Karma does exist

No title available
Mike Driver
Misplaced Lens Cap
untitled
Keni
YOU ARE THE REASON
No title available
Cosimo Galluzzi
No title available
★
Lint Roller? I Barely Know Her
Doug Jones

ellievsbear

❣ Chile in a Photography ❣
$LAYYYTER
Interview Vampire Daily
The Stonewall Inn
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

PR's Tumblrdome
No title available
seen from Australia

seen from United Kingdom

seen from Türkiye

seen from United Kingdom
seen from Ecuador
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Georgia
seen from United Kingdom
seen from France

seen from United States

seen from United States
seen from Mexico

seen from Türkiye

seen from United States

seen from Saudi Arabia
seen from Canada
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@itsmebayusetiadi
Karma does exist
Kapan kawin?
Note before you read this: 1. Pastikan kalian baca dengan hati yang bersih walau tulisan ini penuh dengan kata-kata yang kotor. 2. Buat yang kenal gue maka untuk lebih meresapi tulisan ini bacalah dengan sambil membayangkan gue mengekspresikan semuanya dengan segala mimik, body language dan semua yang mengidentifikasikan gue. Insya Allah kalian akan lebih menghayatinya. 3. Happy reading yak ☺ “Kapan kawin?”. Sebuah pertanyaan yang menurut gue terdiskriminasi jika dibandingkan dengan pertanyaan sejenis lainnya. Kenapa gue bilang terdiskriminasi? Coba deh lo bandingin pertanyaan “kapan kawin?” sama pertanyaan “kapan lo punya anak?” atau “Kenapa lo bisa cerai?” . Pasti bagi kebanyakan orang pertanyaan “kapan kawin?” lebih lumrah dan jadi hal yang biasa untuk ditanyakan ketimbang dua pertanyaan lainnya yang mungkin dianggap nggak sopan atau dianggap terlalu memasuki wilayah privasi seseorang. Is it fair enough? ABSOLUTELY NO! Because in my opinion there's no differences between those type of questions. Those questions have same level in order to make someone's heart feel irritated. Trasmihhh!!! Kebiasaan orang Indonesia nih kebanyakan itu hobi banget ngurusin hidup orang lain terutama masalah-masalah pribadi salah satunya tentang pernikahan. Ketika lo udah nikah duluan maka lo selangkah lebih maju karena lo seolah punya justifikasi untuk bisa bertanya seenaknya “kapan kawin?” ke orang lain yang belum nikah. Gue masih bisa lumrah ketika pertanyaan itu datang dari kerabat atau keluarga yang emang udah sepuh karena ya we live in a different era with them so mungkin pola pikir juga berbeda. Walau tetep kesel tapi ya sabarin aja deh ya daripada dikutuk jadi patung pancoran yang cuma make cawat di pinggang doang mau lo? Gue sih ogah ya. Tapi untuk gue pribadi kekesalan gue akan datang berlipat ganda dan pada puncaknya bisa berubah jadi rasa benci ketika pertanyaan itu datang dari orang-orang yang nggak layak untuk menanyakannya. Siapa yang nggak layak menanyakannya? Ya buat gue semua orang kecuali ORANG TUA gue sama sekali nggak layak untuk bertanya “kapan kawin?” ke gue. Lha wong sampe detik ini emak bapak gue aja nggak pernah nanya-nanya sekali lha lo lo pada yang mungkin cuma remahan rempeyek di hidup gue berani-beraninya nanya. Emangnya lo yang ngebesarin gue? Emangnya lo yang nyebokin gue klo gue eek waktu kecil? Emangnya lo yang kasih makan gue dari kecil sampe sekarang? Bukan kan? So, it’s better for you to watch out your mouth ya! (Sabar bay sabar, inhale exhale). Kebanyakan orang yang hobinya nanya-nanya pertanyaan kapan kawin nih biasanya bersembunyi dibalik alasan “Gue kan juga pengen liat lo di pelaminan” atau “Gue kan juga pengen liat lo bahagia” dan gue dalam hati berasa mau nanya “Are you sure? Because i’m not too sure”. Catet nih ya mba-mba, mas-mas yang namanya kebahagiaan seseorang itu nggak bisa Cuma diukur dari apakah orang itu sudah menikah atau belum. Ada banyak faktor. Emangnya orang single itu sudah dapat dipastikan hidupnya nggak bahagia dan menikah itu jaminan mutu untuk mencapai bahagia? Kan nggak toh. Lo liat nih gue masih single tapi apa pernah gue terlihat tidak bahagia hanya karena gue belum kawin? Gue malah asik jalan-jalan dan jajan-jajan kesana kemari (ceritanya sombong #tsahhh 😎) dan hidup gue masih baik-baik aja dan bahagia kan? Kalau kalian merasa hidup kalian lebih bahagia saat kalian telah menikah ya gue sih Alhamdulillah dan turut senang. Tapi bukan berarti kalian bisa mengharapkan orang lain untuk mengikuti cara kalian mencapai bahagia dong. Everyone have their own perspective about happiness so just do what you believe and the others do what they believe. Don’t push them into your own perspective. Selain itu nih menurut gue yang penting dicatet buat mereka yang sering nanya kapan kawin yaitu jawaban dari orang yang kalian tanya. Pasti kalian sering denger jawaban “Yaudah sih kalo emang udah jodoh juga nanti dateng sendiri. Kan jodoh ditangan Tuhan”. Kalo kalian dapet jawaban begini menurut gue tandanya kalian emang harus diem. Orang jawab begitu biasanya karena dia nggak mau cerita lebih dalam atau lebih banyak lagi kenapa sih dia itu masih single. Jadi jangan malah kalian jawab pernyataan itu dengan jawaban ”tapi kan jodoh dan cinta itu juga harus diperjuangkan dan nggak bisa diem aja nunggu takdir?”. Hell to the oooo hellaawwww. Mbake dan mase gue yakin kok klo 90 persen orang single itu tau kalo yang namanya jodoh atau cinta itu juga harus dicari atau diperjuangkan. Tapi nih yak pada akhirnya kenapa mereka hingga detik kalian tanya masih single ya pasti karena ada alasan sesungguhnya yang melatarbelakanginya. Bisa jadi karena belum siap secara finansial, belum siap mental, emang belum pengen kawin atau bahkan emang nggak pengen kawin dan kalian nggak tau serta mungkin nggak perlu tau. Kenapa? Simple buk because perhaps for that person you are not worthy to know the exact reason. So stop being annoying with that question! Singkat kata nih gue sebagai orang single yang merasa terganggu dengan pertanyaan kapan kawin cuma mau bilang ke kalian untuk stop menanyakan hal itu kepada gue ataupun kepada orang single lainnya. Terlebih jika kalian bukan orangtua atau orang yang memang benar-benar dekat dengan kami (baca: sahabat). Selain karena itu memang sudah masuk ke dalam wilayah privasi, jujur pertanyaan seperti itu sangat menyebalkan dan seringnya jika ditambah “bumbu penyedap” oleh mereka yang menanyakannya maka akan membuat orang yang ditanya sakit hati bahkan dalam tingkat terburuk mungkin bisa membuat depresi. Terima kasih atas segala kepedulian dan niat baiknya. Tapi percayalah seringkali hal-hal buruk terjadi karena niat yang baik. Jadi jika kalian memang masih tetap meyakini bahwa pernikahan akan membuat hidup kami lebih bahagia maka janganlah ucapkan itu pada kami dan janganlah kalian bertanya lagi kapan kawin kepada kami. Tapi ucapkanlah pada saat kalian bersimpuh dan bersujud kepada Tuhan. Selipkan doa untuk kami agar bisa mencapai kebahagiaan seperti yang telah kalian rasakan. Karena doa yang tulus walau tak terucap adalah wujud kepedulian yang sesungguhnya jika dibandingkan terucap tapi hanya pemanis di mulut semata. Mari kita mulai belajar untuk menghargai privasi orang lain dan mari kita bersuka cita atas kebahagiaan kita masing-masing. God bless you,,, ❤❤❤
Kamu Dan Cahaya Senja
Kamu dan cahaya senja
Dua entitas yang berbeda tetapi seringkali aku merasa bahwa kalian sejiwa
Kalian indah
Namun tak sanggup kupandang dengan mata melek merekah
Hanya picingan kecil agar diri ini bisa terhindar dari luka
Kalian dinantikan banyak pasang mata
Namun terkadang kalian hanya hadir sekelebat mata yang membuat hati orang yang menantinya kecewa
Hanya menampakkan lembayung kelabu yang juga membuatku lesu
Kalian datang membawa bahagia bagi mereka yang mengaguminya
Namun tak jarang kehadiran kalian justru membawa kepedihan yang menyesakkan dada
Kepedihan yang entah datang dari mana tapi benar-benar kurasakan sakitnya
Apakah kalian benar sejiwa? Tidak karena nyatanya aku salah
Cahaya senja
Keindahannya bisa dinikmati banyak raga namun tak ada satu pun dari mereka yang dapat memilikinya
Termasuk aku, kau dan yang lainnya
Tapi kamu
Keindahanmu juga bisa dinikmati banyak raga tetapi pada akhirnya hanya bisa dimiliki oleh satu jiwa beruntung yang ada diantaranya
Sayang sepertinya bukan aku orangnya
Bukan aku!
Kamu dan cahaya senja
Pada akhirnya hanya satu kesamaan yang membuat kalian dimataku tetap terlihat sejiwa
Kalian hanya bisa kukagumi dari jauh
Hanya bisa kukagumi dalam diam
Tetap begitu dan akan selamanya begitu
Penanda
Menulis bukanlah satu hal yang masuk dalam keahlianku.
Tapi kali ini akan kubiarkan jari jemariku ini bergerak sesukanya.
Memainkan peranannya dalam membentuk kata demi kata yang entah akan bermakna atau tidak.
Harapku sederhana saja.
Semoga kelak ini dapat kujadikan monumen penanda bagi mereka yang mengenalku.
Kepada mereka yang mencintaiku dan mungkin juga kepada mereka yang membenciku.
Bahwa aku pernah ada.
Bahwa aku pernah mewarnai kehidupan mereka.
Some people come in our life as a blessing and some come as a lesson
unknown