Jogja, sudah hampir sebulan memiliki pola cuaca yang stabil, yaitu selalu hujan- angin menjelang sore hari. Dan alhamdulilah, karena kurang olahraga, kecapean, pikiran padet, ditambah kujanan tiap sore, jadilah sariawan segede gaban di deket bibir, bikin demam tinggi dan tepar sampai hari ini (kurang lebih udah mau seminggu nih). Semoga sakit ini bisa menjadi penggugur dosa deh. Amin.
Oke, biar sakitnya lebih bermanfaat tak sambi nonton film deh, hahaa (alesan!). Ada banyak banget jenis film (genre) yang ada di dunia perfilman, mulai dari animasi, komedi, petualangan, horor, drama, romantis, dan masih banyak lagi, langsung buka disini kalo mau tau lebih lanjut. Genre film ini bakal mudahin kamu milih film apa yang mau ditonton, ataupun film yang cocok sama perasaanmu sekarang itu yang kaya apa. For me, i don’t have special genre, dan dari negara manapun film itu i’m okay , aku tertarik aku lanjutin, kalo gak tertarik ya udah tinggalkan, hehe ;) Ketauan banget nonton onlene mulu, gak pernah nonton di bioskop ya mbak e?? (hahahaa. . .jadi maluu)
Bagiku, nonton film itu juga seni loh, butuh perasaan buat memahaminya, bukan cuma nonton pemainnya yang ganteng atau cantik, tapi feel buat dapetin alur cerita, makna hidup yang bisa diambil dan knowledge tempat yang ditayangkan juga pengaruh banget deh. Makanya lebih enak kalo nonton di laptop, it’s make me feel free to understand the films, kalo di bioskop itu, karena terlalu banyak orangnya, bikin sesek nafas, udah gitu gelap kaya di goa, and i’m not comfy with the that place.
Lanjut, iseng – iseng aja buka om gugle, dan cari portal nonton film online, setelah beberapa menit sarat – seret, finally tertarik sama satu judul film “CANOLA”. Entah kenapa, liat covernya yang begitu sederhana, buat aku tertarik buat nonton tuh film. O ya, film ini juga ngingetin satu judul film yang aku tonton berkali – kali, judulnya “The Way Home”. Okay, and i give 9/10 stars for “CANOLA”, karena rada kecewa sama alur awal film, ada beberapa hal yang bikin janggal nanti aku kupas ya, dan 10/10 stars for “The Way Home” , it’s my fave film for eva!
Kupas dikit tentang poster film “CANOLA” (kiri) dan “THE WAY HOME” (kanan), begitu hangat dan sederhana banget, but it’s make me interested more to know the films. Dari posternya “CANOLA” memperlihatkan kehangatan cinta seorang nenek ke cucu perempuannya, kalo “THE WAY HOME” memperlihatkan kehangatan cinta sang nenek untuk cucu laki – lakinya. Packaging covernya sendiri aku lebih suka yang “THE WAY HOME” sih, lebih hangat , walopun keduanya menampilkan senyuman, tapi yang “THE WAY HOME” itu lebih menunjukkan senyuman yang lepas banget jadi liatnya lebih nyaman. Aku gak begitu ngerti tentang seni photography, kalo diliat sekilas mungkin lebih banyak yang tertarik ke “CANOLA” karena warnanya yang cerah, walopun sama – sama menampilkan setting jaman dulu, tapi “CANOLA” lebih jelas dan enak dilihat, tulisannya lebih rapi dan fokus ke gambar nenek dan cucunya.
“CANOLA”
Judul : Canola (English title) / Grandmother Gye-Choon (literal title)
Tanggal Rilis: 19 Mei 2016
Waktu Putar : 116 min.
Genre: Drama / Family
Language: Korean
Country: South Korea
“THE WAY HOME”
Judul : The Way Home (English title) / Jibeuro (original title)
Tanggal Rilis: 5 April 2002
Waktu Putar : 87 min.
Genre: Drama / Family
Language: Korean
Country: South Korea
“CANOLA” (2016)
Nenek penyelam yang kehilangan cucu perempuan yang sangat disayanginya di sebuah pasar, suatu saat nenek itu menemukan cucunya tersebut hingga suatu waktu mengetahui bahwa cucunya yang bernama Hye – Jin telah meninggal, dan yang dianggap Hye – Jin selama ini adalah penipu, namun pada akhirnya nenek tersebut menerima kenyataan bahwa Hye – Jin yang sekarang bukanlah Hye – Jin cucu kandungnya dan tetap menyayangi Hye – Jin palsu seperti cucu kandungnya. Karena perasaan bersalah, dan mengetahui betapa besar sayang nenek kepada Hye – Jin, Hye – Jin palsu kemudian pergi, namun Hye – Jin palsu kembali karena mengetahui kondisi nenek yang hilang ingatan dan sakit. Kemudian Hye – Jin merawatnya dengan penuh kasih sayang hingga nenek itu meninggal dunia, dan Hye – Jin palsu pun berhasil menjadi seorang pelukis seperti mimpi nenek penyelam.
“The Way Home” (2002)
Cerita tentang anak kota, Sang – woo (cucu laki – laki) yang dititipkan ditempat neneknya (yang bisu) di desa oleh ibu kandungnya karena ibunya sedang ada masalah keuangan. Karena anak kota, Sang – woo sama sekali tidak punya sopan santun ke neneknya, dia nyuri iket rambut (yang ditusuk di rambut nenek – nenek, apa ya namanya?) neneknya ketika baterai mainannya habis, dan menukarkan iket rambut itu demi mendapatkan baterai karena tidak mendapatkan uang dari neneknya yang miskin.
Neneknya yang bisu tetap mengurusi sang – woo sepenuh hatinya. Dia memasakan makanan, menemani sang – woo ketika pup tengah malam, dan selalu mencoba menenangkan Sang – woo ketika dia marah, hingga akhirnya sang – woo mulai mencintai neneknya dan ketika mulai menyayangi neneknya dia dijemput oleh ibunya. Kemudian Sang – woo pun mengajari neneknya yang bisu post card dengan tulisan “Aku merindukanmu” dan “Aku Sakit”.
Pertama, “Jangan lupa siapin tisu kalo mau nonton kedua film ini”
Keduanya memberikan kesan mendalam tentang bagaimana kasih sayang seorang nenek kepada cucu – cucunya. Persamaan dari kedua film ini adalah kasih sayang nenek yang terfokus pada satu cucu yang dia rawat aja. Bagaimana nenek menunjukkan kasih sayang yang begitu besar, hingga mendapatkan kasih sayang yang begitu besar pula dari para cucunya.
For me, i got my feel at “The Way Home”. It’s perfect film, alurnya tidak ada yang aneh dan kasusnya adalah kasus umum yang sering kita temui di dunia nyata. Cucu yang dititipkan orangtuanya ke neneknya. Kemudian bagaimana cucu (anak kota) memperlakukan neneknya bahkan dengan kondisi fisik yang enggak sempurna itu, masih tega si Sang – woo gak sopan sama neneknya yang bisu. Sambil nonton sambil ngomel – ngomel juga sama ini bocah, hahaha. . darisini kita tahu bahwa mengenalkan kasih sayang kepada anak – anak terhadap orangtua kita juga merupakan hal yang sangat penting, sesibuk apapun, seperti apapun kondisi orang tua kita harus dikenalkan kepada anak. Untuk “CANOLA”, uwh i’m so impressed bgt sama Hye – Jin palsu, dia merawat nenek yang notabene bukan siapa – siapanya dengan sepenuh hati banget, itu bagian yang paling bikin aku nyesek. Untuk alurnya, ada bagian penting yang gak normal, ketika keluarga Hye – Jin palsu menemukan Hye – Jin asli yang terus menangis karena terpisah dari neneknya, kenapa tidak mencoba membantu menemukan keluarga aslinya, dan ketika akhirnya Ayah hye – jin palsu berbohong juga terkesan dipaksakan. Dari “CANOLA” kita bisa belajar bahwa, siapapun itu, kepada siapapun itu, semenjengkelkan apapun dia, ketika dia orang yang lebih tua, hendaklah berbuat baik. Kalopun tidak suka, diam lebih baik. Dan kamu akan merasakan kehangatan orang itu.
P.S :
“Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu).” (QS. Al Qalam: 9)
Nonton film di malam minggu (hujan deras!) Jogja, sudah hampir sebulan memiliki pola cuaca yang stabil, yaitu selalu hujan- angin menjelang sore hari. Dan alhamdulilah, karena kurang olahraga, kecapean, pikiran padet, ditambah kujanan tiap sore, jadilah sariawan segede gaban di deket bibir, bikin demam tinggi dan tepar sampai hari ini (kurang lebih udah mau seminggu nih).