Ceritanya Sekolah Mentor #1 - Urgensi dan Nikmatnya Membina
Cuma dibuat digital aja. Sayang kalo catetannya ilang begitu saja :D Ini materi dari sekolah mentor tanggal 10 mei 2014. Waktu itu diisi sama bang Big Zaman di gd. G lt.1, lupa ruangan yang mana, kayaknya sih kedua dr fotocopyan gd. G, hhe Oke, pertama, mulai dari masalah. Sama kayak skripsi. Kalo ga ada masalah, yaa ga usah dibahas juga. Nih, ada 2 katanya:
Masalah di sepanjang masa
Masalah kekinian
PROBLEMATIKA SEPANJANG MASA
Jiwa manusia itu dipengaruhi oleh futur dan taqwa (Q.S. Asy-syams/91 :8). Di sini, Allah menanamkan kecenderungan, sifat, watak, keinginan, naluri.
Periode penyimpangan: umat Islam mengalami masa-masa suram setelah masa terbaik di zaman kenabian.
Akan ada suatu masa, di mana umat Islam jumlahnya banyak dan dikelilingi orang kafir. Namun, tidak dapat berbuat apa-apa :"
Saat ini, umat Islam terkena penyakit cinta dunia dan takut mati.
Jadi teringat suatu hadits (kelewat nyatetnya). Gini isinya kira-kira, "Awalnya, Islam itu aneh/asing. Lalu, kembali dalam keadaan aneh pula"
Maksudnya "aneh" itu, umatnya tidak paham tentang Islam, lalu yang menjalankan Islam dengan sungguh-sungguh justru dianggap aneh.
Akibat penjajahan (ada bahasa kerennya, tp kelewat juga :"D - sekolah Belanda, gereja >> - tidak tahu skala prioritas: beli tv, tapi ga bayar SPP - menampilkan keislaman malu, bangga pada budaya Barat - gaptek: tidak terpikir untuk menciptakan sesuatu
Kekuatan internasional juga ada: zionisme, komunisme, dll.
Intinya, kejahatan yang sistemik, baiknya dilawan dengan kebaikan yang sistemik.
SOLUSI
Jihad yang menyeluruh *eits.. kata jihad di sini luas ko, ga seserem yang dibanyangin. menuntut ilmu juga jihad asal niatnya buat Allah semata :D
Mentoring u.u ".... Jadilah kamu pengabdi-pengabdi Allah, karena kamu mengajarkan kitab dan karena kamu mempelajarinya" (Q.S. 3: 79)
Jaadi, nagkep lah ya. Urgensinya, karena masalah itu pasti, akan selalu ada selama kita hidup. Pilihan ada di diri masing-masing. Mau ikut atau tertinggal.
Toh, Islam akan terus punya pejuang yang memperjuangkannya, dengan atau tanpa kita di barisan pejuang-pejuang itu :")














