Adab Berlebaran yang Tidak Tertulis, Tapi Semua Orang Harusnya Paham
Sebentar lagi lebaran, sebentar lagi maaf-maafan, sebentar lagi bertemu dengan orang-orang yang berbahagia menanti kehadiran sanak saudara, berbahagia mengenakan pakaian baru, sendal baru, tas baru, semua serba baru.
Tapi, berlebaran kadang mau jadi kekhawatiran bagi beberapa orang, bisa itu kekhawatiran pada si jomblo yang belum menikah padahal usia masih di bawah 25tahun, si jomblo yang belum menikah dengan usianya yang sudah di atas 27tahun, si pasangan suami istri yang padahal baru beberapa bulan menikah, pada si anak sekolah, pada mahasiswa, pada si baru sarjana, pada si karyawan, yaaa kekhawatiran yang mungkin sudah diwanti-wanti semua orang.
Aku tuliskan hal yang perlu kita perhatikan, dan ini adab yang harusnya dipahami semua orang, semua kalangan usia.
Memahami orang yang tidak ingin bersalaman.
Kalau kau lihat saudaramu jilbabnya menjulang besar, atau jenggot yang panjang, dan dia tak menyodorkan tangan padahal usiamu lebih tua, biarlah. Kau memang tak seharusnya bersalaman dengan dia, kecuali kau memang muhrimnya.
Atau mungkin kalau kau lihat dia sudah menutup tangannya pertanda dia tak mau salaman, jangan dipaksa. Apalagi sampai berkata yang bukan-bukan, "Gak sopan kali sama yang lebih tua" - "Sodaraan ajapun" - "Gak usah fanatic". Misalnya, lo
Jangan cium atau cubit pipi bayi orang sembarangan.
Selain anda tidak sopan karena tak izin ke orangtuanya, anda gemas pada bayi yang sebenarnya tak seharusnya. Apalagi kalau anda saudara jauh, tidak higienis, tidak tau kondisi, tidak izin, tidak pernah terlibat hubungan emosional dengan ibunya. Boleh gemas tanpa harus menempelkan bibir anda ke pipi atau ke mulut si bayi. Apalagi kalau anda cuma tetangga, yang tiba-tiba cubit pipi bayi, huft
Jangan terlalu sibuk bertanya privasi orang.
Kalau mau tau, tanya yang sopan. Kalau sudah tau, lebih baik jangan tanyakan cuma untuk memvalidasi. Kalau tak diberi tau, jangan dipaksa. Kalau cuma diberi jawaban dengan senyuman, jangan dikatain.
Beberapa kita mungkin memang perhatian dan peduli, makanya penasaran dan bertanya.
"Udah lulus kan? Kerja dimana sekarang?"
"Udah hamil?"
"Naik apa ke sini? Bawa anak banyak"
"Udah ada jodohnya?"
"Kalau udah ada jodohnya, semoga dimudahkan ya".
Mungkin kita penasaran dan ingin bertanya seperti di atas, gapapa. Tapi, sewajarnya bertanya aja, kalau dirasa dia gak mau jawab, senyumin aja, kalau dia menjawab dengan baik, kita respon dengan baik pula "ohiyalah, semoga dimudahkan". Selesai.
Bukan "Kok belum nikah nikah? Umur udah 27th pun, jangan pilih pilih lah cari suami, nanti ga ada yang mau".
Bukan "Loh kok belum hamil? Kan udah 3 bulan nikah. Nunggu apa lagi lo, keburu umur kalian tua"
Bukan "Masa anak udah 3 masih naik bus, beli mobil lah"
Bukan "Pengangguran? Kok gak cari kerja sih, anaknya itu aja udah kerja di itu"
Bukan "Tinggal dikontrakan? Oalah nikah udah berapa tahun masa masih ngontrak rumah"
Gawat memang kalau rasa penasaran, dibalur dengan omongan dan pertanyaan yang gak masuk di akal dan hati. Hati-hati. Itu kepo dan julid, bukan peduli.
Jangan mengemis THR.
- Jangan ajarkan anak untuk minta THR ke tamu/saudara
- Jangan biasakan diri untuk minta THR ke teman/saudara
Kadang, semua dibalur candaan. Tapi rupanya, becandaannya malah jadi paksaan dan akhirnya jadi hal yang serius.
Sedang halal bihalal bersama teman sekolah, si ibu menyuruh anaknya "minta THR sama oom itu sana". Akhirnya anaknya menurut, anaknya mendatangi teman sekolah ibunya, yang padahal temannya itu memang ingin memberi THR. Harusnya, si ibu diam saja, lebih mengajarkan anak untuk tenang, berterima kasih, dan maaf . Dari pada minta-minta duluan.
Nah lain hal kalau diri sendiri, yang sibuk minta THR, mau secara kode, ataupun terang-terangan. Mana kala ia beruntung, ia mungkin akan dapat, tapi kalau ia tidak seberuntung itu, mungkin ia akan disemprot teman yang dimintai itu. Kebutuhan orang beda-beda, begitupun rezekinya toh?
Ingat poinnya
Memahami orang yang tidak ingin bersalaman
Jangan cium atau cubit pipi bayi orang sembarangan
Jangan terlalu sibuk bertanya privasi orang
Jangan mengemis THR atau Meminta Anak Untuk Minta-minta THR
Apa lagi ya?
Kalau ada lagi, mungkin akan kutambahkan di tulisan ini.
Selamat dan semangat menyambut lebaran.
















