CARI
Aku berjalan di padang bukit, tapi langitnya redup, seolah menatap tanpa mata.
Rumput tinggi menguning seperti sumbu yang telah padam, menyentuh tanganku dengan dingin, meninggalkan rasa getir yang tak jelas asalnya.
Angin datang membawa suara— entah bisikan, entah tangisan. Ia berputar di telingaku, berkata sesuatu yang tak bisa kupahami, lalu pergi… meninggalkan dengung yang menggigit.
Langkahku berat, namun jantungku terus memukul-mukul tulang rusuk, seperti ingin keluar, seperti ingin berhenti.
Aku ingin berlari, tapi ke mana? Setiap arah tampak sama, setiap nafas berbau kehilangan.
Padang ini sunyi… namun di dalamnya aku mendengar sesuatu memanggil. Mungkin bukan sesuatu — mungkin diriku sendiri, yang tertinggal di antara rumput yang sudah mati.








