Udh berulang kali...
Stop berharap ke manusia

titsay

if i look back, i am lost

Janaina Medeiros

Discoholic 🪩
art blog(derogatory)
Three Goblin Art
taylor price

Origami Around

ellievsbear
Cosimo Galluzzi
cherry valley forever
I'd rather be in outer space 🛸

@theartofmadeline
No title available

JVL
No title available
DEAR READER
Sweet Seals For You, Always
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
trying on a metaphor
seen from Russia

seen from Singapore

seen from Germany
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Germany
seen from Romania

seen from Germany

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from China
seen from Liechtenstein
seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Romania
seen from Pakistan
seen from United States
seen from United States
@hujanrintiik
Udh berulang kali...
Stop berharap ke manusia
Kalau kita berfikir baik pada tuhan, maka hal2 baik akn terjadi pada hidup kita sendiri
Mendewasa selalu ditemani oleh penolakan, diacuhkan, merasa kurang dari yang lain, tentang kekalahan, patah hati, jatuh kemudian berhasil bangun lagi, kehilangan yang dalam, atau pertanyaan yang tak kunjung bertemu dengan jawabannya.
.
Proses perjalanan mendewasa memang tidak nyaman sekali, tapi semoga menguatkan.
Sama seperti yang lainnya, kami juga sama resahnya kalau ditanya kapan nikah, jenjang karir 5 atau 10 tahun akan menjadi seperti apa, begitu juga melihat teman2 kami yang lain sudah sukses dimana-mana..
.
.
Meskipun begitu, ditengah pencarian jati diri dan waktu yang terus bergerak, kami tetap ingin bergerak untuk keluarga dan juga orang banyak.
Sudah berada di fase dimana jatuh cinta dan patah hati berulang kali, suka sama orang lain tapi diacuhkan, mengutamakan orang lain dari pada diri sendiri, berharap yang banyak tapi tiba2 karam, dan juga kehilangan yang dalam..
.
.
It's okay, u're strong than you think.
You deserved love, you deserved better, and I Love you.
Don't be serious, love your self more.
Tak mengapa jika engkau bukan pilihan, tapi yang pasti engkau selalu memilih dirimu untuk kau bahagiakan.
Dulunya, kukira untuk mendapatkan bahagia aku harus bersama seseorang atau mengunjungi suatu tempat.
Semakin kesini aku menyadari bahwa bahagia harus aku ciptakan sendiri.
Pengen punya pasangan yang juga berpengaruh thd orang banyak, memberi kebaikan kepada orang lain.
Pengen punya pasangan yg tidak melakulan kekerasan thd perempuan.
Jadi apa lagi pengennya??
Hidup saja begini adanya, yang bisa menyelamatkan diri kita hanya diri kita sendiri. Pun mati, yang bisa menyelamatkan kita hanya amalan kita, sikap baik kita ke orang lain.
Teman? Pasangan? Keluarga?
Entahlah nanti masih ingat apa ndknya, jadi persiapan segala sesuatu nya sebelum hari itu tiba.
Karena tentu kita akan mati bukan?
Terus merenung dengan kondisi seperti sekarang ini, akankah harapanku akan kembali pupus?
Di mata manusia Sepertinya gak akan mungkin, tapi aku akan selalu percaya padamu wahai Tuhan ku.
Meski keadaan saat ini sangat sulit, aku percaya KAU tidak akan pernah meninggalkan ku.
#doa
#ramadhanday2
Aku masih ingat dengan jelas ramadhan tahun kemarin aku menangisi seseorang untuk menjadi milikku, aku merayu Tuhan ku agar Dia menjadi milikku..
Saat sujudku di dalam hatiku sesak memintaNya agar menjadi milikku.
Dan 2 bulan kemudian Tuhan menjawab, dia ternyata bukan ditakdirkan untukku.
Lalu?
Bolehkan di tanggal 1 Ramadhan ini aku memintamu Tuhan agar kau dekatkan untukku Pasangan hidupku??
#doa
#ramadhanday1
Beda Jalan
Ada yang menikah di usia 20an, alhamdulillah. Energi masih banyak. Idealisme masih membara. Perjuangan membangun keluarga insyaallah menjadi amal salehnya.
Ada yang menikah di usia 30an, 40an, atau lebih, alhamdulillah. Secara finansial sudah lebih mapan. Lebih matang juga dari berbagai segi. Kesabaran menjaga dan menyiapkan diri insyaallah menjadi amal salehnya.
Ada yang bekerja sesuai impian dan passion, alhamdulillah. Kerja jadi ngga kerasa kerja. Dedikasi insyaallah menjadi amal salehnya.
Ada yang bekerja di luar passion, alhamdulillah. Ada manfaat untuk sesama yang kadang lebih utama daripada impian pribadi. Kelapangan hati insyaallah menjadi amal salehnya.
Ada yang memulai bisnis dan berhasil di usia 25, alhamdulillah. Masa mudanya produktif dan bermanfaat. Kerja keras insyaallah menjadi amal salehnya.
Ada yang mencoba berbisnis berkali-kali dan baru berhasil di usia 40, alhamdulillah. Pengalaman gagal bisa jadi jalan buat rezeki tak ternilai bernama kebijaksanaan. Ketekunan insyaallah menjadi amal salehnya.
Hidup tidak selalu berjalan sama untuk semua orang. Ada banyak hal yang terjadi di luar kendali kita. Tetapi, itu ngga perlu jadi masalah. Kita hanya berbeda dalam memilih jalan amal saleh. Tujuan kita tetap sama, kan?
Kita mungkin bertolak dari titik yang berbeda. Rute perjalanan kita barangkali ngga sama. Waktu keberangkatan dan kedatangan kita pun mungkin beda. Tetapi, jika kita mengarah ke tujuan yang sama, perbedaan itu tidak menjadi masalah.
Rute mana pun yang tengah kita jalani, duluankah atau belakangan kita memulai, cepat maupun lambat kita berjalan, selalu ada kesempatan untuk menghimpun amal saleh.
Toh, yang ‘menang’ bukan yang paling duluan sampai. Tapi yang paling banyak bawa muatan amal saleh selama perjalanannya. Biasanya kalau pengen dapet muatan banyak, perjalanannya pun bakal lebih berat. Semoga kita kuat.
Aku langsung merebahkan badan ke tempat tidur, resah menyelimutiku. Kuharap pagi cepat menyambutku.
Cerpen : Bising (2)
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan tinggal di kota kecil, pelosok desa, atau apapun sebutannya. Tidak ada yang keliru sampai ketika semua itu dibenturkan pada mimpi-mimpiku yang besar, mimpi yang terbentuk sewaktu aku menempuh pendidikan tinggi di rantau. Mimpi untuk membangun karir, jejaring, mengikuti beragam perkembangan dunia, dan semua hal yang waktu itu kupandang begitu cerah.
Semuanya terbenam tatkala aku tak kuasa memperjuangkan mimpi itu hanya karena aku tak punya keberanian. Orang tua memaksaku untuk mencari pekerjaan yang tak jauh dari rumah. Dan itu jauh lebih sulit daripada mencari pekerjaan di ibukota. Bukan karena tak ada lowongan, tapi tidak ada peluang yang besar untuk tumbuh dan berkembang.
Setiap pagi, tak ada lagi gairah untuk mengembangkan diri. Aku menyaksikan ritme hidup yang tak ubahnya sebuah roda, berputar, sama setiap hari. Aku melihat mereka yang tinggal di kampung kecil ini, dari lahir sampai mati, tak pernah ke mana-mana. Tak pernah pergi jauh. Tak ada perkembangan yang berarti di kampung ini selain jalannya yang tiap kali di aspal, beberapa tahun lagi sudah rusak, kemudian di aspal lagi.
Aku tak ingin menyaksikan diriku tak beranjak ke mana-mana, tapi bagaimana? Aku terjebak pada sebuah keadaan yang karena aku tak berani membuktikan bahwa aku sudah cukup besar untuk membuat keputusan dalam hidup.
Kini, yang ku dengar hanya omongan orang lain yang bingung melihatku yang lulusan perguruan tinggi malah tinggal di desa dan bekerja dengan gaji jauh dibawah UMR. Sebuah fakta yang membuat mereka percaya bahwa pendidikan tinggi itu hanya membuang-buang uang dan waktu saja, lebih baik bekerja setelah lulus SMP atau SMK. Tidak salah juga, toh aku tak bisa mematahkan pendapat tersebut.
Terlebih, aku juga tertekan karena di sini aku tak memiliki teman yang bisa menjadi lawan bicara. Bertukar pikiran. Dan hal-hal yang dulu sangat menarik untuk menjadi bahan diskusi di kampus. Apalagi untuk mencari pasangan hidup, sama sekali tidak ada yang masuk dalam kriteriaku. Yang ada, mereka tidak tinggal di sini. Jauh, aku tak bisa menjangkaunya.
Kalau saja aku bisa menjadi lebih berani. Mungkin, aku akan lebih mudah menjalani semua konskuensi yang ada saat ini. Aku tak tahu lagi bagaimana membuat hidupmu kembali terisi jiwanya. Rasanya, kosong itu bukan karena tak ada ruang, melainkan tak ada lagi yang mengisi.
©kurniawangunadi | 22 November 2019
🍃
Hai diri, tenanglah.. sini kupeluk
Jatuh cintalah pada lelaki yang membaca buku di atas kereta.