Autopilotkan dirimu.
Kalau terlalu terasa berat, istirahat dan cobalah lepaskan sesuatu yang mengikatmu dengan kekhawatiran.
Kembalikan semuanya kepada yang memberimu hidup. Kamu terbatas, sedangkan Dia, tidak.

Product Placement
Not today Justin
Stranger Things

❣ Chile in a Photography ❣
One Nice Bug Per Day
i don't do bad sauce passes
KIROKAZE

titsay
d e v o n
trying on a metaphor

JVL
Sweet Seals For You, Always
hello vonnie
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Jules of Nature

No title available

Discoholic 🪩
Misplaced Lens Cap
cherry valley forever

oozey mess

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from Yemen

seen from United States

seen from Malaysia

seen from New Zealand
seen from Netherlands

seen from United States
seen from Argentina
seen from Poland

seen from United States

seen from United States

seen from Argentina
seen from United States
seen from United States
seen from Japan

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@jaleeuniverse
Autopilotkan dirimu.
Kalau terlalu terasa berat, istirahat dan cobalah lepaskan sesuatu yang mengikatmu dengan kekhawatiran.
Kembalikan semuanya kepada yang memberimu hidup. Kamu terbatas, sedangkan Dia, tidak.
Hujan lebat tidak selalu diawali oleh mendung. Ada juga hujan yang diawali oleh penantian tak berujung.
Cuci tangan atau mandi adalah tanda seseorang sedang merasa dirinya kotor.
Mereka ingin terlihat bersih dan pantas di hadapan manusia. Mereka hanya ingin layak bersanding bersama orang lain.
Begitu juga dengan orang yang berusaha taat, berusaha menjauhi apa yang dilarang untuknya. Mereka tidak sedang merasa dirinya suci.
Justru sikap itulah yang menjadi penanda bahwa mereka merasa kotor dan ingin mensucikan diri, berusaha layak, berusaha memantaskan diri ketika kelak mereka kembali dan menghadap Allah.
Di kesempatan Ramadhan yang Allah beri kali ini — semoga tidak kita sia-siakan. Semoga istiqomah yang luntur kemarin bisa diperbaiki lagi.
Hujan yang awalnya samar-samar terdengar, kini begitu terdengar keres setelah aku mebuka jendela kamar untuk memastikan: yang jatuh malam ini adalah air dari langit atau air dari mataku.
Malam sehaluan dengan udara dingin dan rintik hujan — memelihara ingatan, mengurung jiwa yang pernah kehilangan bersama kenyataan bahwa aku masih mencintaimu.
Hai, sesorang yang bukan siapa-siapa. Lama tidak berjumpa, membuatku mengingamu malam ini.
Saya tersiksa oleh kisah indah denganmu di masalalu. Ternyata hadirmu menjadi mimpi buruk.
Kamu sudah sampai di kenyataan pertama, bahwa hadirnya menjadi neraka bagi hatimu.
Setelah deretan waktu yang panjang membuat napasmu terengah-engah, akhirnya kamu juga menyadari bahwa senyumanya menjadi mimpi buruk bagimu.
Semua orang seperti itu, tidak ada yang bisa diharapan.
Hening panjang di penghujung tahun. Tidak ada suaramu terdengar. Tidak ada kehangatan yang hadir di tengah-tengah percakapan kita.
Aku tidak tahu apa yang terjadi besok. Kamu akan mendengar rintih kerinduanku, kamu kembali dan kita menghabiskan sisa perjalanan di sebagian sudut bumu yang hanya sementara ini -- atau tidak sama sekali.
Rabu sore, beberapa saat sebelum langit benar-benar gelap. Aku membayangkan bagaimana caramu menceritakan sesuatu, mengingat-ingat suaramu, caramu tertawa di percakapan yang telah larut dan meratapi wajahmu yang sedang tersenyum.
Balasan pesan yang dia miliki untukmu sudah habis. Tumpukan pesan yang terkirim tidak akan pernah sampai, mereka hanya akan menjadi sampah yang beterbangan di udara.
Dingin malam ini semakin mengakar di udar, dan pesan-pesanku semakin tengelam jauh di dasar beranda WhatsAppmu.
Di antara hari yang terus berganti, ada aku yang meratap haru saat kamu beranjak pergi.
Di antara detik yang terus berulang, ada detak jantungku yang menunggumu pulang.
Coba lihat, betapa cantiknya seseorang yang saya harap-harapkan kedatangannya.