seperti parlemen dan
pemerintah) yang bertindak atas nama mereka?
Majalah liberal Meksiko "La Jornada" yang banyak meliput sepak terjang kaum Zapatista mewawancarai sejumlah anggota CCRI. Salah anggota yang
bernama Isacc menjelaskan soal akuntabilitas CCRI:
"Jika masyarakat menemukan seorang companero (rekan – penj) yang
dipilih menjadi anggota CCRI tidak melakukan apa-apa, bahwa kita tidak
menghormati atau tidak melakukan apa yang dikatakan rakyat, maka rakyat akan mengatakan bahwa mereka ingin mengganti kita …dengan cara seperti itu, jika seorang anggota CCRI tidak melakukan kerjanya, jika mereka tidak
menghormati rakyat, well kawan, bukan tempatmu disini. Maafkan kami, tapi kami mesti menaruh seseorang untuk menggantikan Anda".
Consulta
Bahkan CCRI sendiri tidak punya kekuatan untuk memutuskan keputusan
penting, seperti persoalan damai atau perang. Sebaliknya hal itu dibuat
melalui sebuah "consulta" – secara kasar dapat diartikan sebagai
referendum. Diskusi mendalam di tiap-tiap komunitas merupakan hal yang penting dalam proses iii sama seperti pemilihan suara itu sendiri. Kadang butuh
waktu berbulan-bulan. Proses ini seringkali menjadi sumber kejengkelan
luar biasa pemerintah Meksiko. Karena pemerintah selalu menginginkan
tawaran mereka dijawab segera atau hanya dalam hitungan hari.
Dalam sebuah komunike, EZLN menjelaskan proses consulta sebagai
berikut:
"Konsultasi berlangsung di tiap komunitas dan ejido dimana terdapat
anggota EZLN. Studi, analisa, dan diskusi mengenai kesepakatan damai
berlangsung dalam rapat demokratis. Pemungutan suara bersifat langsung,
bebas dan demokratik.”
"Setelah voting, laporan resmi mengenai hasil rapat disiapkan. Laporan
ini menetapkan tanggal dan tempat rapat, jumlah orang yang hadir
(laki-laki, perempuan dan anak-anak diatas 12 tahun), pendapat dan pendirian
yang prinsipnya akan didiskusikan, dan jumlah orang yang melakukan
pemungutan suara atau pun memilih"
Consulta yang memutuskan bahwa serangan militer tahun 1994 dijalankan,
setahun sebelum Marcos dan para komandan militer menganggap diri mereka
siap secara militer. Consulta yang memutuskan Zapatista masuk ke meja
perundingan dengan pemerintah, dan menerima perjanjian San Andres.
Kemudian, Consulta juga memutuskan untuk menghentikan pembicaraan hingga
pemerintah melaksanakan hal-hal yang disepakati.
Council
Struktur regional ini didesain untuk mengambil keputusan besar.
Permasalahan perang atau damai dan sebagainya. Bagaimanapun, tentu saja
pertemuan skala nasional terlalu jauh jika hanya digunakan untuk
menyelesaikan masalah kecil. Pemberontakan, bagi komunitas-komuntas Zapatista juga bermakna menolak segala hubungan dengan Negara Meksiko – hingga ke hal-hal seperti menolak mencatatkan kelahiran atau membuat akte kelahiran serta kematian.
Persoalan yang muncul dari kebutuhan untuk koordinasi intra komunitas
mengakibatkan dibentuknya council kewilayahan. Lembaga ini yang kemudian
dikenal dengan munisipalitas (kotapraja otonom). Sebagai contohnya,
100 komunitas membuat munisipalitas yang dinamai sesuai dengan pahlawan
anarkis Meksiko, Ricardo Flores Magon. Munisipalitas Tierra y Libertad,
di perbatasan Guatemala secara keseluruhan berisikan 120 komunitas.
"Dengan pembentukan struktur minisipalitas baru, komunitas menamakan
otoritas mereka, guru komunitas, penyelenggara kesehatan lokal, parlemen
adat, dan memperinci hukum mereka berdasarkan kondisi sosial, ekonomi,
politik, dan persamaan jender di antara penduduk komunitas-komunitas
dengan kesukuan yang beraneka ragam"
Sebuah LSM Meksiko menceritakan upaya menindas komunitas-komunitas
kecil ini dan menjelaskan fungsi mereka sebenarnya:
"Komunitas di wilayah masyarakat adat atau daerah-daerah yang telah
ditentukan, pada rapat seluruh anggota, akan menetapkan apakah mereka akan
menjadi anggota munisipal otonom atau tidak … Komunitas memilih wakil
mereka di dalam council munisipal otonom, yang merupakan pemegang
otoritas munisipal. Setiap perwakilan dipilih dari satu daerah administrasi
di dalam munisipal otonom, dan mereka dapat segera diganti jika tidak
mematuhi mandat komunitas …Mereka yang memegang kedudukan di dalam dewan munisipal tidak menerima gaji, meski pengeluaran mereka mesti dibayar
oleh komunitas-komunitas yang menginginkan kehadiran mereka, melalui
saling kerjasama di antara anggota. Pada sejumlah kasus, anggota-anggota
Coucil mendapat bantuan dalam mengerjakan lahan pertanian mereka,
hingga dapat mendedikasikan diri bagi kerja-kerja Council. Sehingga tidak
mesti pergi ke ladang"
Struktur ini sesungguhnya cocok dengan cita-citakan anarkisme atau
tepatnya struktur sindikalisme revolusioner. Pemeriksaan mandat dan
pencabutan dilaksanakan. Fakta bahwa struktur ini tidak menyebut diri anarkis,
namun muncul dari semacam percampuran praktek masyarakat adat, Marxisme
dan Teologi Pembebasan tidak mencegah kita untuk berdiri mendukung
mereka.
Lebih penting lagi apa pun asal muasalnya, mereka menawarkan model,
yang sering kita kita perbincangkan, dalam wujud praktek.
Dari wilayah Chiapas yang terisolasi dan sangat miskin, dan fakta bahwa
struktur libertarian dapat berkembang di sebuah kondisi yang keras di
tengah-tengah perang dengan intensitas rendah menunjukkan pada kita
betapa validnya sistem demokrasi langsung.
Demokrasi langsung, pro dan kontra:
Pro:
Demokrasi langsung kerap kali merupakan cara yang cepat dan
efisien bagi sebuah kelompok untuk mengambil keputusan. Demokrasi langsung
dipandang sebagai metode pengambilan keputusan yang berorientasi hasil,
sebagai tandingan metode yang berorientasi proses. Demokrasi langsung
dianggap sebagai metode pengambilan keputusan fleksibel yang dapat
diterapkan dalam berbagai situasi.
Kontra:
Sejumlah kalangan memandang beberapa bentuk demokrasi langsung
terlampau efesien dan berorientasi hasil dan tak cukup berorientasi
proses. Sejumlah orang menganggap pemungutan suara dengan "mayoritas yang
menang", dalam beberapa bentuk demokrasi langsung, menyepelekan
egalitarianisme dalam pengambilan proses keputusan keputusan kelompok.
------------ --------- --------- --------- --------- ------------------ --------- --------- -------
Catatan: artikel berikut membahas pengambilan keputusan berdasarkan
konsesus formal, yang merupakan metode ideal kaum Anarkis. Beberapa
langkah dalam proses di bawah ini dapat dikesampingkan, diubah, atau
digabungkan sesuai yang dirasakan tepat oleh kelompok. Tips tambahan bagi
pengambilan keputusan dengan consensus Anarkis dapat ditemukan pada bagian akhir esai ini.
Diambil dari "Pengambilan Keputusan" (http://www.consesus .net/ocac2.
html)
Konsesus merupakan proses yang memerlukan sebuah lingkungan dimana
segala sumbangan dinilai dan partisipasi didorong. Bagaimanapun, terdapat
sedikit organisasi yang menggunakan model konsensus yang spesifik,
konsisten, dan efisien. Seringkali, proses konsesus bersifat informal,
setengah-tengah, dan tidak konsisten. Ini terjadi saat proses konsesus,
tidak berlandaskan pondasi yang kokoh dan strukturnya tidak dikenal atau
tidak ada. Untuk mengembangkan sebuah tipe konsensus yang lebih,
organisasi mesti menentukan prinsip-prinsip yang dipegang secara umum. Prinsip itu yang membentuk pondasi kerja kelompok. Kelompok juga mesti secara sadar memilih tipe struktur yang akan dibangun.
Struktur Konsensus Formal
Struktur ini menciptakan sebuah separasi di antara identifikasi dan
pemecahan masalah tertentu. Mungkin, jika setiap orang di dalam sebuah
kelompok tanpa hambatan mampu mengeluarkan pemikirannya, mereka tak akan memerlukan struktur ini. Struktur yang dapat diprediksi ini menyediakan
kesempatan bagi mereka-mereka yang merasa tidak cukup berdaya untuk
berpartisipasi.
Konsensus formal disajikan secara bertingkat atau melingkar. Pada tingkat pertama, gagasannya adalah memperbolehkan setiap orang mengekspresikan pandangan mereka, termasuk keprihatinan. Namun waktu kelompok tidak dihabiskan untuk mencari pemecahan masalah. Di tahapan kedua kelompok memusatkan perhatian untuk mencari apa yang menjadi keprihatinan, tetap tidak untuk memecahkannya. Proses ini memerlukan displin dan kesabaran. Komentar reaktif, bahkan yang paling lucu serta pemecahan, sekalipun baik, dapat menekan ide-ide kreatif dari peserta lain. Barulah pada tahap ketiga struktur memperbolehkan untuk mengeksplorasi pemecahan masalah.
Setiap tingkatan memiliki cakupan dan fokus berbeda. Pada tingkatan
pertama, cakupan cukup luas, mempersilahkan peserta diskusi untuk
mempertimbangkan dampak politik dan filosofis demikian pula kepatutan umum, dan pertimbangan- pertimbangan, serta informasi lain yang relevan.
Satu-satunya fokus terletak pada usulan secara keseluruhan. Beberapa keputusan dapat dicapai setelah diskusi tingkat pertama. Pada tingkat kedua,
cakupan diskusi dibatasi pada keprihatinan. Mereka dikenali, dan didaftar
sehingga memungkinkan setiap orang memperoleh gambar keseluruhan
masalah. Fokus perhatian diletakkan pada mengenali pokok masalah dan
mengelompokkan hal-hal yang serupa. Pada tingkat ketiga, cakupan menjadi sangat sempit. Fokus diskusi dibatasi kepada satu masalah yang belum
terpecahkan hingga akhirnya mampu dipecahkan.
Alur Proses Konsensus Formal
Dalam situasi ideal, setiap usul disampaikan dalam bentuk tertulis dan
secara ringkat diperkenalkan pertama kali saat muncul dalam agenda.
Pada pertemuan berikutnya, setelah setiap orang telah memiliki cukup waktu
untuk membacanya dan secara cermat mempertimbangkan setiap hal.
Diskusi akan segera dimulai dengan sungguh-sungguh. Acapkali barulah pada
pertemuan ketiga sebuah keputusan dibuat. Tentu saja, hal ini bergantung
pada seberapa banyak usulan yang dibeberkan dan urgensi keputusan itu.
Memperjelas proses
Fasilitator memperkenalkan orang yang mengajukan usul dan memberi
pengantar pendek mengenai langkah apa saja yang telah diambil terhadap
masalah itu. Sangat penting bagi fasilitator untuk menjelaskan latar
belakang usul itu dibawa ke dalam peertemuan, dan tugas fasilitator untuk
memastikan bahwa setiap partisipan mengerti dengan jelas struktur dan
teknik diskusi yang sedang diterapkan selagi pertemuan sedang berjalan.
Mengajukan usul atau isu
Sejauh memungkinkan dan sempat, usulan haruslah dipersiapkan secara
tertulis dan disebarkan dengan baik menjelang pertemuan yang akan membahas mencari sebuah keputusan. Hal ini mendorong munculnya diskusi dan pertimbangan, dan membantu penyaji usul mengantisipasi masalah, serta
memperkecil timbulnya kekagetan, dan melibatkan setiap orang dalam pembuatan usulan (jika dasar-dasar masalah belum selesai, pilihan bijak adalah
mengirimkan usul tersebut kepada komite. Penulisan usulan sulit
diselesaikan dengan kelompok yang besar. Komite kemudian mengembangkan usul untuk pertimbangan di mendatang), membacakan usul tertulis dengan keras, memberi latar belakang informasi, menyatakan dengan jelas manfaat serta alasan penerimaan usul untuk dibicarakan, termasuk membicarakan tiap
masalah yang ada.
Pertanyaan yang memperjelas presentasi
Pertanyaan dibatasi dengan ketat oleh fasilitator agar peserta dapat
mencari pemahaman lebih dalam mengenai usul yang disajikan. Setiap orang
layak mendapat kesempatan untuk sepenuhnya mengerti apa yang diminta
kelompok sebelum diskusi dimulai. Ini bukan waktu untuk berkomentar atau
menyuarakan kepedulian. Jika hanya terdapat sejumlah kecil pertanyaan,
hal itu dapat dijawab saat itu juga oleh orang yang menyajikan usul.
Jika cukup banyak pertanyaan yang muncul, sebuah teknik yang berguna
adalah mendengarkan seluruh pertanyaan terlebih dahulu. Kemudian
menjawabnya sekaligus. Setelah menjawab segala pertanyaan, diskusi kelompok pun dimulai.
Tingkat Pertama: Diskusi Umum Terbuka Seluas-luasnya
Diskusi pada level ini mesti menjangkau seluas-lluasnya permasalahan.
Cobalah mendorong komentar yang mengulas usul secara keseluruhan, yakni
mengapa hal itu merupakan ide yang baik, atau masalah umum yang perlu
dikemukakan. Diskusi di level ini kadang bernada filosofis dan
prinsipil, ditujukan untuk membahas bagaimana usul dapat mempengaruhi kelompok dalam jangka panjang atau preseden seperti apa yang akan tercipta, dan sebagainya. Ia (tingkat pertama) membantu setiap proposal di diskusikan
dengan cara ini, sebelum kelompok terlibat dalam memecahkan hal
tertentu. Jangan biarkan satu hal menjadi fokus diskusi. Saat hal yang khusus
terangkat, buatlah catatan mengenai hal itu dan dorong diskusi untuk
balik kembali kepada usulan keseluruhan. Dorong komentar ide dan komentar
kreatif yang saling mempengaruhi. Mempersilahkan peserta menambah
informasi relevan faktual. Bagi mereka yang mula-mula merasakan penolakan
terhadap usulan, diskusi ini merupakan sebuah bahan pertimbangan hal-hal
yang mungkin baik bagi kelompok di dalam ukuran yang luas. Kepedulian
mula mereka, dalam faktanya, mungkin merupakan kepedulina seluruh
kelompok. Dan, bagi mereka yang awalnya mendukung usulan, ini merupakan
waktu untuk memikirkan proposal tersebut lebih luas lagi dan beberapa
masalah umum. Jika telah tampak persetujuan umum atas proposal, fasilitator
atau seseorang yang dijadikan pembicara, dapat meminta diadakannya konsensus.
Seruan Pengambilan Konsesus
Fasilitator akan bertanya "adakah hal-hal yang belum dipecahkan?" atau
"Adakah hal yang belum dibicarakan?" Setelah sunyi sesaat, jika tak ada
hal yang perlu ditambahkan dalam pembicaraan, fasilitator akan
mengumumkan bahwa konsesus dan usul telah dibicarakan. Jeda panjang mesti
dilangsung jika terjadi kesulitan mencapai konsensus; sebuah keputusan yang
mudah memerlukan waktu jeda sejenak. Kebijakan yang sulit membutuhkan
keheningan lebih lama. Hal ini mendorong setiap orang tenang saat
menerima konsesus sebelum berpidah ke masalah lain. Pada titik ini,
fasilitator [memanggil sukarelawan] atau mengirim keputusan tersebut kepada
sebuah komite untuk menerapkannya. Penting untuk dicatat bahwa
pertanyaannya bukanlah "Apakah mencapai konsesus"? atau "Apakah semua sepakat?". Pertanyaan-pertanyaan seperti ini tidak sama sekali tidak mendorong sebuah kondisi di mana kepedulian dapat diekspresikan dengan baik. Jika sejumlah orang yang memiliki sebuah keprihatinan, tetapi malu atau
terintimidasi oleh dukung kuat peserta lain bagi sebuah usulan, pertanyaaan
seperti "Apakah ada hal yang belum terpecahkan?" perlu diutarakan.
Fasilitaor juga perlu berbicara langsung kepada mereka dan menyediakan
kesempatan mereka untuk berbicara. Setiap hal yang dapat membuat seseorang menahan diri dicatat bersama usulan-usulan dan menjadi bagian dari masalah yang mesti dipecahkan.
Tingkat Dua: Identitas Masalah
Menghitung Segala Masalah
Pada permulaan dari tingkat berikutnya, sebuah teknik diskusi yang
disebut brainstorming dipakai sehingga masalah dirasakan peserta dikenali
dan dituliskan dihadapan hadirin secara terbuka dan dicatat oleh peserta
yang bertugas mencatat. Pastikan tulisan ditulis seakurat mungkin, dan
mencocoknya kembali bersama orang yang menyuarakan permasalahan
sebelum melanjutkan diskusi. Ini bukan waktu untuk berusaha memecahkan
masalah atau menentukan kesahihannya. Sebab tindakan ini akan melumpuhkan
kemerdekaan ekpresi terhadap masalah yang tengah dibahas. Pada titik ini,
satu-satunya hal yang diekspresikan, adalah apakah permasalahan masuk
akal atau tidak, dipikirkan secara matang atau perasaan ragu.
Fasilitator memotong setiap komentar yang mencoba mempertahankan usulan,
memecahkan masalah, menghakimi dan menilai atau dalam sesuatu cara menolak atau menepis perasaan ragu atau risau orang lain. Kadang sekedar membiarkan sebuah persoalan disampaikan dan dituliskan membantu menyelesaikan hal itu. Setelah segala persoalan telah didaftar, biarkan kelompok berefleksi sebentar untuk berpikir secara keseluruhan.
Masalah-masalah lain menjadi perhatian Kelompok
Pada titik ini, fokusnya adalah mengindentifikasi pola dan hubungan di
antara persoalan. Mesti tidak boleh memusatkan diri pada hal itu atau
pun memecahkan suatu permasalahan.
Tingkat Tiga: Memecahkan Persoalan yang menjadi perhatian kelompok
Kadang, hal terkait dapat dipecahkan bersama-sama sebagai sebuah kelompok.
Ajakan untuk membuat Konsensus
Jika kebanyakan dari persoalan telah dipecahkan, ajak kelompok untuk
berkonsesus dengan cara yang telah dijelaskan sebelumnya. Jika sejumlah
persoalan tidak dipecahkan pada saat ini, maka sebuah diskusi yang lebih
fokus diperlukan.
Jelaskan Persoalan yang Tersisa (Sekaligus)
Kembali lihat daftar masalah. Fasilitator memeriksa ulang satu persatu
bersama kelompok dan menyingkirkan hal yang telah dipecahkan ataupun
belum, dengan suatu alasan, tidak lagi menjadi perhatian. Setiap
persoalan yang tersisa diungkapkan ulang secara jelas dan tertata serta
dibicarakan satu per satu. Kadangkala persoalan baru muncul dan perlu
ditambahkan ke dalam daftar.
Bagaimanapun, setiap individu bertanggung jawab untuk secara jujur
mengekspresikan persoalan yang dipikirkannya. Tidak selalu tepat untuk
menahan sebuah persoalan dan membukanya kepada kelompok diakhir proses. Hal seperti ini menyepelekan kepercayaan dan membatasi kemampuan kelompok untuk secara memadai mendiskusikan persolan dalam hubungannya dengan persoalan lain.
Pertanyaan yang memperjelas Persoalan
Fasilitator menanyakan setiap pertanyaan ataupun komentar yang akan
memperjelas duduk permasalahan lebih jauh sehinga setiap orang dengan
jelas memahaminya sebelum diskusi dimulai.
Diskusi Dibatasi kepada Pemecahan Satu Persoalan
Pergunakan sebanyak mungkin teknik diskusi kelompok yang dibutuhkan
untuk memfasilitasi pencapaian pemecahan untuk setiap persoalan. Jaga agar
diskusi fokus pada persoalan tertentu sampai setiap saran telah
disuarakan. Jika tidak ada ide baru yang diajukan dan persoalan tidak bisa
dipecahkan, atau jika waktu yang diberikan untuk setiap hal telah
dipergunakan sepenuhnya, beralihlah kepada salah satu pilihan yang digambarkan di bawah ini.
Meminta Konsesus
Ulangi proses ini hingga seluruh persoalan dipecahkan. Pada titik ini
kelompok akan berkonsesus, dan cukup pantas untuk meminta konsesus. Tapi
kelompok mesti yakin tak ada pesoalan yang telah terlupakan.
Pilihan Menutup Proses Diskusi
Kirim kepada Komite
Jika keputusan terhadap suatu usulan dapat menunggu hingga seluruh
kelompok bertemu kembali, maka kirim usulan tersebut kepada sebuah komite
yang dapat memperjelas persoalan dan mengungkap resolusi kreatif baru
yang dapat menjadi petimbangan kelompok. [Anda mesti] memasukkan ke
komite wakil-wakil pengagas persoalan, demikian juga mereka yang paling
mendukung usulan. Sehingga mereka dapat menghasilkan solusi dalam bentuk
yang tidak terlalu resmi. Kadang, jika keputusan dibutuhkan sebelum
pertemuan berikut, sebuah kelompok kecil dapat diberi wewenang untuk membuat keputusan bagi kelompok yang lebih besar. Namun sekali lagi, komite
ini mesti memasukkan semua sudut pandang. Pilih opsi ini hanya jika
sangat dibutuhkan dan disepakati seluruh anggota kelompok.
Menepilah/Menyingkirkan Sementara (Keputusan Diambil dengan Masalah yang belum terpecahkan Dicatat)
Jika setelah didiskusikan persoalan tetap tak mampu dipecahkan,
fasilitator mesti membiarkan orang-orang yang peduli akan persoalan untuk
mundur sejenak; yaitu mengakui bahwa persoalan masih ada namun membiarkan usul diadopsi. Penting bagi seluruh kelompok untuk memahami bahwa persoalan yang belum terpecahkan ini dituliskan bersama-sama usulan di dalam catatan dan, secara esensi menjadi bagian dari keputusan. Persoalan ini
dapat diangkat kembali dan patut mendapat jatah waktu lebih karena
belum terpecahkan. Sebagai pembanding, sebuah persoalan yang telah
dipecahkan di masa lalu tidak berhak mendapat waktu diskusi tambahan, kecuali terjadi suatu perkembangan baru. Filibustering (usaha untuk
memperlambat penetapan sebuah keputusan – penj) layak dalam proses pencapaian konsesus formal.
Deklarasi Blok
Setelah menghabiskan agenda yang telah disediakan, bergerak melalui
tiga tahapan diskusi, dan berusaha untuk mencapai konsensus tetapi belum
terpecahkan, fasilitator berkewajiban untuk menyatakan bahwa konsesus
tidak tercapai dalam pertemuan ini, dan bahwa usul ditahan dan diskusi
pindah ke agenda lain. Aturan konsensus formal, Panduan dan Teknik yang
ada di dalam buku ini bersifat fleksibel dan dimaksudkan untuk diubah.
Bagaimanapun, beberapa petunjuk nampak selalu dapat berlaku. Ini
merupakan Aturan Konsesus Formal:
1. Seketika setelah sebuah keputusan telah diadopsi lewat konsesus, ia
tak bisa diubah tanpa melalui proses pencapaian konsensus baru. Jika
konsenses baru tak dapat dicapai, keputusan yang lama tetap dipakai.
2. Umumnya, hanya satu orang yang diperbolehkan berbicara pada satu
kesempatan. Orang yang diijinkan untuk berbicara ditentukan oleh teknik
diskusi kelompok yang dipergunakan dan atau fasilitator. (Peran juru
damai dikecualikan dari aturan ini.)
3. Segala keputusan struktural (yakni, peran apa yang dipakai, siapa
yang mengisi tiap peran, dan teknik fasilitasi apa dan atau teknik
diskusi kelompok yang digunakan) diadopsi lewat konsesus tanpa perdebatan.
Setiap penolakan secara otomatis menyebabkan sebuah pilihan baru
diciptakan. Jika sebuah peran dapat diisi tanpa penentangan, kelompok akan
melanjutkan proses diskusi tanpa mesti menyepakati pengisian peran. Jika
banyak waktu dihabiskan untuk mengisi peran atau mencari teknik yang
dapat diterima, maka kelompok perlu mendiskusikan kesamaan kebutuhan
kelompok, sebuah diskusi yang mesti dimasukkan dalam agenda untuk pertemuan
mendatang, jika tidak bisa diadakan saat bersamaan.
4. Semua isi keputusan (yakni, perjanjian agenda, laporan komite,
usulan dan sebagainya) diambil dengan konsesus setelah berdiskusi. Setiap
isi keputusan mesti didiskusikan secara terbuka sebelum mencoba mengambil
konsesus.
5. Sebuah persoalan mesti didasarkan pada prinsip-prinsip kelompok
untuk mensahkan penghentian konsensus.
6. Setiap pertemuan yang mempergunakan Konsensus Formal mesti
mengadakan evaluasi.
Tips Tambahan untuk Pengambilan Keputusan Konsesus
Memilih fasilitastor: Dalam proses konsensus, fasilitator merupakan
orang yang sangat penting. Karena itu, patut dicamkan agar fasilitator
tidak dipilihkan dari luar kelompok yang akan berkonsensus. Fasilitator
harus berasal dari kelompok itu sendiri. Peran fasilitator mesti dirotasi
dari sebuah pertemuan ke pertemuan lain.
Cara mudah untuk memilih fasilitator adalah dengan menanyakan kepada
anggota kelompok termaju dan memintanya secara sukarela sebagai
fasilitator. Di antara kelompok sukarelawan dapat dipilih baik lewat pemilihan
suara kelompok ataupun acak. Memilih fasilitator secara acak dapat
dilakukan dengan mengundi, dengan melempar dadu dan masing-masing
sukarelawan memilih angka dari dadu tersebut, dan sebagainya.
Membuat Agenda: Jika diharapkan berfungsi secara demokratis, kelompok
tidak hanya harus menentukan keputusan secara demokratis. Namun juga
mesti memilih agenda pertemuan dan isu yang akan ditentukan dalam forum
itu juga. Segelintir kader organisator yang menciptakan agenda terlebih
dulu dan kemudian meminta peserta lain "menyetujuinya" adalah tidak
demokratis betapa pun proses yang dijalani hingga sampai kepada sebuah
"persetujuan".
Pro dan Kontra Konsensus:
Pro:
Konsensus dipandang banyak kalangan sebagai bentuk pengambilan
keputusan yang sangat egalitarian. Ia menempatkan proses menjadi yang
terpenting dan persoalan semua orang yang hidupnya akan terpengaruh oleh
sebuah keputusan menjadi bahan pertimbangan.
Kontra:
Beberapa orang memandang konsensus sangat memakan waktu dan
proses yang kompleks. Ada yang berpandangan bahwa konsensus menyulitkan
orang-orang yang memiliki waktu yang sedikit (seperti para pekerja) untuk
sepenuhnya berpartisipasi di dalam kelompok yang menggunakan
pengambilan keputusan secara konsensus. Beberapa orang juga menganggap manfaat konsensus terbatas. Karena mereka percaya bahwa secara umum orang
sebelumnya mesti telah siap bersepakat sebelum berkonsensus. Karena itu, mereka melihat konsensus tidak berguna untuk menentukan isu-isu yang kontroversial atau yang menjadi bahan pertikaian.
Untuk Diperhatikan:
Sangat beralasan untuk menggabungkan bagian-bagian
pengambilan keputusan secara konsesus dan demokrasi langsung jika hal
tersebut diinginkan organisasi dan kelompok anda. Selalu baik untuk
bereksperimen dengan metode yang berbeda untuk sampai kepada metode
penentuan keputusan yang cocok bagi organisasi dan kelompok anda.
Tips umum untuk mengorganisir pertemuan dan fasilitasi
• Pastikan setiap orang mengetahui waktu dan tempat pertemuan
• Pastikan pembuatan agenda dilakukan secara kolektif
• Berusaha memulai tepat waktu
• Pastikan seseorang sebagai bertugas sebagai pencatat
• Fasilitator mesti melakukan yang terbaik untuk mengambil semua pandangan
• Fasiltator tidak menggunakan posisinya untuk memaksakan ide
dan opini pribadi terhadap kelompok
• Fasilitator mesti penuh perhatian kepada orang yang sedang
berbicara, melihat ke arah mereka, condong ke depan, tersenyum, memberi
anggukan. Membuat kontak mata dengan orang yang sekiranya
membutuhkan dukungan semangat untuk mulai berbicara
• Berusaha untuk menyelesaikan pertemuan sesuai waktu. Tiada
hal lain yang membuat orang takut dan menghindari pertemuan setelah
tahu pertemuan itu sering molor atau pun berlangsung terus dan terus
hingga menghabiskan waktu yang ingin mereka.
• Pastikan notelen pertemuan ditulis. Jika perlu di posting atau didistribusikan.
• Bersiap untuk pertemuan berikutnya
Pemeriksaan Mandiri Partisipan Pertemuan
[dari panduan pertemuan No Blood for Oil, (http://www.nbfo. net/points.
htm) dengan modifikasi seperlunya dari editor]
Nada suara dan bahasa tubuh
Waspada terhadap bagaimana sikapmu mempengaruhi yang perserta lain.
Demikian juga dengan efektivitas pertemuan. Suarakan komentar yang
dipikirkan dengan matang sehingga memelihara suasana positif dan konstruktif.
Tetap pada topik serta buat komentar secara ringkas
Hargai tujuan dari pertemuan dengan membuat komentar yang ringkas dan
tepat menyinggung langsung kepada sasaran yang dibicarakan di dalam
agenda. Evaluasi komentar anda untuk mengetahui apakah itu membantu atau
menyimpangkan arah pertemuan.
Mundur, memperbanyak serta mendekati masalah
Perhatikan seberapa banyak Anda mengangkat tangan dan berbicara.
Perhatikan reaksi peserta lain sebelum berbicara. Perhatikan juga lingkungan
pertemuan, tempat peserta akan merasa nyaman untuk berbicara. Jika Anda
tidak berbicara namun memiliki sesuatu untuk ditambahkan, tegaskan
diri Anda dengan pemahaman bahwa komentar Anda akan didengar dan dihargai.
Jangan sekedar menunggu giliran Anda untuk berbicara, serta DENGARKAN
ORANG LAIN YANG SEDANG BERBICARA.
Tidak menyerang atau membela
Pertemuan seharusnya bukan soal menang atau kalah atau juga serangan
pribadi. Sikap dan tuduhan menyerang atau bertahan mengurangi sasaran
dari pertemuan itu sendiri. Bijaksana dan berpikiran sehat mengenai maksud
orang lain. Beri mereka kesempatan untuk meragukan pendapat Anda.
Hargai peranan fasilitator
Bantulah fasilitator menciptakan pertemuan yang efektif. Hal ini tidak
berarti menunjukkan setiap kekeliruan yang kecil, namun lebih pada
membiarkan fasilitator menjalankan kerja mereka untuk memperbaiki hasil
pertemuan. Ini bukanlah serangan pribadi saat fasilitator lupa menaruh
usul anda pada barisan dalam urutan yang benar.
Kita bersama-sama membangun pertemuan
Pertemuan aktivis dan organisasi umumnya tidak akan terjadi jika
orang-orang yang mengikutinya tidak memiliki ide yang sama dan memegang nilai yang serupa. Catatan itu dalam pikiran bahwa organisasi akar rumput
merupakan sebuah upaya bersama yang membutuhkan atmosfir sehat, positif,
dan suasana saling memberi dan menerima. Pertemuan seharusnya menjadi
ajang produktif dalam rangka menghasilkan rencana spesifik dan perasaan
pencapaian dan solidaritas yang menyenangkan.
Kelompok Affinitas
[diambil dari Direct Democracy Now! http://www.directde mocracynow.
org/ags.html ]
Apakah kelompok afinitas itu?
Kelompok afinitas merupakan kelompok kecil berjumlah dari 5 hingga 20
orang yang bekerjasama secara otonom pada proyek-proyek aksi langsung
ataupun proyek lain. Kamu dapat membentuk sebuah kelompok afinitas
bersama teman-temanmu, orang-orang dari komunitasmu, tempat kerja kerja yang sama, atau orang-orang dari organisasi yang sama.
Kelompok afinitas menantang pengambilan keputusan dari atas ke bawah,
dan memberdayakan meeka yang terlibat untuk mengambil aksi langsung yang
kreatif. Kelompok afinitas memampukan orang untuk melihat aksi mereka
dengan kemerdekaan penuh dan kekuasaaan untuk pengambilan keputusan.
Kelompok afinitas secara alamiah desentralis dan non-hirarki, dua prinsip
penting perorganisiran dan aksi kaum anarkis. Model kelompok afinitas
pertama kali dipergunakan oleh kaum anarkis di Spanyol diakhir abad 19
dan awal abad 20. Para buruh yang tergabung dalam serikat buruh
anarko-sindikalis, CNT, menggalang proyek-proyek tertentu bersama rekan-rekan terdekat di dalam kelompok-kelompok afinitas. Model ini diperkenalkan
kembali oleh aktivis anti nuklir selama tahun 1970-an. Di masa itu
aktivis memakai aksi langsung tanpa kekerasan yang desentralis untuk
memblokade jalan-jalan, menduduki ruang dan mengacaukan "urusan-urusan"
pembuat kebijakan nuklir dan perang di Amerika. Kelompok afinitas memiliki
masa lalu yang panjang dan menarik. Kita berhutang banyak kepada kaum
anarkis dan pekerja Spanyol. Kaum anarkis dan radikal hari ini menggunakan
model kelompok afinitas, struktur non hirarkis, dan pengambilan
keputusan secara konsensus dalam aksi langsung dan pengorganisirannya.
Peran Kelompok Afinitas [dalam unjuk rasa]
Banyak peranan yang dapat diisi. Peran itu diantaranya:
- Medis, kelompok afinitas yang dapat dilatih sebagai medis jalanan
yang dapat mengurus tap masalah medis dan kesehatan selama berlangsunya
aksi.
- Pengamat Legal, jika belum terdapat pengamat legal untuk sebuah aksi.
Penting untuk memiliki orang-orang yang tidak terlibat di dalam aksi
yang mencatat perbuatan polisi dan pelanggaran hak para aktivis yang
mungkin terjadi.
- Media, jika anda membuat aksi yang berencana menarik perhatian media,
seorang di dalam kelompok afinitas dapat diberdayakan untuk berbicara
kepada media dan bertindak sebagai juru bicara.
- Action Elf atau pengamat suasana (Vibes-Watcher), orang ini
bertanggung jawab mengenai "kebaikan" seluruh kelompok: air, pesan, maupun
dukungan psikologis dengan memulai sebuah nyanyian ataupun sorakan. Ini
bukanlah peranan yang diperlukan namun membantu dalam aksi sepanjang
hari saat peserta aksi kemungkinan mulai letih atau mudah tersinggung saat
waktu terus berjalan.
- Pengatur Lalu Lintas, jika kelompok afinitas menjalan aksi bergerak,
mungkin perlu untuk memiliki orang yang diberdayakan untuk menghentikan
kendaraan pada perempatan dan secara umum mengawasi keamanan
orang-orang di jalanan dari mobil atau kendaraan lain.
- Anggota yang dapat ditangkap, ini tergantung pada aksi langsung macam
apa yang akan anda lakukan. Beberapa aksi mungkin memerlukan sejumlah
orang yang ingin tertangkap, atau sejumlah bagian dari aksi memerlukan
jumlah minimum orang yang boleh tertangkap. Apa pun itu, penting untuk
mengetahui siapa yang membuat rencana dan aksi untuk tertangkap.
- Dukungan penjara, diperlukan jika anggota afinitas tertangkap. Orang
ini memiliki semua alamat orang yang tertangkap. Dia akan pergi ke
penjara, berbicara, dan bekerja dengan para pengacara, mengawasi mengenai
siapa yang tertangkap dan sebagainya.
[kelompok afinitas bukan hanya berguna dalam sebuah protes atau aksi
langsung, bentuk organisasi ini berguna untuk kegunaan yang luas
sebagaimana yang ditunjukkan sejarah kelompok afinitas di bawah ini]
Sejarah kelompok afinitas
Ide mengenai kelompok afinitas berasal dari kaum anarkis dan gerakan
pekerja yang dibentuk akhir abad 19 dalam menentang fasisme di Spanyol
selama Perang Sipil Spanyol. Gerakan anarkis Spanyol menyediakan contoh
menggembirakan mengenai sebuah gerakan, dan kemungkinan perwujudan
sebuah masyarakat berlandaskan organisasi desentralis, demokrasi langsung.
Lingkar kecil para sahabat, disebut "tertulias" bertemu di cafe-café (warung kopi – penj) untuk mendiskusikan ide dan rencana aksi. Tahun 1888,
sebuah periode konflik klas hebat berlangsung di seluruh Eropa dan
insureksi lokal terjadi di Spanyol, Organisasi Anarkis Spanyol membentuk
(tertulis) tradisional ini sebagai basis organisasinya.
Beberapa dekade kemudian, Federasi Anarchist Iberian (FAI), yang
beranggotakan 50.000 aktifis, diorganisir ke dalam kelompok afinitas dan
berkofederasi ke dalam dewan lokal, regional, dan nasional. Di mana saja
beberapa kelompok afinitas FAI hadir, mereka membentuk sebuah federasi
lokal. Kemudian, federasi lokal mengkoordinasi komite yang diciptakan
dari seorang delegasi yang mendapat mandat dari tiap-tiap kelompok
afinitas. Delegasi yang mendapat mandat dikirim dari federasi lokal ke komite
regional dan kemudian Komite Penisular (pegunungan) . Kelompok afinitas
tetap otonom saat mereka menjalankan pendidikan, mengorganisir dan
mendukung perjuangan lokal. Suasana akrab di dalam kelompok afinitas
menyulitkan infiltrasi kepolisian.
Ide mengenai kelompok afinitas yang besar "ditanamkan" kembali di tanah
Amerika, 30 April 1977. Saat itu 2.500 aktifis, diorganisir dalam
kelompok afinitas. Mereka menduduki instalasi nuklir Seabrook, New
Hamshire. Gerakan anti nuklir dan perlucutan senjata yang tengah tumbuh
mengadopsi bentuk ini, dan memakainya di dalam banyak aksi sukses di akhir
1970-an dan 1980-an. Sejak itu, model telah dipakai gerakan solidaritas
untuk Amerika Tengah, gerakan gay dan lebian, Earth First dan gerakan
pembebasan bumi, dan banyak yang lain.
Terakhir, kelompok afinitas dipakai dalam aksi massa di Seattle,
Amerika melawan organisasi perdagangan dunia (WTO) dan di Washington DC saat melawan pertemuan IMF dan Bank Dunia. Model ini juga dipakai di
Philadepia dan Los Angeles di sekitar aksi saat berlangsungnya Konvensi
Nasional Partai Republik dan Demokrat.
Apa itu cluster dan spokescouncil?
Cluster merupakan pengelompokkan kelompok afinitas yang datang bersama
untuk mengerjakan tugas atau bagian tertentu dari suatu aksi besar.
Karena itu, sebuah cluster bertanggung jawab untuk memblokade suatu daerah
tertentu, mengorganisir sebagian aksi dalam aksi bersama-sama, atau
mengumpulkan dan menampilkan teater jalanan massal. Cluster dapat
diorganisir di sekitar asal kelompok afinitas (misalnya: Texas cluster, sebuah
isu atau identitas (contoh: cluster pelajar atau anti-sweatshop), atau
ketertarikan bentuk aksi (contoh: teater jalanan atau aksi black
block).
Struktur spokescouncil dipergunakan dalam model kelompok afinitas untuk
mengkoordinasi sebuah aksi massa. Setiap kelompok afinitas (atau
cluster) memberdayakan seorang juru bicara (perwakilan) untuk datang ke
sebuah pertemuan spokecouncil untuk menentukan isu penting dalam sebuah.
Misalnya, kelompok afinitas membutuhkan untuk menentukan strategi hukum
atau pun penjara, isu-isu taktik yang mungkin, tempat pertemuan, dan
logistik. Spokecouncil tak mengambil alih otonomi masing-masing kelompok
individu di dalam sebuah aksi; kelompok afinitas membuat keputusan
mereka sendiri mengenai apa yang ingin mereka lakukan di jalanan.
Bagaimana memulai sebuah kelompok afinitas
Sebuah kelompok afinitas dapat berupa hubungan di antara orang-orang
yang telah saling mengenal selama bertahun-tahun di antara kelompok kawan
dan aktifis, atau bisa berupa sebuah hubungan berusia seminggu. Apa
pun itu, penting untuk bergabung ke dalam sebuah kelompok afinitas yang
sangat cocok denganmu atau kepentinganmu. Jika kamu membentuk kelompok
afinitas di kotamu, temukan kawan atau sesama aktifis yang memiliki
kepentingan isu yang serupa, dan karena itu mau bergerak ke dalam aksi yang
sama pula. Juga, cari orang-orang yang mau menggunakan taktik yang
sama. Jika kamu ingin melakukan aksi yang cukup beresiko, seseorang yang
tidak ingin berada dalam situasi berbahaya itu mungkin tak ingin berada
dalam kelompok afinitasmu. Orang itu dapat bergabung dalam kerja media
atau pun medis. Tidak baik jika mereka tidak nyaman berada di sekitar
taktik aksi langsung tertentu.
Jika kamu ingin bergabung dengan sebuah kelompok afinitas pada saat
aksi massa, pertama-tama cari tahu dulu kelompok afinitas apa yang terbuka
terhadap anggota baru dan mana yang tertutup. Bagi kebanyakan orang,
kelompok afinitas dilandaskan pada hubungan percaya yang telah dibina
dalam hubungan persekawanan dan kerja selama bertahun-tahun. Karena itu,
mereka mungkin tidak ingin orang yang tidak mereka kenal berada di
dalam kelompok afinitas mereka. Saat kamu temukan kelompok afinitas yang
terbuka, cari isu, kepentingan, atau taktik yang menarik bagimu.
Apa yang bisa dilakukan kelompok afinitas?
Segala hal. Mereka bisa digunakan untuk aksi massa atau pun aksi yang
lebih kecil. Kelompok afinitas dapat dipergunakan untuk memasang
spanduk-spanduk besar, memblokade jalan, menyediakan dukungan bagi kelompok afinitas lain, melakukan teater jalanan, memblokade lalu lintas dengan bersepeda, mengorganisir pendudukan pohon, [berhadapan dengan polisi, serta menjalankan strategi penghancuran properti], mengubah pesan pada billboard besar, memainkan musik dalam marching band radikal, atau
bernyanyi dalam sebuah paduan suara revolusioner dan sebagainya. Bahkan
terdapat kelompok afinitas yang menjalankan tugas tertentu di dalam sebuah
aksi. Contohnya, sebuah kelompok afinitas yang berkeliling di dalam aksi,
yang terdiri dari medis jalanan, atau kelompok afinitas yang membawa
makanan atau air bagi orang-orang di jalan.
Apa yang membuat kelompok afinitas sangat efektif untuk sebuah aksi
adalah mereka tetap bisa kreatif dan independen. Mereka merancang sendiri
aksi mereka sendiri tanpa sebuah organisasi lain atau seseorang yang
mendiktekan kepada mereka apa yang dapat dan tidak boleh untuk dilakukan.
Maka itu, terdapat begitu besar kemungkinan tak terbatas mengenai apa
yang dapat dilakukan kelompok afinitas. Jadilah kreatif dan ingat: aksi
langsung lebih bermanfaat!
Apa itu kolektif?
Sebuah kolektif merupakan pengelompokkan organisasional yang permanen.
Ia hadir untuk menyelesaikan berbagai tugas, mencapai sebuah tujuan,
atau memelihara sebuah proyek permanen. Anggota kolektif biasanya berbagi
pandangan politik yang sama. Bahkan, mereka seringkali tergabung dalam
sebuah kolektif karena kesamaan pandangan politik. Kebanyakan kolektif
memiliki fokus lokal, karena kebanyakan proyek kolektif berbasis
komunitas lokal, memiliki cakupan lokal, dan terbentuk dari orang-orang yang
hidup relatif berdekatan.
Kolektif, dalam skala kecil seringkali tidak terlalu berbeda dari
kelompok afinitas. Meski demikian, kolektif biasanya bekerja dalam proyek
jangka panjang seperti menerbitkan sebuah majalah, menjalankan infoshop,
atau mengoperasikan sebuah bisnis. Kelompok afinitas secara teoritis
dapat melakukan semua hal, namun secara khusus kelompok afinitas sering
memusatkan diri pada beragam tujuan dan tugas jangka pendek. Di sisi
lain, sebuah kolektif memusatkan diri pada tujuan jangka panjang dan
proyek permanen.
Sebagai contoh, sebuah kelompok afinitas mungkin memutuskan untuk
menyebarkan selebaran ke seluruh penjuru kota sebagai bagian aksi yang lebih
besar atau aksi individual yang dilaksanakan kelompok afinitas itu
sendiri. Berbeda dengan kelompok afinitas, sebuah kolektif yang
menjalankan infoshop akan menyebarkan selebaran ke seluruh kota mengenai sebuah acara yang akan berlangsung di infoshop. Aksi diselenggarakan kelompok afinitas akan menjadi tujuan akhirnya, namun tindakan kolektif infoshop hanya salah satu dari berbagai tugas yang dibutuhkan untuk mempertahankan proyek permanen, dalam hal ini sebuah infoshop.
Demikian pula, tidak seperti kelompok afinitas, sebuah kolektif tak
memiliki batasan jumlah. Sebuah kolektif dapat berjumlah mulai dari 3
hingga 200 orang. Bagaimanapun, ketika sebuah kolektif telah mencapai
jumlah tertentu, adalah bijak untuk memecah kolektif ke dalam satu atau
lebih kolektif kecil atau membagi kolektif tersebut secara internal ke
dalam kelompok afinitas permanen. Pengambilan keputusan dapat tersusun dari demokrasi langsung, konsensus sampai kombinasi dari keduanya.
Tips membentuk dan memelihara sebuah kolektif:
Cobalah mengorganisir kolektifmu dengan menggabungkan sebanyak mungkin
keterampilan yang relevan untuk menyelesaikan tujuan anda. Beraksilah
dengan fokus, dalam konteks kepedulian yang lebih luas. Pendekatan "main
tembak secara ngawur" dalam aktivitas kolektifmu akan berakhir dengan
frustrasi.
Kenali dan dekati semua sekutu yang mungkin bagi kolektif dan
cita-citamu. Beri keseriusan kepada dirimu, kolektifmu, dan isu yang kalian
sampaikan. Jika kamu sendiri tak percaya diri atas proyek atau alasan
perjuanganmu, hal itu segera akan terlihat orang lain. Keberlanjutan,
ketekunan, dan fokus nerupakan bumbu sukses. Mudah untuk memulai, berat untuk memelihara. Satu-satunya cara terpenting untuk mempertahankan sebuah kolektif adalah tetap aktif. Jika kamu tak mengembangkan proyek dan aksi secara reguler sebagai sebuah kelompok, sehingga orang lain dapat
terlibat, anggota kolektif lain akan merasa tak memiliki kaitan dengan
kelompok dan akan pasti menarik diri. Untuk menghindari usaha melemahkan
dan menganggu politik atau pun cita-cita kolektifmu (baik sengaja atau
pun tidak), kelompok harus didirikan atas dasar yang jelas. Sebuah
kelompok koalisi sangat rentan terhadap manipulasi ketimbang kelompok dengan tujuan politik dan cita-cita dinyatakan secara jelas.
[dikutip dari pamflet War Resister League "Organizing a Local Group"
oleh Ed Hedemann dengan perubahan oleh editor]
Bagaimana Memulai
Sebisa mungkin, kontak seorang anggota dari kolektif yang telah berdiri
yang kamu kenal dan minta nasehatnya mengenai bagaimana mendirikan
sebuah kolektif di daerahmu. Hubungi sebanyak mungkin orang di wilayahmu
yang kamu pikir akan tertarik. Jika tertarik, katakan kepada mereka
untuk menyebarkan kepada orang lain yang tertarik. Undang ke pertemuan
semua orang yang terlibat di sebuah ruang publik (misal perpustakaan atau
arena bowling). Susun agenda jelas mengenai apa yang mesti dan perlu
dilakukan. Semangati setiap anggota untuk berbicara dan menyuarakan
ketidaksetujuan sehingga setiap anggota merasa nyaman berterus terang.
Jika terdapat balai komunitas atau toko buku anarkis di daerahmu,
letakan selebaran yang menerangkan tentang kelompokmu dan tujuan yang akan kamu capai. Jika tidak terdapat balai komunitas atau toko buku anarkis,
coba dan temukan tempat serupa.
Susun sasaran jangka pendek dan laksanakan. Hal ini bisa sesuatu
seperti menyebarkan 500 pampflet, menghadiri demostrasi, mengorganisir sebuah demonstrasi kecil, memasukkan buku-buku anarkis klasik ke perpustakaan lokal, atau berpartisipasi dan belajar dari proyek komunitas yang
telah ada. Sekali lagi batasnya hanya imajinasimu.
Sekali kolektif berdiri, kamu dapat mengerjakan proyek tersebut untuk
memelihara kepentingan kolektif. Ini merupakan tujuan yang memerlukan
perencanaan luas dan sumber daya dan sangat berharga saat berjalan sesuai
rencana. Salah satu, proyek menyiarkan acara TV kabel yang dapat
diakses masyarakat umum, atau sebuah program mingguan di radio komunitas
lokal – tetapi mereka membutuhkan banyak penulisan dan seseorang yang
tetap tenang dalam siaran dan juga memiliki tampang bersahabat. Jika kamu
memilih untuk melakukan sesuatu berat, mesti banyak menyusun rencana
mendetil sehingga jika ada yang gagal sedikitnya kamu memiliki beberapa
rencana cadangan. Pada dasarnya, gunakan perkiraan umum dan coba putuskan
apa dapat berhasil di dalam komunitasmu.
Meski demikian, yang terpenting adalah kelompok bertindak. Aksi
menentukan eksistensi kolektif. Orang-orang ingin sebuah kelompok yang
kelihatan menghasilkan. Setiap orang menjanjikan hasil, namun hanya mereka
yang mewujudkannya akan mendapat dukung paling banyak. Ini juga berarti
bahwa kamu mesti mengetahui apa masalah yang dihadapi masyarakat.
Berbicara dengan lebih banyak anggota masyarakat merupakan cara yang terbaik memahami masalah-masalah ini, sekaligus juga menemukan pemecahan yang baik dan taktik baru.
[dikutip dari "information on Starting a Heatwave Collective".
http://flag. blackened. net/heatwave/ collective. html dengan perubahan
dari editor.]
Federasi dan Jaringan Kerja
Federasi secara esensinya perserikatan organisasi-organisa si otonom
dan atau kelompok afinitas. Sebuah federasi anarkis dapat dipandang
sebagai badan pengambil keputusan di tingkatan regional, atau nasional, atau
internasional (tergantung pembatasan secara geografis yang ditentukan
federasi). Kolektif atau afinitas yang menjadi bagian federasi dapat
dipandang sebagai serikat lokal yang otonom. Federasi merupakan
organisasi formal dengan kontitusi, anggaran rumah tangga, dan petunjuk
keanggotaan khusus. Ada tiga tipe umum yang pernah dibentuk, saya menyebut
mereka, federasi Spesialis, Revolusioner Umum, dan Sintesis. Istilah ini
bukan sebuah standard, namun ini berguna untuk penggambaran saja.
Federasi Spesialis:
Federasi, seperti halnya kelompok afinitas, dan
kolektif dapat hadir untuk melayani peran khusus atau mencapai tujuan
khusus. Sebagai contoh federasi spesialis adalah Anarchist Black Cross
Federation (ABCF -http://www.anarchis tblackcross. org/), yang muncul untuk
mendukung kerja bagi tahanan politik.
Federasi Revolusioner Umum:
Federasi dengan lingkup yang sangat luas
dan fokus pada pengorganisiran seputar pandangan politik tertentu.
Federasi ini juga mengerjakan kerja pengorganisiran dan aktivitas untuk
mewujudkan serta memajukan pandangan politik. Sebagai contoh sebuah
federasi semacam ini adalah North Eastern Federation of Anarchist-Communist (NEFAC- http://www.nefac. net). Ini merupakan sebuah federasi dengan
cakupan luas yang melakukan berbagai pengorganisiran dan aktivitas yang
konsisten dengan prinsip-prinsip Anarko Komunisme.
Federasi Sintesis :
Semacam federasi anarkis dengan usaha untuk
menjadi lebih inklusif (terbuka – penj) terhadap berbagai kecenderungan.
Federasi ini membawa anarkis dari berbagai kecenderungan berbeda ke dalam
satu organisasi. Sebuah federasi sitesis dapat dianggap sebagai sebuah
sub kategori dari federasi "general revolutionary". Contoh yang paling
dekat mengenai federasi "sintesis" saat adalah Federasi Love and Rage
di Amerika Utara yang sekarang telah bubar.
Struktur Federasi
Bagaimana sebuah federasi dikelola dan bagaimana cara pengambilan
keputusan sepenuhnya diserahkan kepada anggota federasi. Namun, mengenai
pengambilan keputusan dapat dikatakan bahwa semua jenis federasi anarkis
saat ini menggunakan delegasi yang dapat di-recall. Delegasi ini dikirim
oleh kolektif dan/atau kelompok afinitas ke rapat federasi untuk
membuat keputusan yang menyangkut nasib federasi secara keseluruhan. Dalam struktur internal, konsensus atau demokrasi yang digunakan untuk
mengambil keputusan mesti konsisten dengan prinsip-prinsip Anarkisme.
Apa itu jaringan kerja (Network)?
Cara termudah untuk menjelaskan jaringan kerja anarkis adalah
membandingkannya dengan federasi anarkis. Jaringan kerja lebih tidak formal
ketimbang federasi (meski, beberapa jaringan kerja cukup formal secara
struktur sehingga mengaburkan garis antara jaringan kerja dan federasi).
Biasanya untuk membuat jaringan kerja hanya diperlukan persetujuan untuk
menyusun prinsip-prinsip atau pandangan politik umum untuk sebuah
kualifikasi keanggotaan. Jaringan tidak menekankan aksi kolektif dan
organisasi, melainkan menekankan pada otonomi atas organisasi formal. Hal ini
tidak berarti secara tidak langsung jaringan kerja anarkis tidak
terorganisir atau mereka anti organisasi. Ia hanya berarti bahwa fokus
organisasi mereka tidak memperbolehkan masing-masing anggota kelompok untuk terlibat dalam aksi-aksi yang dirasakan cocok di dalam konteks jaringan
dan menggunakan jaringan kerja terutama sekali untuk bersolidaritas dan
mendukung tiap anggota kelompok yang membutuhkan dukungan.
Umumnya terdapat dua tipe jaringan kerja: jaringan kerja formal dan
informal.
Jaringan kerja formal:
Biasanya yang mebuat sebuah jaringa kerja formal adalah ia memiliki sebuah struktur pengambil keputusan "global". Hal itu berarti sebagaimana federasi lembaga delegasi yang melingkupi yang membuat keputusan menyangkut jaringan kerja secara keseluruhan. Dalam kebanyakan aspek jaringan ini sama saja dengan jaringan informal. Sebuah contoh yang baik dari jaringan formal adalah, Direct Action Network (DAN) yang kini telah tamat riwayatnya.
Jaringan kerja informal:
Selama 20 tahun terakhir jaringan kerja
informal telah mempersembahkan metode organisasi anarkis paling efektif
sebagaimana berbagai kesuksesan jaringan kerja informal telah membuktikan.
Pengunaan jaringan ini di dalam gerakan anarkis sangat luas dan sukses.
Bentuk organisasi seperti ini banyak dijalankan kelompok anarkis di
seluruh dunia. Contohnya Food Not Bombs, Earth First!, Reclaim The
Streets, Anti-Racist Action, Homes Not Jails, dan lain sebagainya.
Pendahuluan
Di tahun 1926, sebuah kelompok Anarkis Rusia dalam pengasingan di
Perancis, kelompok Dielo Trouda (Workers' Cause), menerbitkan pamplet ini.
Ia tidak muncul dari semacam studi akademik namun dari pengalaman
langsung revolusi Rusia 1917. Para penggagas Pamplet ini merupakan
orang-orang yang mengambil bagian dalam penumbangan kelas penguasa lama, menjadi bagian gerakan swa-kelola pekerja dan petani, telah memiliki andil
dalam meluasnya optimisme mengenai sebuah dunia baru sosialis dan merdeka… dan telah melihat pengantiannya secara berdarah dengan Kapitalisme
Negara dan Kediktatoran Partai Bolshevik.
Kaum Anarkis Rusia memainkan peranan yang tak dapat diabaikan didalam
revolusi tersebut. Saat itu terdapat sekitar 10,000 kaum anarkis aktif
di Rusia, tidak termasuk gerakan di Ukraina dipimpin Nestor Makhno. Ada
4 orang anarkis bertugas sebagai perwira tinggi dalam Komite Militer
Revolusioner yang didominasi kaum Bolshevik yang merencanakan pengambilan
kekuasaan di bulan Oktober. Yang lebih penting lagi, kaum anarkis
terlibat didalam gerakan komite pabrik yang menjamur setelah revolusi
Pebruari. Organisasi ini berbasiskan tempat kerja, dipilih oleh rapat massal
pekerja dan diberi peranan untuk menjaga jalannya pabrik dan
berkoordinasi dengan tempat kerja lainnya pada industri-industri yang sama atau sedaerah. Kaum anarkis memiliki pengaruh kuat terutama pada pekerja
tambang, pelabuhan, pegawai kantor pos, pekerja pabrik roti, dan memainkan
peranan penting didalam Konperensi Komite Pabrik Seluruh Rusia yang
bertemu di Petrograd menjelang revolusi. Kepada komite-komite inilah
kaum anarkis melihatnya sebagai basis bagi swa-kelola baru yang akan
menjadi batu penjuru setelah revolusi.
Meski demikian semangat revolusioner dan persatuan bulan Oktober 1917
tak bertahan lama. Kaum Bolshevik sangat berhasrat untuk menindas semua
kekuatan sayap kiri yang mereka lihat sebagai ganjalan yang menghalangi
langkah mereka kearah kekuasaan "satu partai". Kaum anarkis dan
sejumlah golongan kiri lain percaya bahwa kaum pekerja mampu untuk
menjalankan kekuasaan melalui komite-komite dan soviet (suatu dewan yang terdiri dari delegasi yang terpilih). Kaum Bolsheviks sebaliknya. Mereka
mengemukakan dalil bahwa kaum pekerja belum lagi mampu untuk mengontrol
nasibnya dan karenanya kaum Bolsheviks akan mengambil kekuasaan itu sebagai "langkah sementara" selama "masa transisi". Ketiadaan rasa percaya
terhadap kemampuan masyarakat biasa dan pengambilalihan kekuasaan secara
otoriter menuntun pada pengkhianatan terhadap kepentingan kelas pekerja
dan segala harapan serta impiannya.
Pada bulan April 1918 pusat-pusat anarkis di Moskow diserang, 600 orang
anarkis dipenjara dan dan puluhan terbunuh. Alasan yang dikemukakan
bahwa kaum anarkis "tak dapat diatur", apapun itu artinya sesungguhnya
karena kaum anarkis menolak patuh terhadap para pemimpin Bolshevik.
Alasan sesungguhnya adalah pembentukan Pengawal Hitam yang didirikan kaum
anarkis untuk melawan provokasi brutal dan perlakuan kejam Cheka (cikal
bakal KGB – penj. sejenis polisi rahasia) yang baru saja didirikan
partai Bolshevik.
Kaum anarkis mesti menentukan dimana ia berdiri. Satu bagian
bekerjasama dengan Bolshevik, dan kemudian bergabung dengan kedalam partai, dengan pertimbangan efesiensi dan persatuan melawan kaum reaksioner – bagian yang lain berjuang keras untuk mempertahankan capaian revolusi melawan apa yang mereka lihat dengan tepat sebagai sesuatu yang akan
berkembang menjadi sebuah kelas penguasa baru. Gerakan Makhnovis di Ukraina dan pemberontakan Kronstadt merupakan perang penting terakhir. Sejak 1921 revolusi anti otoriatarian telah mati. Kekalahan ini memiliki pengaruh mendalam dan abadi terhadap gerakan pekerja secara internasional.
Adalah harapan pengagas pamplet agar bencana semacam itu tidak terjadi
lagi. Sebagai sebuah sumbangan mereka menulis apa yang kemudian dikenal
sebagai "Platform". Ia melihat pada pelajaran dari gerakan anarkis
Rusia, kegagalannya membangun kehadiran didalam gerakan kelas pekerja
sehingga cukup besar dan efektif agar mampu melawan balik kecendrungan
Bolsheviks dan kelompok politik lainnya yang menggantikan posisi kelas
pekerja. Ia menyusun panduan yang masih kasar, yang menyarankan bagaimana
kaum anarkis mengorganisir diri, pendeknya bagaimana agar kita dapat
lebih efektif.
Ia mengemukakan kebenaran yang sederhana semisal adalah menggelikan
berada dalam organisasi yang berisikan kelompok-kelompok yang saling
bertolakbelakang dan berlawanan dalam memaknai anarkisme. Ia menunjukkan
bahwa kita membutuhkan struktur formal yang disepakati bersama dengan
disertai kebijakan tertulis, akan peran masing-masing penugasan, perlunya
iuran anggota dan sebagainya; sejenis struktur yang mengijinkan
berjalannya organisasi besar yang efektif dan demokratis.
Saat pertamakali dipublikasikan ia diserang oleh pribadi anarkis
terkemuka saat itu seperti Errico Malatesta dan Alexander Berkman. Mereka
menuduhnya sebagai "langkah kearah Bolshevisme" dan sebuah upaya
"mem-Bolshevik- kan anarkisme ". Reaksi ini sangatlah berlebihan namun bisa jadi sebagian merupakan akibat dari proposal pembentukan sebuah
Perserikatan Umum kaum Anarkis. Para pengagasnya tidak mengutarakan dengan jelas, soal hubungan seperti apa yang akan ada diantara organisasi ini dengan kelompok anarkis lain diluar dirinya. Ia menutupnya tanpa berkata
apa-apa mengenai bahwa mestinya tak ada masalah menyangkut organisasi
anarkis yang terpisah yang bekerja sama dalam isu-isu dimana mereka berbagi
kesamaan pandangan dan strategi.
Tidak juga, sebagaimana telah dikatakan oleh masing-masing pencelanya
dan sejumlah pendukung mereka dikemudian hari, apakah ini suatu program
untuk "bergerak menjauh dari anarkisme kearah libertarian komunisme".
Dua istilah ini sepenuhnya dapat saling menggantikan. Ia ditulis untuk
menunjukkan dengan tepat kekeliruan anarkis Rusia dalam Russian didalam
kebingungan teoritis mereka; dan dengan demikian berbicara mengenai
ketiadaan koordinasi nasional, disorganisasi dan ketidakpastian sikap
politik. Dalam kata lain, ketidakefektifan. Ia ditulis untuk membuka sebuah
perdebatan didalam gerakan anarkis. Ia menunjukkan, bukan kearah
kompromi dengan politik otoritarian, namun kebutuhan vital untuk menciptakan sebuah organisasi yang akan memadukan aktivitas revolusioner efektif dengan prinsip-prinsip anarkis yang fundamental.
Ia bukanlah sebuah program sempurna saat ini, tidak juga di tahun 1926.
Ia memiliki banyak kelemahan. Ia tidak menjelaskan sejumlah ide-idenya
dengan cukup mendalam, dpat juga nyatakan bahwa ia tidak mencakup
sejumlah isu-isu samasekali. Perlu diingat itu merupakan pamplet kecil dan
bukan eksiklopedi 26 volume. Para pengagasnya dengan jelas menekankan
dalam bagian pengantar bahwa ini bukanlah semacam "kitab suci". Ini
bukanlah program atau analisis yang lengkap, ia merupakan sebuah sumbangan
untuk sebuah perdebatan yang diperlukan – sebuah awal yang baik.
Agar seseorang tidak meragukan relevansinya untuk hari ini, mestilah
dikatakan bahwa ide dasar "Platform" masih terus are still in advance of
the prevailing ideas in the anarchist movement internationally. Kaum
Anarkis berupaya mengubah dunia menjadi lebih baik, pamplet ini
menunjukkan kepada kita arah dari sejumlah alat-alat yang kita butuhkan untuk mengemban tugas itu.
NESTER MAKHNO dan PIOTR ARSHINOV bersama pengungsi politik Anarkis
Rusia dan Ukraina lainnya di Paris, meluncurkan terbitan apik dua bulanan
bernama Dielo Trouda tahun 1925. Terbitan itu merupakan jurnal teori
anarkis komunis berkualitas tinggi. Setahun sebelumnya, ketika mereka
berdua berada dipenjara Butirky, Moskow, mereka telah merencanakan gagasan
mengenai jurnal semacam itu. Sekarang ide itu dijalankan. Makhno
menulis artikel hampir disetiap edisi majalah yang berjalan selama tiga
tahun.
Tahun 1926, IDA METT bergabung dengan kelompok itu (beliau merupakan
pengarang peristiwa yang menyingkap Bolshevisme, "The Kronstadt
Commune"), yang baru saja melarikan diri dari Rusia. Di tahun yang sama pula,
terbitlah "Platform Organisasi".
Publikasi 'Platform' menghadapi kegarangan dan kemarahan dari banyak
pihak dalam gerakan internasional kaum Anarkis. Yang pertama menyerang
ide Platform, Voline, seorang anarkis Rusia, yang sekarang juga tengah
berada di Perancis, yang mendirikan gerakan 'Synthesis' bersama Sebastian
Faure yang coba untuk membenarkan suatu suatu percampuran yang janggal
antara Anarkis-Komunisme, Anarko-Sindikalisme dan anarkisme
individualis. Bersama Molly Steimer, Fleshin, dan lainnya, Voline menulis sebuah jawaban menyatakan bahwa "menekankan bahwa anarkisme merupakan sebuah teori kelas, membatasinya kepada satu sudut pandang".
Tanpa merasa terhalang, kelompok Dielo Trouda mengeluarkan, tanggal 5
February 1927, sebuah undangan bagi sebuah "konperensi internasional",
sebelum itu, sebuah pertemuan pendahuluan dilangsungkan tanggal 12 di
bulan yang sama.
Hadir dalam pertemuan, selain kelompok Dielo Trouda, delegasi dari
Pemuda Anarkis Perancis/French Anarchist Youth, Odeon; seorang
berkebangsaan Bulgaria, Pavel, dalam kapasitas individu; seorang delegasi kelompok anarkis Polandia, Ranko, and orang Polandia lain dalam kapasitas
individu; sejumlah militan Spanyol, diantaranya Orobon Fernandez, Carbo, dan
Gibanel; seorang berkebangsaan Italia, Ugo Fedeli; seorang Tionghoa,
Chen; dan seorang Perancis, Dauphlin-Meunier; semuanya dalam kapasitas
individu. Pertemuan pertama ini diadakan di sebuah ruangan belakang yang
sempit sebuah kafe.
Sebuah Komisi sementara dibentuk, terdiri dari Makhno, Chen dan Ranko.
Sebuah surat edaran dikirim ke semua kelompok Anarkis tanggal 22
Februari. Sebuah konperensi Internasional diserukan dan akan mengambil waktu pada 20 April 1927, bertempat di Hay-les-Roses dekat kota Paris, di
bioskop Les Roses.
Hadir dalam pertemuan, selain kalangan yang hadir pada pertemuan
pertama juga datang seorang delegasi Italia yang mendukung "Platform",
Bifolchi, dan delegasi Italia lain dari majalah "Pensiero e Volonta", Luigi
Fabbri, Camillo Berneri, dan Ugo Fedeli. Perancis memiliki dua delegasi
yang satu, Odeon, yang cenderung setuju dengan "Platform" dan yang
lainnya hadir bersama Severin Ferandel.
Sebuah proposal diajukan :
1. Mengakui perjuangan kelas sebagai segi terpenting dari ide anarkis;
2. Mengakui Anarkis-Komunisme sebagai dasar gerakan;
3. Mengakui sindikalisme sebagai metode penting perjuangan;
4. Mengakui kebutuhan sebuah "Perserikatan Umum kaum Anarkis" berdasar
kesatuan taktik dan ideologi serta tanggungjawab kolektif;
5. Mengakui kebutuhan sebuah program positif untuk mewujudkan revolusi
sosial.
Setelah berdiskusi panjang sejumlah perubahan atas proposal yang
mula-mula usulkan. Meski demikian, tak ada sesuatu yang tercapai saat polisi
membubarkan pertemuan dan menangkap semua yang hadir. Makhno beresiko
dideportasi dan hanya dengan sebuah kampanye dipimpin oleh kaum anarkis
Perancis hal itu dapat dicegah. Namun proposal untuk membentuk sebuah
'Federasi Internasional kaum Anarkis Komunis Revolusioner' telah gagal,
dan sejumlah orang yang berpartisipasi dalm pertemuan itu menolak
melanjutkanya lebih jauh.
Serangan lain atas 'Platform' yang menyusul datang dari Fabbri,
Berneri, sejarawan anarkis Max Nettlau, dan tokoh anarkis terkenal Malatesta.
Kelompok Dielo Trouda menjawabnya dalam sebuah tulisan 'A Reply to the
Confusionists of Anarchism' dan pernyataan lebih jauh oleh Arshniov
tentang 'Platform' tahun 1929. Arshinov sangat kecewa atas reaksi terhadap
"Platform" dan kembali ke Rusia-USSR tahun 1933. Ia segera ditangkap,
dengan tuduhan "berkeinginan mengembalikan ajaran Anarkisme di Rusia"
dan dieksekusi pemerintahan Soviet tahun 1937, selama pengejaran yang
dilakukan Stalin.
"Platform" gagal memantapkan diri di tingkat internasional, namun ia
berhasil mempengaruhi sejumlah gerakan. Di Perancis, keadaan ini ditandai
dengan sejumlah perpecahan dan penggabungan, kaum "Platformists"
kadang menguasai organisasi anarkis utama, di lain waktu dipaksa keluar dan
mendirikan kelompoknya sendiri. Di Itali para pendukung "Platform"
mendirikan sebuah kelompok kecil bernama "Unione Anarco Comunista Italiana"
yang tak lama kemudian membubarkan diri. Di Bulgaria, perbicangan
mengenai organisasi menjadi awal terbentuknya Anarchist Communist
Federation of Bulgaria (F.A.C.B.) diatas "platform konkrit" bagi "sebuah
organisasi yang permanen dan terstruktur" yang "dibagun diatas prinsip-prinsip
dan taktik komunisme libertarian". Meski begitu, kaum "Platform" garis
keras menolak untuk mengakui organisasi baru ini dalam terbitan
minguan mereka, "Prouboujdane", sebelum merekapun akhirnya bubar tak lama
setelah itu.
Sama halnya di Polandia, the Anarchist Federation of Poland (AFP)
mengakui penumbangan kapitalisme dan negara melalui perjuangan kelas dan
revolusi sosial. Mereka juga percaya pada penciptaan sebuah masyarakat
baru yang didasarkan dewan pekerja dan petani dan sebuah organisasi khusus
yang didirikan dengan persamaan teori namun menolak "Platform" dengan
menyebutnya memiliki kecenderungan otoritarian. Di Spanyol, sebagaimana
Juan Gomez Casas dalam karyanya "Anarchist Organisation - The History
of the F.A.I" mengatakan "Anarkisme Spanyol sangat peduli dengan
bagaimana untuk mempertahankan dan meningkatkan pengaruh yang dimilikinya sejak Internasionale pertama hadir di Spanyol". Kaum anarkis Spanyol, saat itu tidak terlalu kuatir soal melepaskan diri dari isolasi, dan
bertarung dengan Bolsevik. Di Spanyol pengaruh Bolsevik sangat kecil.
"Platform" sangat mempengaruhi gerakan di Spanyol. Saat pendirian organisasi
anarkis "Federacion Anarquista Iberica" atau F.A.I tahun 1927,
"Platform" tidak dapat didiskusikan, walau telah masuk dalam agenda pembahasan, sebab belum diterjemahkan ke dalam bahasa Spanyol. Sebagaimana yang dikatakan oleh J. Manuel Molinas, Sekretaris kelompok Anarkis Berbahasa Spanyol di Perancis – dalam suratnya kepada Casas
"Platform yang diajukan Arshinov dan kaum anarkis Rusia yang lain
memiliki sedikit pengaruh atas pergerakan baik didalam dan diluar negeri...
"Platform" merupakan upaya pembaharuan, untuk memberi karakter dan
kapasitas yang lebih luas bagi gerakan anarkis internasional ditengah
bergemuruhnya Revolusi Rusia. Sekarang, setelah pengalaman yang kami lalui
sendiri, terlihat jelas bahwa upaya mereka tidak sepenuhnya dihargai."
Perang Dunia ke dua menghambat pertumbuhan organisasi anarkis, namun
kontroversi seputar "Platform" muncul kembali dengan berdirinya
Federation Comuniste Libertaire di Perancis, dan Gruppi Anarchici di Azione
Proletaria di Italia pada awal 50-an. Kedua organisasi memakai "Platform"
sebagai acuannya (terdapat juga sebuah kelompok kecil Federacion
Communista Libertaria Spanyol di pengasingan) . Hal ini kemudian diikuti
diakhir 60-an – 70-an dengan pendirian kelompok-kelompok seperti
Organisation of Revolutionary Anarchists di Inggris dan Organisation
Revolutionnaire Anarchiste di Perancis.
"Platform" berlanjut menjadi catatan bersejarah yang sangat bernilai
ketika anarkis yang percaya pada perjuangan kelas, berupaya mencari
keefektifan yang lebih besar dan jalan keluar dari isolasi, stagnasi dan
kebingungan, mencari-cari jawaban dari persoalan yang mereka hadapi.
Nick Heath, 1989
Alih bahasa Jeri Niko
Menjadi sangat penting, meski memiliki karakter positif yang kuat dan
tak diragukan dari ide-ide libertarian, dan meski posisi kaum anarkis
yang terang-terangan serta integritasnya dalam menghadapi revolusi
sosial, dan akhirnya heroisme dan pengorbanan yang tak terkira yang
ditanggung kaum anarkis dalam perjuangannya bagi komunisme libertarian, walau demikian gerakan anarkis tetap saja lemah diatas segalanya, dan telah
muncul, sangat sering, dalam sejarah perjuangan kelas pekerja sebagai
kejadian kecil, hanya sebuah episode, dan bukan sebagai faktor yang
penting.
Kontradiksi antara hal positif dan kandungan ide-ide libertarian yang
tak terterbatahkan ini, dan keadaan menyedihkan dimana gerakan anarkis
tumbuh, memiliki penjelasan dalam bermacam sebab, dari itu semua yang
terpenting, ketiadaan prinsip-prinsip dan praktek organisasional dalam
gerakan anarkis.
Di hampir semua negeri, gerakan anarkis diwakili oleh sejumlah
organisasi lokal yang mengusung teori-teori dan praktek yang bertentangan, tak
punya pandangan masa depan, tidak juga sesuatu yang berlanjutan dalam
kerja militan, dan biasanya lenyap, tanpa meninggalkan sepotong jejak
dibelakang mereka.
Jika disimpulkan, keadaan anarkisme revolusioner hanya dapat
digambarkan sebagai "disorganisasi kronis yang menyeluruh". Seperti penyakit
kuning, penyakit disorganisasi memperkenalkan dirinya kedalam organisme
gerakan anarkis dan telah menguncangkannya untuk waktu bertahun-tahun.
Meski demikian tak diragukan lagi bahwa keadaan disorganisasi ini
diturunkan dari teori yang kurang baik: terutama dari penerjemahan yang
keliru atas prinsip-prinsip individualitas dalam anarkisme: teori ini telah
sering kali disalah tafsirkan dengan ketiadaan segala tanggungjawab.
Kaum yang suka menekankan hal "diri", melulu dengan pandangan terhadap
kesenangan pribadi. Terus menerus melekat rapat-rapat pada kondisi kacau
gerakan anarkis. Dan mengacu dalam pembelaaannya pada prinsip-prinsip
tak tergantikan dari anarkisme dan para pendahulu.
Namun prinsip-prinsip tak tergantikan dari para pendahulu telah
menunjukkan hal yang justru sangat berlawanan.
Ketersebaran dan keterpencaran bersifat menghancurkan: sebuah ikatan
erat kebersamaan merupakan tanda kehidupan dan perkembangan. Kelemahan
perjuangan sosial terjadi didalam kelas sosial demikian juga dalam
persoalan organisasi.
Anarkisme bukanlah sebuah utopia yang indah, tidak juga sebuah ide
filosofis yang abstrak, anarkisme merupakan sebuah gerakan sosial dari
massa pekerja. Untuk alasan ini ia mesti mengumpulkan kekuatannya dalam
sebuah organisasi, yang terus beragitasi, sebagaimana yang dituntut oleh
kenyataan dan strategi perjuangan kelas.
"Kami meyakinkan", kata Kropotkin, "bahwa penyusunan organisasi anarkis
di Rusia, jauh daripada merugikan tugas revolusioner bersama,
sebaliknya hal itu sangat diperlukan dan hingga tingkatan tertinggi sangat
berguna." (Pengantar The Paris Commune oleh Bakunin, edisi 1892.)
Bakunin juga tidak pernah menolak konsep mengenai sebuah organisasi
anarkis umum. sebaliknya, cita-citanya menyangkut organisasi, demikian
juga aktivitasnya dalam Internasional Working Men Association atau IWMA
pertama, memberikan hak kita untuk memandangnya sebagai sebagai seorang
partisan yang aktif dari organisasi semacam itu.
Secara umum, secara praktek masing-masing kaum anarkis militan berupaya
melawan segala kegiatan yang memecar dan menginginkan gerakan anarkis
yang dipersatukan lewat persamaan cara dan tujuan. Selama revolusi
Rusia 1917 kebutuhan akan sebuah organisasi umum dirasakan demikian dan
sangat mendesak. Selama revolusi inilah gerakan libertarian memperlihatkan
tingkat keterbagian dan kebingungan yang sangat tinggi. Ketiadaan
organisasi umum, menuntun banyak dari kaum anarkis militan masuk kedalam
keanggotaan partai Bolshevik. Ketiadaan ini juga menjadi penyebab banyak
dari kaum militan saat itu tetap pasif, sehingga menghambat penggunaan
segala kekuatan mereka, yang seringkali cukup besar.
Kita memiliki kebutuhan besar terhadap sebuah organisasi yang, setelah
mengumpulkan patisipan mayoritas gerakan anarkis, mengembangkan dalam
anarkisme sebuah garis politik umum dan taktis yang akan mengabdi
sebagai panduan terhadap seluruh gerakan.
Inilah saatnya bagi kaum anarkis untuk meninggalkan rawa-rawa
disorganisasi, untuk mengakhiri keraguan tanpa akhir terhadap hal-hal teoritis
dan taktis yang paling penting, dan dengan tegas bergerak kearah tujuan
yang dipahami sepenuhnya, dan mengoperasikan sebuah praktek kolektif
terorganisir.
Bagaimanapun juga, tidaklah cukup, untuk membangun kebutuhan vital bagi
suatu organisasi: adalah juga penting untuk membangun metode, atas
penciptaannya. Kami menolak sebagai sesuatu yang tidak pada tempatnya
secara teoritis dan praktek, ide menciptakan sebuah organisasi sesuai resep
dari kaum "sintesis", yang dapat dikatakan akan menyatukan ulang semua
perwakilan dari berbagai kecenderungan anarkisme. Organisasi semacam
itu, setelah memasukkan elemen teoritis dan praktek yang berbagai macam,
hanya akan menjadi forum mekanis dari individu-individu...