@Regrann from @multazim - โ Cara memakai sendal ada dalilnya, cara memakai pakaian ada dalilnya, perintah shalat, puasa, zakat dan haji terlebih lagi banyak dalilnya. Itulah bukti kesempurnaan islam, dari yang tidak begitu penting sampai yang paling penting sudah dijelaskan, seperti ada hadits yang menjelaskan jumlah uban dikepala Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, kalau sudah dikatakan sempurna berarti tidak perlu ada penambahan lagi. Kira-kira mau tidak ketika seseorang sudah diciptakan Allah Ta'ala sudah sesempurna mungkin, punya mata, telinga, tangan dan kaki diciptakan sepasang, lalu oleh dokter ditawarkan pada dirinya dipasang satu bola mata lagi didahi supaya penglihatannya jadi luas, atau ditambah lagi satu kuping tepat dibelakang kepalanya supaya pendengarannya jadi tajam, saya rasa siapapun orangnya (asalkan masih waras otaknya) akan menolak mentah-mentah tawaran tersebut, walaupun dikasih hadiah sekalipun, kenapa? Karena dia sadar bahwasanya dia sudah diciptakan sempurna oleh Allah Taโala, sehingga tidak bagus kalau ditambah-tambah lagi. Maka ketika islam sudah dikatakan telah sempurna, idealnya tidak ada lagi penambahan dalam bentuk peribadatan, sebab kalau ada yang berani menambah, maka konsekwensinya ia telah kufur terhadap ayat tentang kesempurnaan islam (QS. Al-Maidah: 3). Dan sebagai makhluk yang tugasnya hanya menjalankan syariโat, maka tidak ada hak dia untuk ikut campur dalam membuat pensyariโatan, walaupun dia memandangnya baik. Dibawah ini saya akan menjelaskan ciri-ciri ibadah yang ada syari'atnya. Diantara adalah: 1. Ada dalil shahih yang memerintahkannya 2. Ada keutamaan dan ganjaran pahala bagi yang mengerjakannya, serta ada ancaman bagi yang meninggalkan kalau ibadah tersebut bersifat wajib 3. Yang memerintahkan ibadah tersebut jelas datangnya dari Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam, baik dari segi tata cara, waktu, kadar bilangan, tempat, dan beliau pun mempraktekkannya diikuti oleh para shahabat radhiallahu 'anhu 4. Seluruh kaum muslimin melakukannya, baik dari bangsa arab, eropa, asia dll, kecuali orang-orang yang malas beribadah 5. Ibadah tersebut tidak memberatkan, dan bagi yang tidak mampu ada keringanan.