“Aku tidak suka mengaduh
tapi tentang rindu, aduhku menggaduh”
— Fiki Zolanda Putri
cherry valley forever
KIROKAZE

Jar Jar Binks Fan Club

blake kathryn
ojovivo
Mike Driver
No title available

Love Begins

shark vs the universe
untitled
Cookie Run:Kingdom Official!
hello vonnie

tannertan36
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
occasionally subtle
No title available
h

gracie abrams

No title available
Show & Tell
seen from United States

seen from Russia

seen from Philippines

seen from Japan
seen from Türkiye

seen from United States

seen from Norway

seen from United States

seen from Australia
seen from Spain

seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from Austria

seen from Australia

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Italy
seen from United States

seen from United States
@imfzp
“Aku tidak suka mengaduh
tapi tentang rindu, aduhku menggaduh”
— Fiki Zolanda Putri
Aku yang mencemburuinya ditemani segelas soda dan sketsa wajahku... yang kau buat di pagi yang malu-malu.
— Fiki Zolanda Putri
Terima kasih, jarak
yang hingga kini berpihak
meski kelak
kan datangkan isak
Tak mengapa,
kisah kita tak lagi menanyakan apa
dan siapa
karena sudah pasti ceritanya tentang kita
Terima kasih juga, Semesta
merestui kedekatan kita
membelai rindu dibuai jumpa
membuat waktu sangat berharga
di kota ini, ditemani angin yang menderu
beberapa ubin dari persinggahanmu
–kekasihmu... Fiki Zolanda Putri
Makassar, 9 Mei 2019
Good morning 🙂
"Jangan bertahan atas kau dan aku. Kita bukan dua, tetapi satu. Jangan pernah berdiri sendiri karena kita harus utuh. Dukamu adalah lukaku, bahagiamu adalah citaku. Tetaplah bersamaku. Aku tidak tahu kapan berakhirnya waktu. Namun, mari buktikan kita akan tetap bersama hingga saat itu."
— Fiki Zolanda Putri
Pulanglah
Kuketuk tak keluar ia
Kupanggil tak nampak jua
Ke mana perginya?
Ke mana ku harus mencarinya?
Sempat kutanya angin ia berlalu
Kutanya pepohanan mereka membisu
Kutanya batu tak dihiraukannya aku
Kutanya kamu
Haruskah seperti ini aku mencarimu?
Pulanglah, ada hati yang menunggumu
–Fiki Zolanda Putri
Rabu, 31 Januari 2018 00.35 a.m
Harap
Aku menepi menepis sepi
Tangisku memecah malam yang sunyi
Doaku membangunkan kesedihan lama
Harapanku nanti akan jadi apa
Harapanku bagaimana orang tuaku bangga
Aku hanyalah sebuah batu
Di laut yang luas tak terjangkau kamu
Tersapu ombak tersipu malu
Betapa kecilnya diriku
–Fiki Zolanda Putri
Rabu, 31 Januari 2018
Bulan Tertawa
Ungkapan yang tak berabjad
Rindu yang tak beradab
Aku di penghujung malam
Merenungi hari menuju diam
Enggan melangkahi malam
Bulan sedang menertawakan
Mengapa aku kesepian
Sementara bintang tak selalu datang
–Fiki Zolanda Putri
Menunggu
Haruskah aku menunggu pagi
Untuk menyemangatimu menyambut hari
Untuk sekadar selamat pagi
Senyummu pantas bersanding dengan kopi
Pahitnya tersamarkan
Aku penikmat saja yang terabaikan
Ah, aku penasaran
Di balik bilik rindu ini banyak pertanyaan
– Fiki Zolanda Putri
"Aku telah salah menaruh harap. Lupa bahwa seharusnya ia harus dianggap."
—Fiki Zolanda Putri
Harapanku bukan menjadi jelita, atau petaka. Aku hanya ingin menjadi penghias senjamu. Mengapa? Karena senja tak selalu indah bagi mereka penikmat malam; atau mereka yang takut kegelapan.
—Fiki Zolanda Putri
Siang ini
Kukuh sudah aku berdiri
Lagi-lagi lasi
Lamunanku yang basi
Atau kau yang tak datang kembali?
— Fiki Zolanda Putri
"I'm strong, but not under your storm."
- Fzp
"Faktanya, meski banyak lelaki di luar sana tak ada yang bisa menggantikan lelaki dalam hatiku ini. Selamat pagi, Kasih!"
- Fzp
"Mengapa kau biarkan aku merindu sementara mataku sudah berkata ingin bertemu denganmu?"
-Fzp
"Hanya satu hari lagi sebelum aku berbalik ke peraduan. Ah, aku enggan. Masih ada sosokmu di sini yang menahan."
- Fzp
"Aku masih tidak bersua. Rinduku menguap begitu saja. Mengapa? Karena dia tak butuh suara untuk menunjukkan keberadaannya. Ia butuh kamu."
- Fzp