🌙 𝗦𝗮𝗹𝗮𝘁𝘂𝗹 𝗤𝗶𝘆𝗮𝗺 | 𝗔𝗹 𝗠𝗮𝗮𝗶𝗱𝗮𝗵 𝟲𝟵-𝟳𝟰
𝗥𝗶𝘄𝗮̄𝘆𝗮𝗵 𝗦𝗼𝗼𝘀𝗶 '𝗔𝗻 𝗔𝗯𝗶̄ '𝗔𝗺𝗿

★
ojovivo

blake kathryn
Monterey Bay Aquarium
dirt enthusiast

Andulka
occasionally subtle
Sade Olutola
One Nice Bug Per Day
I'd rather be in outer space 🛸

@theartofmadeline
Lint Roller? I Barely Know Her
h

PR's Tumblrdome
will byers stan first human second
todays bird
Sweet Seals For You, Always

Origami Around
Show & Tell

JBB: An Artblog!
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from France

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Cambodia

seen from United Arab Emirates
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Greece
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
@ilurverose
🌙 𝗦𝗮𝗹𝗮𝘁𝘂𝗹 𝗤𝗶𝘆𝗮𝗺 | 𝗔𝗹 𝗠𝗮𝗮𝗶𝗱𝗮𝗵 𝟲𝟵-𝟳𝟰
𝗥𝗶𝘄𝗮̄𝘆𝗮𝗵 𝗦𝗼𝗼𝘀𝗶 '𝗔𝗻 𝗔𝗯𝗶̄ '𝗔𝗺𝗿
﷽
M U L A I S A J A . . .
﷽
PERBANYAKLAH: LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺَ bersabda:
أكثر من قول لا حول ولا قوة إلا بالله ، فإنها كنز من كنوز الجنة.
Perbanyaklah ucapan:
لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ
"Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah."
Karena kalimat ini merupakan sebagian dari simpanan berharga yang ada di dalam jannah.
— HR. Tirmidzi (3601), Nasa'i dalam kitab Fi 'Amalil Yaum wal Lailah (13), dan Hakim (1/517), serta ia berkata: Sanad yang shahih.
Twitter Asy-Syaikh Badr Al-'Anazi hafizhahullah
﷽
وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَاۖ
"Janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang (biasa) tampak darinya.”
— An-Nur, 31
﷽
NASIHAT MENYAMBUT DATANGNYA BULAN RAMADHAN
Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah,
الواجب على المسلم يسأل الله أن يبلغه رمضان وأن يعينه على صيامه وقيامه، والعمل فيه، لأنه فرصة في حياة المسلم
Wajib bagi kaum muslimin untuk memohon kepada Allah agar dia bisa sampai ke bulan Ramadhan, dan diberi kemampuan untuk berpuasa serta melaksanakan shalat tarawih padanya, dan juga bisa beramal saleh pada bulan Ramadhan. Sebab, bulan tersebut merupakan kesempatan besar (untuk beribadah) dalam kehidupan seorang muslim.
“مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ”
“Barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dikarenakan keimanan dan mengharap pahala, akan diampuni dosanya yang terdahulu.” — HR al-Bukhari
”مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ”
”Barang siapa yang shalat malam pada bulan Ramadhan dikarenakan keimanan dan mengharap pahala, akan diampuni dosanya yang terdahulu.“ — HR al-Bukhari
فهوفرصة في حياة المسلم قد لا يعود عليه مرة ثانية
Oleh karena itu, ini adalah kesempatan besar bagi setiap muslim (untuk beramal). Mungkin saja dia tidak bisa mendapatkan kesempatan kedua setelahnya.
فالمسلم يفرح بقدوم رمضان ويستبشر به، ويستقبله بالفرح والسرور، ويستغله في طاعة الله ليله قيام، ونهاره صيام وتلاوة للقرآن والذكر فهو مغنم للمسلم
Maka dari itu, seorang muslim hendaknya bergembira dan merasa senang dengan datangnya bulan Ramadhan, menyambutnya dengan penuh kebahagiaan dan kegembiraan, menggunakan kesempatan pada bulan tersebut untuk memperbanyak ketaatan. Shalat di malam hari dan berpuasa pada siang harinya, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir. Yang demikian itu, merupakan ghanimah bagi setiap muslim.
أما الذين إذا أقبل رمضان يعدون البرامج الفاسدة والملهية والمسلسلات والخزعبلات والمسابقات ليشغلوا المسلمين فهؤلاء جند الشيطان
Adapun orang-orang yang menyambut bulan Ramadhan dengan mempersiapkan berbagai kegiatan-kegiatan yang negatif, seperti acara musik, acara drama yang bersambung, acara -acara lawakan atau perlombaan kuis; yang semua ini melalaikan kaum muslimin –dari ibadah–, maka mereka ini adalah bala tentara setan.
فعلى المسلم أن يحذر من هؤلاء ويحذر منهم
Oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim untuk berhati-hati dari mereka, dan mentahdzir (memperingatkan dari) mereka.
رمضان ما هو وقت لهو ولعب ومسلسلات وجوائز ومسابقات وضياع للوقت
Bulan Ramadhan bukanlah waktu untuk bermain-main atau perkara sia-sia seperti kuis-kuis dan semisalnya, yang semua ini menyia-nyiakan waktu.
https://forumsalafy.net/nasihat-menyambut-datangnya-bulan-ramadhan/
﷽
KETENTUAN ATAU SYARAT HIJAB DAN JILBAB SYAR'I WANITA MUSLIMAH*
Wahai muslimah, tentu setiap muslim ingin menjalankan perintah Allah sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Allah, sehingga amalannya terhitung sebagai amalan saleh yang kelak menjadi pemberat timbangan amalan kebaikannya. Hijab atau jilbab mempunyai ketentuan-ketentuan atau syarat-syarat yang harus dipenuhi agar sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya.
Berikut syarat-syarat hijab dan jilbab yang syar’i:
1. HIJAB HARUS MENUTUPI SELURUH TUBUH
Hal ini berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala ,
َ يُدۡنِينَ عَلَيۡهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّۚ
“Hendaklah mereka mengulurkan jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka.”
— (al-Ahzab: 59)
Yang dimaksud jilbab ialah kain yang lebar atau lapang yang dapat menutupi seluruh tubuh.
2. HIJAB HARUS TEBAL, TIDAK TIPIS , DAN TIDAK TRANSPARANT
Dengan hijab yang seperti inilah upaya menutupi aurat tercapai. Sebaliknya, jika yang digunakan adalah pakaian yang tipis dan transparan, tidak tercapai tujuan menutup aurat yang diperintahkan oleh agama.
3. HIJAB YANG DIPAKAI BUKAN SEBAGAI PERHIASAN SEHINGGA MENARIK ORANG UNTUK MELIHATNYA
Hijab tersebut tidak diberi hiasan, aksesoris, dan yang semisalnya, agar tidak membuat orang lain, terutama laki-laki, tertarik untuk melihatnya.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَاۖ
"Janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang (biasa) tampak darinya.”
— (an-Nur: 31)
Ayat ini umum, mencakup pula pakaian luar yang penuh perhiasan sehingga membuat pandangan orang lain tertuju padanya.
Silakan lihat — Jilbab al-Mar’ah al-Muslimah karya asy-Syaikh al-Albani.
4. HIJAB HARUS LEBAR, TIDAK SEMPIT/KETAT, SEHINGGA TIDAK MEMPERLIHATKAN LEKUKAN TUBUH
Terdapat ancaman keras bagi wanita yang memakai pakaian tetapi memperlihatkan tubuh mereka, atau memakai pakaian ketat sehingga membentuk lekukan tubuhnya. Mereka itu berpakaian, tetapi pada hakikatnya telanjang.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ؛ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ، رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku lihat. Pertama, sebuah kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi, yang mereka gunakan untuk mencambuk manusia. Kedua, para wanita yang berpakaian tetapi telanjang. Mereka berjalan berlenggak-lenggok (berjalan dengan menimbulkan fitnah). Kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak dapat mencium bau harum surga, padahal baunya tercium dari jarak sekian dan sekian.”
— (HR. Muslim no. 5704)
5. TIDAK MEMAKAI WEWANGIAN
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,
أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ
“Wanita mana saja yang memakai wewanginan lalu berjalan melewati sebuah kaum supaya mereka mencium bau wanginya, maka dia adalah pezina.”
— (HR. Abu Dawud no. 4175, an-Nasa’i no. 5126, dan at-Tirmidzi no. 2786. Al-Imam at-Tirmidzi berkata, “Hadits hasan shahih.” Hadits ini dinyatakan hasan oleh asy-Syaikh al-Albani.)
6. TIDAK MENYERUPAI PAKAIAN WANITA KAFIR
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barang siapa menyerupai suatu kaum, dia seperti mereka.”
— (HR. Abu Dawud no. 4033 dan Ahmad, dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 2831)
7. TIDAK MENYERUPAI PAKAIAN LAKI².
Syariat melarang wanita memakai pakaian yang menyerupai pakaian lelaki.
Hal ini dijelaskan dalam banyak dalil, di antaranya sebuah hadits dari Ibnu ‘Abbas,
لَعَنَ النَّبِيُّ صَلَّىاللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُخَنَّثِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالْمُتَرَجِّلاَتِ مِنَ النِّسَاءِ
“Nabi ﷺ melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.”
— (HR. al-Bukhari no. 5886)
Begitu juga hadits dari Abu Hurairah,
لَعَنَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لِبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لِبْسَةَ الرَّجُلِ
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam melaknat laki-laki yang mengenakan pakaian perempuan dan perempuan yang mengenakan pakaian laki-laki.”
— (HR. Abu Dawud no. 4100, dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 5095)
Asy-Syaikh al-‘Allamah Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata,
"Wanita tidak boleh memakai pakaian yang tasyabbuh (menyerupai) dengan pakaian laki-laki atau dengan pakaian wanita-wanita kafir.
Dia juga tidak diperbolehkan memakai pakaian ketat yang menampakkan lekuk tubuh dan menimbulkan fitnah. Pantalon mengandung semua larangan di atas sehingga tidak diperbolehkan memakainya.”
— (al-Muntaqa 3/457)
8. BUKAN PAKAIAN SYUHRAH (PAKAIAN UNTUK MENCARI KETENARAN)
Pakaian syuhrah adalah semua pakaian yang dipakai untuk meraih kemasyhuran (ketenaran) di tengah-tengah manusia, baik berupa pakaian mewah (mahal) yang dikenakan untuk membanggakan dunia dan perhiasannya, maupun pakaian jelek yang dikenakan untuk menampakkan kezuhudan dan karena riya’.
Silakan lihat — Jilbab al-Mar’ah al-Muslimah karya asy-Syaikh al-Albani.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam melarang pakaian syuhrah. Beliau bersabda,
مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ فِي الدُّنْيَا، أَلْبَسَهُ اللهُ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، ثُمَّ أَلْهَبَ فِيهِ نَارًا
“Barang siapa mengenakan pakaian (untuk mencari) kemasyhuran (ketenaran) di dunia, Allah akan mengenakan untuknya pakaian kehinaan pada hari kiamat, kemudian Dia kobarkan api di dalamnya.”
— (HR. Ibnu Majah no. 3607 dan Abu Dawud no. 4031, dinyatakan hasan oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 6526)
Itulah beberapa ketentuan atau syarat hijab dan jilbab syar’i.
Jilbab bukan sekadar kain yang dipakai sesuai dengan keinginan.
Jilbab dipakai bukan agar pemakainya tetap terlihat gaul, modis, dan cantik di hadapan semua orang, terutama laki-laki.
Jadi, apa yang dipilih oleh sebagian muslimah yang memakai jilbab masih jauh dari ketentuan jilbab yang syar’i.
Kalau begitu, katakanlah, “Yang kuinginkan hanya jibab yang sesuai dengan syariat.” Wallahu a’lam bish shawab.
https://www.qonitah.com/yang-kuinginkan-hanya-jilbab-yang-syari/
﷽
Wajibnya Istri Taat Pada Suaminya
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا صَلَتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَصَنَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا، دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَتْ
“Apabila seorang wanita mengerjakan shalat lima waktunya, mengerjakan puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia inginkan.”
— (HR. Ibnu Hibban no. 4163. Dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih at Targhib no.2411).
﷽
I S T E R I S H A L E H A H
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,
إذا وفق الإنسان لامرأة صالحة في دينها وعقلها فهذا خير متاع الدنيا لأنها تحفظه في سره وماله وولده وإذا كانت صالحة في العقل أيضا فإنها تدبر له التدبير الحسن في بيته وفي تربية أولادها، إن نظر إليها سرته وإن غاب عنها حفظته وإن وكل إليها أمره لم تخنه فهذه المرأة هي خير متاع الدنيا.
"Apabila seseorang dimudahkan mendapat isteri shalehah pada agama dan akalnya, maka ini adalah perhiasan dunia terbaik kerana dia akan menjaga rahasia, harta, dan anak-anaknya.
Apabila keshalehan tersebut pada akalnya, nescaya dia juga akan mengatur dengan baik urusan rumah dan pendidikan anak-anaknya.
Jika dia melihatnya, nescaya akan menyenangkannya. Jika dia pergi, nescaya dia akan menjaga wibawanya sebagai suami.
Jika dia mengamanahkan urusannya kepadanya, dia tidak akan mengkhianatinya.
"Isteri yang seperti ini adalah perhiasan dunia terbaik."
— Syarh Riyadh al-Shalihin, Jilid 2, hlm. 230.
﷽
S U A M I S H A L I H
Firman Allah ﷻ:
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
“Dan bergaullah kalian (para suami) dengan mereka (para isteri) dengan cara yang makruf. kemudian bila kalian tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu, Padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (An Nisa:19)
Ia adalah suami shalih yang,
1. Bergaul dalam curahan kasih sayang,
2. Penuh perhatian dan mengalah pada perkara yang bukan maksiat.
Namun,
3. Ia tetap tegas pada kesalahan isteri dengan tanpa mengetepikan hikmah dan kelemahlembutan.
4. Demikian pula tidak lepas dari bagusnya peneladanan terhadap manusia terbaik dan termulia, Rasulullah ﷺ.
5. Sebagaimana yang dituntut kepada setiap muslim untuk menjadikan beliau sebagai suri teladan. Sehingga ia selalu mengambil contoh dari muamalah Rasulullah ﷺ terhadap keluarganya, salah satunya dalam hadits beliau bahwa,
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya.”
— HR At Tirmidzi dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan At Tirmidzi
﷽
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan,
Dzul wajhain adalah seorang yg mendatangi orang-orang ini dengan satu wajah dan mendatangi orang-orang yg sana dengan wajah lain lagi. Sebagaimana yg dilakukan kaum munafik,
وَإِذَا لَقُواْ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوۡاْ إِلَىٰ شَيَٰطِينِهِمۡ قَالُوٓاْ إِنَّا مَعَكُمۡ إِنَّمَا نَحۡنُ مُسۡتَهۡزِءُونَ
"Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman.” Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, “Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok.” (Al-Baqarah 14)
Ini ditemukan pada banyak manusia waliyadzu billah. Dan ini salah satu cabang kemunafikan. Engkau dapati dia jika mendatangimu dia menyanjungmu dan memujimu, kadang dia berlebihan dalam memujimu. Akan tetapi jika ia dibelakangmu dia mencelamu dan mencacimu dan menjelekanmu dengan sesuatu yg tidak ada pada dirimu. Dan ini waliyadzu billah seperti yg Nabi ﷺ sabdakan,
تجد من شر الناس يوم القيامة عند الله ذا الوجهين الذي يأتي هؤلاء بوجه وهؤلاء بوجه.
"Engkau dapati sejelek-jelek manusia di sisi Allah adalah dzul wajhain dia mendatangi yg ini dengan wajah lalu mendatangi yg itu dengan wajah lain lagi." (HR. Bukhari)
Dan ini termasuk dosa besar karena Nabi ﷺ menyebutkan pelakunya sebagai sejelek-jelek manusia.
— Syarh Riyadh Ash-Shalihin 4/186
﷽
Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata,
Tidak ada sesuatu perkara yang paling menyejukkan mata seorang mukmin daripada melihat istri dan anak-anaknya taat kepada Allah ﷻ.
— Tafsir Al-Baghawi (6/99)
﷽
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berkata,
"Siapa saja yang Allah kehendaki kebahagiannya, dia akan menjadikannya mengambil pelajaran dengan hal-hal yang menimpa orang lain, lalu dia menempuh jalan orang yang dikuatkan dan ditolong oleh Allah dan menjauhi jalan orang yang Dia telantarkan dan Dia hinakan."
— Majmu'ul Fatawa jilid 35 hlm. 388
﷽
Al-Allamah Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah berkata,
"Boleh bagi seorang wanita untuk menggunakan parfum bila dia menuju kumpulan para wanita dan tidak melewati para lelaki di jalan [ seperti naik mobil, pent ]. Sedangkan bila dia menggunakan parfum menuju ke pasar yang di sana banyak laki-laki maka tidak boleh."
— Majmu' Fatawa, X/40
﷽
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata : Rasulullah ﷺَ bersabda,
"Musibah akan terus-menerus menimpa seorang mukmin dan mukminah pada dirinya, anaknya, dan hartanya, hingga ia bertemu Allah ta'ala dalam keadaan bersih dari kesalahan."
— Mutiara Hadits Kitab Riyadhus Shalihin
[HR. Tirmidzi. "Hadits hasan shahih". Dihasankan oleh Al-Albani di dalam Ash-Shahihah (2280)]
﷽
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,
فإن الله تعالى يحب العافين عن الناس فإذا وجدت في قلبك بغضاء لشخص فحاول أن تزيل هذه البغضاء وذكر نفسك بمحاسنه.
"Sesungguhnya Allah menyukai seorang yang memaafkan kesalahan orang lain. Apabila dalam hatimu terdapat kebencian terhadap seseorang, maka upayakanlah untuk menghilangkan kebencian ini dan ingatkan dirimu dengan kebaikan-kebaikannya."
— Syarh Riyadh al-Shalihin, Jilid 4, hlm. 162.
﷽
Al Qurthubi rahimahullah mengatakan,
"Dikatakan, bahwa suatu negeri jika terdapat empat golongan ini, maka penduduknya terlindungi dari bala:
1️. Pemimpin adil yang tidak zalim.
2️. Ulama di atas jalan petunjuk.
3️. Tokoh yang dituakan memerintah pada yang makruf dan melarang dari yang mungkar, serta memotivasi untuk menuntut ilmu dan Al Qur'an.
4️. Wanita yang tertutup, tidak berdandan seperti orang jahiliah terdahulu.
— Al Jami' li Ahkamil Quran (Tafsir Al Qurthubi) 4/47
﷽
Beberapa Bacaan yang Bermanfaat Untuk Dihafalkan Ketika Musim Hujan
1. Doa ketika hujan turun
اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
“Allaahumma Shayyiban Naafi’an”
Artinya:
Ya Allah, jadikanlah hujan ini sebagai hujan yang bermanfaat. ( HR. Bukhari no. 1032)
2. Doa ketika ada angin kencang
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ
“Allaahumma Inni As aluka Khairahaa Wa Khaira Maa Fiihaa Wa Khaira Maa Ursilat Bihii Wa A’uudzu Bika Min Syarrihaa Wa Syarri Maa Fiihaa Wa Syarri Maa Ursilat Bihi”
Artinya: Ya Allah, aku meminta kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada padanya, dan kebaikan yang angin ini diutus untuk bertiup kepadanya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan angin ini, kejelekan yang ada padanya, dan kejelekan yang angin ini diutus untuk bertiup kepadanya. ( HR. Muslim no. 899)
3. Disunnahkan seusai hujan turun membaca:
مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ
“Muthirnaa Bi Fadhlillaahi Wa Rahmatihi”
Artinya: Kami telah diberi hujan dengan karunia Allah (semata) dan rahmat-Nya. ( HR. Bukhari no. 1038 dan Muslim no. 71)
4. Dzikir ketika mendengar petir
Apabila Sahabat Abdullah bin Zubair radhiyallahu 'anhumaa mendengar petir, beliau mengucapkan:
سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلآئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ
"Subhaanalladzii Yusabbihurra'du Bihamdihii wal Malaaikatu min Khiifatihi."
Artinya: Mahasuci Allah yang telah menjadikan petir itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat, karena takut kepada-Nya. ( HR. Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 723, Syaikh Albani menghukumi hadits ini sebagai hadits yang sahih dalam Shahih al-Adab al-Mufrad no. 556)
Atau bisa memilih bacaan yang lebih pendek sebagaimana dalam riwayat berikut:
Apabila Sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhumaa mendengar petir, beliau mengucapkan:
سُبْحَانَ الَّذِيْ سَبَّحْتَ لَهُ
"Subhaanalladzii Sabbahta Lahu."
Artinya: Mahasuci Allah yang engkau (petir) bertasbih untuk-Nya. ( HR. Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 722, Syaikh Albani menghukumi hadits ini sebagai hadits yang hasan dalam Shahih al-Adab al-Mufrad no. 555)