Kelapangan Hati
Alhamdulillah bini'matihi tatimmus shalihaat minggu ini dapat kesempatan mendengarkan cerita para orang tua yang sangat luar biasa.
Orang tua pertama
Memiliki anak berkebutuhan khusus dengan diagnosa Cerebral Palsy. Tulang leher dan sebagian tubuhnya masih sangat lemah. Di punggung tangan terdapat bercak berwarna merah yang menandakan adanya pembuluh darah yang pecah. Bagian mata mengalami strabismus dan ketika tidur di malam hari sering mengalami kejang. Pasien tersebut sudah berobat semenjak usia kurang lebih 6 bulanan hingga saat ini usianya 18 bulan.
Sudah mencoba berbagai pengobatan diantaranya ke Prof Tumbuh Kembang Anak, Klinik Tumbuh Kembang Anak, dr. Sp. Bedah Mulut, dr. Sp. Kulit Anak, dr. Sp. Rehab Medik, dr. Sp. Penyakit Dalam, dr. Sp. Syaraf Anak, dan mungkin masih banyak lagi.
Meskipun harus terapi dan berobat kesana kemari, orang tua ini tidak pernah mengeluh. Orang tua ini sadar bahwa anak tersebut merupakan amanah yang harus dijaga sepenuh hati. Orang tua ini merasa dengan melapangkan hati menerima takdir yang Allah tetapkan, disana Allah siapkan banyak sekali kemudahan. Maa syaa Allah.
Orang tua kedua
Memiliki anak berkebutuhan khusus dengan diagnosa Cerebral Palsy Quadraflagie. Penyakit ini membuat seluruh tubuh mengalami spastik (kekakuan). Frekuensi kejang yang sangat sering, dan mengalami gangguan saluran pencernaan yang menyebabkan massa tubuhnya semakin berkurang.
Sama dengan kasus sebelumnya, pasien ini pun sudah banyak menjalani pengobatan dan terapi. Saat ini usia anak tersebut sudah 7 tahun. Harusnya sudah memasuki sekolah dasar tapi qadarullah anak ini masih sangat membutuhkan bantuan dari orang sekitarnya untuk melakukan aktivitas harian.
Maa syaa Allah, anak ini memiliki orang tua yang tak pernah lelah mengurusnya. Mencoba kuat di depan orang lain padahal dibalik masker sang Ibu menangis mendengar dokter memberikan pernyataan. Disamping itu sang Ayah menguatkan diri agar tidak ikut rapuh. Pemandangan yang sangat luar biasa melihat kerjasama orang tua ini dalam mengurus anaknya.
Bagi sebagian orang, memiliki anak adalah anugerah. Bagi sebagian orang lagi, memiliki anak adalah ujian keimanan. Bagaimanapun bentuk amanah yang Allah titipkan, percayalah bahwa disana sudah Allah siapkan juga jalan keluarnya. Pertolongan Allah sangat dekat dan Allah sudah menjanjikan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan.
Allah tidak pernah salah dalam menetapkan takdir untuk hamba-Nya. Sebagaimana dalam QS. Al-Baqarah ayat 286 :
لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”








