Things and Thought- that I write on my 365 pages in 2020.
Bertemu, menghilang, bahagia, senang, bahkan semenyakitkan itu.
Tidak memungkiri bahwa ini adalah tahun yang aku rasa sangat berat. Meski mungkin aku bukan satu-satunya yang merasakan hal itu. Namun, di bagian ini, biarkan aku menulis banyak hal yang sepertinya tidak pernah sempat aku ungkapkan, izinkan tatanan kalimat ini mewakilkan semua yang seharusnya aku sampaikan sejak lama.
Aku tahu betul bagaimana aku sangat merasakan sekali jatuh bangun dalam ombang-ambing kehidupan yang sangat mempengaruhiku sampai sejauh ini. Bagaimana Tuhan menggariskan banyak hal terlebih untuk aku, dan diriku sendiri. Bagaimana keadaanku ketika semua tidak berjalan seperti yang diharapkan, dan bagaimana aku berusaha sekali membangkitkan diri sendiri dari perang besar yang berlangsung sangat lama.
Tuhan tahu, bagaimana mereka satu persatu saling menghancurkan, saling membenci, saling menyakiti dan mati. Tuhan juga tahu, bagaimana Ia dengan sangat murah hati mengulurkan tangan untuk aku bangkit kembali. Memberi banyak kekuatan lalu berusaha meyakinkan bahwa aku bisa, dan aku mampu. Sehingga dalam beberapa kata yang berantakan ini, aku akan siap menulis:
Untuk beberapa rollercoaster, katamu. Mungkin aku akan kehilangan arah jika suaramu tidak terdengar nyata dalam sudut gendang telingaku. Kamu bisa melihatnya sendiri bahwa aku sangat dengan berusaha utuk memperbaiki semuanya, aku, kamu dan semua atmosfer dalam ruang lingkup semesta yang perputar mengitari kita. Bagaimana dengan ajaibnya beberapa pelukanmu membuat duniaku seketika menjadi sangat hangat setelah pertempuran di dataran penuh badai dan salju. Terimakasih.
Untuk beberapa ice green tea, yang tidak tahu sudah berapa kali aku teguk dikala hujan. Manis, tapi rasa manisnya hanya ada pada saat itu saja. Setelahnya, hilang. Menjadi sedikit lebih hambar dan hampir tidak seperti yang semestinya, lalu aku berhenti meminumnya. Aroma pepohonan yang basah waktu itu masih aku ingat jelas, pertemuan dengan langit yang selalu kelabu, dan lagu-lagu yang terdengar sekarang bukan lagi tentang aku. Bukan lagi tentang cerita aku dan tetesan hujan, bukan lagi tentang mereka yang menurutku berbeda. Namun pada akhirnya, kesimpulan hanyalah untuk mempertegas bahwa aku perlu berteduh.
Dan untuk semesta yang selalu aku salahkan atas semua yang terjadi, maaf. Sudah bukan saatnya lagi aku berjalan bersama puing-puing reruntuhan setelah pertempuran dengamu. Dan aku rasa kamu juga tahu, aku harus memperbaiki semuanya dengan sedikit melupakanmu. Semesta, terimakasih untuk banyak sekali air mata selama sejauh ini, untuk beberapa goresan yang tepat sasaran, untuk segala rencana yang kamu buat gagal dalam sekejap. If you want to leave me, just go. And promise me donโt ever ever coming back no matter how you apologize for all the things youโve done, thank you for killing me last time.